The Devil's Touch

The Devil's Touch
#116



Arsen biasanya membawa mobil sendiri ke perusahaan tapi kini Arsen dan Maxime duduk di belakang dengan satu supir di balik kemudi.


Satpam berlari tergopoh-gopoh kala melihat mobil berhenti di depan nya. Ia lebih panik dari yang lain kala identitas Maxime sebagai pemimpin De Willson terbongkar, pasalnya dirinya pernah bersikap tidak sopan kepada pria itu saat Maxime pura-pura menjadi pengantar makanan.


Di saat membuka pintu mobil jantungnya seakan berdebar kencang karena mata Maxime langsung menatap ke arahnya.


"Se-selamat pagi Tuan ..." satpam itu segera membungkukan badan nya.


Maxime keluar dari mobil dengan Arsen yang juga keluar di bukakan pintu oleh supirnya.


Ketika memasuki pintu utama semua karyawan nya langsung membungkukan badan tanda hormat. Arsen menyuruh semua karyawan untuk berkumpul menyambut kedatangan Maxime.


Maxime yang mengenalkan stelan jas hitam lengkap berjalan dengan elegan melewati mereka semua dengan Arsen di sampingnya.


Mereka baru percaya kalau Maxime lah pemimpin De Willson group, rahangnya yang tegas, perawakan nya yang dingin seakan menghipnotis mereka untuk tetap membungkukan badan sebelum Maxime masuk ke dalam lift.


Pintu lift terbuka, Arsen dan Maxime masuk ke dalam dan menekan tombol di sana, lift pun perlahan tertutup membuat para karyawan bisa menarik tubuhnya kembali seraya menghembuskan nafas lega.


"Astaga ... jantungku seakan mau berhenti. Kenapa aku takut sekali dengan Tuan Maxime ya," ucap salah seorang perempuan di sana.


Beberapa orang kembali ke tempat kerja nya dan beberapa lagi masih sibuk mengobrol.


"Bukan kau saja, aku juga! dia seperti tidak bisa tersenyum kau tau. Bibirnya seperti di takdirkan untuk datar saja!!"


"Hei, berani sekali kalian ini membicarakan Tuan Maxime!! di pecat baru tau rasa kalian!!"


Salah satu perempuan di antara mereka berbicara pelan sedikit berbisik.


"Tapi kalian tau, gadis yang ada di video saat itu. Kasian sekali dia karena di perk*sa oleh Tuan Maxime. Dan lagi rumor nya dia juga masih sekolah. Astagaa pasti hidupnya menderita sekarang karena Tuan Maxime hanya memperk*sa nya tanpa menikahi nya."


"Pria kaya raya pasti hanya membutuhkan ranjang saja, bukan pernikahan. Wajar kalau Tuan Maxime melakukan hal gila seperti itu," sahut teman nya.


Mereka tidak tahu hubungan Maxime dan Milan yang sebenarnya, hanya melihat sepenggal video yang viral hari itu mereka berpikir Milan menjadi korban yang tidak di berikan tanggung jawab oleh Maxime.


"Eh kalian ingat Sekretaris Tuan Arsen?"


"Namanya ... Miwa. Ya, dia juga kan kembaran Tuan Maxime."


"Iya juga ya, jadi selama ini kita sering menggosipkan kembaran Tuan Maxime dong?! mampus kita kalau dia tau!!"


Suara ponsel salah satu perempuan itu berbunyi. "Sebentar ada yang menelponku."


"Ih nomor siapa ini," gumam perempuan tersebut lalu mengangkat panggilan dari nomor yang tidak di kenal itu.


"Hallo ..."


"Berani sekali kau membicarakan ku!!"


Mata perempuan itu membulat sempurna mendengar suara pria yang terdengar menyeramkan. Ia menelan saliva nya susah payah. Teman-teman nya kebingungan melihat sikap perempuan itu.


"Sekali lagi berani berbicara sembarangan. Kalian di pecat!!"


Panggilan di matikan meninggalkan perempuan yang masih shock dengan suara tersebut. Mirip dengan suara Maxime di video yang viral beberapa hari lalu.


"Ada apa?"


"Kau kenapa?


Teman-teman nya di buat penasaran, apalagi perempuan itu masih diam.


"Mati kita ..." sahut si perempuan itu pelan. "Mati kita ... sudah cepat bekerja!!"


Perempuan itu berlari terbirit-birit ke tempat kerja nya tanpa memberikan penjelasan apapun kepada teman-teman nya.


Semua teman nya itu hanya menggaruk kepala bingung, ada apa sebenarnya. Tapi mereka pun memilih kembali ke tempat kerja dan akan menanyakan siapa yang menelpon teman nya saat jam istirahat nanti saja.


*


Miwa berjalan di lorong sendirian, dari awal ia masuk gerbang semua sorot mata murid SMA Ganesha tertuju ke arahnya. Ada yang menatapnya tajam, ada yang menatapnya dengan tatapan tak suka, ada yang membicarakan dia terang-terangan juga seperti sekarang. Dan mereka yang membicarakan Milan para siswi dari kelas sebelah sementara murid laki-laki yang ada di lorong hanya menatapnya dengan tatapan tidak suka.


"Kalau aku sih sudah malu dan tidak mau masuk sekolah karena aib ku terbongkar!"


"Ih gimana ya reaksi orang tuanya melihat video itu!! pasti memalukan!!"


"Tidak punya malu!!"


"Urat malu nya sudah putus!!"


"Kasian sekali, hanya di cicipi tanpa di nikahi."


"Mirip dengan jal*ng kalau begitu hahaha."


Milan mendengus mendengar pembicaraan mereka yang ia yakin sedang menghina nya.


Milan pun berbalik menatap mereka yang membicarakan dirinya di belakang.


"Kalian bicara apa?!!" sentak Milan.


"Lah, kau kenapa Milan. Tersindir?"


Tiba-tiba Shalma datang menghampiri Milan seraya berteriak.


"HELLO JAL*NG!! KASIAN SEKALI MAHKOTAMU SUDAH DI REBUT!!"


Milan mengepalkan tangan melihat Shalma yang kini berjalan ke arahnya dengan tangan bersedekap dada seraya menarik ujung bibirnya tersenyum.


"DIAM KAU SHALMA!!" teriak Milan.


Shalma pun berhenti di depan Milan menatap gadis itu dari ujung rambut sampai ujung kaki.


"Tubuh yang sudah ternodai." kata Shalma seraya bergidik jijik melihat tubuh Milan.


Milan yang geram pun menampar keras pipi Shalma membuat Shalma shock dengan serangan dadakan dari Milan.


Shalma memegang pipinya seraya menggertakan giginya marah. "Kau ..."


"BERHENTI!!"


Teriakan seorang perempuan membuat tangan Shalma yang hendak menampar Milan mematung di udara.


Semua orang menoleh ke belakang dan terbelalak kala melihat perempuan berjalan elegan bak seorang model hebat dengan heels tinggi dengan kemeja coklat dan rok hitam melekat di tubuhnya. Rambutnya di gerai indah dengan polesan make up yang membuatnya semakin cantik. Dia Miwa Louisa De Willson ... guru BP baru di SMA Ganesha.


Janji Maxime memberikan adiknya ini pekerjaan terkabul sudah, di keluarkan dari perusahaan malah di suruh jadi guru BP di SMA Ganesha.


Menurut Maxime, Miwa yang cerewet cocok menangani siswa nakal di SMA Ganesha. Mungkin Milan salah satunya nanti.


#Bersambung