
[POV Yasmin]
Mengapa manusia selalu menjadi makhluk yang egois?
Ketika keadaan memburuk, maka mereka akan cenderung berpaling lantas menyerahkan kepada orang lain untuk menyelesaikan masalah yang mereka perbuat sendiri.
Itulah sebabnya muncul konsep pahlawan di dunia ini.
Pelayan serbaguna yang terlahir hanya untuk menyelesaikan masalah yang diperbuat oleh umat manusia.
Aku seiring waktu jadi bertanya-tanya.
Apakah seseorang di antara umat manusia yang ditakdirkan menjadi pahlawan itu benar-benar sanggup menikmati hidup mereka?
Mereka memang memperoleh kekuasaan dan kredibilitas di antara umat manusia, tetapi sebagai gantinya, tiap tindakan mereka terus diawasi oleh orang-orang.
Seorang pahlawan harus selalu benar, tidak boleh menyimpang ke jalan yang salah.
Seorang pahlawan tidak boleh mengeluh, harus selalu tersenyum di hadapan publik walau di dadanya sedang tertancap anak panah sekalipun.
Umat manusia terus-menerus berekspetasi tinggi terhadap pahlawan, menuntut pahlawan melakukan hal-hal yang bahkan di luar kemanusiaan.
Mereka seakan lupa bahwa sejatinya pahlawan itu hanyalah satu di antara secuil umat manusia.
Mereka tidaklah omnipotent.
Kalau mereka membawa kejayaan pada umat manusia, mereka memang layak dipuji.
Akan tetapi jika mereka sekali saja berbuat keliru hal-hal sepele sekalipun, mengapa mereka serta-merta harus ditolak keberadaannya begitu saja di antara umat manusia?
Bukankah itu aneh?
Apakah begitu tidak wajarnya seorang pahlawan berbuat kesalahan?
Mereka juga manusia, jadi pantas saja jika mereka juga berbuat kesalahan.
Itu masih mending jika seorang pahlawan dikucilkan karena berbuat kekeliruan.
Namun ayahku, Raja Priam, hanya karena menjadi ditakuti keberadaannya perihal kekuatannya yang luar biasa sebagai salah satu generasi pahlawan, harus mati di tangan penduduk di kerajaannya sendiri di saat dalam keadaan lemahnya.
Tidak sampai di situ saja, bahkan kakakku Hector harus mati pasca mengalahkan Valhalla padahal dia bisa saja diselamatkan jika segera diobati oleh para priest kala itu.
Nyatanya, kakakku harus meregang nyawa perlahan demi perlahan di hadapan orang-orang yang takut mengobatinya karena takut akan keberadaan kakakku yang memiliki kekuatan luar biasa yang dianggap justru membahayakan dunia.
Pahlawan hanya barang sekali pakai.
Begitu mereka tak lagi memiliki nilai guna, mereka akan segera disingkirkan.
Dan itu bukan di tangan musuh, melainkan di tangan orang-orang yang dengan darah dan keringat mereka sendiri telah lindungi dengan segenap hati mereka.
Pahlawan akan selamanya dikenang oleh dunia, namun sejatinya keberadaan mereka tidak pernah sekalipun diharapkan usai era di mana ancaman nyata tidak lagi nampak.
Pahlawan tidak lagi berguna tanpa keberadaan Raja Iblis.
Dan itu pulalah yang akan dialami oleh Master Helios.
***
“Aku berhasil. Setelah perjuangan panjang, akhirnya dunia akan memperoleh kedamaiannya! Ukh.”
Mungkin karena terlalu terbawa semangat, usai mengalahkan Raja Iblis Ozazil, Helios memuntahkan darah.
“Master!”
“Master!”
“Kakak!”
Keempat party pahlawan ditambah Leon yang baru saja tiba di lokasi kejadian setelah pertarungan berakhir segera menghampiri Helios yang terluka.
“Perang yang panjang ini telah berakhir. Ukh… Akhirnya dunia bisa memperoleh kedamaiannya. Hahahahaha… Uhuk… Ukh!”
“Master, kumohon diam saja dulu! Biarkan kami mengobati Anda. Albexus, kumohon selamatkan Master.”
“Serahkan padaku, Albert.”
“Kedamaian kah?”
Dokter Minerva yang juga ada di tempat kejadian segera menggumamkan kalimat tersebut.
“Apa ada sesuatu, Dokter Minerva?”
Alice yang melihat ekpresi Dokter Minerva tampak tidak senang meskipun Raja Iblis berhasil dikalahkan, jadi bertanya-tanya.
“Entahlah kalau kedamaian itu akan tiba hanya dengan dikalahkannya Raja Iblis. Soalnya, musuh terbesar umat manusia itu sejatinya adalah iblis yang bersemayam di hati masing-masing orang.”
“Pertarungan melawan nafsu diri sendiri kah? Inilah yang dikatakan peribahasa bahwa seberbahaya apapun keadaan di luar, semuanya tidak seberapa dibandingkan hancurnya hati seorang manusia dari dalam. Akankah manusia kalah dari nafsunya atau mereka dapat mengendalikannya demi kehidupan yang lebih baik, semuanya tergantung pada pilihan umat manusia.”
