
“Wahai rekan seperjuangan sang terpilih, dapatkah kau mendengar suaraku? Wahai rekan seperjuangan sang terpilih, dapatkah kau men..ku?”
“Apa?”
Suara yang bergema di kepala Albert tiba-tiba saja terputus. Dia bahkan tidak tahu siapa dan untuk apa seseorang atau suatu makhluk itu mengirimkan telepati kepadanya. Namun, Albert sadar bahwa itu bukan saatnya dia memikirkan hal tersebut.
“Apa yang harus kulakukan?”
Albert sadar benar akan posisi dirinya yang tidak menguntungkan. Mereka berdua adalah sama-sama master pedang level 4. Namun berbeda dari lawannya, Albert memiliki kecacatan sirkuit mana sejak sirkuit mana-nya itu sempat dirusak oleh kuil suci kekaisaran ketika seluruh keluarga Albert saat itu termasuk dirinya dituduh melakukan pengkhianatan kepada kekaisaran sebelum akhirnya dirinya diselamatkan oleh Helios di kolosium.
Dengan sirkuit mana yang rusak itu, sudah termasuk keajaiban bahwa dia bisa berkembang sampai ke ranah master pedang level 4. Namun, itulah batasan yang bisa dia capai dalam keadaannya yang rusak seperti itu.
“Clang, clang, clang.”
Dengan susah payah, Albert mempertahankan pedangnya agar tidak terlepas dari genggamannya akibat momentum dahsyat dari serangan sang jenderal dari kekaisaran tersebut.
Charlot menyelinap dengan cepat menghindari tusukan Albert yang tampak telah tidak bertenaga itu lantas mengayunkan pedangnya tepat di solar plexus Albert.
Albert yang walaupun mengenakan sirah yang kokoh, mampu merasakan dengan sangat jelas bagaimana tumbukan itu tepat terjadi di ulu hatinya. Air liur mengalir keluar lewat mulutnya sebagai dampak sakit yang tak tertahankan tersebut.
Namun Charlot tidak berhenti menyerang sampai di situ saja. Dia memutar pedangnya lantas menyerang Albert di bagian pundak kanannya.
“Akh.”
“Heh, beginikah kekuatan kerajaan? Sangat lemah. Segera enyahlah dari sini!”
“Srak, srak, srak.”
Berbagai tebasan pedang harus ditanggung oleh Albert di sana-sini. Namun demikian, dia tidak pernah menyerah.
“Kalau itu demi Yang Mulia Pangeran, aku tidak akan pernah menyerah! Karena aku kuat!”
Albert kembali mengenang di saat pertemuan pertamanya dengan Helios. Itu adalah di saat umur mereka sama-sama 7 tahun.
“Hei, kamu, mengapa memilihku? Bukankah masih banyak pejuang lagi di kolosium yang lebih kuat dariku?”
“Begitukah menurutmu? Tapi Albert, aku tahu bahwa kamulah yang paling kuat di antara mereka.”
“Master memilihku karena akulah yang paling kuat! Takkan pernah kukhianati kepercayaannya itu karena akulah yang terkuat!”
Albert menghipnotisasi dirinya sendiri dengan percaya bahwa dialah yang terkuat. Dia pun menyerang dengan segenap kepercayaannya itu menghadapi Charlot yang memiliki tubuh yang lebih besar lagi darinya.
Tiap hantaman pedang Charlot sangat kuat, namun demikian kali ini Albert mampu menanganinya. Entah darimana kekuatan itu berasal hanya dari tekad kuat Albert, tetapi karena itu, urat-urat Albert terasa akan terlepas dari kulitnya. Badannya memerah seakan terdegradasi sebagai penyebab dia menggunakan kekuatan melebihi dari batas yang sanggup ditangani oleh tubuhnya itu.
“Akulah prajurit Master yang terkuat!”
“Clang, clang, clang.”
Momentum duel mulai berubah. Kini giliran Charlot yang terpukul mundur oleh Albert yang menggila. Tetapi terlihat bahwa Charlot tetap tenang. Itu karena Albert mengarah kepada kehancuran dirinya sendiri. Terlihat bahwa auranya yang sudah tipis itu telah menjadi bentuk yang tidak beraturan dan bocor di sana-sini. Dengan sedikit dorongan lagi saja, Albert akan hancur.
Di tengah pertempuran itu, di luar dugaan, Helios menontonnya secara langsung tanpa hendak memberikan pertolongan. Helios mengingat kembali pembicaraannya dengan Milanda tempo silam.
“Hei, Milanda. Bisakah aku bertanya sesuatu padamu?”
“Apapun masalah yang dihadapi oleh sang terpilih, maka tentu saja aku bersedia untuk membantu.”
“Bisakah kamu memeriksa tubuh Albert? Mengapa walaupun setelah diobati oleh kekuatan suci, sirkuit mananya tetap tidak bisa diperbaiki?”
