
🌹HAPPY READING🌹
"Ayo cerita masa muda, Umi," ucap Bella.
"Masa Muda?" beo Dee.
Mereka semua mengangguk. "Mereka penasaran dengan kisah cinta kamu, Dee," ucap Bu Sari ikut menimpali.
"Rumit dan penuh liku, Bu Sari. Jika diibaratkan, ada neraka dan surga dalam kisah itu," ucap Dee menerawang ke depan. Keempat wanita dengan umur berbeda itu nampak antusias mendengar cerita Dee yang akan dimulainya.
Zahra yang sejak tadi memandang Dee dengan mata teduhnya, terdapat kegelisahan dalam hatinya. Zahra mengerti, masa lalu dalam pernikahan Dee harus memiliki kepiluan karena kedatangan wanita yang dia sebut sebagai Bunda Sofia.
"Kalian boleh bertanya apapun. Karena jika bercerita, Umi bingung harus bercerita darimana," ucap Dee yang mengundang gelak kecil dari para wanita itu.
"Bagaimana pertemuan pertama Umi dengan Abi?" tanya Bella semangat yang dianggukki oleh yang lainnya.
"Umi adalah adik kelas Abi dulu di SMA. Berkali-kali Abi mengejar Umi karena penolakan yang Umi berikan," jawab Dee tenang.
"Kenapa Abi ditolak, Umi?" tanya Bella masih dengan penasarannya.
"Kalian mau tahu satu rahasia Abi?" tanya Dee.
Ketiga anak perempuan itu semangat mengangguk, sedangkan Bu Sari hanya geleng kepala melihat tingkah mereka. Bella, Zahra dan Kini terlihat seperti anak kecil yang sedang mendengar dongeng dari ibu mereka. Nampak sangat lucu bagi Bu Sari.
"Kalian tahu, Abi kalian adalah ketua salah satu geng motor ternama di Jakarta. Makanya Umi nggak mau sama Abi dulu. Ganas," ucap Dee dengan berbisik di akhir kalimatnya.
"WAAAHHHHH-"
"Hust! suara kalian membangunkan cucu-cucu Umi," ucap Dee meletakkan jari telunjuk di bibirnya, meminta agar ketiga wanita yang sedang labil saat ini mengondisikan suaranya.
"Maaf, Umi," ucap mereka bertiga serentak dengan nada menyesal menatap Sela dan Shasa yang lelap dalam tidurnya.
"Makanya, jangan labil," ucap Bu Sari mengejek yang ikut dianggukki oleh Dee.
"Terus, kenapa Umi bisa jadi nikah sama Abi?" kini giliran Kina yang bertanya penasaran.
"Tuhan maha membolak-balikkan hati. Karena kegigihan Abi, dia berhasil mendapat restu orang tua sebelum Umi menerimanya," jawab Dee senang.
"Abi benar-benar lelaki, ya," ucap Zahra kagum.
"Suami kalian juga para lelaki," celetuk Bu Sari.
Ketiga wanita itu menggaruk kepala tak gatal membenarkan apa yang dikatakan Bu Sari. Sungguh, dari dulu sampai sekarang, ternyata Abi mereka sudah menjadi seorang profesor dalam hal berjuang.
"Umi, mantan Umi berapa?" tanya Kina enteng setelah rasa penasaran mengenai pertemuan antara Abi dan Uminya terjawab.
"Iya Umi? Pasti banyak, ya?" ucap Zahra ikut bertanya dengan rasa tertarik dan penasarannya atas jawaban dari pertanyaan yang diberikan Kina.
"Umi paling senang dengan pertanyaan ini," ucap Dee enteng.
"Kenapa, Umi?" tanya Zahra.
"Karena jawabannya nggak buat susah-susah mikir," ucap Dee.
"Emang berapa Umi?" tanya Zahra lagi.
"Umi punya satu mantan pacar yang sekarang sudah jadi suami Umi," jawab Dee yang mengundang senyum bahagia mereka semua.
"Abi beruntung banget dapat Umi, ya," ucap Bella.
"Setiap pasangan saling melengkapi, Nak. Abi beruntung, Umi juga beruntung," jawab Dee.
"Lalu selama pernikahan, Dee?" tanya Bu Sari yang membuat mereka semua terdiam.
Bu Sari yang melihat itu menjadi merasa bersalah. Dia tidak tahu saja, bahwa pertanyaanya mengundang banyak perasaan yang bermunculan dalam hati mereka masing-masing.
"Eh ... Tidak usah dijawab, Dee. Maaf jika pertanyaan saya sedikit menyinggung. Saya benar-benar tak sengaja," ucap Bu Sari benar-benar menyesal. Karena benar saja, Bu Sari tidak tahu sama sekali mengenai masa lalu keluarga Hebi.
Dee tersenyum dan menggeleng. "Kenapa tidak dijawab, Bu. Itu adalah pertanyaan yang mudah," ucap Dee.
Kina, Zahra dan Bella sudah menunggu jawaban Dee dengan detak jantung yang tak karuan. Kina dengan mengingat masa kecilnya tanpa seorang Ayah, Zahra yang mengingat bagaimana perlakuan Sofia, sedangkan Bella yang mengingat bagaimana Dee dulu begitu membelanya saat Al menolak dan mengatainya.
