Painful Marriage

Painful Marriage
BAB 17



🌹HAPPY READING🌹


Arman memapah tubuh Kenzo keluar dari mobil untuk segera memasuki rumah Kenzo. Waktu sudah menunjukan pukul dua malam saat mereka sampai dirumah. Arman melihat dari luar lampu sudah mati, tapi lampu ruang tamu masih hidup.


"Apa Nyonya Zahra menunggu kepulangan Tuan?" gumam Arman bertanya pada dirinya sendiri.


Arman melanjutkan langkahnya sambil terus memapah Kenzo. Dengan sebelah tangannya, Arman mencoba membuka handle pintu.


Ceklek.


Pintu terbuka. Arman dapat melihat Zahra yang tertidur di lantai dengan kepala bersandar di sofa.


Arman menidurkan Kenzo di sofa dan beralih mendekati Zahra.


"Nyonya," panggil Kenzo lembut dengan sedikit mengguncang bahu Zahra.


Zahra yang sedikit terganggu membuka matanya. "Asisten Arman," ucap Zahra. Zahra memang mengenal Asisten Arman. Kenzo memperkenalkannya saat mereka menikah dulu.


"Kenapa tidur disini, Nyonya?" tanya Arman.


"Zahra menunggu Kak Ken pulang," jawab Zahra lembut sambil mengucek matanya sedikit.


Zahra mengedarkan pandangannya dan melihat Arman yang tidur dengan keadaan kacau di sofa. "Kak Ken mabuk?" tanya Zahra pada Arman.


Arman mengangguk. "Iya Nyonya. Jika Tuan memiliki mabuk, itu berarti Tuan sedang ada masalah," jawab Arman.


"Kak Ken bangun, Asisten Arman," ucap Zahra ketika melihat Kenzo membuka matanya dengan linglung.


Arman menoleh dan benar saja. Kenzo sudah duduk di sofa dengan punggung bersandar di sandaran sofa. "Kamu boleh pulang, Arman," ucap Kenzo.


"Tapi Tuan-"


"Pulanglah Arman. Aku bisa sendiri ke kamar," jawab Kenzo.


Arman mengangguk pasrah. "Saya pamit dulu, Tuan, Nyonya," ucap Arman membungkuk hormat pada Zara dan Kenzo.


"Hati-hati, Asisten Arman," ucap Zahra. Sedangkan Kenzo hanya mengangguk.


Setelah kepergian Arman, Kenzo bangun dan berjalan mendekati Zahra yang masih duduk di lantai.


"K-Kak Ken," ucap Zahra gugup saat Kenzo semakin mendekat kearahnya.


Zahra menyeret dirinya mundur karena takut melihat wajah Kenzo dalam keadaan mabuk.


Kenzo berjongkok di depan Zahra. Dia semakin mendekatkan wajahnya kepada Zahra. Bau alkohol dari mulut Kenzo semakin tercium jelas oleh Zahra.


"Berikan hakku, Zahra," gumam Kenzo sendu.


Zahra menggeleng. "Zahra nggak bisa. Kak Ken mabuk," cicit Zahra menunduk dalam.


Nampak kilat marah di wajah Kenzo ketika mendengar penolakan dari Zahra.


"Jangan menolak permintaan suamimu, Zahra!" ucap Kenzo tajam.


"Zahra akan memberikannya jika dalam keadaan sadar, Kak," ucap Zahra dengan ketakutan yang sudah ketara.


Tanpa aba-aba, Kenzo langsung menarik kerudung Zahra hingga tergelatak tak berdaya di lantai. Zahra menggeleng kuat berharap Kenzo tidak akan melakukannya dalam keadaan mabuk.


"Jangan munafik, Zahra. Kau juga ingin hamil seperti adikmu, kan. Maka aku akan memberikannya untukmu," ucap Kenzo tajam.


"Kak Ken, jang-, hmppp," ucapan Zahra terpotong ketika Kenzo langsung melahap bibir mungil Zahra dengan rakus dan kasar.


Kenzo menggigit dan melahap bagian atas dan bawah bibir Zahra tanpa memberi kesempatan Zahra untuk mengambil udara.


Ini adalah hal yang pertama untuk Zahra. Bahkan ciuman ini adalah yang pertama baginya. Zahra terus memberontak dan memukul-mukul dada bidang Kenzo. Air matanya jatuh saat tangan Kenzo menggenggam kedua benda kenyal milik Zahra yang dilapisi oleh gamis tidurnya.


"Buka mulutmu, Zahra!" ucap Kenzo memandang Zahra dengan mata yang sudah serat akan nafsunya.


Zahra terus menggeleng kuat. Kenzo yang sudah kepalang nafsu, melihat Zahra yang menolaknya langsung merebahkan tubuh Zahra di lantai ruang tamu. Hingga kepala Zahra sedikit terbentur lantai marmer granit tersebut.


"Kak Ken, jangan," ucap Zahra memohon dengan air mata yang sudah mengalir di pipinya.


"Berikan hakku, Zahra!" ucap Kenzo tajam.


Tangan Zahra terus memukul-mukul dada Kenzo. Kenzo yang geram dengan tingkah Zahra melepaskan dasi yang sudah longgar di lehernya dan mengikatnya pada tangan Zahra yang diletakkan di atas kepala Zahra.


"Zahra mohon jangan, Kak Ken," mohon Zahra.


"Diam atau aku akan berlaku kasar padamu!" ucap Kenzo menatap Zahra tajam.


