
“Kurang ajar kamu, Cassandra! Kamu mengkhianatiku rupanya setelah apa yang kulakukan untukmu di masa lalu!”
Sang Raja Iblis Ozazil di dalam tubuh Leon meronta.
Terjadi pergolakan batin antara dirinya dan Leon tentang siapa yang akan menjadi penguasa sejati sang tubuh.
Ozazil mengutuk Yasmin kuat-kuat atas pengkhianatannya.
“Itu salah, Raja.”
“Kamu tidak pernah berniat menyelamatkanku.”
“Kamu semata-mata melakukannya untuk memperoleh tontonan hiburan yang menarik.”
“Ukh.”
“Dan bukankah saat ini aku sedang mempertunjukkanmu suatu tontonan yang menarik?”
“Tentang bagaimana kejatuhan Raja Iblis karena pengkhianatan sang witch. Ukh…”
“Yasmin!”
Helios memanggil nama witch itu.
Namun yang dipanggilnya sampai akhir bukanlah nama asli sang witch, melainkan nama pemberiannya.
Suatu nama yang menjadi tanda yang mengikatkannya dengan sang witch.
Sang witch sekarat.
Seakan siap membayar dosa-dosanya karena telah terpedaya oleh bisikan iblis dan akhirnya terperangkap sebagai budak iblis, tekad Yasmin telah bulat.
Yasmin menggunakan segenap sisa-sisa akhir tenaganya agar Helios tidak terjatuh ke jurang yang sama seperti ayahnya dan juga kakaknya.
Dia ingin menyingkirkan rajanya sendiri agar tak menjadi duri yang menghalangi langkah sang pahlawan.
Dia tak ingin pula sang pahlawan mengalami trauma itu untuk kesekian kalinya.
Dia setidaknya ingin menyelamatkan Leon, satu-satunya saudara pahlawan yang tersisa di dunia ini agar bisa menjadi pendukung dan penyemangat hidup sang pahlawan.
Dia tak ingin rencana sang Raja Iblis terealisasi dengan Raja Iblis menggunakan tubuh Leon untuk mengamuk hingga akhirnya sang pahlawan harus mengakhiri hidup sang adik, satu-satunya kini keluarganya yang tersisa di dunia itu, dengan kedua tangannya sendiri.
Yasmin tak ingin Helios berakhir dengan tragedi.
Dia yang gagal menyelamatkan sang ayah dan juga sang kakak karena dirinya yang masih lemah kala itu, setidaknya ingin menyelamatkan Helios, orang yang memberinya kehangatan di penghujung hayatnya di kala Yasmin mulai menyerah akan kebaikan manusia.
Itulah sebabnya Yasmin berkorban.
Dengan pengorbanan nyawanya, Yasmin ingin menyingkirkan Raja Iblis untuk selama-lamanya dari dunia demi kebahagian hidup orang yang sangat berarti untuknya itu, Helios.
Helios hanya dapat meratapinya dalam air mata.
Dia sedari awal sadar bahwa walau bagaimanapun Yasmin tetap akan meninggal usai sang Raja Iblis dikalahkan sebab apa yang mengikat keberadaannya di dunia selama ini adalah kekuatan Raja Iblis.
Walau demikian, untuk melihat perpisahan itu harus terjadi dengan cara ini, Helios menangis sejadi-jadinya.
“Master.”
“Yasmin.”
“Angkat kepala Anda, Master.”
“Setelah ini, akan lebih banyak lagi rintangan yang harus Anda hadapi.”
“Semuanya belum berakhir dengan musnahnya Raja Iblis.”
“Apa yang lebih menyeramkan dari nasib yang menunggu para pahlawan adalah umat manusia.”
“Jangan pernah lengah dan jangan tunjukkan kelemahan Anda, kecuali kepada orang-orang yang benar-benar Anda percayai.”
“Aku benci mengakuinya, tetapi Albert dan Alice di sana juga adalah salah satunya.”
“Dokter Minerva mungkin tidak akan pernah mendengarkan keluhan Anda dengan serius, tetapi dia setidaknya juga adalah orang yang bisa dipercaya.”