“Yah, kamu benar, Alice. Terlebih apa yang dikalahkan oleh Yang Mulia Kaisar Helios hanyalah tubuh boneka sang Raja Iblis. Tubuh asli Sang Raja iblis masih baik-baik saja di dalam tower. Selama kita tidak menjatuhkan tower, bencana ini belum pernah akan berakhir.”
Rupanya selama ini Helios mendengarkan dengan seksama percakapan di antara Dokter Minerva dan Alice tersebut.
Dengan tertatih-tatih, Helios berusaha bangkit.
“Yah, itu benar.”
“Pertarungan masih belum berakhir selama tower masih ada.”
“Namun yang jelas, kita dapat menikmati masa-masa damai ini setidaknya lima puluh tahun lagi.
“Untuk sekarang mari kita rayakan dulu kemenangan kita setelah berhasil mengalahkan Raja Iblis.”
Kelima party pahlawan itu pun saling tertawa satu sama lain menikmati kemenangan mereka dalam suka cita.
Setidaknya, itu sampai seseorang berbicara.
“Siapa yang bilang kalau kamu sudah mengalahkanku?”
Suara yang mencekam penuh teror ketakutan dan kesengsaraan tiba-tiba terdengar.
Apa yang aneh dari itu adalah semuanya keluar lewat mulut Leon.
“Leon?”
Helios seketika gemetar melihat perubahan ekspresi adiknya yang terjadi secara tiba-tiba, terlebih suaranya yang seketika mengingatkannya kepada keberadaan makhluk tertentu.
Helios punya firasat kalau dia salah dalam bertindak, dia bisa saja kembali kehilangan saudara satu-satunya yang tersisa itu bahkan setelah Leon telah mengalami berbagai pengalaman sadis nan mengerikan di benua iblis hanya untuk bertahan hidup.
“Hahahahahahaha. Tidakkah kau mengenaliku dari auraku, hero?!”
“Tidak mungkin. Bagaimana kau bisa merasuki adikku. Cepat kau keluar dari sana, Ozazil jahanam!”
“Hahahahahahaha. Apa kau pikir aku membiarkan witch itu menyelamatkan anak ini begitu saja lantas menghadiahkannya mayat naga untuk meningkatkan kekuatannya?”
“Tentu saja mayat naga yang kuhadiahkan padanya juga adalah salah satu tubuh bonekaku.”
“Dengan anak ini menyatu dengannya, dia juga pada akhirnya menjadi salah satu tubuh bonekaku."
“Nah, hero. Mari kita mulai ronde keduanya.”
“Aku tidak tahu bagaimana kau tadi bisa mengalahkanku, tetapi aku takkan lagi terjebak ke dalam trik yang sama.”
Cakar Leon menajam.
Walaupun Leon telah sepenuhnya memisahkan diri dari mayat naga berkat Helios, tanda boneka Raja Iblis rupanya masih tertanam di tubuh Leon.
Dan Raja Iblis bahkan masih bisa menggunakan bagian kekuatan naga pada tubuh Leon tersebut.
“Hero, bersiap-siaplah!”
“Entah itu aku berhasil membunuhmu, maupun kau membunuhku dengan tubuh adikmu ini, kurasa kedua-duanya adalah hal yang layak untuk ditonton.”
“Bukan begitu, Kakak?”
“Mana yang akan Kakak pilih?”
“Bersedia berkorban dibunuh sang adik?”
“Atau Kakak akan membunuhku untuk yang kedua kalinya?
Di kalimat terakhirnya, sang Raja Iblis menggunakan suara Leon yang benar-benar membuat Helios goyah.
“Kau, tega-teganya…”
Mata Helios terbasahi.
Dia benar-benar dalam keadaan frustasi.
Raja Iblis jelas tak sekuat ketika berada di tubuh boneka Ozama-nya.
Itu karena dia baru saja terbangkitkan dalam tubuh boneka Leon.
Namun bukan itu yang menjadi masalahnya kini.
Jika sang Raja Iblis dibunuh, maka Leon yang dirasukinya juga akan turut mati bersamanya.
Itulah sebabnya, tidak ada satu pun pula di antara party Helios yang memulai pergerakan.
Semuanya waspada terhadap keputusan Helios.
Termasuk Alice yang tidak lagi dapat menanggung rasa bersalah setelah membunuh Ilene dengan kedua tangannya sendiri.
Dan pula termasuk Albert yang pernah memilih untuk mengkhianati Helios karena kurang mempercayai keputusan masternya itu.
“Sudah kuduga akan begini.”
Namun di tengah-tengah suasana keputusasaan tersebut, seorang wanita yang telah lama tidak nampak keberadaannya di dalam cerita, tiba-tiba saja muncul.
Dialah Yasmin.
Yasmin yang bermuka datar untuk pertama kalinya menampakkan senyum paling cerah dan tulusnya kepada Helios.
Dia melayang ke arah Helios.
Helios ingin menggapainya, namun rupanya Yasmin hanya melewatinya saja.
Yasmin rupanya hendak memeluk Leon yang telah dirasuki oleh Raja Iblis.
Cakar Leon yang tajam pun seketika menusuk dada Yasmin.
Yasmin mengeluarkan darah lewat mulutnya.
Namun seakan tidak peduli dengan keadaannya sendiri, Yasmin memulai mantranya.
Dan mantra suci yang belum pernah dilihat di dunia itu pun baru saja dikeluarkan oleh Yasmin yang seketika menyelubungi tubuhnya dan Leon yang kerasukan.