
🌹HAPPY READING🌹
"Bunda," panggil Sela dengan suara bergetar dan.masih memeluk Zahra.
"Iya Nak," jawab Zahra.
"Sela durhaka nggak bunda kalau nggak mau punya pasangan kayak Ayah?"
.....
Waktu menunjukkan pukul setengah tiga siang. Kenzo sudah menyelesaikan meeting nya sejak pukul sebelas tadi. Dan tanpa mau lama-lama, dia langsung meluncur untuk kembali pulang menemui anak dan istrinya.
Mobil Kenzo sudah sampai di depan rumahnya. Kenzo turun dari mobil dan membiarkan Arman untuk kembali ke kantor mengurus sisa pekerjaannya. Entahlah, Kenzo ingin sekali menghabiskan waktu bersama keluarganya hari ini.
Kenzo melihat mobil lain di garasi rumahnya. "Sudah pulang ternyata," gumam Kenzo. Karena tadi Kenzo mendapat telpon dari Zahra bahwa dia akan bermain dirumah Dee setelah Sela pulang sekolah.
Tanpa pikir panjang, Kenzo langsung melangkahkan kakinya memasuki rumah.
Sampai diruang tamu, Kenzo melihat ke kanan dan ke kiri, ternyata tidak ada siapapun. Kenzo melangkahkan kakinya untuk menaiki tangga lantai dua. Sayup-sayup, Kenzo mendengar suara dari kamar Sela.
Langkah Kenzo terhenti di depan pintu kamar Sela karena mendengar perkataan dua orang yang sangat dicintainya. Keadaan pintu yang sedikit terbuka memudahkan Kenzo untuk melihat dan mendengar tanpa ketahuan.
"Sela durhaka nggak bunda kalau nggak mau punya pasangan kayak Ayah?" tanya Sela menatap Zahra dengan pipi yang sudah basah karena air matanya. Sungguh, perasaan bersalah menghampiri anak itu karena pikirannya sendiri terhadap Kenzo.
"Kenapa bertanya seperti itu, Nak?" tanya Zahra lembut.
"Bunda," panggil Sela lagi tanpa menjawab pertanyaan Zahra.
"Iya Sayang," jawab Zahra lembut.
"Kata teman Sela disekolah, kakaknya punya pacar, dan pacar itu pasangan kita. Mama teman Sela berpesan pada dia, agar mencari pasangan yang sayang sama kita dan tidak pernah meninggalkan kita seperti seroang Ayah atau Papa. Dan tadi, Kakek juga bilang kalau kita harus mencari pasangan yang menyayangi kita dan tidak pernah meninggalkan kita, Bunda. Shasa bilang dia mau punya pasangan seperti Papa Aska. Karena Papa Aska nggak pernah ninggalin Mama Kina," jelas Sela panjang lebar dengan segala penjelasan yang tadi ditangkap oleh otak pintarnya.
"Lalu?" tanya Zahra lembut.
Sela menatap takut pada Zahra. Dia ragu untuk menyampaikannya, tapi hatinya mengatakan bahwa dia harus bicara. Mata anak itu sudah sangat basah, begitu juga dengan pipinya.
"Semua teman Sela mau punya pasangan seperti Ayah mereka, Bunda. Tapi bolehkah Sela memilih tidak mau?" tanya anak itu menatap takut Zahra. Dia takut Bundanya akan marah karena memilih-milih.
DEG
Kenzo yang berdiri di pintu mematung mendengar perkataan anaknya. Kenzo tahu, apa penyebab Sela begini. Anaknya bukan anak kecil yang tidak berpikir apapun. Anaknya memiliki pemikiran dan daya ingat yang lama.
Sela mencoba membuka mulutnya dan memberanikan diri untuk mengatakan pada Zahra. "Ayah pernah meninggalkan kita dulu, Buna. Sela jadi anak yatim sebentar. Sela nggak mau jika nanti ditinggalkan juga, hiks," ucap Sela menangis dan menenggelamkan kepalanya diperut sang Bunda setelah mengatakan itu.
Astagfirullah. Batin Zahra terkejut setelah mendengar penuturan anaknya itu.
Sedewasa inikah anak hamba, Ya Allah? Batin Zahra tak percaya. Sungguh, ini belum usia dimana Sela memikirkan hal seperti ini. Tapi apa ini? Anaknya bahkan sudah bisa mencerna maksud dari setiap penjelasan yang diberikan orang dewasa mengenai hal ini.
Sedangkan di pintu, Kenzo menghapus air mata yang muncul tanpa izin di ujung matanya. Sungguh, masa lalunya ternyata memiliki efek lama untuk anaknya.
"Nak, lihat Bunda Sayang," ucap Zahra mengangkat wajah Sela yang ditenggelamkan diperutnya yang sedikit membuncit karena kehamilannya.
Dengan sesegukan Sela memandangi Bundanya.
"Bagaimanapun juga, Ayah adalah lelaki terbaik, Nak. Tapi mengenai pasangan, itu adalah hak Sela sendiri nantinya. Apapun pilihan Sela, Bunda dan Ayah akan mendukung. Semua orang tua, pasti ingin yang terbaik untuk anaknya," ucap Zahra memberi pengertian pada Sela.
