
Sang putri petir. Itulah julukan Alice yang terkenal saat ini di Kota Painfinn. Dia kurang lebih sama dengan Albert yang lebih mahir dalam pertarungan melawan sekaligus banyak musuh.
Sebelum sang magic swordswoman mampu melawan traumanya, dia adalah seorang tanker yang andal. Namun berkat tekad teguhnya melindungi Talia agar bisa berguna bagi Helios, kini Alice mampu melepaskan diri dari trauma tersebut. Dia tidak lagi takut mengayunkan pedangnya kepada musuh-musuhnya. Dia telah berevolusi menjadi seorang ksatria berpedang yang menakutkan dengan skill penyerangan dan pertahanan layaknya monster.
Alice menusukkan pedang besarnya ke tanah lantas petir pun datang dari arah atas menghantam para anjing kekaisaran.
Para anjing kekaisaran beberapa hangus terbakar pada petir-petir tersebut, namun beberapa masih selamat dengan mengorbankan kekuatan mereka seutuhnya pada pertahanan. Akan tetapi itu bukan masalah. Alice menari dengan pedang besarnya mengincar mangsa yang nyaris tidak bisa lagi bergerak itu. Tiada yang bisa selamat di bawah amukan pedang tajam sang putri petir.
[Oh iya, jika ini tidak memberatkan kalian. Aku berharap setidaknya ada satu orang yang ingin aku kalian jamin kematiannya.]
“Siapa itu, Master?”
[Pangeran kedua kekaisaran, Ibelal Star Vlonhard. Setidaknya pangeran biadab penyembah iblis itu saja yang tidak boleh dibiarkan hidup lebih lama lagi.]
Alice telah kenal lama dengan Helios.
Dia mengenal betul masternya itu adalah seseorang yang berhati lembut.
Sangat jarang dia melihat tuannya itu selama berada di sampingnya mengumpat orang lain atau bahkan merencanakan skema jahat kepada orang lain tersebut di belakang mereka. Begitulah Helios sebagai pribadi, sangat lurus dan jujur. Itulah pandangan Alice kepada masternya hingga saat ini.
Namun bahkan seseorang yang berkepribadian yang jujur dan lurus itu untuk pertama kalinya didengarnya mengajukan permintaan pembunuhan yang begitu jelas kepada orang yang spesifik.
Ibelal Star Vlonhard, pangeran kedua Kekaisaran Vlonhard yang baru-baru ini dianugerahi gelar putra mahkota oleh sang kaisar menggantikan pendahulunya yang tewas karena diassasinasi, Albexus Star Vlonhard.
Hanya ada satu kemungkinan terbesar, pangeran itu terlalu bajingan bahkan membuat seseorang berhati lembut seperti Helios men-judge-nya pantas untuk dibunuh.
Mengenang kembali Alice di saat-saat masih menjadi salah satu anjing kekaisaran, dia telah dikhianati oleh negerinya yang tercinta itu.
Dia telah menjadi objek percobaan para dark wizard di negerinya itu sendiri tanpa diketahuinya. Dan sebagai dalang dari semua itu adalah sang kaisar, Ethanus Sun Vlonhard, serta Ibelal de Vlonhard yang waktu itu masih merupakan pangeran biasa.
Bahkan tanpa Helios mengatakan padanya bahwa dia adalah sosok yang harus dibunuh, Alice pada dasarnya memang menaruh dendam kesumat pada sosok Ibelal Star Vlonhard sebagai anjing yang dulunya setia kepada pemiliknya, tetapi dibuang dengan kejam oleh tempat di mana dia menggantungkan kehidupannya.
Karena itulah, berbeda dari sebelum-sebelumnya, ada emosi yang tak terlukiskan ketika Alice melawan musuh-musuh yang berasal dari anjing kekaisaran itu.
“Matilah kalian semua!”
Suara Alice begitu menggema yang langsung merasuk ke sukma musuh-musuhnya yang menyebabkan mereka sangat gemetar ketakutan.
Penampilan Alice saat itu benar-benar mengintimidasi seakan kamu akan segera pergi ke dunia lain begitu sedikit saja kamu menyentuh wanita itu.
“Takkan kubiarkan satu pun di antara kalian pulang dengan selamat!”
Alice mengalirkan sihir petirnya, yang berpusat pada pedangnya sebagai penyerap dan pentransfer mana, ke sekelilingnya.
“Aaakkh.”
Bisa terdengar di mana-mana suara jeritan para anjing kekaisaran itu. Anehnya, Alice benar-benar mampu mengontrol aliran sihir petir yang terlihat liar itu hingga hanya mengenai musuh saja, tanpa melukai rekannya sendiri.
Dalam sekejap, para musuh dalam jumlah besar yang melakukan invasi di Kota Lobos tersebut hampir tidak lagi bersisa di bawah kekuatan overpower sang putri petir.
***
Di waktu-waktu beberapa saat setelah pertarungan mulai terjadi, akhirnya Albert ikut bergabung kembali bersama Alice.
