Painful Marriage

Painful Marriage
BAB 195



🌹HAPPY READING🌹


Satu jam kemudian.


Sela dan Shasa masih asik bermain dengan Adam. Sudah satu jam mereka menemani Adam, namun Daddy dan Mommy nya belum juga kembali dari kamar mereka.


"Sela," panggil Shasa pada Sela.


"Iya Shasa," jawab Sela yang masih memasangkan robot-robottan milik Adam yang terlepas beberapa bagian.


"Daddy sama Mommy kok lama banget, ya? Ini udah satu jam loh," ucap Shasa.


Sela tersenyum jahil. "Telat lima menit, kita tambah bayarannya," ucap Sela dengan menggesek-gesekan Ibu jari dan jari telunjuknya.


"Good idea, Sister," jawab Shasa senang dengan ber tos ria.


"Adam," panggil Shasa pada adik sepupunya itu.


"A, a," jawab Adam dengan segala kepandaiannya dalam bicara. Anak itu tetap asik dengan berbagai macam pesawat-pesawatnya.


"Main salon, yuk. Biar Kakak Shasa dan Sela yang dandanin Adam," ucap Shasa lagi.


Adam yang mendengar dengan telinga kecilnya hanya mengangguk polos.


"Ayo kita ke ruang bermain," ajak Sela.


"Jangan lupa bawa tasnya, Sela," ucap Shasa meminta Sela untuk membawa tasnya yang sudah ada mainan makeup yang mereka siapkan.


Kedua gadis kecil itu membantu Adam yang sudah mulai bisa berjalan dengan tertatih. Sela yang menjaga Adam dari belakang, sedangkan Shasa yang membimbingnya dari samping. Takut-takut kalau Adam jatuh, maka mereka bisa dengan cepat menangkapnya. Karena jika anak itu lecet, sudah dipastikan Daddy mereka akan marah dan bisa saja memotong uang yang sudah disepakati.


Sampainya di ruang bermain Adam, Sela dan Shasa memulai aksinya mendandani anak lelaki cantik itu. Dan untungnya, Adam sangat menikmati dan hanya diam atas apa yang dilakukan oleh para kakak-kakak sepupunya itu. Benar-benar Kakak beradik yang kompak sekali.


Sedangkan di kamarnya, Al masih asik dengan kegiatannya merenggut kenikmatan yang diberikan oleh sang istri. Bella yang berada diatas tubuh sang suami menari indah dengan keadaan yang sudah kacau. Rambut acak-acakan, bibir merah ceri yang sudah bengkak, dan jangan lupakan badannya yang penuh dengan tanda dari sang suami.


"Ahh Mash," ucap Bella dengan suara indahnya ketika telah sampai pada ujung kegiatannya.


"Sebentar Sayang, ngeh," ucap Al yang terus membantu Bella dengan mendorong sedikit pinggulnya.


Melihat sang istri yang sudah kelelahan, Al membalikkan posisi mereka. "I love you, Sayang. I love you so much," ucap Al mengecup dahi Bella tulus.


"I love you more, Mas," jawab Bella dengan mata mereka saling beradu.


"Aahhh," erang mereka berdua kala kenikmatan itu mereka dapatkan bersama-sama.


Sungguh, Al sangat berterimakasih atas kedatangan kedua gadis cilik itu. Benar-benar mengerti akan keadaanya.


Al lemah diatas tubuh Bella. Peluh mereka saling bercucuran dan menyatu. Al menyatukan dahinya dengan dahi Bella. Mata mereka saling menatap penuh cinta dan kasih. Sungguh, tak sia-sia Al memperjuangkan wanita itu. Wanita yang dulu sempat dia ragukan kesucian dan agamanya, ternyata cinta pertama yang membuat dia tergila-gila.


Tidak tahan melihat bibir sang istri yang sedikit terbuka karena mengambil nafas, Al langsung menyambar bibir itu dengan lembut. Tidak ada nafsu disana, hanya ada cinta yang Al salurkan dalam kegiatannya. Setelah puas, Al tersenyum dan mengecup seluruh wajah Bella. "Tidak ada perempuan yang lebih aku cintai selain kamu, Sayang," ucap Al menatap dalam mata Bella.


Keadaan mereka dengan tubuh yang masih menyatu, menjadi kenikmatan mereka sendiri untuk saling mengeluarkan isi hati. "Dan kamu lelaki pertama yang menunjukkan cinta, Mas. Bahkan Papa ku tidak memberikan itu dengan baik," jawab Bella dengan mata berkaca-kaca.


"Karena aku diciptakan untuk kamu, Sayang," ucap Al lembut.


Bella mengangguk. "Terimakasih, Suamiku," jawab Bella dengan senyum manisnya dan mata yang sedikit berair.


Tangan Al terulur mengusap air mata disudut mata Bella. "Mandi sekarang?" tanya Al yang langsung dianggukki Bella.


Tanpa melepas penyatuan mereka, Al menggendong Bella ala koala dan berjalan ke kamar mandi. Sesekali Bella mengeluarkan suara merdu ketika dibawah sana saling bergerak dan milik Al masih sangat terasa didalam tubuhnya.


Sesuai perkataannya, Al menurunkan Bella dikamar mandi dengan sangat pelan dan melepas penyatuan mereka. "Ahh," suara indah Bella ketika merasakan miliknya kosong.


"Saatnya mandi, Sayang. Nanti para gadis cilik itu marah jika kita terlalu lama," ucap Al gemes dengan wajah Bella.


"Kamu yang nggak mau berhenti, ih," ucap Bella dan langsung berjalan tertatih ke ruang shower. Sedangkan Al mandi di tempat mereka berendam.


