The Devil's Touch

The Devil's Touch
#81



"Apa ada gadis di petshop Maxime?" tanya Javier kepada geng Keenan yang berkumpul di ruang keluarga.


Bukan hanya mereka, Sekretaris Han dan Thomas pun ikut bergabung bersama yang lain.


Keenan dan yang lain sontak menggelengkan kepala.


"Jangan bohong!" hardik Sky.


"Kami sudah jujur," sahut Keenan.


"Apa yang Maxi berikan kepadamu?" sambung Sekretaris Han.


"Dia tidak memberikan apapun. Lagipula untuk apa!" Sahut Philip.


"Pantas saja kalian suka sekali belanja tidak jelas dan membeli mobil baru." Thomas ikut menimbrung.


"Kita membeli dengan uang sendiri," sambung Jonathan.


"Kalau kalian tidak jujur, nasib kalian akan sama dengan para anak buah Yakuza yang lain! keluar dari mansion ini dan jadi anak buah Yakuza yang tinggal di ruang bawah tanah lagi!" hardik Javier geram.


"Ya, aku setuju," sambung Liana.


Keenan menghela nafas. Dia sedang memikirkan apa hidup nya akan baik-baik saja kalau menceritakan semuanya tentang Milan dan Maxime kepada Javier.


Tapi di sisi lain kalau ketahuan berbohong ia juga akan mati di tangan Javier. Apa yang harus ia lakukan sekarang.


"Keenan!" panggil Javier penuh penekanan.


Keenan yang tadi menunduk pun mendongak menatap Javier.


"Kau mau jujur atau aku akan menghukum mu?!"


Keenan pun menoleh kepada adiknya, Kara. Seakan ia meminta bantuan kepada Kara.


"Maaf, kak. Tapi kalau soal ini aku tidak ikut campur!" ucap Kara menaikkan kedua bahu nya.


Keenan berdecak lalu kembali menatap Javier.


"Apa jaminan aku dan yang lain akan hidup baik-baik saja kalau kami jujur denganmu?"


"Apa kau takut denga Maxi?" tanya Sky.


"Tentu saja," sahut Philip. "Kalau marah dia kan seperti devil!"


"Kalau takut jangan membangunkan devil," sambung Liana. "Seharusnya kalian menurut saja dengan Javier! bukan berbohong seperti ini!!"


"Oke ... Oke ... Aku akan jujur!" Keenan setengah berteriak. Athes and the geng dan Philip pun menoleh seakan bertanya apa Keenan yakin dengan keputusan nya.


"Namanya Milan ... dia siswi SMA Ganesha dan tinggal di petshop Maxime karena kedua orang tua nya mengusir nya."


Semua orang pun terbelalak dengan ucapan Keenan kecuali Athes and the geng dan Philip yang sudah tahu soal Milan dari awal.


"Dan Maxime mencintai gadis itu ... tapi gadis itu sepertinya tidak. Itu sebabnya dia tidak memberitahu kalian, karena menunggu Milan mencintainya dulu!"


"Kau tidak bohong?" tanya Javier.


"Aku jujur salah, aku bohong juga salah!" sahut Keenan dengan malas.


"Kisah cinta Maxime sama denganmu Javier, Sky juga dulu tidak mencintaimu," ucap Liana.


"Kau yang lebih mencintaiku," hardik Sky.


Javier tersenyum. "Iya sayang aku lebih mencintaimu ..." Javier mengalah saja lah dari pada bertengkar.


"Sekarang, ayo kita ke petshop Maxime!" Javier beranjak dari duduknya.


"Ja-jangan sekarang!" Keenan menghalau Javier di ikuti Athes dan yang lain.


"Kenapa? aku ingin bertemu calon mantuku," ucap Sky.


"Aku kan sudah bilang, Milan belum mencintai Maxime. Tunggu lah sebentar sampai gadis itu bisa menerima anakmu," sahut Keenan.


Sebenarnya itu hanya alibi Keenan saja agar Javier dan Sky tidak bertemu dengan Maxime dan Milan. Keenan menyelamatkan diri dari Maxime kemurkaan Maxime.


"Memangnya kenapa gadis itu tidak menerima Maxime?" tanya Kara.


"Jelas tidak mau lah, anakmu kan mafia. Memang semua perempuan mau dengan mafia," sahut Philip.


"Aneh, padahal dulu aku sangat ingin menikah dengan Mafia. Dan aku berhasil mendapatkan nya, iya kan sayang?" Liana tersenyum kepada Thomas.


Thomas hanya mengangguk seraya tersenyum.


"Keenan bilang gadis itu masih sekolah. Wajar lah menolak," sambung Kara.


Javier berdecak dan ia pun kembali duduk bersama Sky.


"Sudahlah, biarkan ini menjadi urusan Maxime dulu. Aku yakin Arsen juga terlibat dalam hubungan Maxime dan gadis itu," ucap Sekretaris Han.


Mendengar nama Arsen, Athes and the geng saling menoleh. Tiba-tiba mereka juga ingat hubungan Arsen dan Miwa. Mereka memang hebat, mengetahui rahasia yang bahkan orang tua nya saja tidak tahu.


"Kenapa kalian?" tanya Thomas.


"Tidak," sahut Samuel.


"Ada rahasia lain?" tanya Kara.


Mereka menggeleng. "Tidak, tidak ada."


Thomas dan Sekretaris Han saling menoleh curiga.


"Miwa ..." Sekretaris Han menggantung kalimatnya. "Apa Miwa benar-benar ingin menjadi sekretaris?"


Athes and the geng, Keenan dan Philip pun spontan menoleh kepada Sekretaris Han. Kenapa Sekretaris Han sekarang terlihat curiga dengan Miwa.


"Apa maksudmu?" tanya Javier.


"Bisa saja putrimu itu sedang mendekati seseorang di perusahaan. Makannya dia ingin menjadi sekretaris di sana." Sekretaris Han menjelaskan.


Javier menghela nafas lalu menoleh kepada Sky. "Sayang, kenapa si kembar banyak merahasiakan sesuatu dari kita?"


"Apa yang di katakan Kak Han-Han, belum tentu benar soal Miwa. Selidiki saja lagi," sahut Sky.


"Ya, kau kan pilih-pilih soal menantu pria untuk Miwa. Sama seperti Maxime!" sambung Thomas.


"Putriku harus mendapatkan pria yang baik dan bisa menjaga nya. Kalau Maxime aku tidak perduli gadis seperti apa yang dia suka!"


Bersambung