
Mobil Maxime memasuki halaman Javier De Willson. Ia keluar dari mobil dengan kemeja dan jas rapih, di jalan tadi ia sudah mengganti seragam nya dengan pakaian lebih formal karena akan bertemu dengan seseorang, entah siapa yang di maksud sang Ayah.
Dan beberapa pelayan menyambutnya di depan seraya membungkukan badan.
Maxime melengos begitu saja melewati mereka dan berjalan cepat ke ruang tamu.
"Maxime ..." panggil Javier.
Maxime melihat ada rekan kerja nya yaitu William O'brien bersama istri dan anaknya Daniel O'brien.
Bukan hanya ada Javier di sana, melainkan Sekretaris Han, Sky, Liana, Xander dan Rania pun ikut duduk di ruang tamu.
Mereka saling berjabat tangan bersama Maxime lalu duduk bersama. Dan tak lama kemudian Arsen datang bersama Miwa.
Miwa duduk di samping Maxime dan Arsen duduk di samping sang Ayah Sekretaris Han.
"Kak dia siapa?" bisik Miwa kepada Maxime.
"Jodohmu," sahut Maxime membuat Miwa membulatkan mata.
Maxime sebenarnya asal menebak saja, karena untuk apa William membawa istri dan anaknya kalau bukan untuk masalah perjodohan. Soal bisnis tidak mungkin sampai membawa istrinya.
"Kak aku tidak mau menikah dengan dia!" bisik Miwa lagi.
"Ssttt ... diam dan duduk saja!" sahut Maxime.
"Miwa ..." panggil Javier.
"Iya, Dad?" Miwa tiba-tiba memegang tangan Maxime seakan meminta pertolongan kakak nya itu, Arsen melihat Miwa mengenggam tangan Maxime.
"Begini, Daddy akan menjodohkan mu dengan--"
"Tidak, Dad. Aku tidak mau!!" sentak Miwa membuat semua orang sontak melebarkan mata mendengar Miwa berteriak.
"Miwa!!" ucap Javier penuh penekanan seakan memperingati Miwa untuk bersikap sopan.
Nyonya William menyikut lengan suaminya melihat sikap perempuan yang akan di jodohkan dengan putra nya, Daniel.
Dan Tuan William hanya meminta istrinya memaklumi sikap Miwa.
"Kak ... kakak ..." Miwa menoleh ke arah Maxime seraya memperkuat genggaman tangan kakaknya.
"Miwa ikut Daddy sebentar." Javier beranjak dari duduknya.
"Ikut dulu," bisik Maxime kepada Miwa.
Miwa menghela nafas lalu berjalan mengikuti Javier di belakang. Sky yang hendak berdiri di tahan oleh Maxime.
"Biar aku saja, Mom." Maxime pun mengikuti Ayah dan adiknya.
Sky berbicara sungkan kepada keluarga William. "Maaf atas sikap Miwa, dia mungkin terlalu kaget dengan perjodohan ini."
"Tidak apa, Nyonya De Willson," sahut Tuan William dengan tersenyum.
"Daddy aku tidak mau menikah dengan nya!!" ucap Miwa di yang kini berada di balkon bersama Javier.
Ayah dan anak itu saling berteriak dengan penuh kekesalan, Javier yang kesal karena Miwa menolak dan sebaliknya, perempuan itu kesal karena sang Ayah tidak memberitahu lebih dulu soal perjodohan ini.
"Miwa mau sampai kapan kau melajang seperti ini!! Dad tahu pria yang dulu mencintaimu itu mundur ketika tahu kau adik Maxime, tapi semua pria pilihanmu memang tidak baik!! Insting kakakmu tidak salah!!"
"Lalu apa Daddy berpikir Daniel pria yang baik untukku?!!"
"Ya!! dia baik untukmu Miwa!! dia rekan bisnis Kakak mu!!" sahut Javier.
"Tidak, aku tidak mau dengan dia!!" Miwa bersedekap dada seraya memalingkan wajahnya dari sang Ayah.
"Miwa!!" Javier membentak Miwa dan di saat bersamaan Maxime datang lalu duduk di sofa dan dengan santai nya menyalakan rokok dengan pemantik api.
Pria itu seakan bodo amat dengan Ayah dan adiknya yang sedang bertengkar. Miwa langsung duduk di samping Maxime seraya memeluk tangan kakaknya dan menekuk wajahnya ke arah Javier.
"Miwa, Dad belum selesai bicara!!"