Zahra mengatupkan rapat bibirnya. Dagunya bergetar menahan tangis.


Kenzo yang melihat air mata di pipi Zahra entah mengapa hatinya menjadi tidak tenang. Air mata Zahra bagaikan sebuah kesakitan untuknya.


"Berikan aku hakku, Zahra," ucap Kenzo berubah sendu.


Zahra hanya diam dengan tanpa memandang Kenzo sama sekali.


"Aku sudah meminta baik-baik, tapi kau yang membuatku menjadi marah seperti ini, Zahra. Jangan salahkan aku jika aku mengambilnya secara paksa dan kasar darimu!" ucap Kenzo dan langsung merobek baju tidur Zahra.


Zahra hanya diam bagaikan patung diperlakukan seperti itu kepada Kenzo. Tubuhnya sudah terlanjur sakit karena terbentur lantai. Bahkan luka di pahanya terasa kembali basah. Zahra bisa merasakan darah segar kembali keluar dari lukanya.


Kenzo melahap bibir Zahra dengan rakus. Tangannya tidak tinggal diam dan menggenggam kuat kedua benda kembar na kenyal milik Zahra. Zahra hanya diam. Andai saja dia tidak lumpuh, mungkin dia akan melakukan perlawanan. Untuk pertama kalinya, Zahra merutuki kakinya yang tidak ada rasa sama sekali.


Kini tubuh Zahra hanya dibaluti oleh pakaian dalamnya. Kenzo semakin gencar menjelajahi tubuh Zahra. Setiap inti tubuh Zahra tidak luput dari karya yang dibuat oleh mulut Kenzo.


Zahra yang diperlakukan seperti itu tanpa bisa menolak juga menikmati sentuhan Kenzo. Kenzo yang melihat Zahra sudah terbawa oleh permainannya langsung melepaskan dasi yang mengikat tangannya.


Tangan Zahra menjambak kecil rambut Kenzo yang sedang membenamkan kepalanya di antara dua benda kembar itu.


Kenzo menghentikan aksinya dan menatap Zahra dengan senyum mengejeknya. Kenzo bangkit dari atas tubuh Zahra dan berdiri. Zahra yang melihat itu langsung berusaha untuk duduk. Bahkan Zahra melihat pakaian Kenzo yang masih lengkap di badannya, sedangkan dia hanya tersisa pakaian dalam saja.


Kenzo terkekeh pelan seperti orang yang linglung. Dia berjongkok tepat di depan Zahra. "Kau pikir aku mau menyentuh tubuh menjijikan mu ini?" tanya Kenzo remeh.


Zahra langsung menatap Kenzo dengan pandangan tak percaya. Apa dia kembali di permainkan? Apa ini bagian dari balas dendam itu? Banyak pertanyaan tercantum di benak Zahra.


"Heh, kau bahkan tidak bisa membalas setiap perlakuanku. Kau sungguh tak berguna, Zahra. Tidak bisa memuaskan suamimu sendiri. Kakimu yang cacat ini benar-benar tidak ada gunanya. SAMPAH!"


DEG


Jantung Zahra berdegup kencang mendengar perkataan Kenzo. "Kak Ken menipu Zahra?" tanya Zahra dengan suara bergetar.


"Kamu pikir aku mau menyentuh wanita sepertimu?" ucap Kenzo tanpa menjawab pertanyaan Zahra.


"Kau tidak lihai dalam bergoyang, aku yakin pasti Kina saja lebih jago bergoyang di atas ranjang dari pada dirimu! Dasar tidak berguna!" ucap Kenzo dan langsung berdiri hendak pergi meninggalkan Zahra.


"Dan satu lagi, bersihkan segala kotoranmu itu!" ucap Kenzo. Setelah itu dia benar-benar pergi menaiki tangga dan meninggalkan Zahra dengan segala sakit, sesak dan air mata di wajahnya.


"Hiks, sakit sekali," ucap Zahra menangis memukul-mukul dadanya.


"Zahra tidak sehina itu, Ya Allah," ucap Zahra sendu.


Sungguh, Zahra tidak menyangka bahwa Kenzo akan melakukan Ini kepadanya. Bahkan Kenzo mempermainkannya di lantai layaknya seperti sampah.


Zahra menunduk dan melihat cairan yang keluar dari intinya. Kenzo benar-benar mempermainkan Zahra kali ini. "Hiks, boleh Zahra menyerah, Ya Allah?" gumam Zahra dengan air mata tak henti mengalir di pipinya.


Zahra memungut bajunya yang sudah robek karena perbuatan Kenzo. Lalu mengelapnya pada cairan Zahra yang ada dilantai.


Setelah itu Zahra kembali memakai bajunya dan mengambil kerudungnya. Dengan tangis yang tiada henti, Zahra menyeret tubuh yang penuh rasa sakit itu untuk segera ke kamar mandi untuk membersihkan badannya.


Kenzo menyaksikan itu semua. Tangannya mencengkram kuat pada pegangan besi lantai dua di depan kamarnya. Kenzo hanya memandang Zahra yang hampir sampai di kamar mandi dengan pandangan tak terbaca. Hingga Zahra sudah menghilang dari pandangannya, Kenzo segera masuk ke dalam kamarnya.


......................


Hujat Kenzo yuuuukkk!!!!!!!!


Tinggalkan jejaknya ya teman-teman. Like, komentar dan vote kalian sangat berguna buat aku. Aku sayang kalian 🌹🌹😍