
Dialah Ozazil.
Terlahir di suatu planet bernama Utopia di suatu pulau kecil bernama Atlantis.
Ozazil terlahir dengan darah bangsawan rendahan di sudut terpencil pulau itu.
Utopia adalah planet yang indah yang terdiri dari pelbagai flora dan fauna eksotis yang tidak akan pernah kamu jumpai di planet lain maupun di dimensi lain.
Sumber daya alamnya pun kaya sehingga seluruh penduduk di planet itu seharusnya tidak akan pernah kekurangan energi sampai ke anak cucu mereka sekalipun.
Namun, suatu hari Ozazil tersadar akan bakatnya yang berbeda dari seluruh penduduk lain di planet Utopia tersebut.
Dia memiliki kekuatan supranatural yang bisa memporak-porandakan segala aturan hukum alam di dunianya.
Hari ke hari, Ozazil pun tumbuh menjadi semakin angkuh dengan semakin bertambah hebatnya kekuatan supranaturalnya tersebut.
Lalu suatu hari, dia pun melakukan pembunuhan pertamanya di usianya yang masih terbilang kanak-kanak lantaran masalah sepele karena ada seorang anak yang terlalu berisik hingga mengganggu waktu istirahatnya.
Hari demi hari, Ozazil tumbuh menjadi semakin kejam hingga pada akhirnya membuat kedua orang tuanya menjadi takut padanya.
Kedua orang tuanya pun bersepakat untuk membunuh anaknya sendiri dengan segala cara.
Suatu hari Ozazil diracuni dan dalam keadaan lemahnya seteah diracuni, orang tuanya mengurungnya di dalam suatu tumpukan kayu yang sudah disiram bahan bakar lalu dibakar.
Tak disangka tak diduga, kekuatan supranatural Ozazil rupanya telah tumbuh sampai ke taraf mengerikan di mana panasnya api biasa takkan sanggup lagi untuk membakar tubuhnya.
Alhasil, Ozazil selamat dalam kobaran api itu.
Dia yang dendam pada orang tuanya yang berniat membunuhnya pun lantas balik membunuh kedua orang tuanya.
Ozazil kemudian mengambil semua apa yang bisa dia ambil dari rumahnya dan mulai berpetualang ke tempat yang lebih jauh lagi sembari menebarkan kekacauan.
Pembakaran, penyiksaan, perampokan, pembunuhan, sudah menjadi santapan sehari-hari bagi Ozazil.
Kekuatan supranaturalnya yang mampu melahap apa saja dengan apinya yang sangat panas semakin tumbuh dengan sangat mengerikan.
Suatu ketika, Ozazil mulai kehilangan pola pikir rasionalnya sehingga tak mengaggap lagi ras-nya sebagai sesama ras sampai kepada titik di mana baginya nyawa mereka tak berharga lagi.
Dia pun mulai semakin brutal dengan langsung menghancurkan tiap kota yang dia datangi dengan api membaranya lantas menjarahnya hingga kering.
Dia tidak peduli lagi bahwa kobaran api itu akan turut melahap jiwa-jiwa lain di dalamnya.
Dia tidak bermaksud membunuh, lagian niat membunuh hanya datang jika dia masih menganggap sesama ras-nya itu setara dengannya.
Namun Ozazil tidak demikian.
Dia tidak lagi menganggap sesama ras-nya itu setara sedari awal.
Baginya, mereka tidak lebih dari kumpulan semut-semut tak berarti.
Mau mereka mati atau tidak dalam serangannya menghancurkan kota, bukan lagi hal yang dipikirkannya.
Yang penting adalah kesenangannya.
Tiba pada masa remajanya, lagi-lagi Ozazil merasa bosan.
Dia mulai bosan untuk sekadar membakar, menjarah, dan merampok seisi kota yang dia datangi.
Dia kesepian.
Di situlah dia menemukan fakta unik bahwa ternyata dia dapat memberikan sebagian kecil kekuatan spiritualnya itu kepada para orang pilihannya.
Jadilah dia mulai merekrut para bawahan yang diwariskannya sebagian kecil kekuatan spritualnya yang sangat dahsyat tersebut.
Muncullah hobi barunya untuk alih-alih dia yang menghancurkan seorang diri, dia kini ingin melihat orang lain saling menghancurkan.
Dia mewariskan sebagian kecil kekuatan spiritualnya itu kepada orang lain lantas menyuruh mereka untuk saling membunuh dengan iming-iming bagi siapa saja yang berhasil memenangkan pertarungan, akan dihadiahi dengan imbalan kekuatan yang lebih besar.
Para makhluk dunia Utopia yang sangat tertarik pada kekuatan itu pun tergoda oleh hasudan sang iblis dan mulai menghancurkan satu sama lain, tanpa sadar kalau mereka sejatinya telah menghancurkan diri mereka sendiri.