Namun, pemandangan yang dilihatnya benar-benar tak dapat dipercayainya. Dia selama ini yakin menjadi orang nomor satu terkuat di Kota Painfinn. Namun setelah melihat performa Alice, kini Albert telah meragukan hal itu.
Wanita itu jauh membunuh lebih banyak prajurit musuh dibandingkan dirinya dalam waktu sekejap. Tidak, itu bahkan tidak bisa dibandingkan ketika perbandingannya sangat jauh bahkan mencapai satu banding sepuluh.
“Alice, mari kita segera akhiri pertarungan ini dengan kemenangan kita.”
“Hmm. Aku serahkan punggungku padamu, Albert.”
Demikianlah kedua ksatria over power itu akhirnya bahu-membahu bersama-sama demi mengalahkan para musuh yang menginvasi negeri tempat di mana mereka sekarang bernaung.
Walaupun itu agak sedikit ironi perihal keduanya adalah keturunan bangsawan mantan penguasa wilayah di kekaisaran tersebut.
Alice Gloria Fallenstone di mana keluarga Fallenstone dulunya adalah penguasa wilayah utara kekaisaran, dan bahkan Alice sendiri adalah mantan countess yang mengelola wilayah utara tersebut di mana nama tengah Gloria-nya itu juga adalah pemberian dari mendiang kaisar sebelumnya.
Lalu ada Albert fou Lugwein, tidak, dulunya sebelum Albert menginjak usia 7 tahun seharusnya adalah Albert van Lugwein.
Albert adalah anak dari seorang duke muda penguasa wilayah barat laut kekaisaran yang dikhianati oleh para pengikutnya sendiri yang menyebabkan seluruh keluarganya dituduh melakukan bidat terhadap kuil suci kekaisaran sehingga gelar duke ayahnya dicopot dan wilayah mereka diambil secara paksa oleh imperial family.
Lalu seluruh keluarga Albert pun harus berakhir di guillotine kuil suci secara terhina dengan dianggap pelaku bidat oleh seluruh rakyat kekaisaran.
Jika bukan karena Helios yang menyelamatkan Albert saat itu, mungkin Albert sudah akan berakhir tragis sama seperti keluarga-keluarganya yang lain dengan menjadi makanan monster collosium kekaisaran.
Jika dipikir-pikir kembali, wilayah barat laut yang dulunya milik keluarga Albert itu kini yang telah menjadi pusat kekuatan sang putra mahkota baru, Ibelal Star Vlonhard.
***
-Tuak.
“Alice!”
Di tengah-tengah pertarungan Alice dan Albert itu, secara tiba-tiba saja Alice memperoleh serangan dadakan yang sama sekali tidak disangka-sangkanya yang seketika menghempaskan tubuh Alice jauh ke belakang.
“Hahahahahahaha. Benar-benar lucu sekali. Orang yang awalnya berasal dari kekaisaran kini menjadi pengkhianat lantas membunuh rekan-rekan senegaranya sendiri.”
Rupanya orang yang menyergapnya itu adalah Ibelal Star Vlonhard, sang putra mahkota Kekaisaran Vlonhard, pemimpin invasi itu sendiri.
Alice kemudian berdiri lantas menatap Ibelal dengan pandangan yang amat sangat marah.
“Sejak Alice Gloria Fallenstone resmi mati di hutan monster wilayah Kerajaan Meglovia demi menjalankan misi yang diberikan oleh negeri tercintanya, sejak saat itu pula Alice Gloria Fallenstone yang setia terhadap negeri tercintanya itu telah tiada. Kini yang berdiri di hadapan Anda hanya ada seorang wanita bernama Alice, bawahan setia Yang Mulia Pangeran Helios.”
“Oh ho. Pangeran tiran itu rupanya memang benar-benar hebat sampai bisa menjinakkanmu sejauh ini. Apa dia memiliki jurus cuci otak atau semacamnya? Aku benar-benar iri padanya. Aku juga ingin mempelajari jurus yang sama.”
“Jangan samakan Yang Mulia Pangeran dengan orang-orang yang tidak berperasaan seperti kalian!”
“Takkan kuampuni siapapun yang meledek Master!”
Alice berteriak marah kepada Ibelal yang telah menghinakan Helios. Namun di luar dugaannya, Albert yang ada di sisinya justru berteriak marah dengan lebih kencang lagi daripadanya.
Pandangan Ibelal seketika tertuju kepada Albert.
“Kukira hanya ada Alice pengkhianat kekaisarannya di sini. Ada satu lagi rupanya. Dari keluarga mana kamu berasal?”
Ibelal menatap lurus ke arah Albert sembari menanyakan pertanyaan tersebut. Dia mampu segera menotice bahwa Albert adalah salah satu keturunan kekaisaran dengan hanya melihat warna rambut Albert yang kuning cerah dan matanya yang emas, ciri khas umum yang dimiliki oleh para bangsawan kekaisaran di sana.
“Dia adalah anak dari mantan Duke Alphonse van Lugwein yang selamat dari kediaman itu sekitar 14 tahun yang lalu, Yang Mulia Putra Mahkota.”
Justru salah satu ajudannya sendiri, Charlot-lah, yang menjawab rasa penasaran Ibelal itu.