The Devil's Touch

The Devil's Touch
#108



Mereka semua menunggu di luar meninggalkan Maxime, Sky dan Jack di dalam gudang.


Jack mengatakan ingin membunuh Zivania dengan tangan nya sendiri sebagai bentuk balas dendam karena orang tua kandungnya di bunuh oleh perempuan itu.


Sky sebagai seseorang yang pernah bertengkar di masa lalu bersama Zivania tidak mau melewatkan kematian perempuan tua menyebalkan yang sudah menganggu keluarganya. Maxime ikut-ikutan saja hanya untuk menjaga Ibunya.


Mereka bertiga keluar setelah lima belas menit di dalam, terlihat Maxime sedang memapah Jack yang kesulitan berjalan. Maxime tahu ini semua tidak sepenuhnya salah Jack, Jack hanya alat yang di gunakan untuk Zivania balas dendam saja.


Arsen mengambil alih Jack dan Maxime berjalan menghampiri Milan yang hanya berdiri di samping Athes and the geng. Sementara Javier yang hendak memeluk Sky langsung di tepis oleh perempuan itu karena ia masih marah perihal anaknya yang mau di hukum, Thomas dan Sekretaris Han hanya tersenyum puas melihat itu.


"Kau baik-baik saja?" tanya nya seraya mengelus kepala Milan.


Milan mengangguk samar. "Terimakasih, sudah membantuku."


"Cih, formal sekali terimakasih mu itu," sahut Maxime dengan terkekeh pelan.


"Kakak ..."


Aron memanggil Jack, Jack tersenyum lalu mengambil Aron di gendongan Nicholas. Walaupun bukan adik kandungnya, Aron keluarga satu-satunya yang ia punya sekarang.


Sky diam-diam memperhatikan Maxime yang sedang merangkul Milan seraya berbisik kepada gadis itu, entah apa yang di katakan Maxime tapi yang jelas putranya itu terlihat tersenyum.


"Kira-kira apa yang di bisikan Maxi kepada gadis itu," bisik Javier kepada Sky.


Sky berdecak. "Jaga jarak denganku!!" ucapnya dengan ketus.


Javier hanya menghela nafas, yang lain pun tersenyum puas melihat Javier.


"Wihhh kayanya nanti malam ada yang tidur di luar nih," ledek Athes.


"Diam kau!!" sahut Javier.


Maxime hanya tersenyum melihat itu dan akhirnya mereka kembali ke mansion Maxime.


Di mobil Maxime sempat membuat video untuk membenarkan dirinya memperk*sa Milan. Ia tidak membantah hal tersebut, hanya meminta para warga bubar. Kalau tidak, ia mengancam hidup mereka semua yang demo akan di buat hancur, sehancur-hancurnya.


Ia juga meminta mereka untuk tidak lupa kalau dirinya bukan hanya pemimpin Yakuza yang berdiri dengan aturan tapi juga Antraxs yang bebas melakukan apapun tanpa batasan.


Maxime duduk di balik kemudi dengan Milan di sampingnya, di belakang Sky duduk berdua dengan Javier. Tapi mereka duduk berjauhan.


Milan menatap orang tua Maxime dari spion depan dan Sky pun menatap balik sampai mata mereka saling bertemu, karena merasa kikuk Milan lebih dulu memalingkan mata nya dan fokus kembali ke jalanan.


Beberapa menit kemudian Milan melihat lagi spion di depan, ia menggulum senyum di wajahnya kala melihat Javier sedang mencolek-colek tangan Sky dengan wajah memohon agar perempuan itu tidak marah lagi.


Sky mengerutkan dahi nya tidak suka dan memukul tangan Javier yang terus-menerus menyentuhnya.


Hal itu membuat Milan lagi-lagi tersenyum, menurutnya itu lucu.


"Jangan iri sayang, mereka tidak romantis sama sekali,'" ucap Maxime kepada Milan. Milan spontan memudarkan senyuman nya.


Sky dan Javier yang mendengar perkataan putranya menarik tubuhnya mendekati Milan.


Milan menoleh ke belakang dan dengan cepat mengangguk. "I-iya tante ..."


Sky mengulurkan tangan nya. "Aku Sky ... Ibunya Maxime."


"Calon mertuamu," sambung Javier.


Milan tersenyum kikuk lalu meraih tangan Sky untuk bersalaman. "Aku Milan tante, sekolah di SMA Ganesha."


"Tinggal di?" tanya Sky.


Milan hening sejenak, ia harus mengatakan apa. Dari dulu kan ia tinggal bersama Maxime.


Milan tampak berpikir tapi Maxime segera menjawab pertanyaan Ibunya itu.


"Tinggal bersamaku, Mom ..."


Sky mengangguk-ngangguk, Milan yang tidak enak berusaha menjelaskan.


"Se-sebenarnya saya ..."


"Ah tidak apa-apa, tinggal saja bersama Maxime. Tidak ada masalah." potong Sky dengan tersenyum ramah.


"Oh iya, sudah main kuda-kudaan kan. Anak kuda nya kapan keluar?" tanya Javier.


Milan menaikkan satu alisnya. "Hah?" ia tidak mengerti sama sekali dengan perkataan Javier.


Maxime berdecak. "Jangan berbicara yang aneh-aneh, Dad."


"Dad hanya bertanya. Sudah tidak tahan ingin menggendong cucu hehe."


"Cu-cucu?" tanya Milan.


Sky dan Javier pun mengangguk membuat Milan merasa benar-benar malu. Sekarang ia mengerti apa maksud dari kuda-kudaan itu.


Ia pikir orang tua Maxime seperti orang tua nya yang jutek dan galak. Ternyata mereka sangat ramah.


Mobil parkir di halaman depan mansion, suara helicopter menggema di atas. Miwa dan Xander turun perlahan dengan menggunakan tangga gantung.


"Mommm ..." teriak Miwa tepat ketika kaki nya menyentuh aspal.


Maxime dan yang lain keluar dari mobil dan Miwa pun segera menghampiri orang tua nya. Ia memeluk Sky. "Mom baik-baik saja?" tanya nya.


Sky mengangguk. "Mom baik-baik saja sayang ..."


Lalu Miwa memeluk Javier. "Aku menghargai mu sebagai seorang ayah Dad."


Javier mengacak-ngacak gemas rambut Miwa sampai perempuan itu protes minta di hentikan. Dan hal itu membuat Milan tersenyum iri karena Miwa bisa mendapatkan kedekatan bersama keluarganya seperti.itu.


#Bersambung