
Helios tertegun ketika wanita itu memperkenalkan dirinya sebagai anggota ketiga witch Raja Iblis. Tidak hanya itu karena fakta bahwa untuk pertama kalinya Helios menemui langsung seseorang yang memperkenalkan dirinya sebagai witch, namun lebih daripada itu, Helios lebih terkejut pada nama yang diperkenalkan oleh sang witch itu.
Seorang wanita bernama Angele dengan penampilan mata sayu dan kulit kuning langsat yang khas, terlebih memiliki warna rambut perak ikal serta daun telinga di kedua ujungnya yang terbelah.
Mau tidak mau, Helios hanya bisa memikirkan satu orang di benaknya. Dia adalah Angele Rosse Barthey. Seorang sosok yang tidak bisa dilupakan dari sejarah benua, penyebab hancurnya kekaisaran kuno yang telah bertahan selama ribuan tahun yang dulunya menguasai dataran benua selatan sebelum berdirinya Kerajaan Meglovia dan beberapa kerajaan lainnya dengan wabah yang dihembuskannya ke dataran benua yang dikenal sebagai black death.
Namun sosok itu seharusnya adalah sosok yang hidup sekitar lima ratus tahun silam. Tiada manusia yang bisa hidup selama itu. Apalagi berdasarkan sejarah, raja pertama Kerajaan Meglovia, Irgard Sun Meglovia, telah membunuhnya lalu mayatnya ditenggelamkan ke dalam air laut yang dingin nan dalam di dalam suatu peti.
Tiada mungkin bahwa sosok yang ada di hadapan Helios itu adalah sosok Angele yang sama seperti dikenalnya dalam sejarah. Pastilah mereka adalah sosok yang berbeda.
Namun, perkataan sang witch selanjutnya segera meruntuhkan kepercayaan Helios tersebut.
“Tak kusangka bahwa kamu sangat berbeda dengan leluhurmu yang telah hampir membunuhku itu, si Irgard. Kalau diperhatikan, kau malah lebih mirip dengan sang pahlawan pertama, Aries.”
Mata Helios seketika terbelalak atas ucapan Angele. Identitas Angele yang mungkin saja benar berasal dari masa lima ratus silam adalah pemicu utama, akan tetapi ucapan Angele yang kedua juga tidak bisa diabaikannya.
Identitas sang pahlawan pertama. Seluruh rakyat Kerajaan Meglovia saat ini, tidak, tidak hanya untuk Kerajaan Meglovia saja, tetapi juga di seluruh benua, mempercayai bahwa sang pahlawan pertama adalah Rizard.
Tetapi wanita yang mungkin berasal dari lima ratus tahun silam ini, tepat sebelum Kerajaan Meglovia secara resmi berdiri setelah umat manusia bagian selatan benua berhasil selamat dari musibah black death, menyebutkan bahwa identitas pahlawan pertama adalah Aries sesuai fakta yang ada.
Apakah itu berarti sejarah tentang pahlawan pertama terpelintir dimulai lima ratus tahun silam, tepat setelah Kerajaan Meglovia dan banyak kerajaan lain berdiri? Hanya satu hal yang bisa Helios pikirkan saat itu, itu adalah sekitar waktu kuil suci juga mulai berdiri. Jika demikian, adakah kaitannya antara sejarah tentang pahlawan pertama mulai terpelintir terhadap berdirinya kuil suci?
Helios betapa ingin mencari tahu soal hal itu, tetapi dia sadar bahwa tak mungkin musuh yang ada di hadapannya itu bersedia membeberkan informasi padanya. Dia pun fokus untuk memastikan terlebih dahulu tentang kemungkinan Angele memang orang yang sama dengan wanita pencipta wabah yang menghancurkan benua lima ratus tahun silam.
“Apakah kamu Angele Rosse Barthey, seorang wanita bangsawan yang telah menghancurkan kekaisaran kuno lima ratus tahun silam dengan wabah?”
Mendengar pertanyaan Helios itu, Angele tersenyum. Kemungkinan dia senang bahwa masih ada yang mengingat namanya bahkan setelah lima ratus tahun berlalu.
“Ya, itu benar. Akulah Angele Rosse Barthey, sang witch pencipta wabah.”
Semuanya pun kaget setelah mendengar jawaban konfirmasi dari sang witch itu.
“Mengapa kamu masih bisa hidup setelah dibunuh oleh leluhurku lima ratus tahun silam? Dan juga, bukankah usiamu sudah lebih dari 500 tahun? Mengapa kamu masih hidup?”
“Oho, ini menarik. Kamu memang benar-benar berbeda dari Irgard. Kukira kamu akan menanyakan mengapa aku tega membunuh banyak orang yang tidak berdosa hanya demi memenuhi pelampiasan amarahku yang kesal terhadap kekaisaran yang tidak mengerti akan mahakarya seniku yang menawan. Di luar dugaan, kamu menanyakan pertanyaan yang logis.”
“Buat apa pula aku menanyakan pertanyaan yang tiada artinya. Aku sama sekali tak ingin mengerti perasaan dari seorang pembantai sadis sepertimu. Jawab saja pertanyaanku.”
Terlihat bahwa Angele sedikit kecewa terhadap jawaban dingin Helios. Namun pada akhirnya, Angele tetap menjawab pertanyaan tersebut.
