
Olbero tampak sekarat.
Tubuhnya terbujur pingsan.
Serangan si merah terkena telak pada Olbero yang menyebabkannya seketika mengalami hipotermia.
“Ukh.”
Namun kini dia telah siuman.
Olbero rupanya dalam keadaan baik-baik saja.
Berkat pertolongan cekatan dari priest sekitar, nyawa Olbero berhasil terselamatkan.
Dokter Minerva semula tampak kalut.
Akan tetapi setelah melihat Olbero mulai siuman, ekspresinya menjadi sedikit lebih ringan.
Sayangnya, tiada yang bisa menandingi si merah di sana selain Dokter Minerva yang berhasil terpilih menjadi salah satu anggota party pahlawan dan mewarisi artifak tongkat sihir Magenta.
“Ck, ini menyulitkan.”
Dokter Minerva pun mulai kembali memutar otaknya demi menganalisis jalannya pertarungannya dengan salah satu the heavenly four pasukan raja iblis tersebut.
***
Setelah lingkaran badai salju berhasil disingkirkan oleh Olbero, kini yang tersisa lingkaran badai api, tornado, magma, meteor, serta petir, ditambah dua kekuatan lingkaran khusus, dimensional dan dilatasi waktu.
Kekuatan spiritual.
Banyak yang menganggapnya sangat berbeda dengan sihir yang berasal dari mana, kekuatan spiritual itu sendiri bersumber dari alam layaknya mana, asal-muasal segala sihir.
Sayangnya itu semua karena mereka tidak dapat melihat peri.
Peri pada dasarnya adalah makhluk pengguna mana sama seperti manusia yang sayangnya bahkan dengan indera keenam milik manusia dengan sensitivitas mana tertinggi pun seperti Yang Mulia Kaisar Helios, sama sekali tidak dapat menyadari keberadaan mereka.
Hanya makhluk yang sangat dicintai alam seperti elf-lah yang mampu melihat keberadaan peri.
Mengabaikan makhluk yang selama ini mengasingkan diri mereka di barat laut benua iblis tersebut, bukan berarti aku bisa melihat mana.
Aku hanya menemukan catatan-catatan peninggalan bangsa elf sebelum benar-benar menghilang keberadaannya di Benua Ernoa perihal perlakuan rasisme.
Walaupun tidak bisa dilihat, keberadaan peri sejatinya bisa dirasakan jikalau kita mengalirkan mana kita ke sekitar dalam sudut pandang lain.
Dan ketujuh buah lingkaran merah milik demon itu, sejatinya dikendalikan oleh enam tipe peri yang masing-masing menguasai elemen-elemen yang berbeda.
Sylph penguasa angin,
Salamander penguasa api,
Undine penguasa air,
Gnome penguasa tanah,
Ilya penguasa cahaya, dan
Alia penguasa bayangan.
Kekuatan spiritual milik demon itu sejatinya berasal dari keenam tipe peri itu yang memanifestasikan perwujudan mana melalui hukum alam.
Aku juga tidak tahu peri yang seharusnya keberadaannya tersembunyi mengapa malah membantu demon.
Tapi itu tak penting sekarang.
Satu-satunya cara agar demon itu tidak bisa mengaktifkan kekuatannya lagi hanyalah dengan mengisolasinya terhadap keberadaan peri.
Aku sekarang paham mengapa demon itu lebih memilih pertarungan di tempat ini ketimbang menunggu kami di benua iblis.
Itu karena keberadaan mana mati justru mengusir keberadaan peri.
Semakin banyak mana mati di sekitar, maka akan semakin sedikit ditemukan keberadaan peri di sana.
“Ck. Sekarang apa yang harus kulakukan?!”
Magma (air + api)
Badai api (api + angin)
Tornado (angin + tanah)
Petir (tanah + air + api)
Meteor (tanah + api)
Mengapa aku selama ini berpikiran terlalu kompleks?
Jurus-jurus spiritual itu kuat.
Tapi bagaimanapun itu hanya perpaduan sihir elemen para peri.
Selama elemen api tidak ada, demon itu hanya akan sanggup mengeluarkan jurus tornado saja.
Yang jadi masalah sekarang adalah keberadaan peri cahaya yang membantu penciptaan jurus spiritual dilatasi waktu serta peri bayangan yang membantu penciptaan jurus spiritual dimensional.
Namun pada hakikatnya peri cahaya dan peri kegelapan menjauhkan diri mereka terhadap keberadaan peri lain di luar tipe mereka.
Itu artinya keberadaan mereka dapat diminimalisir selama aku mengingat tipe jurus mereka dan bagaimana pendekatan mereka terhadap hukum alam dalam menjalankannya.
Ini adalah taruhan.
Aku harus memaksa demon itu mengaktifkan kekuatan spiritual dilatasi waktu dan dimensionalnya secara bersamaan sehingga akan mengalami cool down secara bersamaan pula.
***
-Kring.
Dokter Minerva terlihat akan mengaktifkan portalnya.
Namun itu segera dicegah oleh si merah yang segera mengaktifkan kekuatan spiritual dimensionalnya.
