Painful Marriage

Painful Marriage
BAB 210



🌹HAPPY READING🌹


Kevin menggeleng. "Bukan apa-apa, Nak. Hanya kucing ngamuk tadi lewat," jawab Kevin.


Zahra yang mendengar itu hanya mengangguk. Setelah itu, mereka melanjutkan perjalanan menyusuri lorong hampa dengan desain dinding yang sangat elegan.


Ya Allah, sekaya apa kedua orang tua ku hingga memiliki harta dengan begitu mewahnya. Batin Zahra bertanya-tanga saat mengamati perjalanan sepanjang menuju ruang khusus itu.


"Selamat datang semua," sambut seorang lelaki seusia Kevin dan Ibra.


"Paman Emre!" pekik Zahra senang bertemu dengan Emre.


Zahra menyalami tangan Emre dan dibalas usapan lembut oleh Emre di kepalanya. "Bagaimana perjalanan kesini, Nak?" tanya Emre.


"Sangat menyenangkan, Paman," jawab Zahra.


"Alhamdulillah," ucap Emre.


Emre beralih pada yang lainnya. "Akhirnya bisa kesini, Paman," ucap Emre menyalami Murat.


Murat mengangguk dan tersenyum. "Terimakasih banyak telah mengurus Türk Mücevher, Emre. Terimakasih atas segala jasa mu," ucap Murat.


Emre menggeleng. "Saya hanya menjalankan tugas dan amanat sahabat saya, Paman," ucap Emre.


"Selamat datang," ucap Emre beralih pada Dee yang dibalas senyuman dan anggukan dari wanita itu.


Ibra yang melihat itu langsung memeluk posessive Dee. "Ini istriku, Emre," ucap Ibra tajam.


"CK! Selalu berlebihan," jawab Emre tak habis pikir dengan lelaki itu.


Ibra, Kevin dan Emre memang sudah saling kenal sejak lama. Banyaknya kerja sama yang terjalin membuat hubungan baik pertemanan antara mereka juga terjalin baik.


"Mau berkeliling?" tanya Emre.


Zahra menggeleng. "Kakek," tanya panggil Zahra pada Murat.


"Iya Nak," jawab Murat.


"Zahra mau dengar cerita orang tua kandung Zahra.. Paman Emre sebagai sahabat Ayah kandung Zahra juga pasti tahu kehidupan orang tua kandung Zahra kan?" tanya Emre.


Ya, Emre adalah sahabat orang tua kandung Zahra. Oleh karenanya Emre juga sangat dekat dengan Murat. Murat yang meminta Emre untuk membantu Kevin menjalankan perusahaan. Hingga akhirnya kini Emre dan Kevin memiliki hubungan persahabatan yang semakin baik juga.


"Sela mau keliling, Bunda," rengek anak itu yang pasti akan merasa bosan jika mendengar pembicaraan orang dewasa.


"Ayo jalan-jalan sama Ayah," ajak Kenzo.


"Mas."


"Aku nanti akan mendengar cerita dari kamu, Sayang," ucap Kenzo mencoba mengerti keadaan.


"Ayo Nak. Kita keliling," ajak Kenzo menggandeng tangan Sela keluar dari ruangan itu. Entah kemana akan membawa anaknya, yang pasti anaknya itu tidak akan bosan.


Setelah Kenzo dan Sela pergi, mereka semua duduk di sofa panjang. Zahra memilih untuk duduk disebelah Dee. Sedangkan Ibra duduk bersama Kevin di sofa sebelah Dee, Murat dan Emre duduk di sofa berhadapan dengan mereka.


"Tanyakan lah, Nak. Paman hanya akan bercerita melalui pertanyaan yang kamu ajukan," ucap Emre.


Zahra menatap Dee seolah meminta kekuatan pada wanita itu. Dee mengangguk. Kemudian Zahra kembali mengalihkan pandanganya pada Emre.


"Zahra mau lihat rupa kedua orang tua Zahra, Pama," ucap Zahra mengutarakan keinginannya.


Emre mengangguk. Dia berdiri dan berjalan menuju meja kerja dan mengambil sesuatu di laci meja tersebut.


Klik.


Emre menekan satu tombol di remote tersebut.


Mereka semua menoleh. Muncullah sebuah foto besar yang memenuhi dinding tersebut.


Zahra yang melihat itu tidak sanggup menahan air matanya. Antara harus senang karena bisa mengetahui wajah kedua orang tuanya, atau sedih karena tidak pernah bertemu mereka secara langsung.


Di dinding, nampak foto pernikahan yang sepasang manusia yang tersenyum bahagia. Nampak sekali cinta yang begitu besar antara mereka berdua. Perempuan yang sangat cantik sekali dengan sanggul besar dan mahkota ala Miss Universe di atas kepalanya, dan lelaki yang tampan dengan jas berkilau yang membalut tubuhnya.


"Ini adalah foto pernikahan Ayah dan Ibu kandungmu, Nak. Tuan Abizard Adskhan Ankarian dan Nyonya Ozlem Guzellary," ucap Emre.