“Aku masih hidup semuanya berkat kasih sayang dari sang Raja Iblis yang agung. Di tengah-tengah sekaratku setelah ditikam tanpa ampun oleh Irgard, aku diselamatkan oleh Beliau. Aku pun diberikan keabadian olehnya. Lalu setelah aku dibuang di laut lantas ditinggalkan, Cassandra pun menyelamatkan aku atas perintah Yang Mulia Raja Iblis yang agung.”
“Cassandra? Siapa itu Cassandra? Apakah dia juga rekan witch-mu?”
“Itu benar. Dia adalah the second. Tapi mengapa kamu menanyakannya? Bukannya kalian sudah kenal dekat?”
“Apa yang…”
“Ups, aku tampaknya kebanyakan bermain bersama kalian saking menyenangkannya. Aku akhirnya bisa menyaksikan sendiri secara langsung orang yang berhasil meluluhkan hati the second. Tapi apa boleh buat, Nyonya Isis sudah menyuruh aku untuk kembali. Tapi kita bisa bertemu lain kali kan? Jadi untuk saat ini, aku pamit dulu. Oh, tampaknya Nyonya Isis juga ingin bermain-main bersama kalian.”
Angele sang witch segera pergi tanpa menunggu respon Helios kembali meninggalkannya sendiri dalam rasa penasarannya.
“Mana mungkin aku kenal dengan seorang witch?! Apa kalian semua senang mempermainkanku?! Entah itu Raja Iblis, entah itu ramalah suci, kalian semua biadab!”
“Master, tenanglah.”
Albert segera menghampiri tuannya untuk menenangkannya sembari turut bersiaga bersama yang lain.
Kumpulan daging itu pun kembali menampakkan bentuknya yang solid. Itu adalah seekor beast yang menyerupai bentuk naga yang berwarna hijau.
Codi segera berlari menerjang ke arah objek itu.
“Tidak, Codi, hentikan!”
Namun, Helios segera menghentikan langkah Codi dengan menaruh barier es tepat di hadapannya.
“Ukh. Apa yang Anda lakukan?!”
“Tenanglah, Codi. Jangan sentuh monster itu sembarangan. Seluruh tubuh monster itu diliputi kabut yang sangat beracun.”
Codi menggigit bibirnya dengan perasaan bersalah atas sikap buru-burunya barusan.
Di tengah kebuntuan itu, Alice-lah yang kemudian bertanya,
“Lantas, apa yang sebaiknya kita lakukan, Master?”
“Tunggu aba-aba dariku baru serang.”
Helios memulai ritual mantranya. Dalam sekejap, cahaya putih berseliweran di sekitar Helios membentuk lingkaran-lingkaran sihir dengan rune yang memiliki tulisan kuno yang tak lagi diketahui keberadaannya di zaman modern.
Lingkaran-lingkaran sihir itu perlahan menuju ke depan, mengelilingi sang monster naga hijau tersebut.
“Netralization, purification, separation, instant melting!”
Sang monster naga hijau pun mulai terlihat kesakitan. Seluruh tubuhnya tampak meleleh, terlihat tak dapat lagi mempertahankan wujudnya itu. Sedikit demi sedikit, kabut berwarna hijau yang semula menyelubungi tubuh sang naga hijau juga menghilang, tersebar ke udara sekitar. Setelah beberapa saat, kulit hijau sang naga yang sedang dalam proses meleleh itu menjadi tampak jelas setelah kabut berwarna hijau yang menyelubunginya menghilang.
Lalu dengan aba-aba Helios,
“Sekarang, serang!”
Albert dan Codi berlari dalam formasi teratur yang tampak kompak walau tanpa latihan sebelumnya. Albert bersalto lantas menyerang bagian atas, sementara Codi berfokus untuk menebas area bagian bawah. Dan sebagai serangan penutup, itu adalah jurus khas Nunu.
“Ledakan api!”
Sang monster pun terbakar di dalam suatu nyala api yang sangat panas hingga akhirnya hanya menyisakan sisa lelehan yang tak berbentuk lagi.
Party Helios telah tumbuh menjadi lebih kuat sehingga monster tiruan naga wabah bukan lagi masalah buat mereka.
Semua anggota party terlihat senang akan peningkatan kemampuan mereka itu dan bahkan termasuk Codi yang hanya merupakan anggota party sementara, terkecuali Helios. Helios sadar benar bahwa melebihi monster tiruan naga wabah itu, ada setidaknya dua sosok yang lebih berbahaya yang akan berpotensi menjadi musuhnya di masa depan.
Yang pertama adalah seseorang dengan sihir wabah di mana Helios menduga bahwa itu adalah Angele.
Yang kedua adalah seseorang dengan bakat memanipulasi bentuk objek yang belum pernah memperlihatkan sosoknya kepada Helios sebelumnya.
Keberadaan dua sosok inilah yang telah membentuk monster tiruan naga wabah.
Racun yang merusak aliran mana serta tubuh keras yang hanya bisa digoress dengan adamantite. Monster itu bisa dikalahkan oleh mereka, semuanya berkat mantra sihir penguraian Helios yang menguraikan tubuh sihir monster menjadi lebih lunak serta menetralisir racunnya.
Syukurlah bahwa formula mantra yang diterapkan para witch itu sendiri masih tergolong mudah untuk diuraikan.
Jika bukan karena jurus baru yang diajarkan oleh Milanda kepadanya, Helios seratus persen yakin bahwa party-nya sudah pasti akan diluluh-lantakkan oleh makhluk ciptaan mereka tersebut.