Become Tyrant On My Own Way

Become Tyrant On My Own Way
Chapter 109 – TRAGEDI BERDARAH CABALCUS (bag. 4)



Itu bermula ketika tiga hari kemudian setelah Rowen de Ignitia mengirimkan pesan kilatnya kepada ayahnya, Algebra Star Ignitia, surat itu akhirnya sampai ke tangan perdana menteri Kerajaan Meglovia, Phillip de Peronaz.


Ada dua poin penting dari surat itu yang segera menggemparkan seisi istana.


Pertama, dugaan kematian Putra Mahkota Tius Star Meglovia di tangan Putra Mahkota Ludwig Star Cabalcus pada pengkhianatan Kerajaan Cabalcus dalam aliansi tiga kerajaan selatan.


Hal itu seketika membuat sang ratu, Theia Madama Meglovia, pingsan begitu mendengar berita itu. Namun, sebagai dampak yang lebih parah lagi, bahkan sang raja, Alfreon Sun Meglovia, kembali ke dalam kondisi kritisnya seusai mengetahui beritanya yang padahal semula kondisinya telah mulai tampak sedikit membaik.


Keduanya, raja dan ratu negeri itu seketika berada dalam kondisi yang tak sadarkan diri bahkan sebelum mendengar berita yang selanjutnya.


Poin kedua dari surat itu adalah pembantaian yang dilakukan oleh Helios de Meglovia, pangeran kedua Kerajaan Meglovia, seorang diri di seisi Kerajaan Cabalcus, diduga marah atas terbunuhnya kakaknya, sang Putra Mahkota Tius Star Meglovia, tersebut.


Berita dengan cepat sampai ke telinga Newmann van Growmyerre sebagai pengurus perpustakaan di istana yang mengelola arsip surat masuk dan keluar di istana.


Kebetulan pada saat itu, anak pertamanya, Luic van Growmyerre, sedang berada di Kota Painfinn karena mengkhawatirkan adik perempuannya, Italiana Rosse Growmyerre, yang tengah hamil besar. Dia sampai ke Kota Painfinn tepat sehari setelah Helios tiba-tiba saja menghilang di sana. Luic benar-benar datang di saat yang tepat ketika Talia panik perihal suaminya yang mendadak menghilang tersebut.


Mengetahui berita yang mungkin akan membuat Talia yang sedang hamil besar tersebut shok, Marquis Newman segera mengirimkan kurir burung kilat kepada Luic agar menjaga Talia supaya berita tentang mengamuknya suaminya saat ini di Kerajaan Cabalcus tidak sampai padanya.


Marquis Newmann benar-benar menaruh sihir di surat itu agar hanya Luic-lah yang dapat membuka surat tersebut demi menghindari surat itu justru bocor ke tempat lain dan akhirnya tanpa sengaja malah sampai ke telinga Talia. Tentunya itu justru akan berdampak sebaliknya dari apa yang diharapkan oleh Marquiss Newmann.


Marquis Newmann yang walaupun berwawasan luas, tidak tahu saja bagaimana sifat menantunya itu yang terlalu overthinking.


Sebelum berangkat meninggalkan Kota Painfinn, Helios sempat memasang beberapa familiarnya sebagai barier tak kasat mata yang berpatroli di sekeliling kota demi menghindari jika ada bahaya yang mendekat masuk ke kota itu.


Lalu dua hari kemudian setelah Marquiss Newmann mengirimkan suratnya lewat kurir burung, akhirnya kurir burung itu tiba di perbatasan Kota Painfinn. Sayang beribu sayang, sihir segel yang ditanamkan Marquiss Newmann pada surat yang bertengger di kaki burung itu, justru menjadi pemicu yang mengaktifkan alarm bahaya para familiar Helios dalam mode otomatisnya.


Helios dalam keadaan menggila jauh di sana sehingga tidak sempat menotice alarm bahaya itu. Jadilah para familiar Helios tersebut menjalankan fungsi tindakan otomatisnya menghadapi ancaman bahaya. Para familiar Helios segera menembaki kurir burung itu beserta segel sihir surat.


Sihir objek milik Helios termasuk yang dipasangkan pada para familiarnya sedikit spesial. Itu mampu mengubah serangan astral menjadi serangan fisik, begitu pula sebaliknya. Itulah yang pada akhirnya menyebabkan alih-alih fungsi penghancuran diri segel surat itu aktif lantas menghancurkan suratnya secara otomatis, malah menjadi hanya segel sihirnya yang musnah dan menyisakan suratnya tetap utuh.


