
Sebagai langkah awal yang aku lakukan dalam menangani krisis besi di wilayah barat, aku segera mengumpulkan semua personel yang tersedia untuk mengadakan rapat.
Ketika aku membahasnya, Jilk-lah yang muncul dengan solusi brilian terhadap tenaga bantuan yang ahli di bidang arsitektur yang aku butuhkan tersebut.
Rupanya, dia merekomendasikan dwarf yang bermukim di wilayah selatan Kekaisaran Vlonhard yang waktu itu juga sempat membantuku dalam membuatkan akuarium sihir tempat tinggal Yasmin. Ah, Yasmin yang kumaksudkan di sini bukanlah Yasmin maid-ku, melainkan bayi kura-kura es yang sempat dulu kurawat. Sayangnya, dalam bencana the king of undead itu, keberadaannya tiba-tiba saja menghilang.
Menurut keterangan Jilk, Grodzky, begitulah dwarf itu dipanggil, beserta para kawan sesama dwarf-nya yang lain, selama ini memperoleh perlakuan rasisme di negara mereka tinggal oleh keberadaan kuil suci di sana.
Sebenarnya, pada masa jabatan mendiang kaisar sebelumnya, para dwarf itu memang sudah memperoleh perlakuan rasisme sejak ukuran tubuh mereka yang lebih pendek dibandingkan dengan ukuran tubuh manusia dewasa rata-rata ditambah wajah mereka yang cukup jelek berdasarkan standar manusia normal.
Akan tetapi kala itu, kekaisaran tetap menjamin hak-hak para suku dwarf itu yang tertuang dengan jelas di dalam undang-undang kekaisaran yang menyebabkan warga lain tidak bisa secara serampangan menunjukkan sikap rasisme mereka dengan frontal.
Namun sejak diangkatnya kaisar baru Kekaisaran Vlonhard itu, undang-undang tersebut ditiadakan, ditambah dengan dikte dari kuil suci yang menyamakan suku dwarf itu sebagai monster, menyebabkan rasisme para dwarf pada masa kini semakin memprihatinkan.
Ah, walau namanya sama-sama kuil suci, kuil suci Kekaisaran Vlonhard sejatinya berbeda dengan kuil suci di Kerajaan Meglovia maupun di Kerajaan Ignitia. Kuil suci di Kekaisaran Vlonhard menyembah matahari, adapun kuil suci di Kerajaan Ignitia menyembah bintang sebagai sesembahan mereka. Lalu seperti yang kalian ketahui, kuil suci Kerajaan Meglovia menyembah api suci sebagai sesembahan mereka.
Untuk masalah ini, aku sebenarnya juga kurang tahu mengenai sejarah pastinya tentang perbedaan sesembahan satu sama lain negara yang pada dasarnya berasal dari pecahan negara yang sama yang seharusnya hanya memiliki satu konsep religious perihal terlalu sedikitnya dokumen sejarah yang bisa kuakses saat ini.
Yang jelas, sewaktu Benua Ernoa masih dikuasai oleh satu kekaisaran yang sangat besar lima ratus tahun silam sebelum terpecah-pecah menjadi beberapa kerajaan dan kekaisaran, seharusnya hanya ada satu konsep religiusitas. Yah sayangnya, aku sebagai sosok yang paling dibenci oleh kuil suci, mana mungkin bisa mengakses informasi yang besifat confidential bagi kuil suci tersebut.
Kita kembali ke masalah dwarf yang rata-rata berkediaman di wilayah selatan Kekaisaran Vlonhard. Jilk menyarankan bahwa aku sebaiknya menyediakan tempat yang aman bagi mereka di Kota Painfinn ini agar mereka segera bisa bermigrasi kemari lantas menjadi pelindung mereka dari diskriminasi ras. Dengan demikian, pastinya aku bisa sangat terbantu dengan bakat mereka ke depannya.
Walaupun dengan segala keterbatasan mereka, suku dwarf diketahui sebagai suku yang paling ahli soal arsitektur. Tidak hanya itu saja, mereka pula sangat berbakat soal penempaan besi menjadi senjata dan armor.
Bayangkan perkembangan yang dapat terjadi di kota ini dengan keberadaan mereka. Itu pasti adalah proposal yang sangat menguntungkan pula bagi kami sekaligus dapat membantu proyek renovasi tambang besi Ares county pasca longsor yang ingin kukerjakan dalam waktu dekat dalam mengatasi masalah krisis besi di wilayah barat tersebut.
