Become Tyrant On My Own Way

Become Tyrant On My Own Way
Chapter 187 - KELEMAHAN



“Aku tak pernah dengar ada seorang pria yang menjadi witch.”


Sembari mengatakan itu, Helios menatap tajam ke arah Noel Dumberman.


“Kan kamu sudah melihat salah satunya, tepat berada di hadapanmu.”


Tatapan Helios seakan mengisyaratkan ketidakpercayaan di balik ucapan Noel Dumberman.


“Apa benar kamu seorang pria yang bisa sorcery? Atau jangan-jangan maksudmu kau seorang summoner iblis?”


Helios bertanya karena sorcery bukanlah sesuatu yang bisa dilakukan oleh seorang pria yang memiliki pola aliran mana lurus dibandingkan wanita yang lebih cenderung bulat dan bercabang. Jika itu seorang pria, setidaknya sorcery setahap summoner iblis-lah yang dapat dilakukannya seperti halnya apa yang dilakukan oleh Damian sebelumnya. Sampai saat ini, tak mungkin seorang pria menjadi witch.


“Hei, hei, hei, meski aku tak bisa seganteng wajahmu, aku akan tetap sakit hati jika kau meragukan jenis kelaminku. Bukan berarti pula aku bisa memperlihatkan area rahasia tubuhku padamu kan? Jadi bagaimana kalau kita buktikan saja melalui sparring?”


-Swosh.


Sejenak Helios lengah, Yasmin telah terperangkap di dalam jeratan objek Noel Dumberman.


“Kau? Apa yang kau lakukan?”


“Aku hanya tidak ingin sparring kita terganggu oleh siapapun. Tiada artinya sparring kan jika ada pengganggu dari luar?”


“…”


Noel Dumberman lama menatap Helios dari balik sisiknya yang menyeramkan itu sebelum akhirnya dia turun dari atas pohon.


“Ini mengesalkan tiap kali aku melihat wajah gantengmu. Dengan itukah kau menggaet setiap wanita untuk mau mengabdi padamu?”


“Siapapun kau, aku tak suka perkataanmu itu.”


“Yah, apalah yang orang jelek ini bisa katakan. Bukan berarti jika iri, aku bisa memperoleh kegantengan yang sama.”


Di situlah Helios memperhatikan dengan seksama bahwa apa yang ada di wajah Noel Dumberman itu bukanlah topeng, melainkan sisik asli.


“Kau? Bukan manusia?”


“Hahahahahahahahaha. Bukan manusia kah? Benar, aku sekarang memang tidak bisa lagi dikatakan manusia sejak aku bersatu dengan sisa-sisa mayat naga ini demi kekuatan.”


“Jadi begitu rupanya. Kau telah mengorbankan kemanusiaanmu demi memperoleh kekuatan. Sekarang aku sedikit paham bagaimana kamu bisa melakukan sorcery.”


Helios mengatakan itu seraya melirik ke arah objek melilit dari sorcery yang menjerat Yasmin yang baru saja diciptakan oleh Noel Dumberman tersebut.


“Jika kamu bersatu dengan jantung naga yang penuh dengan mana mati, hal itu memang menjadi mungkin.”


“Pengetahuanmu benar-benar brilian ya, rupanya.”


“Namun ada satu lagi yang ingin kukonfirmasi.”


“Dan apa itu?”


“Mengapa rambutmu, matamu, juga suaramu, sangat mirip dengan Leon, adikku.”


Tatapan Helios sekali lagi menajam di hadapan Noel Dumberman.


Tapi Noel Dumberman hanya memiringkan kepalanya seraya berekspresi bodoh dalam kebingungan.


“Leon? Siapa itu? Ya sudahlah, itu tidak penting. Lagipula aku ingin bertarung denganmu. Aku dengar selama ini kamu itu hanya bertarung di belakang dengan menyerahkan bagian depanmu pada anak buah kepercayaanmu, Albert, yang telah mati karena mengkhianatimu. Tapi itu salah, bukan? Kamu hanya tidak ingin kepercayaan diri anak buahmu itu hilang, makanya kau berpura-pura lemah menggunakan pedang. Padahal kau justru lebih hebat darinya.”


