
Tatapan tajam Helios itu tertuju pada Dokter Minerva. Namun, tak ada sedikit pun tanda-tanda terintimidasi yang ditunjukkan oleh wanita itu.
Tatapan itu mengisyaratkan bagaikan menangkap seorang pencuri basah-basah dengan barang curian di tangannya. Namun, orang yang ditatap itu malah menantang dengan balik menatap seakan mengatakan bahwa barang itu memang kepunyaannya dari dulu.
Tatapan mata yang dengan yakin seolah menyimpan argumen di tangannya yang sangat meyakinkan sehingga ketika diungkapkan, tiada lagi tempat untuk menaruh curiga.
“Pasti Anda punya banyak pertanyaan, Yang Mulia Pangeran Helios. Bagaimana kalau Anda mengungkapkannya satu-persatu?”
Helios lama diam. Dia menelisik dari ujung rambut sampai ujung kaki Dokter Minerva, memperhatikan tiap sudut dan celah yang mencurigakan di tubuhnya. Walau demikian, berapa lama pun dia menatapnya, tampak tak ada satu pun hal yang mencurigakan.
“Pertama-tama, coba jelaskan dulu bagaimana Anda bisa sampai kemari. Kita baru bertemu tujuh hari yang lalu di Kota Painfinn. Kalau aku dan Yasmin, wajar bisa sampai ke tempat ini dengan cepat sejak kami bisa terbang. Apakah Anda juga punya kekuatan supranatural atau semacamnya?”
Dokter Minerva tersenyum. Dia seakan mengisyaratkan bahwa dia bukanlah seorang pencuri yang tertangkap basah.
Tangan kanannya mengarah ke samping membentuk sudut 90 derajat dengan tubuhnya. Tangannya tepat menengadah secara vertikal. Lalu sesaat kemudian, cahaya terang berwarna biru terpancarkan dengan menyilaukan.
Sebuah pola aneh terbentuk secara tiba-tiba dari tempat kosong di udara. Garis secara vertikal terus bersewileran, bertemu, berpisah, serta bersilangan secara simultan hingga akhirnya jelas bahwa serangkaian pola-pola aneh itu membentuk sebuah objek yang kokoh dari kekosongan. Itu adalah sebuah pintu dua dimensi.
Tidak, itu sebuah portal.
“Kamu? Bukankah ini sihir? Mengapa aku sama sekali tidak merasakan aliran mana dari tubuh Anda?”
Dokter Minerva menjawab dengan yakin, “Ketika seseorang wizard mencapai ranah arch wizard, mereka akan memiliki kemampuan untuk mengendalikan mana secara mutlak. Hal yang wajar jika seorang non wizard seperti Anda tidak akan menyadarinya.”
“Jadi Anda menyadarinya rupanya.”
“Betapa pun Anda memalsukan kelas Anda sebagai wizard, Anda tidak dapat menipu mata seorang arch wizard.”
“Aku bukan bermaksud menyembunyikannya. Bukanlah hal penting ini diketahui atau tidak diketahui. Hanya saja, aku malas bertarung dengan senjata jadi kubiarkan orang salah paham bahwa aku seorang wizard. Terlebih dari itu, bukankah kelas Anda priest? Bukankah itu sebabnya Anda menjadi dokter?”
Mendengar perkataan Helios tersebut, Dokter Minerva tersenyum kecut.
“Anda mungkin pernah dengar setidaknya sekali kan bahwa semua arch wizard itu otaknya agak miring? Mungkin aku salah satunya.”
“Apa itu? Aku baru pertama kali mendengarnya. Lagipula ini baru pertama kalinya aku bertemu dengan arch wizard, jadi aku tidak bisa membandingkannya.”
Helios berbohong karena sebelumnya dia juga sudah pernah bertemu dengan Milanda di dunia ingatan yang merupakan arch wizard. Walau eksistensinya telah berubah ke ranah lain sejak menjadi penguasa dungeon, Helios saat ini masih berhubungan dengan Milanda.