“Aku belum terlalu mengenal priest yang di sana itu, tetapi karena dia terpilih oleh dunia sebagai party pahlawan, mungkin dia juga orang yang layak.”
“Namun, bisa saja juga tidak, jadi itu tergantung bagaimana Master nantinya yang menilainya.”
“Ada juga Nunu, si cewek loli yang selalu membuatku kesal.”
“Namun dia juga adalah teman yang baik yang bisa Anda percayai.”
“Jangan mudah mempercayai orang lain, Master, tetapi jangan pula Anda menutup hati Anda pada orang-orang yang menghargai Anda.”
“Jadikanlah hati Anda sebagai filter terhadap siapa-siapa saja yang pantas Anda percayai.”
“Kuyakin Master bisa melakukannya dengan baik.”
“Sebagai yang terakhir…”
“Yasmin?”
Mendengar Yasmin tiba-tiba menghentikan ucapannya di tengah-tengah, Helios akhirnya mengangkat juga kepalanya setelah sekian lama itu menunduk, seraya menggapai Yasmin.
Air matanya masih berlinang deras.
“Anda akhirnya mengangkat kepala Anda, Master.”
“Sebagai yang terakhir, demi bagian Ayahanda Priam dan Kak Hector juga, kumohon hidup berbahagialah.”
“Jadilah pahlawan pertama di muka dunia ini yang mampu memperoleh ending yang bahagia.”
Kemudian sembari tersenyum lembut, Yasmin pun menghilang dari dunia.
Ini tidak mengapa.
Hidupnya telah terjalin terlalu lama di dunia ini hingga lebih dari dua ribu tahun.
Rentang waktu itu cukup bagi Yasmin untuk mewujudkan segala ambisinya yang tersisa di dunia.
Dia pun bersyukur karena di akhir hayatnya, dia akhirnya mampu menyelesaikan penyesalan terakhirnya di dunia.
Kebahagiaan seorang pahlawan.
Ayah dan kakaknya telah gagal memperoleh hal itu, namun dia yakin jika itu masternya, pasti dia akan sanggup untuk meraihnya.
Itulah sebabnya Yasmin pergi dari dunia ini tanpa penyesalan.
Akan tetapi dia sadar bahwa itu bukanlah perannya.
Perannya hanya akan berakhir sampai di sini saja.
Walau demikian, sang wanita lugu itu puas.
Dia pergi dengan senyum puas.
***
Aku bersama party-ku segera kembali ke Kekaisaran Meglovia membawa kemenangan setelah mengalahkan Raja Iblis Ozazil.
Aku akhirnya bernafas lega setelah Albexus mengonfirmasi bahwa tidak ada yang salah dengan keadaan tubuh Leon.
Semula aku khawatir bahwa Leon akan kenapa-kenapa setelah sempat dijadikan tubuh boneka oleh Raja Iblis.
Syukurlah bahwa kekhawatiranku itu rupanya keliru.
Setelahnya, Dokter Minerva segera memilih untuk ke laboratoriumnya demi menyelesaikan pekerjaan penelitiannya yang tertunda.
Adapun Albexus tidak membuang-buang waktu lantas segera mengobati para prajurit yang terluka berat akibat perang melawan bangsa iblis.
Masih ada cukup banyak bangsa iblis yang tersisa di Benua Ernoa.
Namun, itu bukan lagi masalah sejak Albert dan Alice memilih turun tangan untuk melakukan pembersihan.
Aku juga ingin turut membantu, namun orang-orang terdekatku segera memarahiku dan menyuruh aku untuk beristirahat saja, maka aku pun menurutinya.
Perang ini dimenangkan oleh bangsa manusia.
Walau demikian, korban jiwa yang jatuh dari pihak manusia tidak pula bisa dianggap sebelah mata.
Sebanyak 101735 tentara tewas, 10666 terluka parah, dan 35929 luka ringan.
Ini sebenarnya adalah nilai yang terbilang relatif kecil jika dibandingkan dengan keseluruhan jumlah tentara, tetapi tentu saja tiap individu yang tewas dalam perang adalah berharga tidak hanya untuk keluarga yang ditinggalkan, melainkan juga kekaisaran.
