Painful Marriage

Painful Marriage
BAB 99



🌹HAPPY READING🌹


Mereka semua menoleh dan menatap tajam. Sela berdiri dan berjalan dengan wajah kesal mendekati Kenzo dan Zahra.


"Puas membuat adiknya?!" tanya Sela menatap tajam Kenzo dan Zahra dengan tangan di kedua pinggangnya.


DEG


Zahra terkejut begitu mendengar perkataan Sela. "Nak-"


"Cela malah cama Buna. Buna lupain Cela cetelah cama Ayah. Cela nggak mau cama Buna. Ayah juga, kenapa nggak bialin Buna kelual Kamal? Apa Ayah mau buat Buna pingcan? Apa Ayah mau buat Buna cakit kalena kelakuan buas Ayah? Ayah lebih lapal dali celigala!" ucap Sela dengan suara keras membuat mereka semua yang ada disana menganga tidak percaya dengan apa yang dikatakan gadis mungil itu.


Kenzo tersentak mendengar perkataan anaknya. Dia memandang Thomas yang nampak menampilkan senyum jahilnya disana. Lo ajarin anak gue yang nggak baik, Thomas. Batin Kenzo geram menatap Thomas. Sedangkan yang di tatap hanya tersenyum tanpa dosa.


Zahra bersimpuh menyamakan tinggi tubuhnya dengan Sela. Tangannya terulur mengusap lembut rambut Sela yang tidak tertutup hijabnya.


"Maafin Buna, ya Sayang," ucap Zahra menangis.


Sela hanya diam dengan tangan bersedekap dada dan kepala yang menoleh menghindari untuk melihat Zahra.


"Apa Bunda buat Zahra kesal?" tanya Zahra.


"CK, cangat kecal, Buna!" ucap Sela ketus.


"Jangan bicara dengan nada tinggi pada orang tua, Nak," ucap Zahra lembut sembari menasehati anaknya.


"Maaf, Buna. Tapi Cela kecal. Cela panggil-panggil Ayah dan Buna tapi tidak kelual-kelual dali kamal. Tenggolokan Cela cudah cakit, tapi Buna dan Ayah tetap ndak kelual," ucap Sela menunduk.


Zahra tersenyum. Setelah itu dia beralih menatap tajam Kenzo yang benar-benar membuatnya tak berdaya hingga subuh.


"Lepas kontrol, Sayang," ucap Kenzo tanpa dosa melihat tatapan Zahra.


"Bunda sama Ayah minta maaf ya, Nak," ucap Zahra kembali lembut pada Sela.


Buat Ayah kamu gila, Sela. Kata-kata Thomas terngiang di telinga Sela ketika sebuah ide terlintas dipikiran gadis kecil itu.


Sela mengangkat kepalanya. Anak itu menatap Zahra dan Kenzo bergantian. "Dengan catu cyalat," ucap Sela menunjukan satu jari telunjuknya pada Zahra dan Kenzo.


"Apa Nak?" ucap Zahra bertanya.


"Buna halus tidul cama Cela catu bulan."


"BIG NO!" jawab Kenzo spontan hingga membuat mereka semua yang ada disana tersentak kaget.


"Biasa aja, bangsul,"


"Biasa aja, dasar maniak!"


"Bangsat!"


Teriak Al, Thomas dan Aska ketika mendengar teriakan Kenzo sambil melempari lelaki itu dengan kulit kacang yang ada di meja tempat mereka duduk.


"Sampahnya!" ucap Dee memperingati mereka semua hingga membuat semuanya diam.


"Jangan satu bulan, Nak. Satu malam saja, ya," ucap Kenzo mencoba membujuk Sela.


"Mas!" peringat Zahra menatap tajam pada Kenzo.


Kenzo menghela nafas pasrah dan berjalan kesal menyusul yang lainya di kursi, meninggalkan Sela dan Zahra disana.