“…”


Helios hanya terdiam. Samar terdengar, tapi tampaknya Helios menggertakkan gigi-giginya dengan marah.


“Albert tidak pernah mengkhianatiku! Dan jangan sebut namanya dengan mulut kotormu itu!”


Helios sebenarnya masih ragu mengenai identitas Noel Dumberman yang bisa saja Leon. Tidak hanya warna rambut, warna mata, perawakan wajah bagian atas, suara, sikapnya yang menyebalkan pun juga sama. Tetapi, Helios tak mampu menahan amarahnya ketika Noel Dumberman berucap seakan menghina Albert.


“Bagaimana kalau begini. Aku akan meminta maaf sebanyak apapun yang kau mau kepadamu jika kau berhasil mengalahkanku.”


“Itu salah. Jika kau kalah, kau harus meminta maaf kepada Albert sendiri di alam baka sana!”


Helios pun mensummon pedang auranya dan tanpa berbasa-basi langsung menyerang dada Noel Dumberman. Di luar dugaan, bagian tubuhnya itu begitu keras perihal dilindungi oleh sisik-sisik naga. Itu sama sekali tak tergores oleh ketajaman pedang Helios yang telah berhasil membelah tubuh seorang grandmaster 4 tahun silam.


“Semangatmu boleh juga. Sudah kuduga dari seorang hero. Kalau begitu, aku juga tidak akan segan-segan.”


Terjadilah pertarungan adu pedang dan cakar. Helios memang hebat, akan tetapi Noel Dumberman dapat mengimbangi kekuatan Helios itu dengan mudah.


Noel Dumberman menyelinapkan arah cakarannya ke bagian tubuh bawah Helios sembari mengunci pedangnya dengan cakar yang satunya.


Demi menghindari cakaran itu, Helios bersalto lantas menendang Noel Dumberman tepat di area wajah. Naasnya, Noel Dumberman sama sekali tidak kesakitan, malahan kaki Helios yang menendangnya itulah yang justru mengeluarkan darah.


Namun itu segera sembuh berkat kemampuan pemulihan otomatis milik sang pahlawan.


Helios kembali menghunuskan pedang auranya. Dia mengelilingi tubuh Noel Dumberman untuk berdiri di titik butanya di sebelah kiri perihal mata di bagian kirinya telah tergantikan oleh mata reptil yang memiliki kemampuan penglihatan yang buruk.


Menanggapi serangan di titik butanya itu, Noel Dumberman mengeluarkan miasma yang dapat seketika mendegradasi kulit normal jika terkena di area titik butanya tersebut.


Helios tidak menyerah. Kali ini dia mengandalkan kecepatan sembari disupport oleh jurus-jurus es-nya. Tembakan demi tembakan dihujamkan kepada Noel Dumberman, namun itu juga sama sekali tidak mengikis sisik-sisiknya yang sangat keras.


“Sial! Itu keras sekali.”


Noel Dumberman yang bisa mendengarkan gumaman Helios dengan sangat baik pun tersenyum.


“Tentu saja sejak sisik naga dikenal sebagai benda terkeras bahkan melebihi kerasnya logam mithril.”


“Kalau begitu, apakah sekarang giliranku? Sebaiknya kamu bisa menahan seranganku ini!”


Kali ini, Noel Dumberman-lah yang maju dengan cakarnya yang tajam ke arah Helios. Helios menangkis itu dengan pedang auranya. Itu berhasil menahannya, walau Helios harus terpental ke belakang sejauh tiga sentimeter.