Bagaimanapun kuatnya mereka, mereka hanya bertumpu pada tanah yang disebut planet Utopia yang memiliki daya tahan terbatas.
Seiring dengan kerusakan yang mereka perbuat di atas tanah Utopia tersebut, planet itu pun hancur.
Seluruh makhluk hidup yang bernaung di atas tanah planet tersebut pun seketika mati ketika planet yang menampung kehidupan mereka itu sudah tidak ada lagi.
Terkecuali Ozazil.
Di situlah sang tower muncul dan berjanji akan memenuhi keinginan terdalam Ozazil dengan imbalan jiwanya terperangkap selamanya di dalam tower.
Ozazil pun menerima tawaran dari sang tower.
Satu keinginan terdalam Ozazil adalah ingin menemukan lawan kuat yang setara dengannya yang bisa membuatnya bisa bertarung mati-matian yang selama ini tidak pernah bisa dia wujudkan di dunianya yang sebelumnya.
Di tower, Ozazil bertemu dengan Baal.
Baal yang ahli dalam meramal kemudian memberitahukan kepada Ozazil bagaimana dia bisa mewujudkan keinginannya tersebut.
Lantas proyek penyusupan tower ke dunia Gaia pun dimulai.
Tempat di mana ramalan Baal meramalkan bahwa di situlah Ozazil akan menemukan lawan kuat yang dia impi-impikan.
Sungguh ironis.
Kemalangan tower yang menimpa dunia Gaia berawal pada keberadaan pahlawannya sendiri.
Pahlawan yang diciptakan oleh dunia Gaia demi melindungi planet tersebut dari ancaman luar, malah berakhir sebagai madu yang memancing kedatangan beruang.
Jika sedari awal tidak ada pahlawan di dunia itu, maka tidak ada alasan pula bagi tower datang menginfiltrasi dunia tersebut.
Lantas apakah ini semua karena kesalahan sang pahlawan?
Tentu saja tidak.
Ini semua tak lain dan tak bukan adalah salah dari sang orang jahatnya.
Ozazil dan Baal-lah yang telah berbuat kerusakan di tanah Gaia lantas para pahlawan hanya menjalankan tugasnya demi melindungi planet mereka tersebut.
Lagipula tidak ada kepastian di masa depan.
Jikalau pun tak ada pahlawan di dunia itu, tiada yang menjamin bahwa suatu hari tower juga akan menapakkan akarnya ke dunia tersebut.
Baal kemudian menunggu celah agar bagaimana caranya dia bisa menyusup ke aturan hukum dunia Gaia tersebut.
Lantas itu pun dia temukan dengan alasan bodoh seorang penasihat kerajaan yang berharap ke cermin bahwa rambutnya yang botak sebagian akan kembali subur ditumbuhi rambut.
Baal pun menemukan celah kelemahan di hati manusia lantas berhasil menyusup ke dalam dunia Gaia tersebut.
Sisanya seperti yang kalian tahu.
Baal menipu Ozama sehingga tower pun mulai menapakkan akarnya di dunia Gaia lantas Ozazil akhirnya turut berhasil menyusup ke dalam dunia Gaia tersebut.
Semuanya, hanya demi mewujudkan ambisi Ozazil demi memperoleh lawan yang kuat yang layak untuknya.
“Hahahahahaha!”
Di singgasananya itu, tawa Ozazil menggema dengan dahsyatnya.
Itu jelas bukanlah tawa terbahak-bahak yang berasal dari manusia, tetapi jelas terdengar seperti keberadaan entitas lain yang jika digambarkan dengan satu kata, tiada lain dan tiada bukan selain creepy.
Tawa itu seakan menggema ke sanubari seseorang yang mendengarnya. Daripada menembus ke telinga, itu lebih terdengar bahwa gema tawanya itu langsung menembus ke dalam hati orang yang mendengarkannya.
“Sebentar lagi! Sebentar lagi kesenangan yang aku pelihara dengan baik akan matang!”
“Setelah menunggu sepuluh ribu tahun lamanya akhirnya lawan yang kuat itu muncul juga!”
“Hahahahahahaha.”
“Jika bukan karena menunggu masa-masa ini, mana mungkin aku membiarkan manusia rendahan bernama Aries itu menyegelku!”
“Semua ini! Semua ini hanya demi menanti ramalan Baal yang menyuruhku untuk bersabar sepuluh ribu tahun lagi!”
“Tetapi kini waktu itu akhirnya tiba juga!”
“Hahahahahaha.”
“Bagaimana kini kamu akan menyenangkanku yang telah lama menunggu-nunggu kesenangan ini, wahai pahlawan?”
“Hahahahahahaha.”
Dalam bertabur senang, Ozazil bersiap menyambut sang hero yang sebentar lagi akan mengunjunginya.
Hari yang dijanjikan pun sisa menunggu penghitungan waktu mundurnya.