
Informasi yang kubaca di buku harian yang diduga milik salah seorang demon itu benar-benar membuatku shok. Rupanya, apa yang menjadi demon-demon di benua barat awalnya adalah manusia, manusia normal layaknya seluruh penduduk benua lain.
Lantas apa yang menyebabkan perubahan mereka menjadi demon? Jika orang normal di benua barat tersebut bisa berubah menjadi demon, maka tidak menutup kemungkinan bahwa hal yang sama juga bisa terjadi di benua lain, termasuk di Benua Ernoa tempatku berasal. Sampai aku mengetahui akan jawaban dari semua ini, mana mungkin aku bisa tenang.
Hanya ada satu tempat yang paling memungkinkan bagi aku bisa segera menemukan jawaban atas hal yang paling meresahkan hatiku tersebut. Aku harus menyusup langsung ke dalam kastil raja iblis.
Aku pun melakukan penyusupan ke dalam kastil raja iblis tersebut.
Namun setelah aku menyusup, apa yang kudapatkan di dalam sana kebanyakan hanyalah sosok raja iblis yang temperamental yang selalu menyalahkan apa saja yang dilakukan oleh para pelayan dan anak buahnya.
Tidak hanya itu, sosok yang kusaksikan hanyalah para demon-demon kurus itu yang melayani raja iblis yang walau sedikit berbadan lebih baik, tetap saja badannya masih terlihat sangatlah lemah. Aku sama sekali tidak melihat sosok kedua belas jenderal raja iblis yang melayani raja iblis seperti apa yang terkenal di dalam legenda tersebut.
Oh iya, tetapi jika apa yang dikatakan oleh Milanda itu benar, dan pastinya demikian setelah aku menyaksikan pemandangannya sebelumnya, maka Milanda dan Arxena sejatinya bukanlah sosok salah satu jenderal raja iblis seperti yang dikatakan di dalam sejarah.
Jika sosok raja iblis begitu lemah, lantas apa yang sebenarnya terjadi di masa lalu ini yang menyebabkan Benua Ernoa hampir hancur sehingga formasi hutan monster dan anak panah pun diterapkan untuk melindungi benua? Jangan bilang bahwa semuanya hanya untuk melindungi benua dari sosok raja iblis yang kurus kerempeng ini? Aku saja bahkan mungkin bisa membunuhnya sekarang.
Tiada gunanya aku memikirkan hal itu untuk saat ini. Tugasku sekarang hanyalah mengawasi masa lalu demi menguak kebenaran.
Tetapi ini mulai menyusahkan. Aku kelaparan dan tetap butuh makan dengan tubuh bocah bernama Rizard ini. Walaupun bisa dimakan, tetapi semua makanan di benua iblis ini benar-benar terasa tidak enak. Tidak hanya itu saja, walau sedikit, makanannya beracun dan racun itu mulai terakumulasi dan menampakkan pengaruhnya pada tubuh Rizard yang aku tempati ini.
Walau ini hanya di dalam memori ingatan dan tubuh Helios de Meglovia di luar sana pada dasarnya tetap baik-baik saja, sensasi keracunan yang dirasakan oleh tubuh ini tetap saja menyiksaku. Aku tidak bisa lama-lama dalam kondisi yang seperti ini.
Walau demikian, apalah daya bahwa aku belum menemukan satu pun petunjuk yang berarti terkait apa yang sebenarnya menyebabkan peningkatan tiba-tiba kekuatan raja iblis beserta anak buahnya itu di masa depan.
Namun, akhirnya kesabaranku benar-benar membuahkan hasil. Di hari kelima penungguanku, satu petunjuk penting pun mulai datang. Tetapi hal yang terduga baru saja aku saksikan tepat di depan mataku sendiri. Sosok yang menemui raja iblis hari itu adalah seorang penasihat spiritual raja Kerajaan Ondzel. Aku tak menduga bahwa sang pengkhianat tepat berada di bawah hidung kami.
Aku pun mendengarkan mereka mengobrolkan sesuatu.
“Ozama, kamu harus memutuskannya dengan segera. Jika tidak, maka seluruh rakyatmu itu akan musnah oleh penyakit misterius ini.”
“Tetapi untuk membuka pintu dimensi dari dunia cermin, aku tidak tahu potensi bahaya apa yang akan ditimbulkannya.”
“Anda terlalu banyak berpikir. Tidak akan terjadi masalah apa-apa. Kita hanya akan mensummon tower dari sana. Tower itu sendiri hanya akan menggunakan mana sebagai bahan bakarnya. Dengan banyaknya mana di dunia ini, hal itu takkan menjadi masalah.”