Tiba-tiba saja terjadi keributan di wilayah perbatasan Kota Painfinn, namun itu bukanlah daerah yang berbatasan dengan wilayah hutan monster, melainkan arah sebaliknya, yang berbatasan dengan wilayah cabang yang diperintah Helios, yakni wilayah ketiga count. Dan secara kebetulan, Olo-lah, junior Nunu dari kepulauan selatan yang sedang berpatroli di sekitar sana.


Mendengar adanya keributan yang terjadi di langit, Olo dan beberapa tim patroli lain pun segera menuju ke tempat kejadian. Olo-lah yang pertama kali menemukan surat itu.


Adalah tergolong pelanggaran hukum tingkat sedang untuk membuka surat yang jelas ada perangko yang berlabel nama keluarganya. Tergantung kerahasiaan dari surat, itu bisa saja dikategorikan sebagai pelanggaran tingkat berat yang akan segera menghadapi guillotine bagi pelanggarnya jika isi surat itu bersifat confidential.


Namun tanpa mengetahui hal tersebut, Olo merobek surat itu begitu saja tanpa hesitasi demi melihat isinya untuk dilaporkannya kepada atasannya.


Berita tentang pimpinan wilayah mereka, Pangeran Helios de Meglovia, yang sedang mengadakan pembunuhan massal di Kerajaan Cabalcus saat ini pun diketahui oleh Olo.


Dia adalah tipe orang yang berisik dengan suara keras yang selalu ceplas-ceplos mengungkapkan segala apa yang ada di pikirannya.


Tanpa hesitasi, dia pun berteriak, “Ini gawat! Majikan kita, Tuan Helios, menjadi pembunuh berantai di Kerajaan Cabalcus!”


Sontak seluruh prajurit yang ada di sana saat itu mampu mendengar berita itu. Bagai riak ombak yang bermula dari titik yang kecil kemudian berkembang menjadi ombak yang besar, informasi itu segera diketahui oleh hampir seisi penduduk Kota Painfinn.


Akhirnya, tidak butuh waktu lama bagi Talia mendengarkan salah satu gosip ibu-ibu yang sedang turut berkunjung ke klinik Venia tentang berita suaminya tersebut.


Entah ekspresi seperti apa yang mampu menggambarkan wajah Talia saat itu. Dia ingin menitihkan air mata, namun sekuat tenaga dia tahan karena Talia lebih tahu dari siapapun bahwa saat ini Helios paling membutuhkan keberadaan dirinya.


Dia berekspresi sedatar mungkin kembali ke ruangannya, melarang Kerrie yang sebelumnya bersamanya turut mendengar berita itu untuk turut masuk kembali ke kamarnya, di mana di sana saat itu, ada Alice, Albert, Yasmin, serta kakaknya, Luic, yang sedang menjaganya.


Talia sama sekali merahasiakan tentang berita yang baru saja didengarnya tentang suaminya itu dan melihat dari ekspresi semua orang yang ada di dalam ruangan VIP itu, tampaknya belum ada satu pun di antara mereka yang menyadari berita tersebut.


Talia lantas memanggil Yasmin dengan alasan untuk menemaninya jalan-jalan sebentar di taman karena dia merasa bosan terus-terusan di dalam kamar. Alice sebenarnya sudah mulai curiga saat itu perihal biasanya ketimbang Yasmin, Talia biasanya lebih memilihnya untuk menemaninya untuk urusan kebutuhannya.


Tetapi pada saat itu, Alice hanya berpikir mungkin nyonya-nya ingin suasana baru saja atau dia ingin lebih dekat lagi dengan Yasmin yang sering dikatakan bersifat tak bersahabat itu kecuali kepada Pangeran Helios saja sehingga Talia memilih Yasmin. Alice pun memutuskan untuk mengabaikannya saja saat itu.


Bahkan Luic yang ingin ikut menemaninya ditolak mentah-mentah oleh Talia dengan alasan ingin berbincang-bincang antarsesama perempuan saja. Walaupun kecewa, Luic memilih mengikuti keputusan Talia itu tanpa sama sekali curiga dengan apa yang ada di dalam pikiran Talia. Itu tidak mengherankan karena Talia benar-benar tampak bersikap seperti biasa saja tanpa terlihat terganggu mengenai berita suaminya yang baru saja didengarnya itu.


Namun begitu sampai di taman yang tidak lagi terjangkau baik oleh Alice, Albert, dan juga kakaknya, Luic,


“Nona Yasmin, aku mohon terbangkan aku ke Kerajaan Cabalcus sekarang. Kita harus segera menyelamatkan Pangeran Helios.” Talia baru melepaskan semua kekhawatirannya dengan pinta yang tulus kepada Yasmin.