“Itu karena sirkuit mana yang rusak itu telah dianggap oleh tubuhnya sendiri sebagai keadaan yang wajar. Untuk bisa memperbaikinya, kita harus merangsang tubuh bawahan Anda itu terlebih dahulu untuk menyadari kerusakannya.”
“Bagaimana caranya?”
“Hah, bagaimana bisa aku melakukannya? Aku tidak mungkin membawa Albert dalam bahaya. Tetapi ya sudahlah, terima kasih atas ilmunya yang bermanfaat, Milanda.”
“Itu tidak seberapa.”
“Padahal aku telah berupaya memikirkan berbagai skenario yang aman untuk membuat Albert berada dalam kondisi itu. Siapa yang menduga bahwa di tempat inilah secara tiba-tiba muncul kesempatan yang seperti itu.”
Helios dengan sayapnya yang bening, terbang semakin mendekat ke arah medan pertempuran tanpa seorang pun yang menyadarinya. Terlihat kekuatan suci berada di telapak tangan pemuda itu.
“Siapa yang menduga bahwa rune begitu sangat serba guna. Aku bahkan tidak perlu lagi memprosesnya ke dalam tubuhku untuk menghasilkan kekuatan suci. Apa yang akan dipikirkan oleh kuil suci kira-kira kalau seseorang yang diramalkan tiran oleh mereka ternyata mampu menggunakan kekuatan suci?”
Helios menatap Albert yang kesakitan melawan sang master pedang kekaisaran yang walau dengan keadaannya yang seperti itu, dia tetap tidak menyerah dan percaya bahwa dirinya adalah yang terkuat.
“Nah, Albert, tunjukkan kepadaku kehebatanmu, wahai prajuritku yang nomor satu.”
Helios pun mengalirkan kekuatan sucinya itu secara sembunyi-sembunyi kepada Albert yang sedang berjuang keras.
“Aku adalah yang terkuat!”
Albert berteriak dengan penuh semangat dalam keadaan yang berbanding terbalik dengan keyakinannya tersebut. Hal itu pun lantas membuat Charlot ingin tertawa terbahak-bahak menyaksikannya.
“Hahahahahaha. Apakah semua prajurit kerajaan itu idiot sepertimu? Matilah kau dalam penyesalan!”
“Trang.”
“Ukh.”
Namun seketika tubuh Albert bercahaya yang membutakan mata Charlot. Tidak, tidak hanya Charlot, semua yang ada di medan pertempuran itu terpaksa harus menghentikan pertempuran mereka lantaran cahaya yang terang benderang itu.
Di tengah-tengah pusat cahaya itu, ada tubuh Albert yang diselimuti oleh kehangatan cahaya.
“Aliran mana ini? Aliran mana ini mengapa terasa hangat seperti layaknya punya Master?” Albert mengatakan hal itu adalah kejujuran melupakan julukan Helios sebagai sang pangeran tiran es.
Albert pun segera menyadari apa yang terjadi pada tubuhnya. Sirkuit mana miliknya yang telah rusak selama tiga belas tahun itu, akhirnya terpulihkan begitu saja.
Dan demikianlah, cahaya pun mulai redup menampakkan sosok Albert yang baru. Meski tak nampak perubahan secara kasat mata apapun yang bisa terlihat oleh lawannya itu.
“Aku tidak tahu apa yang terjadi padamu, tetapi matilah wahai kecoak kerajaan!”
Charlot pun bergerak secepat kilat ingin menebas Albert, tetapi kali ini hantaman pedang Albert bercahaya lebih terang dengan aura pedang yang lebih tebal pula. Giliran Charlot kali ini yang dapat terpental dengan mudah.
Charlot akhirnya mampu menotice perubahan Albert lewat auranya yang mendominasi. Albert telah menjadi master pedang level 5.
“Ini tidak mungkin. Tidaaaaak!”
Dari tatapan Albert, Charlot pun merasakan niat membunuh yang sangat kuat. Satu yang diyakini oleh Charlot bahwa sekali saja dia terkena oleh serangan Albert itu, nyawanya seketika akan melayang.
“Hei, Medina! Sampai kapan kamu akan main-main dengan anak kecil itu?! Cepat selesaikan dia dan bantu aku!”
Dia pun mengatakan itu seraya menoleh ke arah pertempuran rekannya sesama jenderal, Medina Valaqous Yospherina, sang penyihir yang bakatnya termasuk yang diakui oleh sang kaisar. Namun apa yang diperolehnya adalah…
“Tuk tuk tak tak.”
Sebuah kepala menggelinding tepat di hadapannya. Itu adalah kepala rekannya, Medina sang penyihir berbakat dari kekaisaran tersebut.
“Aaaaaaakh!”
Charlot pun menyaksikan pemandangan horor yang takkan pernah dilupakannya seumur hidupnya itu.