The Devil's Touch

The Devil's Touch
#22



Empat mobil memasuki kawasan De Willson group dengan mobil ferrari silver dengan plat nomor JVR di tengahnya membuat satpam dan para karyawan kompak membulatkan mata.


Mereka tahu betul mobil siapa itu, satpam yang berjaga segera berjalan tergopoh-gopoh menghampiri mobil ferarri tersebut lalu membungkukan badan kala Javier dan Sky keluar dari mobil itu.


Para karyawan yang mengintip di balik jendela pun saling berdempetan, setelah bertahun-tahun akhirnya mereka kembali melihat Tuan besar mereka.


Bukan hanya Maxime yang jarang ke perusahaan De Willson group, tapi Javier juga. Anggap saja mereka menyusahkan hidup Arsen di kantor tapi sebenarnya tidak, mereka yang jarang terlihat justru mereka yang paling bekerja keras di belakang perusahaan.


Arsen hanya sebagai perantara, tetap semua keputusan dan proses kemajuan De Willson berada di tangan sang pemimpin, Maxime Louis De Willson.


Yang lain pun ikut keluar dari mobil, mereka berjalan dengan Sky yang menggandeng tang sang suami, Javier. Di belakangnya Sekretaris Han dan Kara, lalu Thomas dan Liana. Xander tampak jalan berdua bersama Rania.


Sisa nya para antek-antek mereka berjalan di belakang Xander.


Mereka berjalan begitu elegan membuat para karyawan membungkukan badan seketika dan tak berani mengangkat tubuh mereka kala Tuan besar dan Nyonya besar belum hilang dari pandangan mereka.


Perkara anak babi sial*n membuat Javier dan yang lain sampai harus datang ke perusahaan untuk menemui Arsen.


Semua karyawan menatap heran kedatangan mereka yang datang secara tiba-tiba. Kalau saja mereka tahu tujuan Javier datang untuk meluruskan isu putra nya yang memelihara anak babi mungkin mereka akan tertawa keras karena hal bod*h itu.


Dan salahkan saja, Philip.


Mereka masuk ke dalam lift khusus petinggi perusahaan. Setelah pintu lift tertutup kompak semua karyawan mengangkat tubuh mereka seraya menghembuskan nafas lega.


"Astagaaa ... ada apa ini, kenapa Tuan Javier mendadak datang ke sini?"


"Apa ada hal darurat yang terjadi dengan perusahaan?"


"Tapi seingatku tidak ada hal buruk terjadi dengan perusahaan."


"Hei apa kalian mengenal orang-orang di belakang Tuan Xander dan Nyonya Rania?"


"Tentu saja, mereka semua uncle nya Tuan Maxime."


"Benarkah? semuanya?"


"Iya."


"Huhh ... aku kira ada salah satu yang tidak kalian kenal, aku berpikir ada Tuan Maxime di tengah-tengah mereka tadi."


"Apa kau gila, bagaimana Tuan Maxime bisa setua mereka?! Tuan Maxime kan masih muda dan tampan!!"


"Eh iya juga hehehe."


Seperti itulah mereka menggosipkan kedatangan Javier dan yang lain ke perusahaan. Obrolan mereka selalu mengarah kepada Maxime, karena mereka belum pernah bertemu dengan Tuan nya selama bekerja di perusahaan De Willson group.


*


Tok Tok Tok


"Masuk!" teriak Arsen di dalam sana yang sedang sibuk bermain game di ponsel.


Pintu pun terbuka dan Arsen terbelalak seketika sampai berdiri dari duduknya.


"Daddy ..."


Mata Arsen pun bergerak menatap satu-persatu manusia yang tiba-tiba datang ke kantornya. Formasi Javier lengkap semua sampai Athes and the geng pun ikut.


"I-ini ada apa?" tanya Arsen.


Javier berjalan dengan raut wajah tajam menghampiri Arsen. Arsen yang bingung hanya bisa mundur selangkah demi selangkah.


"Daddy Avier ... ada apa ini?" tanya Arsen seraya menoleh menatap Sang Ayah, Sekretaris Han dan yang lain. Mereka semua pun tampak serius.