"Dan satu lagi, Nak. Tidak semua anak harus mencari pasangan seperti orang tuanya. Karena itu juga hal yang tidak baik. Kita tidak boleh menyamakan pasangan kita nanti dengan orang tua kita, Nak. Semua orang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Dan satu lagi, Allah sudah menggariskan hidup yang terbaik untuk semua hambanya, jadi Sela tidak boleh takut, ya," lanjut Zahra menasehati.
"Belum saatnya Sela memikirkan itu sekarang, Nak. Dan ada saatnya nanti, Sela akan mengerti dengan masa lalu yang pernah terjadi antara Bunda dan Ayah. Ada batasan usia di setiap apa yang kita pikirkan," sambung Zahra menatap mata sembab anaknya.
"Sela tidak durhaka, Nak."
Sela dan Zahra mengalihkan pandangannya ke pintu ketika mendengar jawaban tersebut.
DEG
Jantung Zahra dan Sela bergetar tak karuan karena Kenzo yang sudah dipastikan mendengar semuanya. Zahra takut dengan apa yang ditanyakan eh Sela tadi akan menyakiti hatinya. Begitupun dengan Sela, dia takut akan dimarahi Ayahnya karena semua yang terucap di mulutnya secara tidak langsung meragukan kebaikan Ayahnya.
Kenzo meletakkan tas kerjanya di dekat pintu. Dengan perlahan, Kenzo melangkahkan kakinya mendekati Zahra dan Sela. Dia harus menjelaskan semua ini. Sebagai seorang Ayah, dia juga tidak mau anaknya mendapat laki-laki seperti dirinya kelak.
Kenzo tersenyum dan bersimpuh di dekat ranjang untuk melihat anaknya dari bawah. Kenzo mengambil tangan anaknya yang bergetar takut. Mata lelaki itu sudah nampak berkaca-kaca.
"Sela bukan anak durhaka, Sayang," ucap Kenzo meyakinkan Sela.
"Maaf Ayah," ucap Sela menunduk takut.
"Sela mau tahu apa yang Ayah pikirkan setelah mendengar semuanya?" tanya Kenzo lembut. Dia tidak mau anaknya takut padanya.
Sela mengangguk menjawab pertanyaan Kenzo.
Kenzo tersenyum. Tangannya mengusap rambut lembut milik Sela. "Jika sudah dewasa nanti, Sela harus memiliki pasangan yang lebih baik dari Ayah dari segala hal, apapun itu," ucap Kenzo.
"Dan yang pasti, Ayah tidak akan marah dengan apa yang Sela tanyakan. Bolehkah Ayah meminta satu hal?" tanya Kenzo.
Lagi-lagi Sela hanya mengangguk mengiyakan pertanyaan Ayahnya.
"Maafkan Ayah untuk semua kesakitan yang pernah terjadi dulu, ya. Sungguh, Ayah menyesali semuanya. Ayah akan selalu berusaha menjadi Ayah terbaik untuk Sela dan adik nanti. Ayah akan menjadi lelaki paling depan jika nanti ada yang mengganggu Sela dan adik," ucap Kenzo dengan mata berkaca-kaca. Dia takut, dengan bertanya seperti tadi, maka masa lalu kelam yang pernah Kenzo berikan memberikan dampak trauma sendiri untuk anaknya.
"Ayah, hiks," Sela menangis memeluk erat leher Kenzo.
"Sela mau memaafkan Ayah?" tanya Kenzo lagi.
"Ayah tidak salah. Ayah adalah Ayah terbaik untuk Sela dan adik. Maafkan pemikiran buruk Sela, Ayah," ucap Sela dalam tangisnya.
Zahra yang melihat ikut menitikkan air matanya. Tangannya mengusap perutnya dengan harapan calon anaknya bisa ikut merasakan suasana haru ini. Ayah dan anak ini benar-benar bisa menjungkirbalikkan emosi mereka.
"Ayah sangat menyayangi Sela dan adik lebih dari apapun, Nak," ucap Kenzo.
Kenzo melepaskan pelukannya dan menghapus air mata yang membasahi wajah anak gadisnya itu.
"Sekarang tugas Sela adalah menghapus air mata Ayah," ucap Kenzo menyodorkan wajahnya kepada Sela dengan senyumnya.
Tangan mungil Sela bergerak menghapus air mata yang membasahi pipi Ayahnya. Sungguh, anak itu lega sekali saat ini. Tidak ada hal buruk yang terjadi jika dia menyampaikan apa yang dia rasakan pada orang tuanya. Ayah dan Bundanya sangat paham dengan apa yang dia rasakan.
Setelah menghapus air mata Kenzo, Sela beralih menatap Zahra. Tangan anak itu juga terangkat menghapus air mata Zahra.
"Sela sayang Ayah dan Bunda. Adik bayi juga," ucap Sela dengan sedikit sesegukan, namun dihiasi senyum diwajahnya.
"I love you more, Nak," jawab Zahra dan Kenzo bersamaan. Setelahnya, keluarga kecil itu berpelukan ala taletabis dengan segala cinta dan kasih sayang mereka.
......................
Terimakasih kalian masih setia mengikuti kita Zahra dan Kenzo. Semoga kalian tidak bosan dan tetap setia.
Tinggalkan jejaknya ya teman-teman. Like, komentar dan vote kalian sangat berguna buat aku. Aku sayang kalian 🌹🌹😍
Dan jangan lupa untuk follow Instagram aku @yus_kiz. Jangan lupa ikuti juga novel aku di aplikasi hijau ga teman-teman, TERIMAKASIH 🤗🙏