Namun, ada satu masalah yang paling mendasar. Berbeda dengan wilayah bagian barat kerajaan yang lebih santai dalam menanggapi masalah perbedaan ras, wilayah lain Kerajaan Meglovia ini hanya sebelas dua belas dengan warga Kekaisaran Vlonhard dalam menanggapi soal isu suku dwarf.
Jika sampai aku menampung ras yang seperti itu di bawah naunganku, maka tentu saja tingkat kepercayaan orang-orang soal ramalan tiran itu yang mengatakan bahwa aku akan bersekutu dengan witch dan iblis di masa depan akan semakin meningkat. Dan ini tentu saja akan membuat hidupku semakin susah ke depannya untuk bergaul di lingkungan sosial.
Terus terang, aku tidak bisa menyembunyikan rasa takutku untuk diabaikan ataukah bahkan lebih buruk dengan dihujat sebagai penjahat nasional yang harus segera dikalahkan bersama. Aku takut. Bagaimana pun, aku hanyalah manusia biasa yang memiliki hati serapuh kaca. Aku mungkin masih bisa bertahan dari berbagai penyiksaan fisik. Akan tetapi, beda halnya dengan penyiksaan mental. Tiada manusia biasa yang mampu menangani hal itu.
Namun, ketika kumelirik ke belakang, melihat ada suku yang mengalami penindasan yang separah itu di tempat kelahiran mereka sendiri, terus terang, hati nuraniku bergejolak. Aku tak mungkin bisa mengabaikan hal itu.
Sebagai pangeran terasingkan selama tiga belas tahun lamanya di istana kumuh, aku yang paling tahu rasanya bagaimana sakitnya rasa pengucilan itu. Tetapi kini suku dwarf itu tidak hanya mengalami pengucilan, tetapi juga penindasan fisik. Mereka pasti jauh menderita lagi dibandingkan dengan apa yang dulu kurasakan itu.
Hanya satu jawabannya. Aku juga ingin menyelamatkan mereka. Aku ingin menjadi tangan yang yang dapat menjadi tumpuan harapan bagi mereka untuk keluar dalam kubangan hina itu. Itulah sebabnya, aku pun menyetujui proposal Jilk tersebut.
***
Aku pun mengutus Jilk untuk mengurus masalah negosiasi dengan para suku dwarf. Akan tetapi, proses negosiasi ditambah dengan proses pengerjaan tambang besi-nya diperkirakan akan memakan waktu tiga sampai empat bulan.
Itu artinya dalam kurun waktu tersebut, masalah krisis besi di wilayah barat masih tetap akan terjadi. Syukurlah, proposal negosiasiku dengan akademi sihir kerajaan soal jalur distribusi penyediaan bahan mentah bijih besi membuahkan hasil hasil yang baik sehingga kami bisa mendapatkan stok besi yang kami inginkan yang diimpor langsung dari Kerajaan Cabalcus dan Ignitia.
Aku sangat bersyukur bahwa mereka sangat bisa diandalkan mengingat bahwa biasanya hanya akademi ksatria dan royal saja yang bisa mengakses jalur distribusi bahan mentah bijih besi itu. Itu tentu saja tidak lepas dari posisi mereka yang semakin menguat di kerajaan berkat kerjasama usaha potion peningkatan mana kami.
Tentunya walau harganya naik sampai tiga kali lipat dari harga yang biasa kami peroleh dengan menggunakan sumber bijih besi dari Ares county, itu bukan masalah sejak kota kami telah kaya berkat bisnis kristal sihir dan potion peningkatan mana-ku.
Di luar dugaan, calon ayah mertuaku, Marquise Growmyerre, juga turut membantuku dengan mengirimkan bantuan tenaga peneliti ahli sehingga baik bisnis kristal sihir maupun potion peningkatan mana-ku semakin berkembang dengan pesat.
Di samping itu, Beliau juga dengan tanpa pamrih membantu menegosiasikan harga bijih besi di Kerajaan Cabalcus dan Ignitia itu yang semula akan dijualkan sembilan sampai sepuluh kali lipat, menjadi hanya tiga kali lipat saja.
Semuanya berjalan dengan lancar. Akan tetapi, pelaku yang dulu berniat mengadu domba aku dengan Leon tersebut sampai sekarang belum juga tertangkap oleh satu pun familiarku. Mumpung suasana telah kembali stabil, aku harus lebih agresif dalam berupaya menangkapnya sebelum dia atau mereka berbuat kekacauan yang lebih besar lagi di wilayah Kota Painfinn ini.