Namun jika dicermati baik-baik, mungkin bisa dikatakan bahwa Helios jujur sejak makhluk di dalam dunia ingatan tidak bisa dikatakan benar-benar makhluk hidup dan adapun Milanda di masa kini yang ditemuinya telah berubah di luar eksistensi manusia.
“Anda memang orang yang baik, Yang Mulia Pangeran. Anda sama sekali tidak mendiskriminasi seorang arch wizard. Padahal banyak yang menganggap eksistensi kami gila sehingga banyak orang yang tidak ingin dekat-dekat dengan kami.”
“Tidak peduli seorang arch wizard atau bukan, yang menentukan aneh tidaknya seseorang adalah dari kelakuan diri mereka sendiri. Lagipula mengapa memangnya kalau aneh? Menjadi eksenstrik bukan kejahatan. Percuma menjustice orang lain dengan pandangan sempit begitu. Tapi bukan itu yang kutanyakan. Anda belum menjawab pertanyaanku.”
Sekali lagi Dokter Minerva tersenyum penuh arti di hadapan Helios.
“Tentang aku menjadi dokter walaupun kelasku seorang arch wizard?”
“Ya.”
“Apakah seorang arch wizard tidak boleh menjadi seorang dokter?”
Mendengar ucapan cukup emosional datang dari seorang arch wizard itu, Helios baru menyadari bahwa dirinya baru saja melakukan diskriminasi yang sangat dibencinya. Adalah tidak sopan menghubungkan bakat yang dimiliki sejak lahir dengan pekerjaan yang kini digeluti oleh seseorang.
Tampak Helios pun cukup lama terdiam untuk memilah kata-katanya dengan hati-hati.
“Aku mengerti. Itu benar bahwa tiada yang dapat menghalangi cita-cita seseorang terlepas dari kelasnya. Aku hanya merasa sedikit aneh saja. Bukankah Anda akan lebih cepat berevolusi jika memilih pekerjaan seperti enchanter, crafting, atau terjun langsung di dalam pertempuran sebagai prajurit penyihir?”
“Itu tidak menyenangkan. Aku lebih suka belajar.”
“Tentang anatomi manusia?”
“Mempelajari tentang bagian tubuh manusia itu menyenangkan buatku, dan itu sudah cukup. Lagipula, aku tidak bisa mendapatkan mayat manusia secara sembarangan untuk mengobati rasa penasaranku itu dengan pekerjaan biasa. Hanya pekerjaan sebagai dokter-lah yang bisa memenuhinya.”
“Enak saja! Jangan samakan aku dengan para dark wizard yang rusak itu. Aku murni melakukannya untuk mengembangkan ilmu medis anatomi!”
Helios mempertimbangkan dalam-dalam tentang apa saja yang baru diobrolkannya dengan Dokter Minerva. Dia mengecek setiap gelagat yang ditunjukkannya demi mendeteksi tiap kejujuran ucapannya.
Helios akhirnya memutuskan untuk mempercayai Dokter Minerva saja untuk saat itu, namun Helios memutuskan untuk lebih memperketat pengawasan kepada sosok yang masih sangat mencurigakan itu.
“Maafkan aku karena telah mencurigai Anda, Dokter Minerva. Aku justru senang dengan Anda berada di sisi kami. Siapa yang tidak senang jika ada seorang arch wizard di sisinya. Itu akan menambah kekuatan kami hingga membuat Kota Painfinn semakin aman. Juga…”
Helios menelisik ke portal yang disummon oleh Dokter Minerva itu.
“Ini kalau tidak salah, portal dimensi kan yang fungsinya menghubungkan satu tempat dengan tempat lainnya secara instan tanpa memperhatikan jarak dan dimensi?”
“Tepat sekali. Luar biasa Anda tahu hal itu.”
“Aku setidaknya paham konsepnya. Namun aku tidak percaya bahwa ini benar-benar bisa dibuat. Hei, Dokter Minerva…”
Helios lantas menatap ke arah Dokter Minerva.
“Ya?”
