
Aku sempat bertanya kepada Yasmin tentang asal-muasal fasilitas itu. Itu diciptakan untuk memproduki mana mati, jadi kupikir itu mungkin ada hubungannya dengan mantan rekan-rekan Yasmin sesama witch.
“Entahlah, Master. Kami memang dulunya satu kelompok, tetapi kami jarang berinteraksi satu sama lain. Namun kalau melihat dari pola lingkaran sihir dan bagaimana jiwa-jiwa itu diekstrak dengan kutukan, itu mungkin terkait dengan witch kelima, witch kutukan Marie.”
“Jadi kalian punya nomor urut masing-masing rupanya ya.”
Aku mengatakan hal itu tanpa maksud apa-apa, tetapi kulihat karena ucapanku itu, muka Yasmin tampak sedikit memerah, mungkin perihal malu?
“Begitulah, Master. Itu diurutkan berdasarkan lama waktu mereka telah hidup sebagai witch. Nomor lima Marie 200 tahun, nomor 4 Shipton 400 tahun, nomor 3 Angele 500 tahun, lalu aku… kemudian terakhir Isis 5000 tahun.”
Aku tidak bisa mendengar dengan jelas ucapan Yasmin di bagian ketika dia menjelaskan dirinya sendiri. Itu wajar perihal wanita mana yang akan mengungkapkan usianya secara gamblang tanpa malu di hadapan seorang pria. Lalu sebagai seorang pria, tidak sopan untuk menanyakan umur seorang wanita secara langsung, jadi aku memutuskan untuk tidak menanyakan hal itu lebih lanjut.
Yang terpenting adalah informasi yang kuterima dari Yasmin tentang fasilitas tersebut yang kemungkinan adalah milik Marie sang witch kutukan, kemungkinan benar adanya. Fasilitas itu tampaknya telah cukup lama dibangun. Namun anehnya, tanda-tanda fasilitas itu rusak seperti sekarang tampak baru-baru saja terjadi. Hal itu lebih membuat aku penasaran.
“Itu mungkin perihal kematian Marie, Master.”
“Dia mati? Mengapa bisa?”
Seketika aku memperoleh informasi yang tak terduga dari Yasmin.
“Dia tampaknya terluka cukup parah pasca pertarungan melawan Master sehingga dia akhirnya tidak bisa selamat waalupun setelah melarikan diri dari Master.”
“Ada kejadian seperti itu? Mengapa aku tidak menerima laporan sama sekali jika ada kejadian sepenting itu yang terjadi?”
“Ah, maafkan aku, Master. Ini kecerobohanku yang lupa memberi tahu Master.”
“Sudahlah. Kamu tidak usah meminta maaf sampai segitunya kok.”
“Master.”
“Tapi yah, jika ada kejadian sepenting ini yang kamu ketahui, lain kali jangan lupa untuk melaporkannya padaku.”
“Siap, Master.”
Itu bukanlah pula masalah besar tentang kapan aku mengetahui kematian sang witch kutukan. Yang terpenting adalah sang witch kutukan Marie telah berhasil disingkirkan yang berarti menyisakan empat musuh dalam legion witch Raja Iblis. Tidak, sejak Yasmin ada di pihakku, itu berarti menyisakan tiga. Isis sang witch objek, Angele sang witch wabah, serta Shipton sang witch mimpi buruk.
Tanpa terasa, kami akhirnya kembali tiba ke wilayah Lugwein setelah menghabiskan beberapa hari yang cukup panjang di Benua Arteik. Sama halnya seperti kami, kulihat Dokter Minerva, supir pintu ke mana saja kami, juga terlihat sangat kelelahan.
Dia meminta untuk beristirahat saja di Ibukota Megdia. Karena keberadaannya untuk saat ini tidak terlalu dibutuhkan, aku pun memenuhi permintaannya itu dengan memberikannya izin balik sementara ke Ibukota Megdia dengan catatan bahwa Dokter Minerva akan segera datang kembali ke sini besok pagi-pagi sekali sebagai jaga-jaga jika sewaktu-waktu diperlukan untuk menjemput kami meninggalkan wilayah ini.
Kami bisa saja pulang lewat gate wilayah Lugwein langsung menuju ke Ibukota Megdia yang hanya akan memakan waktu sekitar 30 menit. Hanya saja entah mengapa aku merasakan firasat yang tidak enak dengan keberadaan para paladin di tempat ini.
Apakah itu karena mereka mengingatkanku terhadap prajurit first order milik Rahib Robell Zarkan dari mantan Kekaisaran Vlonhard tersebut? Entahlah, aku juga tidak terlalu yakin.
Sesampainya di sana, aku cukup kecewa karena tidak ada satu pun rakyat yang menyambutku meskipun berita di mana aku dan Yasmin telah berhasil mengatasi kekhawatiran mereka tentang invasi monster terbang dari utara telah lama disampaikan kepada mereka.
Akan tetapi bahkan setelah mengetahui fakta itu, Damian beserta rombongan paladinnya-lah yang justru mendapatkan ucapan terima kasih dari mereka dengan alasan ketulusan mereka melindungi wilayah itu selama ancaman invasi monster utara berlangsung.
Aku bukannya menginginkan penghargaan atas apa yang telah aku lakukan buat mereka. Hanya saja, tidakkah perlakuan seperti ini tidak layak? Jika aku tidak mengingat bahwa mereka adalah rakyat bawahan Albert yang dicintainya, amarahku mungkin telah lama mengambil alih diriku yang akan membawa kesengsaraan kepada mereka. Siapa yang tahu apa yang bisa kulakukan kepada mereka dengan statusku sebagai kaisar itu?