"Kapanpun mau tidur sama Bunda, pasti akan Bunda temani, Nak," ucap Zahra yang membuat Sela bersorak senang.


Zahra berdiri dan membimbing tangan mungil Sela untuk segera duduk menyusul yang lainnya.


Kina tersenyum jahil menatap Kakaknya itu saat melihat Zahra yang berjalan sedikit pelan. Zahra yang melihat itu hanya menunduk menyembunyikan wajah malunya dari semua orang. Sungguh, Kenzo benar-benar membuatnya ingin segera bersembunyi ke dasar laut.


.....


Ibra, Al, Kenzo, Thomas, Arman, Aska, Anggara dan Kevin saat ini sedang duduk bersama di ruang keluarga. Sedangkan para wanita pergi ke mall untuk belanja dan menghabiskan waktu bersama. Sekalian membawa si kecil Adam, Sela dan Shasa bermain di mall.


"Lo kasih apa gue kemarin?" tanya Kenzo menatap tajam pada Al dan Thomas.


"Jamu," jawab Al enteng.


"Gara-gara Lo gue nggak bisa nahan diri, bangsat!" ucap Kenzo kesal.


"Lo jangan sok-sokan kesal, Lo senang, kan," ucap Thomas menggoda Kenzo.


"Iya senang, tapi kasihan lihat Zahra yang tersiksa," jawab Kenzo ketus.


"Sudahlah, yang penting kamu sangat menikmati, Kenzo. Jangan munafik! Bikin malu!" ucap Anggara yang sejak tadi kesal dengan anaknya itu.


Kenzo mendengus kesal mendengar ucapan Anggara. Sungguh, dia tidak berniat melakukannya hingga subuh, tapi apa daya, jamu yang diberi Al dan Thomas membuatnya tidak bisa membuat hasratnya mengalah.


"Saatnya serius," ucap Ibra tegas yang sedari tadi hanya diam menyaksikan semuanya.


"Apa yang akan kita lakukan pada Sofia? Sudah terlalu lama kita menyekapnya. Akan lebih baik jika segera menyerahkannya kepada pihak yang berwajib," ucap Kevin memulai pembicaraan serius mereka.


"Tapi aku belum menghukumnya," ucap Kenzo tak terima mendengar penuturan Kevin yang akan menyerahkan Sofia ke kantor polisi.


"Tahan dulu, Vin. Kita harus beri hukuman yang setimpal. Perlakuan Sofia sudah sangat keterlaluan," ucap Ibra ikut menimpali perkataan Kevin.


Kevin menghela nafas dan mengangguk pasrah. "Lakukan apapun, tapi jangan lupakan bahwa kita manusia beradab," ucap Kevin yang disetujui oleh mereka semua.


"Keberadaan Sofia benar-benar membuat kacau semuanya. Dimulai dari rumah tanggaku, kehidupan anak-anakku, hingga kehadiran Zahra," ucap Ibra memandang lurus ke depan.


"Apa maksud Abi?" ucap Kenzo yang sepertinya tak terima dengan keberadaan Zahra.


"Andai Sofia tidak ada, mungkin Zahra juga tidak akan ada. Dan itu tidak akan menyebabkan aku berpisah dari anak dan istriku selama bertahun-tahun. Dan anakku juga tidak akan membenciku saat mengetahui bahwa aku punya anak dari wanita lain," jawab Ibra sendu menatap Al sakit mengingat bagaimana kelamnya masa lalu itu.


"Jangan lupakan kalau Lo yang membawa Sofia dalam kehidupan Lo, Ib," ucap Kevin menimpali.


"Ya, dan gue menyesal untuk itu, sangat," ucap Ibra menunduk meremas rambut yang sudah beruban itu dengan kedua tangannya.


"Zahra harus tahu semua ini," lanjut Ibra mengangkat kepalanya dan menatap mereka semua.


"Al tidak setuju, Abi."


"Kenzo juga."


