Become Tyrant On My Own Way

Become Tyrant On My Own Way
Chapter 201 – MUSUH DARI TIMUR DAN BARAT



Di ruangan penguasa yang dulunya selalu ditempati oleh Helios tersebut, rupanya kini telah ditempati oleh orang lain. Dialah Curtiz, mantan anak buah Duke Alvon van Rucanthes, yang selama Helios berada di Kota Painfinn sebagai penguasa, sangat membantunya dalam mengelola wilayah tersebut, terutama dalam masalah administrasi wilayah.


Kini, Curtiz telah diangkat sebagai penguasa baru, menggantikan Helios yang telah diangkat sebagai kaisar. Suatu hal yang tak terduga bahwa pengangkatan Curtiz sebagai penguasa Kota Painfinn itu sekaligus pemimpin faksi wilayah barat tidak mendapatkan pertentangan oleh ketiga count mengabaikan bahwa Curtiz sejatinya berasal dari kalangan rakyat jelata.


Ini menunjukkan bahwa betapa prominen-nya Curtiz sebagai seorang pemimpin wilayah ataukah dari awalnya memang ketiga count inilah yang tidak lain adalah mantan anak buah Duke Alvon Rucanthes, mewarisi tekad sang duke yang sama sekali tidak pernah membeda-bedakan orang-orang dari status sosialnya, melainkan dari kemampuannya. Walaupun asal-usul Curtiz tidak tinggi, dia jelas berkemampuan.


Namun di hari itu, wajah Curtiz terlihat kusut.


Di saat itulah tiba-tiba Kakek Grodzky, sang dwarf yang dulunya berasal dari wilayah Vlonhard, tetapi akhirnya memilih untuk mengungsi ke wilayah Painfinn perihal diskriminasi berlebihan terhadap ras mereka di sana, masuk ke ruangan di mana Curtiz berada sembari menawarkannya segelas minuman.


“Hei, anak muda. Kamu itu masih muda, tetapi selalu berwajah kusut seperti itu. Sekali-kali pergilah bersenang-senang nikmati hidupmu. Ini, minumlah!”


“Terima kasih, Kakek Grodzky, tapi aku tidak bisa minum jus dan bersantai saat ini.”


Curtiz menghargai perkataan sang kakek, namun dia tetap menolak minumannya.


“Sebenarnya, masalah apa yang sedari tadi memusingkanmu sih?”


Sang kakek dwarf pun berujar sembari mengintip apa yang menumpuk di meja Curtiz.


Melihat sikap Curtiz yang memang sudah dari dulu selalu serius, tetapi kali ini tingkat keseriusan itu meningkat dua atau tiga kali lebih parah, Kakek Grodzky mau tidak mau jadi penasaran tentang masalah genting apa yang saat ini sedang membebani pikirannya.


“Hubungan dagang pangan terutama rempah-rempah baru-baru ini terputus. Tampaknya, ada masalah yang sedang terjadi di Indonesista. Kuharap ini karena masalah keterbatasan pangan saja. Tetapi entah mengapa aku merasakan firasat yang buruk.”


Bukan Ignitia yang rute dagangnya lebih singkat terhadap Kerajaan Indonesista yang pertama kali menyadari keanehan itu, melainkan rute alternatif perdagangan Benua Ernoa dengan rute yang lebih jauh yang sampai melewati Kerajaan Geria dan Persatuan Pulau Kembar di Benua Ifrak yang dikelola oleh Curtiz.


Tanpa mereka ketahui, Kerajaan Indonesista telah secara sepihak memutuskan hubungan dagang dengan mereka. Itu semua dimulai dari hasil pertemuan keenam pemimpin besar Benua Asium kala itu.


***


Beberapa hari sebelumnya.


“Mulai saat ini, kita harus menyatakan hubungan dingin dengan Kekaisaran Meglovia yang terlibat dengan praktik ilmu hitam lantas menggencarkan perang!”


Perdana Menteri Han Xinqiang segera mendeklarasikan keinginannya kepada para pemimpin besar lain di Benua Asium tersebut.


Ishida Yamamoto, presiden Republik Joupun segera menganggukkan kepala pertanda setuju begitu mendengarkan pernyataan tersebut, sementara dua pemimpin besar negara lain yang saat ini mengadakan hubungan dagang dan termasuk diplomatik terhadap Kekaisaran Meglovia, Kerajaan Indonesista dan Kerajaan Rosea, mutlak menjadi gerah.


Adapun raut wajah bingung ditunjukkan oleh pemimpin Kerjaan Honei dan tampak raut wajah tidak peduli ditunjukkan oleh sang raja dari Kerajaan Rusla.


