
🌹HAPPY READING🌹
Dee langsung memeluk Zahra dan memberi kenyamanan untuk wanita itu. "Sekarang tugas Zahra bukan menyesali semuanya, Nak. Tugas Zahra sekarang adalah mendoakan kedua orang tua Zahra. Dan juga hidup bahagia bersama keluarga kecil Zahra. Mereka melakukan pengorbanan besar bukan untuk melihat Zahra menangis," ucap Dee yang dianggukki oleh Zahra.
"Lalu bagaimana Onur sekarang?" tanya Ibra.
"Sudah diamankan!" jawab Murat singkat.
"Apa dia salah satu Paman Zahra juga, Kakek?" tanya Zahra menatap Murat.
Murat mengangguk. "Dia yang menghilangkan nyawa kedua orang tuamu, Zahra. Dia mengira, dengan membunuh orang tuamu, maka semua harta akan jatuh kepadanya. Tapi Ayahmu adalah orang yang cerdik. Tidak ada yang mengambil kekuasaan Türk Mücevher selain kamu, keturunan mereka. Maka dari itu, lebih baik kamu disembunyikan daripada hidup ditengah-tengah kami, Nak. Nyawamu adalah incaran Onur saat itu," ucap Murat menjelaskan semuanya.
Zahra hanya mengangguk. Dimanapun, pengkhianat tetap saja ada. Dia menatap Kevin yang juga menatapnya lembut. "Terimakasih telah mengambil Zahra waktu itu, Ayah," ucap Zahra tulus.
"Tuhan yang mempertemukan kita, Nak. Kita memang tidak ada hubungan darah, tapi aku ditakdirkan untuk menjadi Ayahmu," jawab Kevin menatap lembut anaknya itu.
"Terimakasih Ayah," ucap Zahra tulus.
"Ada sedih dan senang dalam kejadian ini, Umi," ucap Zahra beralih menatap Dee.
"Apa Nak?" tanya Dee.
"Sedih karena kejadian itu merenggut nyawa kedua orang tua Zahra. Senang karena Zahra diberi kesempatan untuk merasakan kasih sayang Ibu dari wanita hebat yang sedang Zahra peluk ini," ucap Zahra menatap dalam mata Dee.
"Kamu buat Umi malu, Nak," ucap Dee memainkan pipi Zahra layaknya anak kecil.
"Terimakasih Umi," ucap Zahra tulus.
"Hanya Umi dan Ayahmu saja?" tanya Ibra yang sejak tadi tidak disebut oleh Zahra.
Zahra melepaskan pelukannya pada Dee dan tersenyum menatap Ibra. "Zahra tidak melupakan Abi terhebat ini. Hanya belum sebut saja," jawab Zahra mengelak.
Zahra yang melihat Ibra tetap seperti orang kesal langsung berdiri. Tanpa aba-aba, wanita itu bersimpuh dengan kedua lutut menjadi tumpuan di lantai.
Zahra mengambil tangan Ibra dan menyalami punggung tangan lelaki itu. "Abi adalah lelaki terbaik dalam di hidup Zahra. Lelaki yang mengajarkan Zahra mengenai ketulusan. Abi lelaki sekaligus Ayah terbaik sama Ayah Kevin," ucap Zahra lembut.
Ibra tersenyum dan mengangguk. Tangannya terulur mengusap lembut pipi Zahra. "Kamu juga anak terbaik Abi. Sama kayak Adek dan Abang kamu," ucap Ibra tulus.
"Sebenarnya Abi nggak butuh pengakuan loh, Nak," ucap Ibra yang dihadiahi pukulan dari Kevin dan Emre. Bahkan Emre rela berpindah duduk hanya untuk memberi pukulan di bahu Ibra.
Zahra, Dee dan Murat terkekeh pelan mendengar perkataan Ibra. Zahra kembali berdiri dan duduk disebelah Dee.
"Mau lihat foto selanjutnya, Nak?" tanya Emre pada Zahra.
Zahra mengangguk yakin. Emre yang melihat itu menekan lagi tombol di remote. Tampilan foto di dinding itu secara bergantian. Mulai dari foto kebersamaan Ayah dan Ibu Zahra, dan kebersamaan keluarga mereka.
"Ngga ada foto Zahra disana," ucap Zahra sendu.
"Kamu memang nggak ada disana, Nak. Tapi di setiap momen itu, selalu ada harapan mengenai kehadiran kamu," jawab Murat tersenyum lembut menatap Zahra.
Zahra tersenyum dan mengangguk mengerti apa yang dikatakan Murat. Sudah tidak ada gunanya dia bersedih sekarang. Yang harus dia lakukan adalah bahagia dan berdoa untuk kedua orang tuanya.
.....
Malam telah menjelang. Zahra dan Kenzo sedang rebahan bersama di ranjang dengan saling berpelukan. Sedangkan disudut ranjang, ada Sela yang sudah tidur dengan gaya yang sangat indah sekali. Kenzo sudah mengatur kamarnya dengan sedemikian rupa saat anaknya itu meminta untuk tidur bersama. Dengan kasur yang sandarkan ke dinding, jadi dia bisa menidurkan Sela di tepi dinding tanpa takut anak itu jatuh. Jadi dia bisa tetap tidur dengan memeluk sang istri.
"Tadi gimana ceritanya, Sayang?" tanya Kenzo.
"Mas tahu nggak, ternyata Ibu adalah seorang Miss Turki saat dia muda," ucap Zahra senang menceritakan apa yang tadi dia dengar.