Akan tetapi, itulah justru rencana Dokter Minerva sedari awal agar lawan mengeluarkan jurus yang memanfaatkan peri bayangan tersebut.
Lalu selanjutnya,
-Dash.
Dokter Minerva seketika menggunakan skill haste bahkan tidak cukup sedetik setelah portalnya dibatalkan paksa oleh lawan lantas dengan cepat mencapai si merah.
Itu adalah gerakan yang di luar dugaan sehingga si merah yang kaget terpaksa menggunakan kekuatan spiritual dilatasi waktunya.
Dan itu juga sudah direncanakan oleh Dokter Minerva.
Kondisinya terpenuhi.
Kekuatan peri bayangan dan kekuatan peri cahaya sama-sama mengalami masa cool down.
Dokter Minerva segera menjaga jarak terhadap si merah agar dia dapat mengambil barang dalam kantong dimensionalnya tanpa terhalang oleh jurus dimensional yang baru saja diaktifkan oleh si merah.
Lalu di dalam botol bening itu, terdapat sejenis gas yang berwarna hitam pekat.
Tidak, itu bukan gas.
Itu adalah partikel astral yang saking kotornya wujudnya, bahkan mampu terlihat melalui mata telanjang.
Dokter Minerva pun menyebarkan partikel astral itu ke udara.
Dokter Minerva yang punya banyak waktu luang selama 4 tahun sebelum padatnya persiapan perang dua tahun belakangan, menggunakan sisa-sisa waktu yang seharusnya dipakai beristirahat setelah disuruh sana-sini oleh Helios tersebut untuk melakukan eksperimen ekstraksi terhadap mana mati.
Sama halnya mana alam yang dapat diekstraksi menjadi empat bagian yang berbeda yang dihipotesiskannya sebagai keberadaan mana dasar air, angin, api, dan tanah, mana mati juga dapat diekstraksi menjadi empat bagian yang berbeda.
Lalu yang ajaib adalah masing-masing keberadaan tiap hasil ekstraksi mana mati bersifat merusak keberadaan masing-masing satu di antara hasil ekstraksi mana alam.
Anehnya, ketika keseluruhan mana mati dan mana alam justru dicampurkan tanpa mengalami proses ekstraksi terlebih dahulu, hanya ditunjukkan reaksi memisah tanpa masing-masing saling merusak.
Setelah Dokter Minerva menghipotesiskan hasil ekstraksi mana alam itu sebagai keberadaan mana dasar air, angin, api, dan tanah dengan bukti-bukti yang cukup konkrit, Dokter Minerva pun menamakan masing-masing hasil ekstraksi mana mati ke dalam anti elemen air, anti elemen angin, anti elemen api, serta anti elemen tanah.
Hal ini hanya memungkinkan dengan menambah variabel tentang kebenaran adanya peri yang memanfaatkan mana alam dan membenci mana mati.
Ada juga elemen cahaya dan elemen bayangan dari hipotesis penelitian Dokter Minerva itu, namun karena jumlah sampel yang sangat sedikit, Dokter Minerva masih kesulitan dalam menentukan jawaban ilmiahnya.
Mari meninggalkan penjelasan ilmiah itu yang mungkin terkesan tidak penting bagi sebagian besar orang.
Yang jelas, apa yang kini dilemparkan oleh Dokter Minerva adalah apa yang disebutnya sebagai partikel anti elemen api.
“Apa?”
Dengan dilemparkannya botol kaca itu tepat di hadapan wajah si merah, sesuai dugaan Dokter Minerva, si merah terkaget dan kini hanya bisa menggunakan jurus tornadonya.
Dia tidak bisa lagi menggunakan zat anti elemen angin atau zat anti elemen tanah untuk membatalkan jurus tornado itu sejak keberadaan beberapa anti elemen secara bersamaan justru saling menetralisir efek satu sama lain.
Dokter Minerva kemudian bertahan melalui badai lalu dengan segera mengeluarkan jurus sihir semburan airnya untuk sekaligus merusak keempat lingkaran merah yang tidak bisa aktif.
Lingkaran kekuatan magma, badai api, petir, dan meteor dari si merah pun seketika lenyap secara bersamaan.
Tanpa memberikan kesempatan si merah untuk berpikir, Dokter Minerva segera menjernihkan udara kembali dari keberadaan anti elemen api melalui partikel elemen api lalu tinggal menggunakan salah satu di antara anti elemen angin atau tanah untuk kali ini membatalkan jurus tornado yang tersisa.
Lalu sebagai yang dipilihnya, itu ternyata adalah anti elemen tanah.
Entah apa yang dipikirkan oleh Dokter Minerva saat itu sejak elemen angin tornado seharusnya lebih besar daripada elemen tanahnya.
Akan tetapi kemudian semuanya terjawab.
-Kruk.
Dokter Minerva menajamkan tongkat sihir Magenta dengan perisai angin lantas menggunakannya bagai tombak untuk menusuk tepat ke jantung sang demon sebelum kekuatan dilatasi waktu dan dimensionalnya yang memiliki masa cool down paling lama di antara jurus-jurusnya yang lain bisa kembali teraktifkan.
Sang demon merah menyala itu kalah lantas seketika menjadi abu.