"Selama pernikahan saya, banyak sedih dan bahagia yang terjadi, Bu. Tapi satu yang dapat saya pastikan saat ini. Karena sedih dan bahagia itu, saya bisa bertemu dan memiliki ketiga bidadari ini," ucap Dee memandang Kina, Zahra dan Bella bergantian.
Jika diceritakan, maka hati anak-anakku akan kembali terluka. Batin Dee tulus.
Ketiga gadis itu tersenyum mendengar jawaban bijak Dee. Betapa bersyukurnya mereka memiliki Dee sebagai wanita tangguh yang memberikan kasih sayang tulus untuk mereka.
Tidak ada rasa syukur yang lebih besar selain memiliki Umi dalam hidup ini. Batin Zahra haru.
Takdir baik mengantarkan ku pada wanita luar biasa yang saat ini aku panggil Umi. Batin Bella bersyukur karena diterima menjadi menantu dengan sangat baik dengan segala kekurangan yang dia miliki.
.....
Selain itu, di ruang keluarga, para lelaki duduk dengan tak beraturan di karpet berbulu besar yang ada di rumah Kenzo.
"Kenapa senyum-senyum sendiri, Thom?" tanya Al menatap Thomas yang sejak tadi tersenyum menatap ponselnya.
"Om Ibra," panggil Thomas tanpa menghiraukan pertanyaan Al.
"Hem," jawab Ibra dengan tetap fokus menatap aplikasi pergerakan saham di ponselnya.
"Gimana cara menaklukan wanita?"
"Uhuk."
"Uhuk."
"Uhuk."
Suara batuk saling bersautan ketika mereka semua mendengar pertanyaan Thomas. Mereka semua tersedak oleh air ludah sendiri begitu mendengar pertanyaan yang benar-benar tak terduga dari Thomas.
"Kamu membuat saya hampir jantungan, Thomas," ucap Ibra setelah menetralisir tenggorokannya dengan air.
"Ayolah, Om. Ini pertanyaan serius," ucap Thomas. Dia sengaja bertanya pada Ibra. Karena menurutnya, Ibra lebih senior dalam hal ini daripada yang lainnya.
Ibra menatap Thomas lekat dari ujung kaki hingga ujung kepalanya. "Kamu harus bertanya pada diri kamu sendiri, Thomas," ucap Ibra.
"Diri saya? Maksudnya?" tanya Thomas tak mengerti.
"Kamu kan pernah jadi perempuan, jadi bertanya pada diri kamu," jawab Ibra enteng yang mengundang gelak tawa diruang keluarga itu.
Thomas yang mendengarnya mendengus kesal. "Saya benar-benad tobat, Om," gerutu Thomas kesal. Dia serius bertanya pada Ibra, malah dijawab dengan ledekan. Kan sangat menyebalkan bagi Thomas.
"Apa kamu serius?" tanya Ibra lagi.
Thomas mengangguk yakin. "Saya bertemu dengan seorang wanita cantik yang mampu membuat saya jatuh hati," jawab Thomas yakin.
"Terus?"
"Ada satu masalah yang membuat saya sulit mendapatkannya," ucap Thomas lirih.
"Apa?" tanya mereka semua serentak dengan mata yang fokus menatap Thomas.
"Tuhan saya dan dia berbeda."
.....
Karena larut malam, keluarga besar itu nginap semalam di rumah Kenzo. Tapi tidak dengan Arman dan Thomas yang memutuskan untuk pulang.
Saat ini, sang tuan rumah, Kenzo dan Zahra tidur di atas ranjang mereka dengan berpelukan. Lebih tepatnya, Kenzo yang memeluk Zahra dari belakang.
Kenzo sudah memejamkan mata sejak satu jam yang lalu. Namun, Zahra masih membuka matanya karena ada satu hal yang mengganggu pikiran wanita itu.
Punya Ibu juga kamu. Saya kira, selain tidak punya Ayah, kamu juga tidak punya Ibu.
Perkataan Nita di sekolah Sela masih terngiang di kepala Zahra. Sungguh, hatinya sangat sakit mendengar anaknya diperlakukan dengan begitu hina oleh orang lain.
Zahra melepaskan tangan Kenzo yang melingkar di pinggangnya. Dengan perlahan wanita itu bangun dan berjalan keluar kamar.
Zahra berjalan menuju kamar Sela. Di sana, dia melihat Sela dan Shasa yang tidur saling berpelukan. Zahra senang, Sela dan Shasa dapat menjadi saudara sekaligus sahabat yang saling mengerti satu sama lainnya. Tidak ingin membangunkan Sela dan Shasa, Zahra kembali menutup pintu kamar dan berbalik untuk berjalan menuruni tangga. Tujuannya saat ini hanya satu, mengunjungi kamar lamanya yang penuh akan kenangan itu. Awal dari segalanya dimana Sela diciptakan.
......................
Terimakasih kalian masih setia mengikuti kita Zahra dan Kenzo. Semoga kalian tidak bosan dan tetap setia.
Kisah Thomas akan kita buat dalam sebuah cerita indah ya teman-teman, nantikan kehadiran kisah Thomas dengan wanita pujaannya.
Tinggalkan jejaknya ya teman-teman. Like, komentar dan vote kalian sangat berguna buat aku. Aku sayang kalian 🌹🌹😍
Dan jangan lupa untuk follow Instagram aku @yus_kiz. Jangan lupa ikuti juga novel aku di aplikasi hijau ga teman-teman, TERIMAKASIH 🤗🙏