The Devil's Touch

The Devil's Touch
#223



Suasana berkabung selama beberapa minggu, Sky suka mengurung diri di dalam kamar, ia tidak mau keluar bertemu dengan siapapun.


Semua orang bersedih, tapi hidup harus terus berlanjut bukan. Hanya saja waktu kesedihan yang di alami Sky jauh lebih lama dari pada yang lain.


Mereka berusaha membujuk Sky keluar dari kamar dan tidak ada yang berhasil. Sampai akhirnya Maxime membawa Summer dan Winter di gendongannya.


Milan mengetuk pintu kamar Sky karena kedua tangan Maxime menggendong si kembar.


Tok Tok Tok


"Grandma ... ini Winter dan Summer," teriak Milan.


"Mereka merindukan Grandma katanya ..."


Tok Tok Tok


"Bagaimana, Mommy masih belum keluar?" tanya Miwa yang datang menggendong Laura sementara Arsen menggendong Lalita.


Maxime dan Milan menoleh kepada Miwa. "Belum," sahut Maxime.


"Biar aku coba," ucap Miwa.


Tok tok tok


"Mommm ... Laura dan Lalita ingin bertemu denganmu ..." teriak Miwa. Masih belum ada respon dari dalam sana.


Dan lagi, Tessa dan Daniel pun datang membawa Nathan dan Nala di gendongannya.


"Dobrak saja bagaimana," ucap Daniel.


"Jangan lah, marah nanti," sahut Miwa.


"Lalu bagaimana?" tanya Arsen. Kemudian Arsen menatap Lalita. "Grandma mu masih bersedih, Lita. Kau nanti hibur grandma oke." Lalita hanya bergerak-gerak di gendongan Arsen dengan tersenyum.


"Sudah, kita biarkan saja dulu ..." ucap Maxime yang pasrah karena Sky masih belum mau keluar.


Tapi ketika mereka hendak pergi, pintu kamar terbuka. Terlihat Sky dengan mata sembab berdiri di sana, kantung mata nya cukup besar dengan lingkar hitam yang menandakan wanita itu kurang tidur.


"Mom ..." ucap Miwa.


"Bawakan mereka ke kamar Mom," pinta Sky.


Mereka pun mengangguk tanpa basa-basi lagi, mereka masuk dan menidurkan keenam bayi itu di ranjang milik Sky.


Kemudian mereka keluar dari kamar membiarkan Sky bersama bayi-bayi itu. Di saat mereka menuruni anak tangga, Javier pun bertanya.


"Bagaimana kabar Ibu kalian? dia baik-baik saja kan?" tanya Javier dengan wajah khawatir.


"Mom baik-baik saja, hanya masih menangis dan kurang tidur," sahur Maxime lalu duduk di sofa bersama Milan dan yang lain.


*


Sementara itu di kamar keenam bayi itu terus bergerak aktif, kakinya menendang-nendang, terkadang mulutnya terbuka seperti berusaha berbicara, Summer terus tersenyum kepada Sky.


"Heuuhhh heuhhh ..."


"Apa hm? kau mau bicara apa?" tanya Sky dengan tersenyum kepada Summer.


"Yaaa ya yaaaa ..." Lalita terus berteriak.


"Jangan main air liur seperti itu." Sky mengambil tissue dan mengelap mulut Laura yang bermain dengan air liur nya sendiri.


"Kalian menginap di sini saja ya," ucap Sky dengan tersenyum.


Nathan semakin aktif bergerak membuat Sky terkekeh kecil.


"Kau senang kan menginap di sini Nathan?" tanya Sky. Nathan tersenyum.


"Nala bagaimana sayang?"


"Winter kenapa? kok cemberut terus sih hm ..." Sky menoel-noel pipi Winter.


Winter tersenyum tipis ketika Sky memainkan pipinya.


"Grandma sedih ... Daddy grandma meninggal." Sky menekuk wajahnya bercerita kepada enam bayi tersebut.


"Kalian masih bayi, kalian tidak bisa melihat kakek buyut kalian ya ..."


*


Maxime duduk di balkon bersama Milan, dari tadi Maxime hanya diam membuat Milan bingung.


"Kau baik-baik saja?" tanya Milan.


Maxime menoleh lalu tersenyum dan menganggukan kepala.


"Aku tau ini berat juga untukmu kehilangan grandpa Xander tapi---"


"Aku sedang memikirkan anak perempuan sayang," potong Maxime membuat Milan melebarkan matanya.


"A-anak lagi?"


Maxime mengangguk. "Kita belum punya anak perempuan ..."


"Tuker saja dengan anak Miwa bagaimana?" Milan menyengir membuat Maxime menyipitkan matanya.


"Jangan bilang tidak mau buat anak perempuan."


"Winter dan Summer masih kecil tau."


"Ya kalau buat dulu kan tidak apa-apa sayang ..."


"Kasih jarak dulu, aku tidak mau langsung hamil hehe ..."


"Jangan bilang kau minum pil KB ya."


"Ti-tidak ..." Milan menggeleng.


"Baguslah." Maxime memeluk istrinya. "Tambah dua lagi ya sayang ..."


"Hah? apa?" Milan melepas pelukannya.


"Kembar lagi ..."


Milan menghela nafas. "Kalau laki-laki lagi bagaimana?"


"Kita buat lagi sampai dapat perempuan." Maxime tersenyum.


"Tapi nanti anak kita banyak," sahut Milan.


"Tidak apa-apa sayang, banyak anak tidak akan membuat kita kesusahan."


Milan hanya menggelengkan kepala tak habis pikir sementara Maxime terkekeh kecil.


*


Saat makan malam, akhirnya Sky mau turun ke bawah dengan menggendong Winter, sementara kelima bayinya di gendong Keenan, Sergio, Aiden, Jonathan dan Nicholas.


"Aku jadi ingat Bumi kalau menggendong Summer," ucap Keenan lalu duduk bersama yang lain di meja makan.


"Sayang ..." Javier mengusap pundak Sky yang duduk di sampingnya.


"Dia tersenyum tadi," ucap Sky kepada Javier kala melihat Winter tersenyum ketika bermain dengannya tadi.


"Wahhh ... mom hebat, biasanya Winter susah tersenyum," ucap Miwa.


Bersambung