"Sudahlah ..." sahut Maxime santai. "Sekeras apapun Daddy memaksa, Miwa tidak akan bisa menikah tanpa persetujuan dariku!!"
Maxime menoleh kepada Javier. "Aku tau, tapi kalau adikku tidak mau aku tidak akan memaksa!!"
"Dia akan tetap menikah!!" ucap Javier hendak menarik tangan Miwa tapi dengan cepat tangan nya di tahan Maxime.
Maxime menatap tajam sang Ayah dan berbicara penuh penekanan. "Kau akan menjadi musuhku kalau berani memaksa adikku seperti itu, Tuan Javier!!"
Mata Miwa dan Javier melebar sempurna seakan tak percaya putra nya berani menatap dirinya dengan tatapan permusuhan seperti itu. Dan lagi, Maxime memanggil dirinya dengan nama.
Javier langsung menepis tangan putra nya dengan kesal.
"Kalian benar-benar!!" pria paruh baya itu mengacak-ngacak rambutnya frustasi.
"Dad ayolah ... sudah tidak jaman perjodohan seperti ini!!" ucap Maxime kembali berbicara santai kepada sang Ayah.
"Iya, Dad. Daddy saja dulu tidak di jodohkan dengan Mommy," sambung Miwa yang semakin berani berbicara kepada Javier karena Maxime berada di pihaknya.
"Tidak di jodohkan, tapi menikah dengan cara licik!!" Maxime berkata seraya tertawa pelan dan terdengar meledek sang Ayah.
"Kau!!" tunjuk Javier tak terima. "Diam kau!!"
Maxime menarik ujung bibirnya tersenyum lalu merangkul sang adik.
"Ayo kita pulang, Miw."
"Ayo, Kak." Miwa tersenyum menang ke arah Javier.
Maxime berjalan masuk ke dalam mansion seraya merangkul Miwa meninggalkan sang Ayah yang terlihat kesal dengan sikap anak kembarnya itu.
Sky berjalan dengan langkah cepat menghampiri kedua anaknya.
"Loh, kalian mau kemana?" tanya Sky.
"Mommy ..." Miwa memeluk Ibunya. "Aku merindukanmu, Mom."
Sky memukul pelan bahu Miwa. "Bohong sekali! merindukan Mom tapi jarang sekali datang ke sini!!"
Miwa terkekeh dan melepaskan pelukan nya. "Aku sibuk, Mom. Sibuk bekerja sekarang."
"Bekerja baru satu hari sudah bilang sibuk?!"
"Sudah-sudah, Aku dan Miwa mau pulang mom," ucap Maxime.
"Loh, perjodohan ini bagaimana?"
"Tidak ada yang bisa menjodohkan adikku tanpa persetujuan dariku, Mommy," sahut Maxime membuat Sky menghela nafas.
"Lihat, ucapan Mommy benar perjodohan ini pasti gagal. Daddy mu yang terus memaksa dan tidak percaya dengan ucapan Mommy!!"
Sky meraup kedua pipi Miwa. "Dan kau ... kalau tidak mau di jodohkan lagi, segeralah mencari pria. Kau itu perempuan, berbeda dengan kakakmu. Bagaimana kalau tidak ada yang mau dengan perempuan tua nanti."
Miwa menekuh wajahnya seraya melepaskan tangan Sky dari wajahnya. "Ih mommy kenapa meledek ku seperti itu, walaupun tua aku tetap cantik. Lagi pula aku sudah menemukan pria yang berani menghadapi Kak Maxime."
"Siapa?" tanya Maxime dan Sky bersamaan.
"Ada dehh ... aku akan mengenalkan pria itu kalau dia sudah mencintaiku, oke." sahut Miwa menoleh bergantian Kakak dan Ibunya seraya tersenyum.
"Cih, jadi dia tidak mencintaimu," sahut Maxime.
"Dia sedikit sulit di taklukan, tapi aku akan berusaha!!" ucap Miwa menyemangati dirinya sendiri.
"Terserah kau saja, asal pria itu bukan Arsen!!" sahut Maxime seraya melengos meninggalkan Sky dan Miwa.
"Aku curiga Kak Maxi diam-diam jadi dukun, kenapa tebakan nya selalu benar," batin Miwa menatap kepergian Maxime.
"Tidak mungkin Arsen lah, kalian kan adik kakak, iya kan Miwa?" tanya Sky.
"I-iya Mom." Miwa memaksakan tersenyum.
Sekarang ia khawatir kalau Maxime tahu dirinya akan mengejar Arsen.
Bersambung