“Mengapa kita harus melakukannya? Bukankah hubungan kita dengan mereka selama ini baik-baik saja?” Raja Kerajaan Indonesista pun, Bambang Sarjan, mengungkapkan pendapatnya secara menggebu-gebu.


“Apa jangan-jangan kalian masih dendam terhadap kekalahan kalian tempo lalu yang tanpa hasil sewaktu menyeberangi Benua Ernoa tersebut?” Raja Kerajaan Rusla, Kaiden Rich menambahkan dengan komentarnya yang sinis.


“Bawa barang-barang bukti dan para saksi itu kemari.” Namun walaupun mendapatkan pertentangan, tampak ekspresi Perdana Menteri Han Xinqiang tetap tegar.


Barang-barang bukti dan para saksi yang diminta oleh sang perdana menteri pun tiba. Itu adalah zaman pertengahan di mana alat canggih seperti kamera atau video mungkin hanya ada di Benua Ernoa saat ini berkat kecerdasan Helios.


Namun, itu sama sekali belum ada di benua lainnya, termasuk di Benua Asium. Itulah karenanya, barang bukti penampakan di mana Helios mengendalikan para monster untuk mengusir tentara Kerajaan Maosium hanya disampaikan dalam barang bukti primitif berupa gambar sketsa dan pembenaran keterangan para saksi.


Walau demikian, itu telah cukup untuk membuat para pemimpin Benua Asium lainnya membelalakkan matanya dengan kaget.


Mereka serta-merta menuduh Helios, sang kaisar Kekaisaran Meglovia, pemimpin tunggal di Benua Ernoa tersebut, telah melakukan praktik ilmu hitam dengan bekerjasama terhadap iblis.


Mereka yang awalnya enggan melihat proposal Perdana Menteri Han Xinqiang, kini seketika menyeriusinya.


“Para bedebah sialan itu! Selama ini mereka menghina kita sebagai bangsa rendahan keturunan iblis karena warna rambut dan warna mata kita yang hitam! Padahal rupanya mereka sendirilah yang telah menggunakan iblis untuk kepentingan diri mereka!”


Bath Ick, raja Kerajaan Honei, tampaknya sangat tidak menerima hal itu lalu serta-merta mengutuk kaisar Kekaisaran Meglovia.


“Tunggu dulu! Kita belum tahu apakah bukti ini akurat atau tidak! Bisa saja semua ini hanya rekayasa!”


Rupanya setelah bukti dipaparkan, Bambang Sarjan, Raja Kerajaan Indonesista, dan Ruslan Ittidaak, Raja Kerajaan Rosea, yang saat itu masih menjadi sekutu Kekaisaran Meglovia, masih tetap mempercayai sekutu mereka itu tanpa terpengaruh oleh bukti-bukti yang dipaparkan oleh Perdana Menteri Han Xinqiang.


Gambar-gambar itu sejatinya adalah kebenaran. Namun ada satu kesalahan, Helios tidak pernah sekalipun bekerja sama dengan iblis. Monster di wilayah hutan monster adalah bagian perlindungan Benua Ernoa demi mencegah invasi bangsa iblis.


“Apa itu penting?”


“Apa?”


“Apa itu penting kalau pemimpin Benua Ernoa sekarang berasal dari ras serumpun kita? Yang penting sekarang sudah ada buktinya kalau dia melanggar hukum dunia dengan bekerjasama terhadap bangsa iblis.”


Sang Presiden Republik Joupun, Ishida Yamamoto yang sedari tadi terdiam, kini akhirnya angkat suara menentang dengan tegas pendapat Raja Kerajaan Rosea dan Raja Kerajaan Indonesista tersebut. Sedari awal, tidak jauh berbeda dengan Kekaisaran Tong Kong, selama ini Negara Republik Joupun memang berusaha mencari celah untuk meruntuhkan pundi-pundi Kekaisaran Meglovia sebelum berkembang jauh lebih mengerikan.


Tidak peduli alasannya, yang Ishida Yamamoto sekarang perlukan hanyalah alasan pembenaran saja.


“Sudah kubilang kan bahwa itu belum bisa dipastikan sebelum kita mengirim mata-mata langsung ke sana…”


Raja Rosea masih ingin berkomentar, namun segera mendapatkan pemotongan pahit dari Presiden Joupun tersebut.


“Bukti apa lagi yang diperlukan ketika sudah ada yang jelas di sini? Aku mewakili Negara Republik Joupun menyetujui pelaksanaan perang ini demi memurnikan kembali dunia ke keadaan semestinya.”


“Kami dari Kerajaan Rusla juga setuju.”