"Pantas anaknya cantik begini," jawab Kenzo memberikan kecupan singkat disudut bibir Zahra.
"Dan satu lagi, Mas," sambung Zahra menjeda perkataanya.
"Apa Sayang?" tanya Kenzo.
"Ayah kandung aku memiliki seorang adik yang menjadi penyebab kematian mereka. Namanya Paman Onur," ucap Zahra.
"Lalu?" tanya Kenzo lagi. Sebenarnya Kenzo sudah tahu semua cerita ini dari Kevin. Tapi tidak mau membuat istrinya marah, dia memilih untuk mendengarkan.
Zahra kembali menceritakan apa yang tadi dia dengar dari Emre, tanpa ada yang dilebihkan dan dikurangi.
"Berarti sekarang, tugas kamu hanya bahagia, Sayang," ucap Kenzo.
Kenzo mengangguk mantap mengiyakan perkataan Zahra. Demi apapun itu, dia akan membahagiakan istri serta anak-anaknya nanti.
"Sayang," panggil Kenzo pelan.
"Iya Mas," jawab Zahra.
"Apa kamu yakin tidak mau mengurus perusahaan di sini?" tanya Kenzo.
Zahra mengangguk yakin.
"Kita bisa pindah kesini jika kamu mau mengurus perusahaan, dan mau memiliki waktu lebih banyak bersama keluarga kamu, Sayang," ucap Kenzo.
Zahra tersenyum. Dia melepaskan badan dari pelukan Kenzo dan mengubah posisinya menjadi duduk. "Terimakasih atas pengertian kamu, Mas. Tapi aku sudah bertekad untuk tidak mengurus perusahaan. Dan satu hal lagi, aku tidak akan pindah kesini. Kita bisa kesini sesekali kapanpun kita mau, Mas. Aku memang sayang dan rindu sama keluarga aku, tapi surga aku ada di kamu, Mas. Sudah tugas makmum untuk mengikuti imamnya, Mas," ucap Zahra lembut.
"Apa kamu yakin, Sayang?" tanya Kenzo lagi.
Zahra mengangguk. "Penghasilan dari kamu saja sudah sangat cukup untuk aku, Mas. Kamu juga kaya, jadi aku tidak akan kesusahan," ucap Zahra terkekeh pelan.
Kenzo tersenyum dan mengecup pelan pipi Zahra. "Aku hanya takut kamu menahan semuanya hanya karena tidak enak sama aku, Sayang," ucap Kenzo.
Zahra menggeleng. "Hidup bahagia bersama kamu adalah surga untuk aku, Mas," ucap Zahra lembut.
"Mari kita meraih surga bersama, Mas," sambung Zahra.
Kenzo mengangguk. "Aku hanya ingin kamu yang nanti menjadi bidadari aku di surga, Sayang," ucap Kenzo tulus.
"Dan kamu yang akan jadi pangeran aku, Mas," jawab Zahra.
"Mas," panggil Zahra lembut.
"Kenapa Sayang?" tanya Kenzo.
"Bisakah kalau perusahaan aku atas namakan menjadi Sela? Maksudnya, aku mau Sela yang memiliki semuanya," ucap Zahra.
Kenzo mengangguk. "Nanti kita bicarakan sama Ayah dan yang lain ya."
"Iya Mas."
.....
Sela nampak sangat berbinar pagi ini. Gadis itu bahkan sudah selesai bersiap pada pukul enam pagi. Sekarang gadis kecil itu sudah duduk manis di kursi meja makan menunggu penghuni rumah yang lain untuk turun.
"Selamat pagi cucu buyut ku," ucap Murat yang baru datang.
Dengan senyum sumringah Sela mengangguk. "Selamat pagi, Kakek buyut," jawab anak itu senang.
"Wah, sudah rapi sekali gadis manis ini. Mau kemana Hem?" tanya Murat.
"Naik balon udara dong," jawabnya semangat.
"Memang yakin balon udaranya terbang hari ini?" tanya Murat.
Sela mengangguk yakin. Anak itu mengeluarkan iPad nya dan memperlihatkan sesuatu kepada Murat. "Ini," ucapnya bangga.
"Wah, cucu Kakek memang hebat, ya," ucap Murat takjub pada cucu buyutnya itu. Sela memperlihatkan hasil pencarian google mengenai cuaca di Cappadocia hari ini dan kegiatan balon udara disana. Benar-benar tidak bisa dikecoh.
"Tapi ini masih pagi sekali loh, Nak. Ayah sama Bunda kamu aja belum siap-siap," ucap Murat.
Sela berdecak kesal. "Ayah sama Bunda memang payah. Masa udah Sela bangunin masih aja nggak mau. Ayah erat banget lagi peluk Bundanya," gerutu Sela.
"Mereka lagi menikmati waktu berdua, tapi kamu malah ganggu, Nak," ucap Murat terkekeh pelan.
"Biarin lah. Kalau Ayah sama Bunda belum bangun juga, kita tinggal saja Kakek. Kan tambah hemat biaya."
......................
Hai teman-teman, untuk kelanjutan kisah Kevin dan Kinzi ada di novel baru yang sudah publish di aplikasi hijau dengan judul CINTA WANITA MUDA. Semoga kalian suka dan menikmati kisahnya.
Terimakasih kalian masih setia mengikuti kita Zahra dan Kenzo. Semoga kalian tidak bosan dan tetap setia.
Tinggalkan jejaknya ya teman-teman. Like, komentar dan vote kalian sangat berguna buat aku. Aku sayang kalian 🌹🌹😍