
Mereka makan di kantin bersama, setelah makan mereka membahas soal pernikahan Maxime dan Milan. Kantin sekolah dijaga ketat oleh anak buah Yakuza dan Antraxs agar tidak ada murid dan pihak sekolah yang masuk ke kantin.
Mereka membahas tentang tema seperti apa yang Milan inginkan untuk pernikahan nya, membahas tentang gaun pengantin, cincin, tamu undangan yang akan hadir sampai honeymoon.
Milan menelan salivanya susah payah, karena setiap ide yang keluarga dari keluarga besar Maxime terkesan glamour dan mewah. Milan hanya mengatakan ia ingin pernikahan nya banyak bunga, walaupun tomboy ia ingin merasakan satu hari menjadi perempuan feminim dengan gaun pengantin dan tempat yang di penuhi bunga warna-warni.
Mereka semua setuju dengan keinginan Milan, Miwa sendiri berbisik kepada Arsen meminta menikah di hari dan tanggal yang sama dengan Milan, tapi tentu saja Arsen menolak.
"Boo, sekarang saja kita beritahu mereka tentang hubungan kita, agar kita bisa menikah di hari yang sama dengan Kak Maxi, jadi ada dua pengantin nanti. Lucu kan?" bisik Miwa pelan kepada Arsen.
Arsen berdecak kemudian berbisik kepada Miwa. "Satu Ratu satu hari, biarkan Milan dulu yang menjadi Ratu di pernikahan nya, kau nanti saja."
Miwa menekuk wajahnya kemudian Sekretaris Han berdehem menatap Miwa dan Arsen hanya untuk menyuruh mereka menjaga sikap di depan Sky dan yang lain yang belum tahu tentang hubungan mereka.
Sontak Arsen dan Miwa pun kembali menjaga sikapnya dengan mendengarkan Javier yang kini sedang berbicara.
"Pernikahan akan di gelar besok, tamu undangan yang hadir hanya rekan bisnis saja dan teman-teman terdekat Milan. Si tukang ngompol itu jangan lupa pakai pampers kalau nanti datang," ucap Javier.
Milan melebarkan matanya mendongak menatap Javier kemudian Maxime. Bagaimana bisa persiapan pernikahan disiapkan hanya dalam waktu semalam saja.
"Milan kau pasti heran bagaimana bisa pernikahan disiapkan dalam waktu semalam, bukan?" tanya Keenan yang dijawab anggukan dari Milan.
"Coba kau minta Maxime membuatkanmu seribu candi dalam satu malam, dia juga pasti bisa!" lanjut Keenan.
"Kau pikir Milan Roro Jonggrang minta dibuatkan seribu candi!" pekik Sergio.
"Ya, dan Maxime si Bandung Bondowoso," kata Philip tersenyum menoleh ke arah Maxime.
"Dan kita Jin nya!" Sambung Jonathan yang membuat mereka meledakkan tawa nya keras.
Kecuali Javier, Sekretaris Han, Thomas dan para istri mereka hanya memasang wajah datar karena tidak mengerti kemana arah pembicaraan Keenan dan yang lain. Arsen dan Miwa bahkan hanya bisa saling menoleh bingung, Maxime hanya menggelengkan kepala sementara Milan tersenyum karena ia tahu cerita tentang Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso itu.
Tawa Keenan dan yang lain memudar perlahan ketika mendapati yang lain memasang wajah datar. Kemudian Aiden menghembuskan nafas.
"Mau bagaimana lagi, hidup mereka terlalu serius," sambung Nicholas.
"Hidup kami yang terlalu serius atau hidup kalian yang terlalu gila?" tanya Sekretaris Han.
Athes hendak menjawab tapi Javier malah mendahuluinya berbicara. "Sudah-sudah, lebih baik kita urus pernikahan Maxime dan Milan. Setelah pulang dari sini, kalian bantu yang lain menyiapkan acara pernikahan putraku!" titah Javier kepada Keenan dan yang lain.
Javier pun beranjak dari duduknya diikuti yang lain. Sekarang yang tersisa di kantin hanya Keenan, Philip dan Athes and the geng saja.
Philip menghembuskan nafas melihat kepergian Javier dan yang lain. "Selera humor mereka rendah tapi selera menyuruh-nyuruh orangnya sangat tinggi."
"Untung dibayar, kalau tidak mana mau aku!" sambung Jonathan.
"Sudahlah, kita cari bunga yang banyak dulu." Keenan beranjak dari duduknya berjalan meninggalkan kantin.
"Bunga di kuburan saja bagaimana?" teriak Aiden.
"Boleh, besoknya kau yang di kubur!" sahut Athes lalu beranjak dari duduknya mengikuti Keenan.
*
Malam hari semua orang sibuk, para Chef yang ada di mansion Javier di buat sangat sibuk karena harus menyiapkan makanan dengan jumlah yang sangat besar untuk acara besok. Bisa saja mereka memesan makanan untuk para tamu, tapi sekali lagi mereka tidak percaya dengan makanan dari luar.
Para istri seperti Sky, Liana, Kara dan juga sang Nenek Rania sibuk memilah-milah gaun yang akan di kenakan besok. Xander santai menyeruput kopi di kursi.
Keenan dan yang lain selain sibuk membantu juga sibuk menghubungi para istri dan anak-anak mereka agar hadir di pesta besok.
Milan sibuk menelpon geng ikan lele untuk hadir di pernikahannya. Dan juga tak lupa memberitahu Sani, Rio dan Melisa. Keluarganya di boleh kan datang oleh Maxime.
Sebenarnya acara pernikahan ini seharusnya di gelar ketika ada pengumuman kelulusan dari sekolah tapi Maxime meminta di percepat, toh Milan sudah pasti lulus dari sekolahnya.
Bersambung