
🌹HAPPY READING🌹
BRAK,, Pintu ruangan Kenzo di buka dengan kasar. Kenzo yang fokus dengan file di depannya menatap kaget melihat seseorang yang membuka ruangannya dengan kasar.
"Abi," gumam Kenzo setelah melihat Ibra yang memasuki ruangannya.
Kenzo berdiri dan berjalan mendekati Ibra yang berdiri berkecak pinggang menatap Kenzo. "Ada apa Abi? Apa Abi lupa sopan santun memasuki ruangan CEO?" tanya Kenzo mendekati Ibra.
Ibra hanya diam dengan wajah datarnya dan langsung duduk di sofa ruangan Kenzo tapa di persilahkan. Kenzo yang melihat itu menghela nafas pelan. Mertuanya ini memang suka mencari gara-gara tanpa sebab. Bukannya taubat, Ibra semakin tua semakin menjengkelkan menurut Kenzo.
"Abi," panggil Kenzo dengan suara sedikit keras setelah duduk di sofa depan Ibra.
"Mana jalangmu?" tanya Ibra dengan nada tegasnya.
Kenzo mengernyit bingung mendengar pertanyaan Ibra. "Jalang?" tanya Kenzo bingung.
"Jalang yang akan kau jadikan ibu sambung cucuku. Dimana kau memungutnya?" tanya Ibra pedas.
"Makin tua bukannya taubat, mulutnya malah tambah pedas," gumam Kenzo pelan mengatai Ibra.
"Aku mendengarnya!" ucap Ibra tegas.
Kenzo yang mendengar itu tersenyum tanpa dosa menatap Ibra. "Wanitaku kan, anak Abi," ucap Kenzo polos.
Ibra berdecak kesal mendengar perkataan Kenzo. "Anakku bukan jalangmu!" ucap Ibra dengan nada tak bersahabat.
"Hehe, tenang Abi. Aku hanya tidak mengerti dengan apa yang Abi tanyakan. Makanya aku jawab begitu," ucap Kenzo memasang wajah polosnya, bahkan lebih polos dari Sela dan Shasa.
"Wajahmu sungguh menjijikan, Kenzo," ucap Ibra.
"Jijik jijik begini menantu kesayangan kan, Abi," ucap Kenzo menggoda Ibra.
Ibra membuang wajahnya malas mendengar perkataan Kenzo. Sungguh, sikap Kenzo benar-benar membuat Ibra kesal. "Siapa wanita yang saat ini dekat denganmu, Kenzo?" tanya Ibra dengan wajah seriusnya dan suara dingin yang terdengar sedikit memberi aura tegas Ibra lebih terlihat.
Kenzo yang melihat keseriusan Ibra menghela nafas pelan dan memposisikan duduknya dengan benar dan menatap Ibra tegas. "Dia calon Ibu sambung Sela, Abi," ucap Kenzo.
"Kau membuang anakku begitu saja?" tanya Ibra.
Kenzo menggeleng menjawab perkataan Ibra.
"Ak-"
"Halo, Mas Kenzo," sebuah suara nan lembut memotong ucapan Kenzo.
Ibra dan Kenzo menatap pintu ruangan dan melihat seorang wanita anggun dengan hijabnya memasuki ruangan Kenzo. Ibra menatap wanita tersebut dari ujung kepala hingga ujung kakinya. Heh, lebih cantik anak dan istriku. Batin Ibra menatap wanita tersebut.
Sedangkan Kenzo menatap terkejut Tamara yang tiba-tiba datang ke kantornya. Tamara yang baru saja memasuki ruangan Kenzo menatap kagum pada Ibra. Wah, lelaki ini benar-benar hot Daddy, bisa kali ya. Batin Tamara melihat Ibra dengan tatapan memujanya.
Tamara memasang wajahnya yang sangat anggun dan duduk di sebelah Kenzo. Matanya tak henti menatap Ibra yang menampakkan raut tak sukanya.
Tamara mencoba tersenyum dan beralih menatap Kenzo. "Mas Ken," panggil Tamara lembut.
Kenzo yang sudah merasa geli sendiri sedikit menjauh dari Tamara.
"Jadi dia jalang kamu?" tanya Ibra menatap remeh Tamara.
Bukannya marah, Tamara yang mendengar itu malah tersenyum. "Apa om juga minat dengan saya!" tanya Tamara centil.
"Heh, jangan sampai sikapmu ini menodai hijab yang kau pakai," ucap Ibra sarkas menatap Tamara.
"Jangan munafik, Om. Om pasti juga mau memakai saya, kan?" ucap Tamara semakin gencar menggoda Ibra.
"Heh, istriku jauh lebih segalanya darimu," jawab Ibra tegas.
Bahu Tamara yang tadinya menunjukkan semangat kini menurun. "Yah, harusnya saya yang jadi istri Om," ucap Tamara.
"Istri Bapak Lo!" umpat Kenzo yang ngeri melihat Tamara. Andai Tamara tahu bagaimana Ibra mencinta istrinya, maka Tamara akan mundur dengan perlahan.
"Kenalin kejantanan lo sama mertua gue," ucap Kenzo.
"Sekarang Mas Ken?" tanya Tamara tak rela. Rasanya dia ingin menjadi perempuan anggun saja di depan Ibra.
"Iya!" jawan Kenzo tegas.
Tamara menghela nafas pelan. Niatnya menjadikan Ibra sugar Daddy akhirnya musnah setelah mengetahui bahwa Ibra adalah mertua Kenzo, yang artinya dia adalah Ayahnya Zahra.
Ibra membulatkan matanya sempurna mendengar suara Tamara yang begitu berat. Pasalnya, Tamara menggunakan suara aslinya.
