The Devil's Touch

The Devil's Touch
#86



Pintu kamar Arsen tertutup rapat agar tidak ada orang lain yang masuk. Di dalam kamar Arsen duduk berdampingan dengan Miwa di sofa dan di depan mereka ada Sekretaris Han yang duduk menyilangkan kaki seraya bersedekap dada. Pria itu menatap tajam Arsen dan Miwa. Miwa terlihat menunduk.


"Apa kalian tau kalau ini salah?" tanya Sekretaris Han datar.


Keduanya mengangguk samar. Sekretaris Han menghela nafas panjang.


"Kenapa ini bisa terjadi?!"


"Dad ini--"


"Dad belum selesai bicara!" potong Sekretaris Han kepada Arsen.


Miwa masih menunduk dengan memainkan jari-jari tangan nya.


"Siapa yang lebih dulu jatuh cinta?"


Miwa mendongak hendak menjawab tapi Arsen lebih dulu berbicara.


"Aku," sahut Arsen membuat Miwa menoleh ke samping mengernyitkan dahi nya bingung.


Arsen sendiri tidak mau Miwa yang di salahkan apalagi sampai di marahi yang lain.


"Tidak Daddy kak Arsen---"


"Jangan dengarkan dia! Dad lihat sendiri aku yang menci*m nya, aku yang lebih dulu menyukai Miwa!" potong Arsen lagi.


Sekretaris Han menghela nafas panjang lalu menggelengkan kepala.


"Sekarang bagaimana kalau Javier dan Sky tau soal ini! kau pikir Javier akan setuju, Ar? kalau dia setuju, dari awal dia akan menjodohkan Miwa denganmu, bukan mendatangkan Daniel hari itu!!"


"Dan lagi Maxime ... dia sudah menganggap mu adik kandungnya juga, Ar!! dia yang paling menentang adanya rasa saling suka di antara kalian berempat!!"


"Aku bisa menghadapi Maxime, Dad ..."


Miwa masih menatap Arsen dengan tertegun. Terlihat ia sedang tersenyum samar mendengar ucapan Arsen. Ini yang dia mau, Arsen menghadapi Maxime, kembaran nya yang keras kepala itu.


"Arr ..." Sekretaris Han mulai frustasi.


"Cukup Dad!! aku bisa mengatasi semuanya sendiri!! Yang terpenting Dad jangan dulu bilang kepada Daddy Javier!!"


"Bagaimana bisa hah?!" Sekretaris Han mengusap wajahnya kasar. Terlihat ia begitu gelisah sekarang.


"Dad harus melindungi mu dari dua singa jantan, apa kau pikir itu mudah? Javier dan Maxime sama-sama keras kepala!!"


"Tapi aku yakin lama-kelamaan Kak Maxi juga pasti merestui kami, Daddy Han ..." Miwa berkata berusaha meyakinkan Sekretaris Han.


Arsen menoleh kepada Miwa lalu menatap Ayahnya dan mengangguk. "Iya, Miwa benar ..."


Arsen harus berpura-pura mendukung Miwa agar perempuan itu tidak di marahi oleh Ayahnya.


"Kau bukan anak Dad lagi!


Sekretaris Han beranjak keluar dari kamar itu meninggalkan Arsen yang kini dengan pikiran kalut hanya bisa menyenderkan punggung nya di kursi seraya menatap langit-langit kamarnya.


Kepergian Sekretaris Han membuat Miwa tersenyum diam-diam. Ia mengeluarkan ponsel dari tas nya perlahan dan menghubungi Ayahnya, Javier.


Daddy semuanya berjalan lancar. Terimakasih sudah membantuku ... sayang Daddy ... i love you!! muacchh.


Javier langsung membalas pesan dari putrinya itu.


Sama-sama sayang ... bahagia terus my princess!! kalau Arsen menyakitimu hubungi Daddy, oke?


Ya, Dad. Tapi kak Maxi?


Arsen bisa menghadapi kakak mu ... tenang saja.


"Kau sedang apa?" tanya Arsen membuat Miwa terlonjak kaget dan segera memasukan kembali ponselnya ke tas.


"Tidak," sahut Miwa tersenyum tipis.


Javier sebenarnya sudah tahu soal putrinya yang menyukai Arsen. Miwa memberanikan diri untuk jujur dengan Javier di telpon, ia sempat ragu dan takut kalau Javier menentang keras perasaan nya kepada Arsen.


Tapi Javier sendiri malah merestui, dia tidak tahu kalau putrinya menyukai Arsen. Kalau dia tahu dari dulu, ia tidak akan mendatangkan Daniel untuk di jodohkan dengan Miwa. Karena yang Javier inginkan hanyalah pernikahan untuk putri nya.


Javier juga yang menjebak sekretaris Han untuk datang ke mansion Maxime dan melihat Arsen menci*m Miwa. Itu di lakukan agar Arsen mengakui lebih dulu menyukai Miwa di hadapan Ayahnya.


Setelah itu Javier yakin, Arsen akan bertanggung jawab dengan ucapan nya. Ia terjebak dengan ucapan nya sendiri dan tidak bisa meninggalkan Miwa.


Karena kalau sampai itu terjadi, maka Arsen pasti kena bogem dari Sekretaris Han.


Kerjasama Ayah dan anak ini berjalan lancar. Tinggal satu yang harus di luluhkan. Maxime.


*


Di kamar Javier memandangi pigura foto Maxime dan Miwa dengan tersenyum haru.


"Kalian sudah besar ... Miwa sepertinya akan menikah. Dan kau Max ..." matanya menatap foto Maxime.


"Adikmu meminta bantuan Daddy dengan urusan cinta nya, tapi kau masih saja menyembunyikan gadis itu!!"


Javier menghela nafas panjang. "Jangan sampai kisah cintamu berakhir seperti Xander ... semoga kau berakhir seperti Daddy."


Cukup berat ketika Javier mengingat perkataan Keenan yang mengatakan jika gadis yang Maxime sukai tidak mau menerima nya karena Maxime seorang mafia.


Sama seperti Xander yang di tolak karena Alexa tidak mau berhubungan dengan seorang mafia. Sampai membuat Xander sendirian selama puluhan tahun.


#Bersambung