"Kenapa? Cepat atau lambat, dia harus mengetahui semua ini," ucap Ibra kekeuh dengan apa yang dia sampaikan.


"Memberitahu ini semua pada Zahra sama saja memberi luka kepadanya, Abi. Sudah cukup rasanya segala penderitaan Zahra. Al tidak mau lagi melihat Zahra sedih, Abi," ucap Al yang tidak setuju dengan apa yang Ibra katakan.


"Tapi dia berhak mengetahui semuanya," ucap Ibra.


"Jangan, Ib," ucap Kevin menggeleng menatap Ibra.


"Memberitahu Zahra, sama saja menanam luka baru untuknya," lanjut Kevin mencoba menjelaskan pada Ibra.


Ibra mengusap wajahnya kasar. Apa yang harus dia lakukan sekarang. Jujur saja, hatinya masih sangat sakit saat ini. Ingin rasanya dia melempar semua yang ada di dekatnya saat ini juga.


"Kalau begitu kamu jaga jarak dengan Zahra, Al," ucap Ibra.


"Apa maksud Abi?" tanya Al tak terima.


"Zahra bukan adik kandung kamu. Dosa jika kamu dengan biasa saja memeluk atau menyentuhnya, Al. Ingat, dia bukan saudara sedarah mu," ucap Ibra.


"Abi, itu akan membuat Zahra-"


"Tapi dosa untuk kamu yang sudah mengetahui semuanya, Al," jawab Ibra cepat memotong perkataan Al.


"Abi, ingat! Yang menyakiti Abi itu Sofia, bukan Zahra istri Kenzo!" ucap Kenzo tegas yang tidak suka dengan apa yang Ibra katakan.


"Aku hanya menyampaikan apa yang harus dilakukan oleh Al, Kenzo," jawab Ibra.


"Tapi perkataan Abi seolah-olah menyalahkan Zahra. Seolah-olah Zahra adalah orang yang harus dijauhi disini," ucap Kenzo tak terima.


"Ya, dia memang orang yang harus dia jauhi oleh anak-anakku."


"Abi!"


"IB!"


ucap mereka semua disana kaget mendengar apa yang dikatakan Ibra.


"Jangan lupa, Ib, semua ini berawal dari kebodohan Lo!" ucap Kevin tegas mengingatkan Ibra akan kesalahannya.


"Dan gue cuma mau memperbaikinya sekarang," jawab Ibra tenang.


"Tapi tidak dengan menyalahkan dan menjauhi Zahra seperti ini. Dia anak gue sekarang kalau Lo lupa," ucap Kevin tegas dan kesal pada Ibra.


"Dan dia sekarang adalah istri Kenzo, Abi," ucap Kenzo menambahkan apa yang disampaikan Kevin.


"Ya, dan bawa istri atau anak kalian itu pergi. Dia bukan anakku," ucap mengalihkan pandangannya dari Kevin dan Kenzo.


"Abi."


DEG


......................


Tinggalkan jejaknya ya teman-teman. Like, komentar dan vote kalian sangat berguna buat aku. Aku sayang kalian 🌹🌹😍


Dan jangan lupa untuk follow Instagram aku @yus_kiz untuk melihat keseruan Sela bersama Ayah Ken dan Buna, ya. Dan juga banyak kata kata indah disana yang bisa jadi semangat kalian 🤗😘


Hai teman-teman, bagi kalian yang mau baca karya baru aku (TAKDIR DALAM PERNIKAHAN : MENJADI TEMAN RANJANG SUAMIKU) silahkan lihat di aplikasi yang hijau, ga. Cerita ini ada di aplikasi KaBeeM APPle (baca huruf kapital ga teman-teman). Kalian pasti tahu, kan, aku mau coba cari rezeki di tempat baru teman-teman, semoga kalian suka dan merestui karya aku disana. Karena restu kalian merupakan nyawa bagi seorang penulis amatiran sepertiku, terimakasih 🙏🙏🤗