Setelah Damian dan para anggota paladin-nya meninggalkan tempat tersebut, aku pun tidak ingin lagi berlama-lama di tempat ini. Usai Dokter Minerva kembali, aku segera memintanya untuk diantarkan ke wilayah Fallenstone demi mengecek keadaan para korban fasilitas misterius di sana.
Tepat sesuai dugaan Yasmin, berdasarkan keterangan para saksi, benar adanya bahwa itu adalah fasilitas milik sang witch kutukan Marie.
Lalu tiba-tiba seorang pria yang tampak berusia 30-an mendatangiku lantas membungkuk di hadapanku dengan penuh hormat.
“Hormat hamba, Buron da Corner, kepada yang bersinar paling terang di Kekaisaran Meglovia, Yang Mulia Kaisar Helios sun Meglovia. Hamba ingin mengucapkan rasa terima kasih hamba karena telah menyelamatkan hamba pada neraka yang sangat menyakitkan itu. Sebagai balas budi hamba, izinkan hamba mengabdikan diri hamba ini kepada Anda, Yang Mulia.”
Buron da Corner. Salah satu di antara tiga grand master yang masih tersisa di dunia ini yang diketahui oleh publik. Berbeda dari penampilannya, dia sebenarnya adalah seorang kakek-kakek yang berusia 70-an tahun.
Tidak banyak lagi di dataran benua ini yang masih menggunakan nama tengah ‘da’. Itu adalah gelar bangsawan warisan kekaisaran kuno, yang berarti leluhurnya adalah mantan bangsawan kekaisaran kuno yang tidak turut andil dalam pembentukan Kerajaan Meglovia maupun kerajaan-kerajaan pecahan kekaisaran kuno yang lain kala itu.
Orang yang sehebat itu ingin mengabdikan dirinya di bawah pundi-pundiku. Tentu saja tidak ada alasan bagiku untuk menolaknya.
Aku juga telah memiliki Albert di sisiku yang juga merupakan salah satu dari ketiga grand master dunia. Itu berarti aku akan memiliki dua di antara tiga orang terhebat di bawah naunganku. Bukankah itu menjadikan kekaisaran ini menjadi tidak terkalahkan?
Aku menerima ketulusan Buron itu lantas mengangkatnya sebagai salah satu bawahanku. Sebagai perintah pertamaku, kuminta dia bertanggung jawab untuk menjaga keamanan di wilayah Fallenstone.
Semuanya berjalan ke arah yang baik. Setidaknya, itu sampai laporan tersebut masuk ke istana, demo besar-besaran rakyat wilayah Lugwein menolak pemerintahanku yang dinilai telah memperlakukan mereka secara tidak adil.
Memangnya apa lagi kurangnya aku memperlakukan mereka? Padahal aku baru saja menyelamatkan wilayah itu dari ancaman invasi monster terbang dari utara. Apalagi kali ini yang menjadi sumber ketidakpuasan mereka?
Rupanya, mereka memprotes tentang penggunaan dana kekaisaran yang diambil dari pajak rakyat untuk rehabilitasi korban fasilitas Marie di wilayah Fallenstone serta beberapa anggaran yang aku canangkan untuk perbaikan wilayah Benua Arteik yang sempat rusak akibat fasilitas Marie tersebut.
Mereka menilaiku telah memanfaatkan dana secara ilegal yang berasal dari pajak rakyat yang seharusnya digunakan untuk kepentingan rakyat, demi kepentinganku sendiri membentuk tentara pribadi dan markas rahasia pribadi di wilayah Benua Arteik.
Aku lebih heran darimana mereka bisa memperoleh informasi mengenai penggunaan anggaran istana? Itu memang benar adanya bahwa aku menggunakan dana itu demikian, tetapi tentu saja itu demi alasan kemanusiaan, bukannya itu demi keuntunganku secara pribadi.
Tidak, yang lebih penting daripada itu, walaupun aku melakukan hal seperti yang mereka tuduhkan, itu juga bukanlah hal yang ilegal karena sudah diatur oleh konstitusi kekaisaran. Negara ini tersusun melalui pundi-pundi monarki, bukannya republik, seperti kebanyakan kerajaan yang kini beroperasi di Benua Asium.
Jelas ada pengkhianat di istana. Pengkhianat yang telah membocorkan rahasia penting negara demi mengadu domba dan membuat kekacauan di kekaisaranku. Padahal aku telah merasa menyelidiki mereka secara seksama, masih ada juga rupanya pengkhianat yang belum dapat kudeteksi.
Namun siapa sangka bahwa masalah itu justru berkembang semakin besar. Wilayah Litrum, bekas wilayah kekuasaan pangeran ketiga, turut menyuarakan protesnya mendukung rakyat wilayah Lugwein, dan ini segera berkembang menjadi pemberontakan dalam negeri.
Dalam prosesnya, pemberontakan wilayah Litrum mendapatkan dukungan dari wilayah Aamora, bekas wilayah kekuasaan pangeran keempat dan kedelapan. Lalu, sebagai dukungan pemberontakan yang sama sekali tak kuduga, itu berasal dari wilayah Ignitia.
Ya, itu adalah wilayah kekuasaan Paman Algebra yang pada pembentukan awal kekaisaran ini lima tahun silam, benar-benar memberikanku support yang sangat berarti, bahkan memberikanku wilayah Ignitia secara sukarela demi keberhasilan pembentukan kekaisaran yang sekarang.
Lantas, atas alasan apa orang yang sebaik dan setulus itu padaku sampai turut memberontak?