"Ken," ucap Ibra meminta penjelasan masih dengan raut terkejutnya.
"Dia Thomas, Pa. Teman Kenzo, pemilik Tamara Brand," ucap Kenzo.
Ibra mengusap dadanya dan menempelkan punggungnya di sandaran sofa. "Kau benar-benar menipuku," ucap Ibra menatap Tamara kesal.
"Dia Abi Ibra, Thom. Ayahnya Zahra, Ayahnya Al juga," ucap Kenzo.
"Albarra?" tanya Tamara memperjelas pendengarannya. Pasalnya dia juga memiliki hubungan baik dengan Al.
Kenzo mengangguk menjawab pertanyaan Tamara. "Wah, pantas saja Al ganteng dan Zahra cantik, ternyata Bapaknya se hot ini," ucap Tamara yang membuat bulu kuduk Ibra meremang seketika.
"Jangan macam-macam, ya," ucap Ibra menunjuk Tamara.
"Hehe, enggak, Om. Saya masih suka lobang, Kok. Om tenang saja. Begini-begini saya tidak suka **** bebas ya, Om," ucap Tamara memang benar adanya. Meskipun terlihat liar, tapi Tamara adalah lelaki wanita yang berkelas dan elegan.
"Jelaskan sama Abi, Kenzo!" ucap Ibra menatap Kenzo tegas.
Kenzo menatap Tamara dan Ibra bergantian. Setalah itu Kenzo menceritakan semua rencana yang sedang dia lakukan.
"Kau benar-benar gila!" umpat Ibra setelah mendengar semuanya.
Kenzo terkekeh mendengar perkataan Ibra. "Aku belajar dari lelaki bodoh yang hebat itu, Abi," ucap Kenzo menyindir mertuanya itu.
Ibra mendengus kesal mendengar perkataan Kenzo. "Lalu, Sela tahu semua ini kan?" tanya Ibra.
Kenzo mengangguk. "Sela tahu, Abi. Bahkan dia tahu siapa Tamara sebenarnya," ucap Kenzo menatap Tamara yang memasang wajah sebalnya. Mengingat bagaimana ekspresi Sela ketika tahu siapa dia yang sebenarnya benar-benar membuat Tamara kesal. Dia bahkan diceramahi dan dibacakan Ayat Kursi oleh Sela malam itu.
"Abi," panggil Kenzo serius.
Ibra menoleh menatap Kenzo yang serius. "Apa?" ucap Ibra.
"Kenzo tidak akan mungkin mengkhianati Zahra. Dan jikapun itu terjadi, ada alasan dibalik semuanya, Abi. Tapi Kenzo akan selalu berusaha untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama, Abi. Sekarang Zahra sudah kembali, hidup Kenzo kembali, Kenzo tidak akan lagi menyia-nyiakan hidup Kenzo," ucap Kenzo menatap Ibra serius.
"Cukup sekali kehilangan, Abi. Jangan sampai untuk kedua kalinya, Kenzo tidak akan sanggup. Cukup sekali Kenzo melanggar sumpah pernikahan, saatnya sekarang Kenzo bertanggung jawab. Bukankah tanggung jawab adalah sifat seorang pelanggar, Abi?" ucap Kenzo yang menerbitkan senyum di bibir Ibra.
.....
Setelah kepergian Ibra dan Tamara dan ruangannya. Kenzo kembali melanjutkan pekerjaan yang sudah sangat menumpuk itu. Karena beberapa hari ini dia meninggalkan perusahaan untuk pekerjaan hatinya.
"Permisi, Tuan," ucap Arman memasuki ruangan Kenzo.
"Ya, Arman. Masuklah!" ucap Kenzo.
"Saya sudah mengirimkan hasil pekerjaan yang tadi Tuan perintahkan ke ponsel anda, Tuan," ucap Arman memberitahu Kenzo.
Kenzo menghentikan kegiatannya. Tangannya terulur mengambil ponsel yang diletakkan di meja kerjanya. "Tidak ada yang mencurigakan, Arman?" tanya Kenzo ragu. Entah mengapa, jantungnya berdebar cepat mengambil ponselnya sendiri.
"Tidak, Tuan. Isinya hanya sebuah kenyataan," jawab Arman.
Mendengar perkataan Arman, membuat Kenzo semakin ragu. "Kau keluarlah!" ucap Kenzo.
Arman mengangguk dan pamit untuk keluar dari ruangan Kenzo. Kenzo memutar-mutar ponsel tersebut, hingga akhirnya dia memantapkan hati untuk membukanya. Kenzo hanya tidak ingin apa yang dia pikirkan benar-benar terjadi.
Tangan Kenzo dengan lihai membuka video yang tadi Arman kirimkan ke ponselnya.
DEG
Mata Kenzo memanas melihat semua ini. Kenyataan yang dimaksud Arman bahkan lebih mengerikan dari apa yang dia pikirkan. Ini terasa lebih menyakitkan dari apa yang dia bayangkan.
"Tidak mungkin."
......................
Hai teman-teman, bertemu lagi dengan tulisan aku. Semoga kalian selalu sabar dan tidak bosan, ya.
Tinggalkan jejaknya ya teman-teman. Like, komentar dan vote kalian sangat berguna buat aku. Aku sayang kalian 🌹🌹😍
Mari kita selesaikan semua masalah Zahra dan Kenzo teman-teman.
Dan jangan lupa untuk follow Instagram aku @yus_kiz untuk melihat keseruan Sela bersama Ayah Ken dan Buna, ya. Dan juga banyak kata kata indah disana yang bisa jadi semangat kalian 🤗😘