The Devil's Touch

The Devil's Touch
Musuh Yang Perlu Diwaspadai



New York, Amerika Serikat.


Seorang pria tengah berdiri menghadap ke arah jendela yang menyajikan pemandangan kota New York pada malam hari.


Pria itu menyalakan cerutunya dan kemudian menghisapnya sehingga membuat kepulan asap berwarna putih itu melambung ke udara.


"Kenapa kau tidak datang Jack? Aku sudah menunggumu hampir tiga puluh menit." suara teriakan bersamaan pintu yang dibuka secara kasar membuat pria itu menoleh. Seorang wanita dengan pakaian yang sedikit berantakan berdiri diambang pintu dengan amarah yang meledak-ledak.


"Aku sibuk." jawabnya ketus.


"S*alan kau Jack. Aku menunggu hampir tiga puluh menit di apartemenmu dan kau tidak datang juga." wanita itu mengepalkan kedua tangannya, bersiap untuk memberikan tinjuan pada Jack.


"Bersikap patuhlah Cyara! Aku tidak suka wanitaku menjadi pembangkang." Jack menangkap pergelangan tangan Cyara yang hendak melayangkan pukulan. Pria itu menahan geram melihat tingkah laku wanita itu yang menurutnya tidak sopan.


"Kau tidak waras Jack. Aku bukan wanitamu, apa kau melupakan perjanjian kita?" ucap Cyara sinis. Wanita itu terlihat tidak suka saat Jack mengklaim dirinya sebagai wanitanya.


"Aku tidak ingin berdebat denganmu Cyara, apa kau sudah melakukan apa yang aku perintahkan?" Jack merengkuh pinggang Cyara sehingga tubuh keduanya menempel.


"Aku sudah melakukannya. Sekarang lepaskan aku!" Cyara memberontak. Wanita itu mendorong dada Jack menggunakan telunjuknya.


"Jangan keras kepala. Sekarang katakan padaku apa yang akan kau lakukan untuk membalaskan dendammu?" cerutu di padamkan, dan dijatuhkan kebawah. Pria itu menangkap telunjuk Cyara yang menunjuk nunjuk dada bidangnya.


"Aku sedang berusaha, pria iblis itu sangat sulit untuk ditaklukan. Sebentar lagi semuanya akan impas, aku sudah tidak sabar untuk melihat Maximilian bertekuk lutut dibawah kakiku." wanita itu tersenyum puas. Rencana sudah hampir matang, dia akan kembali ke Italia untuk membalaskan dendamnya setelah rencananya sempurna.


"Aku tidak suka saat kau bersikap seperti wanita penggoda dihadapannya." Jack terlihat tidak senang. Raut mukanya berubah datar, dia tidak suka wanitanya bersikap seperti wanita penggoda hanya untuk membalaskan dendam. Jika bisa, dia akan mengurung wanita itu di mansion dan tidak akan membiarkannya pergi kemanapun.


"Aku tidak suka dikekang Jack! Kau sendiri juga tahu jika aku wanita yang bebas." ucap Cyara kesal.


"Jangan membuatku marah Cyara Haleigh." Jack mencengram punggung Cyara dengan kuat. Tatapan matanya berkilat marah. Dia paling benci dengan pemberontakan yang wanita itu lakukan.


Cyara berusaha untuk memberontak. Wanita itu menelan ludahnya kasar, tiba tiba nyalinya menciut saat melihat amarah Jack yang menusuk.


"Lepaskan aku Jack!" ucap wanita itu terbata. Dia terlihat semakin panik saat tangan Jack beralih untuk mencengkram lehernya. Pria itu membalik posisinya sehingga membuat Cyara terpojok pada dinding kaca.


"Jangan membantah Cyara. Aku benci dengan penolakanmu, bersikap patuhlah dan aku akan membantumu untuk merahasiakan identitasmu." Cyara memalingkan wajahnya saat wajah Jack mendekat. Pria itu berbisik dengan suara serak, dihembusnya ceruk leher Cyara dengan dalam.


"Jangan macam-macam Jack!" Cyara berteriak saat Jack mengendus endus lehernya.


"Damn." pria itu mengumpat. Kali ini dia melepaskan wanitanya, ingat hanya kali ini. Tidak ada lain kali. Jack menjauhkan tubuhnya dari Cyara, pria itu membiarkan wanitanya pergi. Dia melihat kepergian Cyara dengan tatapan yang sulit diartikan. Ada banyak hal yang terbesit dipikirannya. Semua kemungkinan yang akan terjadi pada wanitanya jika dia pergi. Cyara Haleigh, dia tidak akan melepaskan wanita itu begitu saja. Cyara adalah miliknya.