.....


Setengah jam, Sela dan Shasa menatap penuh kagum atas mahakarya mereka yang telah membuat Adam menjadi lelaki cantik.


"Wah Shasa, kita sangat-sangat hebat dalam mendandani Adam," ucap Sela kagum.


"Sela, Shasa! Kalian dimana?" terdengar suara Al memanggil dengan sedikit berteriak dari ruang keluarga.


Sela dan Shasa berbalik. Mereka berdua menutupi tubuh Adam agar bisa memberi kejutan untuk Daddy-nya itu. "Ruang bermain, Daddy!" teriak Sela menjawab.


Sela dan Shasa saling cekikikan. Setelah ini, Daddy mereka pasti akan berterimakasih atas karya mereka ini.


"Mana Adam?" tanya Al yang sudah berdiri di depan pintu.


Sela dan Shasa saling pandang.


Satu, dua, tiga.


"Taraaaa!!!" teriak mereka berdua heboh menggeser badan untuk menunjukkan Adam yang tertidur dengan mata megercap lucu. Anak itu nampak sangat nyaman dengan keadaan dirinya saat ini.


"Astagfirullah. Kalian apakan anak Daddy?!" tanya Al tak tahu harus berkata apa.


Bayangkan saja, anaknya yang tadinya berkulit putih, kini menjadi eksotis diwajahnya. Lipstik merah menghiasi bibir pink alami Adam. Rambut Adam yang sedikit gondrong sampai daun telinganya mereka ikat tinggi layaknya sanggul. Dan jangan lupakan, alis Adam yang sangat hitam pekat dengan hiasan eye shadow berwarna pink.


"Ini tu makeover namanya, Daddy" ucap Sela menjelaskan.


"Make over apanya? Kalian buat anak Daddy kayak badut begini!" ucap Al kesal.


"Ih! Daddy nggak tahu kemajuan zaman," jawab Shasa tak terima mendengar Al mengatakan karya mereka kayak badut.


"Wah! Wajah anak Mommy eksotis sekali," ucap Bella yang baru datang dan melihat keadaan anaknya. Ingin dia tertawa terbahak melihat wajah polos anaknya yang sangat menikmati keadaanya saat ini, tapi ketika tadi mendengar suaminya kesal, dia urungi.


"Ini tu jelek, Sayang. Mana kayak badut lagi, Anak aku yang ganteng jadi kayak gini," gerutu Al mengangkat Adam.


"Ini bagus loh, Mas. Sela sama Shasa harus belajar lagi, ya. Nanti kita minta Daddy yang jadi modelnya," ucap Bella yang tidak mau membuat kedua gadis kecil kesayangannya kecewa.


"Siap Mommy," jawab Sela.


"Tuh, Daddy aja yang nggak tahu make over. Orang Mommy aja suka," sambung Shasa dengan segala gayanya pada Al.


Al mendelik kesal. "Bersihin Adam, Sayang," ucap Al memberikan Adam pada Bella.


Bella mengangguk dan menerimanya. Tapi sebelum itu, dia memotret anaknya itu lebih dulu untuk mengabadikan momen karya kakak-kakak mereka. "Mahakarya dua gadis cilik," gumam Bella senang.


Al yang melihat tingkah istrinya itu hanya menghela nafas pelan. Entahlah, jika sudah bertemu dengan kedua gadis kecil ini, maka istrinya akan ikutan gila.


"Ayo kita keluar juga, Daddy" ucap Sela menggandeng tangan Al sebelah kanan, dan Shasa di sebelah kiri Al.


Setelah sampai di ruang keluarga, kedua gadis kecil itu duduk dengan pandangan jahilnya pada Al. "Kenapa?" tanya Al heran.


Sela nampak menghitung dengan jari-jarinya. "Daddy telat tiga puluh menit loh. Jadi, bayarannya nambah juga," ucapnya polos.


"Dengan satu syarat," ucap Al lagi.


Shasa mendelik sebal mendengar perkataan Daddy-nya itu. "Syarat apa lagi, Daddy?" tanya Shasa.


"Setiap hari Minggu sebelum kalian pergi liburan, kalian harus kesini dan main dengan Adam seperti tadi. Tapi tidak dengan mendandaninya tadi, ya!" ucap Al menegaskan diakhir katanya. Tentu saja lelaki itu akan mengambil keuntungan dengan kedua gadis cilik nan licik itu.


"Tak masalah. Kan hanya dua Minggu lagi," jawab Shas ayang dianggukki oleh Sela.


"Tapi Daddy yang bayar bensin mobil kami, ya. Titi tanpa koma apalagi tanda seru," ucap Sela.


"Otak kalian benar-benar keturunan lelaki gila itu semua!" gerutu Al kesal.


Sela dan Shasa yang mendengar itu hanya tersenyum bangga.


Al beranjak dari ruang keluarga untuk mengambil sedekah yang ada dia berikan pada kedua gadis cilik itu. Sela dan Shasa yang melihat itu tersenyum senang. Mereka berdua saling pandang dengan senyum manis. "Mama Tamara target selanjutnya."


......................


Terimakasih kalian masih setia mengikuti kita Zahra dan Kenzo. Semoga kalian tidak bosan dan tetap setia.


Tinggalkan jejaknya ya teman-teman. Like, komentar dan vote kalian sangat berguna buat aku. Aku sayang kalian 🌹🌹😍


Dan jangan lupa untuk follow Instagram aku @yus_kiz. Jangan lupa ikuti juga novel aku di aplikasi hijau ga teman-teman, TERIMAKASIH 🤗🙏