“Kalau begitu, sama halnya dengan kami Kerajaan Honei.”


Empat lawan dua, Bambang Sarjan dan Ruslan Ittidaak, sang sekutu Helios di Benua Asium tak sanggup lagi berbuat apa-apa demi menghentikan perang besar-besaran itu.


Terlebih, ketika saat para pemimpin besar negara itu diperlihatkan dengan senjata mutakhir milik Kekaisaran Tong Kong yang berasal dari sorcery Isis. Kaiden Rich dan Bath Ick yang awalnya masih ragu-ragu untuk terburu-buru menyerang perihal taksiran keseimbangan kekuatan itu, segera bergeming dan mengiyakan begitu benar-benar yakin bahwa mereka akan berada di pihak yang lebih unggul.


Mereka semua telah ditipu. Apa yang sebenarnya telah melakukan kerjasama terhadap bangsa iblis adalah orang yang berdiri di hadapan mereka sendiri, Perdana Menteri Han Xinqiang. Sayangnya, Perdana Menteri Han Xinqiang pun tidak menyadari dirinya telah ditipu oleh iblis.


Dia menerima bantuan dari Isis tanpa mengetahui bahwa Isis-lah sebenarnya bagian dari bangsa iblis tersebut. Dengan bodohnya, dia mempercayai bahwa Isis hanyalah seorang ilmuwan jenius yang berasal dari ujung timur negerinya sendiri.


***


Setelah menerima laporan dari Curtiz di kantornya, akhirnya Helios juga bisa menyadari keanehan gerak-gerik Benua Asium tersebut. Dia pun lebih mengonsentrasikan para familiarnya untuk memeriksa gerak-gerik di Benua Asium. Namun betapa kagetnya Helios ketika melihat pesawat dan kapal yang berasal dari peradaban dunia modern hendak menyerbu memasuki negerinya yang datang dari Benua Asium tersebut.


“Semuanya! Persiapkan untuk perang di bagian timur benua!”


Melalui perintah Helios tersebut, para prajurit mempersiapkan persiapan perang dengan cepat. Banyak prajurit yang masih ambigu tentang perintah gawat darurat yang tiba-tiba itu, namun Helios sendiri tidak punya waktu untuk menceritakan detailnya kepada para prajurit.


Orang-orang hebat seperti Alice, Buron, Olbero, Stephanus, Swein, termasuk Adam, prajurit pengawal Lusiana, serta berbagai macam orang-orang hebat lainnya segera ditempatkan ke perbatasan timur benua.


Perang datang secara tiba-tiba yang gagal diantisipasi oleh Helios karena sama sekali tidak terlihat tanda-tandanya. Itu karena Isis telah mengaturnya sedemikian rupa hingga pergerakannya tidak ketahuan oleh Helios yang sampai-sampai Isis harus memilih rute daerah berkabut untuk menghindari pendeteksian para familiar Helios tersebut.


Akhirnya, Helios sekali lagi menyalahkan dirinya sendiri karena terlambat menyadari pergerakan negeri tetangga yang mengincar negerinya. Helios sama sekali tidak percaya hal itu akan terjadi sejak di sana ada guru Helios, Kanazawa Junoichi, dan juga kakak sepupunya, Vultan de Ignitia, terlebih Kerajaan Indonesista dan Kerajaan Rosea seharusnya adalah sekutu kekaisarannya.


Helios mengutuk ketidakbecusannya karena telah gagal mendeteksi niat jahat lawan sedari awal dan terlalu berfokus untuk persiapan melawan bangsa iblis di barat. Dia sama sekali tidak menduga bahwa masih ada lawan di timur yang mesti disingkirkannya terlebih dahulu.


Dengan perasaan yang bercampur-aduk, Helios pun segera ingin bertolak ke timur benua tersebut. Namun tanpa diduga-duganya sekali lagi, langkahnya itu dihentikan oleh seseorang.


-Srararak.


Sebuah serangan aura datang kepadanya, namun dengan sigap dihindarinya berkat bantuan Yasmin.


Begitu Helios menoleh ke arah sumber serangan itu, rupanya itu tidak lain dan tidak bukan adalah Noel Dumberman, guru berpedang kedua Helios sekaligus musuh bebuyutannya.


“Mau ke mana kau terburu-buru begitu, Hero? Jika kau pergi meninggalkan tempat ini sekarang juga, maka tempat ini pasti akan segera hancur oleh para demon ini.”


Di belakang Noel Dumberman telah bersiap sebuah portal yang menghubungkan terhadap benua iblis terbuka. Di balik portal, nampaklah ribuan demon minion bersiap menyerang.