Javier berhenti tepat di depan Arsen lalu memegang pundak pria itu dan berbicara penuh penekanan.


"Dimana anak babi itu?!!"


"A-anak babi? anak babi yang mana?"


"Philip melihat anak babi di petshop Maxime, apa itu benar Arsen?" tanya Javier.


*


Maxime santai merokok di depan gudang dengan duduk santai menyenderkan punggung nya ke tembok gudang. Pria itu belum kembali ke petshop karena menunggu Milan pulang sekolah untuk membelikan sepatu baru.


Tapi tiba-tiba ponselnya berdering dengan nama Arsen tertera di sana.


Seketika ia duduk tegak lalu membuang puntung rokok dan menginjaknya sebelum mengangkat telpon dari Arsen.


"Ada apa?" tanya Maxime.


"Max ... kau masih di kedai Cici Sani, bukan? bagaimana, apa vitamin nya sudah ada? kalau sudah, cepat kembalilah ke petshop."


Maxime mengerutkan dahi nya bingung, apa yang di bicarakan Arsen kenapa tidak nyambung sama sekali.


"Kau ini bicara apa?!!"


"Oh baiklah, aku akan mengatakan nya kepada Daddy Avier."


Dan panggilan pun di akhiri, Maxime menatap ponselnya dengan dahi mengkerut, apa Arsen terkena virus gila dari uncle nya.


Arsen menggoyang-goyangkan ponselnya di udara seraya menatap Javier dan yang lain yang sedang duduk di sofa.


"Max akan segera kembali ke petshop. Jadi kalian bisa pulang dari sini."


"Anak itu ... bagaimana bisa dia mengangkat telpon darimu tapi mengabaikan telpon dari Ayahnya sendiri!" kesal Javier.


Sebelum mereka semua berangkat ke petshop, Javier dan Sky sudah menelpon Maxime terlebih dahulu tapi tidak di angkat sama sekali.


"Kau tidak di anggap ayah," ucap Liana.


"Ya, tidak biasanya Maxi mengabaikan telpon darimu, sepertinya sekarang ada hal yang lebih penting darimu Javier." Kara ikut mengolok-ngolok.


Athes and the geng saling melirik satu sama lain, pikiran mereka tertuju ke arah gadis yang berada di petshop hari itu.


"Aku yang paling penting untuknya," sahut Sky. "Karena aku Ibunya!"


"Dia paling dekat denganku!" ucap Javier.


"Tapi dulu dia lebih sering datang kepada kami, bukan kepadamu," sahut Jonathan yang di sambut anggukan dari Athes and the geng.


"Dia datang kepada kalian karena kalian sasaran bullyan yang tepat untuknya!" ucap Thomas.


"Ya, kalian seharusnya sudah mati di makan Glory dan Gery dulu!" tutur Sekretaris Han yang sedang menyenderkan kepala nya di pundak Kara.


"Seandainya kalian mati, kalian tidak akan mengekori ku kemanapun aku pergi!" kesal Javier.


"Kalian seperti tidak suka dengan kehadiran kami!!" sahut Keenan.


"Memang!!" sahut Javier, Thomas dan Sekretaris Han bersamaan.


Rania berdecak seraya menggeleng. "Cukup, kalian ini sudah tua. Kenapa masih suka bertengkar astagaaa!!"


"Kita lebih tua dari mereka!" bisik Xander.


Arsen tetap berdiri seraya mendesis kenapa jadi meributkan Maxime, pria itu menggaruk kepala nya dan memilih kembali ke tempat duduknya membuka laptop dan pura-pura sibuk saja dari pada harus bergabung bersama yang lain.


Sementara itu Maxime sedang mengendarai mobil ke petshop miliknya, setelah Arsen menelpon dengan bicaranya yang tidak nyambung Maxime sudah bisa menebak apa yang terjadi.


Apalagi tadi Arsen menyebut Daddy Javier dan petshop. Itu artinya Javier kemungkinan akan datang ke petshopnya, gawat karena ada baju Milan di sana.


Bersambung