Kami memberi penghormatan terakhir dalam upacara yang layak dalam mengantar kepergian bagi mereka yang gugur di medan perang.
Santunan diberikan oleh negara kepada para keluarga korban perang sampai pewaris di keluarga itu mampu menginjak usia setidaknya 15 tahun.
Aku berupaya mengatasi krisis pasca perang dengan sekuat tenagaku.
Akan tetapi seperti yang dikatakan oleh Yasmin, bahaya laten yang sebenarnya datang pasca perang.
Terdapat protes di mana-mana tentang keteedoranku sehingga terlalu banyak korban yang jatuh di medan perang yang akhirnya berujung kepada pemberontakan, memanfaatkan waktu-waktu di mana kekaisaran sedang lemah-lemahnya pasca perang.
Aku sampai-sampai tidak dapat menahan gusarku karena ulah mereka.
Apakah mereka pikir bangsa iblis itu adalah sesuatu yang mudah dikalahkan?
Mereka menghindari perang dengan berbagai cara menyembunyikan ekor mereka di antara kaki mereka, tetapi mereka masih punya nyali untuk mengkritikku yang berdiri di hadapan mereka menyelesaikan krisis.
Sungguh benar-benar sekumpulan orang munafik.
Apa yang membuat aku kesal bahwa aku salah perhitungan.
Kekaisaran Tong Kong dan Negara Republik Joupun masih punya sangat banyak waktu luang untuk mendukung pemberontakan para orang konyol itu.
Haruskah kuhancurkan saja negara mereka hingga tidak bersisa?
Namun sebagai simbol perdamaian di dunia ini, tentu aku tak bisa melakukannya.
Aku akan hidup seperti apa yang Yasmin harapkan, tidak hanya demi Yasmin, melainkan semuanya kembali demi diriku sendiri.
Sebagai simbol pahlawan dunia ini, aku akan hidup bahagia.
Aku akan berdiri tegak tanpa celah dan takkan membiarkan seorang pun bisa menusukku dari belakang.
Sebagai simbol kedamaian dunia, aku harus melanjutkan hidupku dengan baik sebagai pemimpin umat manusia memenuhi harapan setiap orang, tetapi tentu saja, keluarga adalah yang utama.
***
Di suatu tempat di wilayah hutan monster.
Dua makhluk raksasa astral saling bertemu satu sama lain.
“Apalagi yang kau tunggu, Milanda? Ayo cepat pergi. Peran kita di dunia ini telah usai, sudah saatnya kita pergi.”
Seorang yang wanita di antara mereka pun tersenyum oleh perkataan sang prianya.
“Itu benar. Kini selebihnya, kita hanya bisa mempercayakan nasib dunia ini kepada pahlawan dan umat manusia.”
Sosok wanita itu pun menoleh ke belakang.
Rupanya telah datang pula pria raksasa astral yang kedua.
“Bagaimana menurutmu, Aries?”
Namun tanpa berkata apa-apa, pria itu hanya tersenyum.
Sejenak kemudian, ketiga sosok tersebut pun lenyap seolah tidak ada sedari awal.
***
Di lain tempat, seorang pria berperut besar dengan senyum yang menjijikkan memantau keadaan dari atas bukit.
“Jangan kau berpikir ini telah berakhir, hero!”
Ozazil terlalu bodoh karena hanya mengandalkan kekuatannya belaka.”
Namun berbeda dariku, Baal yang agung akan memanfaatkan umat manusia yang kau cintai itu untuk menghancurkanmu dari dalam dengan pengkhianatan.”
“Kau tunggu saja hadiahku.”
“Benihku telah menyebar ke mana-mana lebih dari yang kau perkirakan.”
“Hahahahahahaha.”
Mata pria berperut besar itu tiba-tiba bersinar merah sembari tersenyum dengan cara yang lebih menjijikkan.
***
Lalu, empat belas tahun pun berlalu, hari ke-8 bulan ke-8 tahun 551 Kalender Kekaisaran Meglovia.
Waktu ulang tahun Helion yang ke-20.