The Devil's Touch

The Devil's Touch
#78



Maxime berjalan menghampiri anak buah Yakuza tapi tiba-tiba langkah nya terhenti di samping mobil jeep, perlahan ia menoleh ke samping dan mendapati seorang gadis memakai seragam SMA Ganesha. Ia tidak bisa melihat wajahnya karena terhalang pria di sampingnya.


Pria itu terlihat sedang mengelus wajah gadis yang Maxime lihat. Tangan Maxime mengepal seketika, ia menggertak kan gigi nya geram lalu memukul jendela mobil itu sampai retak.


Semua orang menjerit kaget. Mereka menurunkan jendela mobilnya hanya untuk mengeluarkan kepala nya melihat apa yang terjadi dengan mobil jeep tersebut.


Pria yang berada di dalam mobil pun membuka pintu dengan marah.


"Hei kepar*t!! siapa kau?!!"


Pria yang keluar itu memberikan kesempatan Maxime dapat melihat wajah Milan yang tak sadarkan diri dengan jelas.


Tubuhnya seakan di penuhi api kemarahan. "Kau ..." ucapnya penuh penekanan kepada pria di depan nya.


Dengan cepat Maxime memukul pria tersebut sampai jatuh tersungkur ke aspal. Melihat itu dua pria di dalam mobil segera keluar.


Satu pria yang tadi sedang marah-marah dengan anak buah Yakuza segera berbalik mendengar kekacauan teman nya dengan seorang satpam.


Ia hendak menghampiri teman nya tapi tubuhnya di tahan oleh anak buah Yakuza yang lain.


"Hei, lepaskan aku!!"


Dua pria yang keluar dari mobil itu pun mengitari mobil mendekati Maxime. Tapi Maxime segera menendang dan memukul mereka.


Anak buah Yakuza yang lain berlari menghampiri Maxime dan mengambil alih menyiksa mereka bertiga. Satu pria masih di tahan di depan gapura.


Maxime segera masuk ke dalam mobil dengan panik ia menepuk-nepuk pipi Milan.


"Milan ... Milan bangun ..." matanya tiba-tiba mendapati satu kancing seragam Milan yang terbuka. Ia melebarkan mata.


"Kurang ajar!" geram Maxime.


Maxime menoleh ke belakang dimana para anak buah Yakuza sedang menyiksa tiga pria di luar mobil.


"Hentikan!" ucap Maxime.


Mereka pun berhenti menoleh kepada Tuan nya.


"Bawa mereka!" Titah Maxime.


"Siap Tuan," sahut mereka lalu menyeret membawa tiga pria itu ke dalam mobil para anak buah Yakuza.


Yang lain bukan tidak mau memisahkan, bahkan ada pria paruh baya yang berjalan mendekati anak buah Yakuza tapi mengurungkan niat nya kala melihat leher belakang mereka memiliki tatto sayap garuda di sana.


Dan lagi, ada seseorang yang berhasil mereka aksi Maxime memukul tiga pria tersebut dan berani memposting video tersebut ke sosial media dengan caption.


Satpam tampan sedang bertengkar. Uh dia tampan dan hebat. Siapa ya namanya ....


Mobilnya yang tadi sudah di amankan anak buah Yakuza yang lain.


Di perjalanan Maxime menyalip mobil anak buahnya. Ia melajukan mobil paling depan agar mobil anak buah nya mengikuti dari belakang. Ada dua mobil yang mengikuti Maxime dari belakang.


Maxime sesekali menoleh dari spion depan, Milan masih belum sadarkan diri. Ia menghela nafas lalu menginjak pedal gas dengan kecepatan tinggi.


Ia ingin segera menghukum para pria yang berani menyentuh Milan.


Mobil mereka berhenti di depan gudang kosong dan terlihat terbengkalai. Maxime menggendong Milan keluar dari mobil, ia tahu Milan hanya di beri obat agar pingsan saja.


Maxime menidurkan Milan di kursi jati di dalam gudang. Dan para anak buah yakuza menyeret empat pria tersangka yang hampir memperk*sa Milan.


"Tunggu di sini ya sayang ..." ucapnya dengan lembut kepada Milan yang masih belum sadarkan diri.


Maxime mengelus kepala Milan sebelum mengurus ke empat pria itu.


"Jaga dia!" titah Maxime kepada salah satu ana buahnya agar menjaga Milan. Pria itu pun mengangguk dan berjalan mendekati Milan lalu berdiri di samping gadis itu untuk menunggu nya bangun.


Empat pria itu di seret ke salah satu ruangan dengan tangan di borgol. Ada meja panjang di ruangan itu.


Maxime duduk di kursi dan di depan nya dua pria duduk dengan muka lebam, dua pria lagi berdiri menunduk.


Maxime bisa menebak, dari penampilan nya mereka terlihat seperti pria biasa. Bahkan kemampuan bela diri nya sangat nol.


"Kalian tau siapa aku?" tanya Maxime.


Mereka berempat masih diam.


"Kalian tau berurusan dengan siapa?" tanya Maxime lagi.


Mereka masih hening.


"JAWAB!!" teriak Maxime keras membuat bahu mereka terlonjak kaget.


Bahkan para anak buah yakuza yang berada di luar ruangan pun saling menoleh heran. Kenapa Tuan nya terdengar sangat marah.


"Kalian benar-benar tidak tau siapa aku rupanya!" geram Maxime.


Pria itu pun menggulung lengan baju nya dan memperlihatkan tanda sayap garuda dan bola api di sana.


Sontak semua pria itu pun melebarkan mata nya lalu perlahan mendongak menatap Maxime.


"Berani menyentuh gadisku, nyawa kalian taruhan nya!" geram Maxime lalu menarik ujung bibirnya tersenyum. Senyuman kematian untuk mereka.


#Bersambung