“Tetapi tetap saja…”
“Apa lagi yang Anda ragukan? Anda bisa menaklukkan Benua Ernoa. Tidak, bahkan Benua Ifrak dan Asium pun akan ada di bawah genggaman tangan Anda. Hanya dengan menguasai dunia-lah, Anda bisa memperoleh obat yang mampu mengobati semua rakyat yang Anda cintai itu.”
Aku pun menemukan dua fakta penting dari obrolan mereka.
Kedua, mengapa jumlah mana di masa depan menurun drastis yang menyebabkan kualitas sihir langsung menjadi jauh lebih rendah adalah karena kemunculan tower yang nantinya akan disummon oleh raja iblis. Sesuai dengan apa yang dikatakan oleh sang pengkhianat kepala spiritual raja Kerajaan Ondzel tersebut bahwa tower membutuhkan mana sebagai bahan bakarnya.
Tetapi ada satu yang aku pertanyakan. Bukankah nama raja iblis pertama di legenda adalah Ozazil? Tetapi mengapa nama raja iblis yang ada di hadapanku ini menjadi Ozama? Aku mau tidak mau mempertanyakan tentang apa yang sebenarnya terjadi di masa lalu.
“Tunggu, Ozama. Tampaknya Anda memiliki seekor tikus yang sama sekali Anda tak sadari.” Sang pengkhianat kepala spiritual Kerajaan Ondzel pun berkata demikian.
Namun, aku baru menyadari rupanya yang dimaksud itu adalah aku. Aku tak percaya bahwa ada orang yang berasal dari peradaban sepuluh ribu tahun silam yang mampu melihat ke dalam skill stealth-ku yang berasal dari peradaban zaman modern yang aku bangga-banggakan itu. Atau mungkin itu karena pengaruh dari aku selama ini mengkonsumsi makanan yang beracun demi tetap menjaga tubuh sang bocah Rizard ini tidak kelaparan?
“Ukh.”
Aku sedikit terkena oleh serangan tiba-tiba sang pengkhianat umat manusia itu, tetapi syukurlah bahwa aku masih berhasil melarikan diri dari tempat tersebut.
“Cepat cari tikus yang bersembunyi itu. Dia sedang terluka, jadi tidak mungkin dia bisa pergi jauh.”
Setidaknya itulah yang diucapkan oleh para demon kurus yang memimpin pasukan mereka masing-masing. Tetapi hanya dengan luka seperti ini, aku bisa segera sembuh dengan kemampuan pemulihan tubuhku. Syukurlah bahwa kemampuan pemulihan Helios de Meglovia masih kubawa bersama ke dalam tubuh ini.
Aku memutuskan untuk tetap menetap di benua para demon ini demi mencari informasi lebih lanjut. Syukurlah aku sebelumnya sempat belajar bahasa demon sehingga aku tak kesulitan sedikit pun mengerti tentang apa yang para demon tersebut katakan.
Pertikaian panas masih terus berlanjut antara Benua Armtemis para demon terhadap Benua Ernoa umat manusia. Dan yang berdiri di puncak sebagai wakil umat manusia itu tidak lain adalah Kak Aries, sang pahlawan pertama.
Dari pertikaian kecil, itu kemudian semakin berkembang menjadi perang antardua benua. Tetapi dapat jelas terlihat bahwa ketika para kerajaan kecil umat manusia di Benua Ernoa bersatu, para demon di bawah pimpinan raja iblis di benua barat itu bukan lagi tandingan mereka.
Lantas jika demikian, seharusnya tidak akan terjadi masalah apa-apa di masa depan. Lalu mengapa sampai masa depan menjadi kacau akibat invasi raja iblis tersebut?
Namun tidak butuh waktu lama bagi aku segera mengetahui jawaban atas pertanyaanku itu.
Rupanya, itu semua karena tower dari dimensi lain yang berhasil disummon oleh raja iblis berkat bantuan sang pengkhianat umat manusia tersebut. Tower itulah yang seketika membalikkan seratus delapan puluh derajat keadaan perang.
Tower tersebut mensummon beraneka ragam jenis monster seperti apa yang dikenal di masa depan. Tetapi apa ini? Mengapa tower tersebut justru menelan raja iblis dan para demon pengikutnya?
Demikianlah, raja iblis yang asli beserta seluruh pengikutnya pun musnah tertelan oleh tower. Lalu raja iblis yang sekarang dikenal oleh legenda pun muncul dari dalam tower beserta para pengikut demon-nya yang berbadan lebih kekar dan besar serta dengan aura yang mengintimidasi seperti apa demon yang dikenal di masa depan tersebut.
“Mulai sekarang, akulah raja iblis Ozazil, pemimpin benua ini, yang juga akan menaklukkan seluruh benua lainnya!”
Sang raja iblis pun mengikrarkan sumpah perangnya.