"Sangat cantik," puji Dee takjub.


"Dan tampan," tambah Zahra.


Emre mengangguk. "Ibu Zahra adalah wanita tercantik Turki pada masanya, Dee. Selain itu, Ibu Zahra juga menyandang gelar Miss Turki pada saat itu," ucap Emre menjawab.


"Ibu hebat sekali," ucap Zahra salut dengan kedua orang tuanya.


"Sangat hebat. Karena itu lah mereka memiliki putri sehebat kamu juga, Nak," ucap Murat.


"Lalu Kakek Ayah dari siapanya Zahra?" tanya Zahra lagi.


"Aku adalah Ayah kandung dari lelaki tampan itu," jawab Murat menunjuk foto di dinding tersebut.


Zahra tersenyum mengangguk. "Wajah Zahra lebih mirip ke Ayah daripada Ibu," ucap Zahra memegang lembut wajahnya sendiri.


Mereka semua mengangguk menyetujui apa yang Zahra katakan. Oleh karena itu, Zahra juga terlihat seperti Murat versi perempuan muda.


"Bagaimana perjalanan cinta Ayah dan Ibu?" tanya Sela.


"Sangat sulit, Nak," jawab Murat.


"Kakek adalah saksi bagaimana Ayah dan Ibunya menghadapi semua rintangan dan perjuangannya. Kehidupan Ibumu yang merupakan seorang putri negara, dan Ayahmu yang saat itu hanya orang biasa. Jika Zahra menganggap Türk Mücevher adalah perusahaan besar dari Kakek, Zahra salah besar. Perusahaan ini murni kerja keras Ayah dan Ibumu, Nak. Kesuksesan mereka membuat banyak pasang mata menatap iri. Karena cinta mereka yang kuat, mereka bangkit dan melawan semua cemoohan orang-orang. Saat Ibumu memutuskan untuk menikah degan Ayahmu yang hanya orang biasa saat itu, dia memutuskan untuk keluar dari rumahnya sendiri. Ibumu yang saat itu seroang putri negara dan memiliki karir cemerlang, membuat orang tuanya tidak merestui hubungan mereka berdua. Tapi karena kekuatan cinta yang mereka miliki, mereka bisa melewati semuanya. Semua kutukan mereka terima dan ikhlas dengan kepercayaan kepada Allah sebagai kekuatan mereka. Hingga akhirnya, setelah delapan tahun pernikahan, mereka batu dikarunia anak, Nak," ucap Murat menceritakan dengan mata berkaca-kaca.


"Apa Ayah dan Ibu sengaja menunda kehamilan, Kakek?" tanya Zahra.


Murat mengangguk. "Karena mereka tidak mau anak mereka nanti hidup dengan segala kesusahan. Dan kamu hadir saat Turk Mücevher sedang diatas puncaknya, Nak," jawab Murat.


Zahra menelan ludah mendengar cerita Murat. "Lalu, kematian Ayah dan Ibu?" tanya Zahra pelan dan ragu.


"Ayahmu tidak sendiri, Nak. Kakek memiliki tiga anak, Ayahmu, Nende dan Onur," jawab Murat menatap sendu foto pernikahan yang masih terpajang di dinding.


"Karena sifat iri dan dengki dalam hatinya, Onur membunuh Kakaknya sendiri," jawab Murat dengan mata berkaca-kaca.


Air mata Zahra jatuh begitu saja mendengar jawaban Murat.


"Kecelakaan yang telah direncanakan, Nak. Dan itu terjadi di Indonesia," ucap Kevin memberitahu.


Zahra hanya mengangguk. Dia sudah tahu cerita itu saat dulu pertama kali Kevin menceritakan pada Kenzo dirumah sakit saat dia ditembak oleh Sofia.


"Umi," panggil Zahra pada dengan suara bergetar.


Dee langsung memeluk Zahra dan memberi kenyamanan untuk wanita itu. "Sekarang tugas Zahra bukan menyesali semuanya, Nak. Tugas Zahra sekarang adalah mendoakan kedua orang tua Zahra. Dan juga hidup bahagia bersama keluarga kecil Zahra. Mereka melakukan pengorbanan besar bukan untuk melihat Zahra menangis," ucap Dee yang dianggukki oleh Zahra.


"Lalu bagaimana Onur sekarang?" tanya Ibra.


"Sudah diamankan!" jawab Murat singkat.


......................


Hai teman-teman, untuk kelanjutan kisah Kevin dan Kinzi ada di novel baru yang sudah publish di aplikasi hijau dengan judul CINTA WANITA MUDA. Semoga kalian suka dan menikmati kisahnya.


Terimakasih kalian masih setia mengikuti kita Zahra dan Kenzo. Semoga kalian tidak bosan dan tetap setia.


Tinggalkan jejaknya ya teman-teman. Like, komentar dan vote kalian sangat berguna buat aku. Aku sayang kalian 🌹🌹😍