The Devil's Touch

The Devil's Touch
#107



Sky turun dari helicopter dengan tangga gantung, kakinya turun perlahan di ikuti Javier, Sekretaris Han dan Thomas.


Mobil Maxime dan Athes and the geng sampai lebih dulu ke gudang membuat mereka tidak tahu sama sekali jika isi di salah satu mobil tersebut ada Zivania, karena helicopters datang setelah mereka semua masuk gudang.


Sky berjalan cepat ke dalam gudang di ikuti Javier dan yang lain di belakangnya.


Ia benar-benar di buat terkejut dengan teriakan Philip dan kita masuk Sky semakin terbelalak melihat Zivania dan Jack duduk di kursi dengan tangan di ikat ke belakang, ia menoleh ke kaki Jack yang mengeluarkan darah. Dan Aron terlihat di gendong oleh Nicholas.


"A-ada apa ini? kenapa dia ..." Sky menatap Zivania. Javier, Thomas dan Sekretaris Han tak kalah terkejut melihat Zivania di ikat.


"Hallo pelakor ... lama tidak bertemu," ucap Zivania dengan tersenyum kecut.


"Ada apa ini Max?" tanya Sky kini kepada Maxime.


"Mantan Daddy membuat ulah," sahut Maxime.


Sky kini menoleh ke arah Jack.


"Dan Jack di peralat untuk balas dendam oleh si nenek tua ini," sambung Arsen.


"Zivania!! kau menganggu keluargaku!!" sentak Javier.


"Bukan aku, tapi Sky yang menganggu hidup kita!!" sahut Zivania.


Javier hanya bisa menggeleng, sudah tua seperti ini masih saja perempuan itu belum bisa melupakan nya.


Jack hanya bisa meringis menahan sakit di kakinya lalu menoleh tajam kepada Maxime yang berdiri di sampingnya.


"Lepaskan aku kepar*t!!" teriaknya.


Maxime menoyor kepala Jack. "Diamlah, anak pungut!! seharusnya kau berterimakasih karena aku sedang membantu membongkar identitas aslimu yang bukan anak si nenek tua itu!!"


"Jangan bicara omong kosong anak sial*n!!" teriak Zivania kepada Maxime seraya terus memberontak berusaha melepaskan ikatan di tangan nya. Tapi itu sangat sulit sekali.


"Ibu ..." panggil Aron dengan sendu menatap Zivania.


Maxime hanya menoleh sesaat kepada Aron yang kini sedang menahan tangis nya. Di sampingnya ada Milan yang hanya bisa menunduk dengan satu tangan nya di genggam Maxime.


Sky menggertakan giginya kesal. "Berani sekali kau menganggu keluargaku, Zivania!!"


Di saat Sky hendak menampar Zivania, pundaknya di tahan oleh Javier. "Ini urusan Max!!"


"Tapi Maxi putraku," sahut Sky.


"Dad, benar. Ini urusanku Mom, Jack berkhianat karena perempuan tua itu." Maxime menoleh kepada Zivania.


Lalu dua orang perempuan datang di bawa oleh dua anak buah Maxime. Mereka berjalan tergopoh-gopoh karena usianya yang sudah lanjut.


Dua perempuan tua itu berhenti di depan Maxime lalu membungkukan badan sopan.


"Ada yang bisa kami bantu Tuan?" tanya salah satu dari dua perempuan tua itu.


Semua orang menoleh bingung, siapa dua perempuan itu. Dan kenapa mereka ada di sini.


Kecuali Zivania, perempuan itu tampak terkejut dengan kehadiran dua perempuan tua di depan Maxime.


"Siapa mereka?" bisik Jonathan kepada Aiden.


Aiden hanya mengangkat kedua bahu nya.


"Apa kalian mengenal perempuan ini?" Maxime mengulurkan tangan nya memperlihatkan foto Zivania saat masih muda.


Dua perempuan tua itu saling menoleh setelah menatap foto di tangan Maxime.


"Sepertinya kita kenal," sahut salah satu dari mereka.


Mereka berdua pun terlihat sedang mengingat-ngingat sampai akhirnya.


"Saya ingat, dia nona Zivania seorang model itu."


Maxime menarik ujung bibirnya tersenyum lalu menyimpan kembali ponselnya di saku.


"Apa dia pernah datang ke panti kalian?" tanya nya.


Mereka mengangguk. "Ya, dia mengadopsi satu anak laki-laki yang usianya baru satu bulan hari itu."


Sky menatap dua perempuan itu lalu beralih menatap Zivania yang terlihat menggeleng dengan wajah panik dan mata berkaca-kaca.


Setelah itu ada seorang pria tua yang ikut masuk ke gudang bersama satu anak buah Maxime. Mereka semua sontak menatap pria tua yang baru datang itu.


"Siapa lagi itu ..." gumam Athes.


Zivania semakin terbelalak melihat pria tersebut. Dan pria tua itu berdiri di samping dua perempuan tadi setelah membungkukan badan sopan kepada Maxime.


"Ceritakan semuanya," titah Maxime kepada pria itu.


"Dua puluh sembilan tahun yang lalu, saya di suruh oleh nona Zivania untuk membun*h orang tua yang mempunyai anak laki-laki ..."


"BOHONG ... DIA BOHONGG!!" teriak Zivania agar pria itu berhenti berbicara.


Arsen dengan cepat memperban mulut Zivania agar tidak bisa berteriak. Sementara Jack masih diam untuk mendengarkan cerita pria tua tersebut.


"Lanjutkan," titah Maxime.


"Se-setelah membunuhnya saya di suruh membawa anak laki-laki itu ke panti asuhan Bunda kasih, satu bulan bayi itu di panti Nona Zivania datang ke panti tersebut untuk mengadopsi bayi laki-laki yang orang tuanya saya bunuh ..."


Maxime terkekeh sinis. "Mantan pacar Daddy ku ini ingin terlihat dermawan sepertinya ..."


Sky dengan dada naik turun dan tangan mengepal ia menatap Zivania dengan tatapan permusuhan.


"Siapa nama bayi tersebut?" tanya Maxime.


"Nona Zivania memberi nama Jack untuk bayi itu saat di panti," sahut perempuan tua pemilik panti asuhan Bunda Kasih.


Mata Jack membulat sempurna mendengar cerita tersebut. Jadi itu kisahnya, dia bukan anak kandung Zivania dan juga orang tua kandungnya mati di bunuh oleh perempuan yang ia panggil Mom setiap hari.


Zivania sendiri mendidik Jack untuk masuk ke keluarga De Willson, ia tahu dirinya tidak punya kemampuan apapun dalam bela diri, membunuh orang tua Jack saja dengan memasukan racun ke minuman nya. Tapi keluarga De Willson tidak semudah itu di racuni. Jadi ia harus memperalat seseorang untuk membalaskan dendam nya.


Jack perlahan menoleh ke arah Zivania di sampingnya, tatapan nya seperti seekor macan yang hendak menerkam mangsa.


Ia menggertakkan giginya. "KAUUUU ...." teriaknya menggelegar membuat Zivania terlonjak kaget.


Maxime melihat itu hanya bisa menarik ujung bibirnya tersenyum.


#Bersambung