Noel Dumberman berkali-kali dan dengan gesit melayangkan cakarnya itu ke sana dan ke mari di setiap sudut dan celah tubuh Helios. Berkali-kali itu pula, Helios sanggup bertahan dengan pedang auranya. Sayangnya, Helios-lah yang justru terus terpukul mundur oleh kegesitan Noel Dumberman.


Helios kuat, bahkan sanggup mengalahkan grandmaster dunia sekelas Ethanus, namun dia harus tetap bertekuk lutut di hadapan keoverpoweran kekuatan Noel Dumberman. Noel Dumberman unggul baik dari segi serangan maupun dari segi perlindungan dibandingkan dengan Helios.


Helios perlahan mulai letih, sayangnya di lain pihak, Noel Dumberman sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda keletihan.


“Hanya segitukah kekuatan dari pahlawan? Ayo tunjukkan lagi yang lebih padaku.”


Helios hanya dapat meringis di hadapan tatapan mata Noel Dumberman yang merendahkannya.


“Ternyata aku salah. Aku sangat lemah.”


“Hah, kau baru menyadari itu sekarang? Kalau kau sudah menganggap aku kuat, kau pasti hanya akan segera dibantai oleh Raja Iblis saja ketika hari perjanjian pertarungan itu tiba.”


“Hari perjanjian pertarungan?”


“Bahkan kau sama sekali tak tahu tentang itu? Sungguh pahlawan yang menyedihkan! Intinya, kekuatanku ini bahkan belum ada apa-apanya di hadapan kekuatan mutlak sang Raja Iblis. Jika kau akan hendak menghadapinya, sebaiknya kau banyak-banyak berlatih. Yah, walaupun aku juga ragu sebanyak apapun kau berlatih kau akan bisa mengalahkannya.”


“…”


“Ya, sudahlah. Karena aku sudah mengetahui kemampuanmu yang ternyata sangat lemah itu, aku sekarang harus segera kembali. Nyonya Isis juga sudah memanggilku sedari tadi. Lagipula kami sebenarnya dilarang untuk membunuh sang pahlawan, jadi aku juga tidak bisa membunuhmu di tempat ini. Yah, semoga beruntung saja menghadapi Raja Iblis jikalau waktunya tiba.”


“…”


“Oh, iya. Raja Iblis punya sedikit oleh-oleh buatmu.”


Noel Dumberman yang sebenarnya tengah akan pergi, tiba-tiba menghentikan langkahnya seraya menoleh dan berkata hal tersebut kepada Helios.


“Kamu, sebaiknya segera pergi ke selatan sebelum bencana itu dimulai, Hero.”


Demikianlah ucapan Noel Dumberman sebelum akhirnya dia benar-benar pergi meninggalkan tempat itu.


Helios segera merasakan firasat buruk dari ucapan Noel Dumberman tersebut. Terlebih, dia mengucapkannya dengan senyum sinis yang penuh arti.


“Master!”


Yasmin yang akhirnya terlepas dari jurus objek Noel Dumberman segera berlari ke arah Helios untuk memapah masternya yang tampak keletihan itu.


“Jangan pedulikan aku. Aku baik-baik saja. Begitu Dokter Minerva kemari, kita harus segera bergerak ke selatan. Semoga kekhawatiranku ini hanyalah kekhawatiran yang tidak beralasan.”


***


Sementara itu di istana, salah satu familiar pembawa pesan Helios pun tiba. Setelah mendapatkan pesan SOS itu, Dokter Minerva segera beranjak ke tempat di mana Helios menunjukkan koordinatnya untuk menjemputnya.


Talia, Lusiana, dan Vierra akhirnya bernafas lega begitu mengetahui bahwa keadaan suami mereka baik-baik saja. Namun itu tidak lama. Sejenak kemudian, laporan Olo pun tiba yang mengatakan bahwa seseorang telah menghancurkan dungeon Apes.


Lalu itu diikuti oleh kemunculan bertubi-tubi dungeon liar yang dekat dari daerah tersebut. Seketika ancaman dungeon break melanda kota selatan.