
Maxime membuat kesepakatan dengan Jack, mereka akan bertemu di salah satu gudang kosong di dekat jalan X.
Zivania kini berada di mobil Athes and the geng, ia memberontak minta di lepaskan tapi di acuhkan oleh mereka semua.
Milan sendiri sedang berada di jalan bersama Jack, sepanjang jalan ia hanya menangis mengingat tersebarnya video dimana dirinya baru tidur bersama Maxime. Dan juga ia memikirkan ucapan Jack yang mengatakan Maxime akan di hukum oleh Ayahnya karena memperk*sa Milan.
Seperti ingin menyakiti Milan, Jack melajukan mobil dengan kencang, ketika ada belokan ia membanting stir cukup keras mengakibatkan kepala Milan terbentur jendela mobil di sampingnya.
Milan memejamkan mata kala kepala nya terasa sakit dan pusing di waktu bersamaan.
Mobil Maxime datang lebih dulu ke gudang tersebut di ikuti mobil Keenan dan Athes and the geng.
Satu helicopter berada di atas gudang hanya untuk berjaga-jaga jika sesuatu terjadi kepada Maxime. Dan di dalam helicopter itu ada Javier, Sky, Thomas dan Sekretaris Han.
Sisanya masih ada di jalanan tadi dengan Miwa yang terus-menerus adu mulut dengan warga di jalanan.
"Si bod*h, kalian mau mati di tangan kakak ku hah!!" teriaknya seraya menunduk ke bawah, mereka masih saja menyuraki Miwa.
Xander menarik kepala Miwa takut perempuan itu tiba-tiba jatuh.
"Sudah, Miw!! Grandpa takut kau tiba-tiba terjun ke bawah," ucapnya.
"Grandpa, mereka sudah mulai kurang ajar. Masa kita di teriaki seperti itu!!" Miwa mencibikkan bibirnya kesal.
Xander terkekeh pelan. "Nanti kalau kakakmu bicara mereka juga pasti diam, biarkan saja."
Bukan membiarkan, Miwa malah kembali mengeluarkan kepala nya dan menyuraki mereka yang di bawah sana.
"Huuuuhhhhh ... beraninya keroyokan, coba lawan satu-satu dengan kakakku, mati pasti kalian sial*n!!"
Jack memarkirkan mobilnya di depan gudang, mengitari mobil dan menyeret Milan keluar dari mobil tersebut.
Sky yang berada di dalam helicopter hanya bisa menghela nafas panjang kala melihat Jack datang bersama seorang gadis.
"Apa mereka akan baik-baik saja?" tanya nya.
"Tenang saja sayang, melawan ku saja Maxime berani apalagi cuman melawan si pengkhianat itu!!" sahut Javier yang mendapat delikkan tidak suka dari Sky. Sky masih marah dengan Javier perihal suaminya yang hendak menghukum putra nya.
"Mamp*s tidur di luar mulai malam nanti," ledek Thomas.
"Berhenti memberi nya jatah saja Sky," sambung Sekretaris Han.
Zivania duduk di kursi dengan tangan di ikat ke belakang dan mulut di perban. Maxime berdiri di samping kanan dan Arsen berdiri di samping kiri.
Keenan, Philip dan Athes and the geng berdiri di belakang mereka.
"Hai pengkhianat," ucap Maxime dengan tersenyum ketus. Lalu mata nya menoleh kepada Milan yang sedang terisak tapi Maxime berusaha untuk tetap santai.
Ia kembali menatap Jack, Jack pun melayangkan tatapan kebencian kepada Maxime.
"Lepaskan Ibuku sial*n!!" titah nya.
"Kakak ..." teriak anak kecil dari belakang dan itu Aron.
Aron langsung berlari memeluk kaki Jack, anak kecil itu datang di bawa oleh seseorang yang di perintahkan Jack.
Maxime menoleh kepada Aron. Jack mengelus kepala anak itu lalu membungkukan badan dengan satu tangan memegang tangan Milan agar tidak bisa lari.
"Kakak kenapa Ibu di ikat?" tanya nya dengan mata sendu menatap Zivania.
"Kau tau, dia ..." Jack menoleh kepada Maxime. "Dia mau membun*h Ibu kita ..."
Maxime tersenyum kecut. "Kau pikir aku akan luluh dengan anak kecil? yang kau tau aku tidak bisa kasar dengan anak kecil, bukan? Ya, Yakuza memang tidak kasar dengan anak kecil ..." Maxime menggantung kalimatnya menatap Jack semakin dalam dan tajam.
"Tapi aku berdiri sebagai Antraxs sekarang ... Antraxs tidak ada batasan untuk membun*h siapapun, Jack!! termasuk adik angkatmu itu," lanjutnya lalu menoleh kepada Aron.
Maxime dengan keras menarik perban di mulut Zivania.
"Lepaskan aku anak sial*n!!" teriaknya.
Jack pun segera berdiri kembali menatap permusuhan Maxime sekarang.
"Kau tidak tau apapun soal Ibumu Jack ... aku ragu kau anak kandungnya," ucap Maxime dengan menarik ujung bibirnya tersenyum.
"Diam kau bedeb*h!!" teriak Zivania lagi.
"Kau dan Aron hanya alat untuk balas dendam," lanjut Maxime.
"Kau tau Aron di adopsi di panti asuhan, tapi dengan bod*h nya kau percaya kau anak kandung si tua ini." Maxime menoyor kepala Zivania.
Jack masih setia mendengarkan dengan sesekali menoleh kepada Zivania yang kini sedang menggeleng seakan meminta Jack untuk jangan percaya ucapan Maxime.
"Dia tidak pernah menikah, tidak pernah hamil, tidak pernah melahirkan ..."
Jack larut dengan ucapan Maxime, sampai ia tak sadar jika Arsen diam-diam mengeluarkan pistol di belakang celana nya dan.
DOR
Ia menembak kaki Jack sampai jatuh bersimpuh di lantai dan kesempatan itu membuat Maxime langsung menarik Milan ke dalam pelukan nya.
Keenan segera berlari menginjak punggung Jack sampai telungkup di lantai membuat Jack tidak punya kesempatan mengeluarkan pistol nya, karena sekarang Keenan sudah mengambil pistol tersebut.
Zivania terbelalak, Aron berteriak memanggil kakak nya seraya menangis dan Jack terlihat meringis kesakitan.
Philip segera berlari keluar mendongak menatap helicopter di atasnya lalu berteriak seraya melambaikan tangan.
"WOY JAVIER MANTANMU ADA DI SINI!!"
Bersambung