“Bagaimana kalau kita melakukan penelitian bersama tentang bidang studi portal dimensi ini? Jika ini sukses, maka akan mungkin di masa depan untuk bepergian dari daerah paling barat Kerajaan Meglovia ke darah paling timur Kerajaan Ignitia hanya dalam sekejap dengan menggunakan artifak artifisial jika misteri tentang portal berhasil diteliti. Selain itu, ini mungkin akan menguak misteri mengenai kebocoran dimensi di benua barat.”
“Apakah Anda mengacu pada kemunculan tower sepuluh ribu tahun silam di Benua Armtemis?”
“Tepat sekali.”
Helios benar-benar tak dapat menyembunyikan jiwa ilmuwannya yang selalu tertarik akan banyak hal itu. Namun, itu adalah suatu hal yang bagus bahwa kesedihan terhadap kematian kakaknya, Tius Star Meglovia, sedikit teralihkan.
Tiada yang pantas melarang Helios untuk merasakan kebahagiaan dengan meraih ambisinya.
“Tapi…”
Terlihat sedikit keraguan di dalam diri Dokter Minerva.
“Atau jangan-jangan Anda ingin tetap merahasiakan identitas Anda sebagai arch wizard? Kalau begitu, aku bisa membuat identitas Anda di dalam penelitian sebagai anonim.”
Dokter Minerva tidak bisa berkata kepada Helios bahwa awal mula yang membuatnya tertarik mempelajari ilmu anatomi tubuh manusia adalah ketika dia menggeluti hobi sebagai pembunuh berantai.
Itu adalah hobi yang sesat dan hina yang tidak mungkin ditolerir oleh pangeran yang berhati naif itu, walaupun semua korban Dokter Minerva selama ini hanyalah para kriminal dan orang jahat saja.
Dokter Minerva telah berbohong karena dia belajar ilmu anatomi tubuh manusia bukan demi kepentingan medis, melainkan hal sesat menemukan metode kematian yang paling menyiksa korban-korbannya.
Bekerja di Kota Painfinn telah memberikannya identitas yang nyaman untuk hidup sebagai dokter demi menjalankan apa yang sangat digemarinya itu dan dia tidak ingin tempat itu hilang.
“Baiklah, dengan senang hati, Yang Mulia Pangeran.”
“Keputusan yang bijak, Dokter Minerva. Tapi Anda benar-benar hebat. Bahkan dari buku yang kubaca, belum ada satu pun arch wizard yang berhasil menerapkan konsep absurd seperti portal dimensi ini. Walaupun aku yakin bahwa suatu saat itu akan terwujud setelah mempelajari seluk-beluk tower melalui literatur. Hei, Dokter Minerva, bagaimana kalau menamai penelitian kita ini sebagai sebagai project gate?”
“Sesuai keinginan Yang Mulia Pangeran.”
Dokter Minerva pun akhirnya menyetujui proposal Pangeran Helios itu agar tetap memperoleh tempat yang nyaman.
Sama halnya dengan alasannya yang akhirnya mengungkapkan identitasnya sebagai arch wizard kepada Helios demi menyelamatkan sang istri dan bayinya, Dokter Minerva semata-mata melakukan itu semua demi kokohnya posisi Helios yang saat ini menjadi tumpu harapan keselamatan bagi orang-orang yang terdiskriminasi di Benua Ernoa karena rambut hitam dan mata hitam mereka seperti dirinya.
Dokter Minerva hanya tidak ingin Helios tumbang karena menurutnya hanyalah Helios seorang yang mampu mengakhiri diskriminasi itu di Benua Ernoa. Itulah sebabnya Dokter Minerva mendukungnya dengan segala cara.
Namun, ada satu rahasia di benua itu yang belum diketahui oleh siapapun selain Dokter Minerva seorang dan itulah sebenarnya yang telah menjadi faktor penyebab utamanya menaruh kepercayaan mutlak kepada Helios de Meglovia.
Kesepakatan mengenai proyek gate akhirnya tercapai di antara kedua ilmuwan itu. Namun kemudian, baik Dokter Minerva maupun Helios segera menyadarinya. Invasi Kekaisaran Vlonhard baru saja terjadi di perbatasan utara Kerajaan Meglovia, jauh dari tempat mereka berada saat ini.