
🌹HAPPY READING🌹
"Bagaimana, Dokter?" tanya Kenzo.
Kini dia sudah duduk diruangan Dokter yang tadi memeriksa keadaan Zahra.
Dokter perempuan itu menghela nafas pelan. "Ada dua kabar yang harus saya sampaikan, Tuan. Kabar baik, dan kabar buruk," ucap Dokter ber name tag Diana itu.
"Kabar baik," ucap Kenzo. Dia ingin mendengar kabar yang membuat hatinya sedikit lega terlebih dahulu, sebelum kembali menyiapkan tenaga untuk mendengar kabar buruknya.
"Selamat, Nona Zahra positif hamil. Dan usia kandungannya sudah dua bulan," ucap Dokter Diana memberitahu Kenzo.
Kenzo tersenyum cerah. Kabar ini benar-benar merupakan kabar bahagia untuknya. Akhirnya, dia bisa mendampingi sang istri ketika hamil lagi. Tidak ada kabar yang lebih baik dari ini yang ingin dia dengar.
Tapi sedetik kemudian, wajah Kenzo berubah sendu. "Kabar buruknya, Dokter," ucap Kenzo ragu.
Dokter menghela nafas pelan. "Kandungan Nona Zahra sangat lemah, Tuan. Sepertinya, janin Nona Zahra kekurangan nutrisi dan cairan yang membuatnya lemah hingga hampir saja keguguran."
DEG
Jantung Kenzo berdetak kencang mendengar penuturan Dokter tersebut. "Ta-tapi, anak saya baik-baik saja kan, Dokter?" tanya Kenzo khawatir.
Dokter Diana mengangguk. "Beruntung Nona Zahra cepat dibawa kemari, Tuan. Karena kekurangan cairan dan kelelahan yang dialami Nona Zahra, membuat dia mengalami pendarahan kecil. Beruntung janin itu masih bertahan sampai sekarang. Keinginannya untuk melihat dunia dan bertemu dengan kedua orang tuanya sangat besar," jawab Dokter Diana.
"Terimakasih banyak, Dokter," ucap Kenzo tulus.
"Tapi Tuan Kenzo, anda harus benar- benar menjaga pola makan Nona Zahra. Usahakan Nona Zahra memakan makanan yang bisa membuatnya bertenaga dan menguatkan janin yang ada dalam kandungannya. Karena, sedikit saja anda dan Nona Zahra lalai, itu akan berdampak buruk untuk keselamatan si janin. Dan satu lagi, saya mohon jangan melakukan hubungan suami istri hingga kandungan Nona Zahra benar-benar kuat," ucap Dokter menjelaskan pada Kenzo.
Kenzo terdiam. Itu artinya dia harus merelakan aset pribadinya untuk beristirahat dulu agar anak yang ada dalam kandungan istrinya baik-baik saja. Tidak apa, asal anaknya selamat, maka akan dia lakukan. Tenang junior, masih banyak cara untuk memanjakan mu. Batin Kenzo memikirkan nasib aset pribadinya itu.
"Baiklah, Dokter. Saya akan lakukan nasehat dan saran anda," ucap Kenzo setuju.
"Nona Zahra sudah bisa pulang, tapi tunggu sampai cairan infusnya habis dulu. Dan ini, Tuan, saya sudah resepkan vitamin untuk Nona Zahra," ucap Dokter memberikan kertas berisi resep vitamin kepada Kenzo.
"Terimakasih banyak, Dokter. Kalau begitu saya permisi," ucap Kenzo.
Dokter Diana mengangguk dan mempersilahkan Kenzo untuk pergi. "Dia sangat berbeda saat pertama aku melihatnya," gumam Dokter Diana. Karena, saat dulu dia pertama kali bertemu Kenzo, Kenzo adalah laki-laki yang sangat dingin. Tidak akan pernah ada senyum di wajah lelaki itu.
"Cinta memang merubah segalanya," ucap Dokter Diana tersenyum dan menggeleng.
.....
Zahra masih berada di UGD. Wanita itu sudah sadar dan menolak untuk dipindah ke ruang perawatan. Karena dia tahu, setelah infus habis, maka dia akan diperbolehkan pulang. Hanya akan buang waktu jika dia harus dipindahkan ke ruang perawatan.
Kenzo memasuki UGD. Di sana dia melihat Zahra yang sudah terbangun, ditemani Kina, Sela dan Shasa.
"Mas," panggil Zahra dengan mata berkaca-kaca ketika melihat kedatangan Kenzo.
Kina yang mengerti keadaan langsung saja mengajak Sela dan Shasa untuk keluar. Dia ingin memberi ruang kepada Kenzo dan Zahra untuk bicara berdua. "Sela dan Shasa temani Mama ke kantin, ya. Kita beli makan dan eskrim," ucap Kina membujuk.
Sela dan Shasa lantas mengangguk. Kedua gadis kecil itu sudah tidak menangis lagi setelah melihat Zahra yang terbangun.
"Buna, Cela ikut Mama, ya," ucap Sela pamit.
"Hati-hati, Nak. Kakak titip Sela ya, Dek," ucap Zahra lemah.
"Iya Kak. Sela aman bersama Mama dan kakaknya ini," ucap Kina menunjuk Shasa yang memang lebih besar beberapa bulan dari Sela.
Kenzo duduk di kursi yang tadi diduduki oleh Kina. Kini hanya mereka berdua di bilik yang ditempati Zahra.
"Mas," panggil Zahra dengan suara bergetar. Dia tahu dia lalai saat ini. Dia takut Kenzo akan marah karena kelalaiannya itu.
"Mas, maaf," ucap Zahra lirih.
"Maaf kenapa, Sayang?" tanya Kenzo. Kenzo ingin Zahra mengetahui bagaimana kesalahannya tanpa harus mengingatkan.
Jari-jari tangan Zahra saling memilin menahan kegugupan dan rasa takutnya melihat tatapan datar Kenzo. Bagaimanapun juga, dia harus mengakui kesalahannya sendiri.
Kenzo menghela nafas pelan. Tangannya menggenggam lembut tangan Zahra yang terbebas dari infus. "Terimakasih telah mengandung anakku, Sayang," ucap Kenzo yang sontak membuat Zahra langsung menatap lelaki itu.
"Mas tidak marah?" tanya Zahra.
Kenzo tersenyum. "Kenapa aku harus marah? Ini adalah kabar gembira. Tidak ada alasan untuk marah," ucap Kenzo.
"Tapi aku udah lalai, Mas," ucap Zahra sendu.
"Se lalainya kamu, aku yang harus bertanggung jawab karena tidak bisa mengatasi kelalaian kamu, Sayang," jawab Kenzo tersenyum teduh menatap istrinya.
"Mas," lirih Zahra dengan mata berkaca-kaca. Dia tidak menyangka bahwa suaminya akan se sabar ini menghadapi dia yang begitu ceroboh.
"Mulai sekarang, kamu nggak boleh diet lagi, ya. Perut kamu bukan buncit karena sering makan, tapi karena ada kehidupan didalamnya, Sayang. Ada anak kita disana," ucap Kenzo mengusap lembut perut Zahra yang tertutup bajunya.
"Dan kita akan jaga anak kita ini bersama. Dia akan lahir ke dunia, bertemu dengan kita dan kakaknya," lanjut Kenzo.
Zahra tersenyum mengangguk mendengar perkataan Kenzo. Tangannya menggenggam tangan sang suami yang masih berada diatas perutnya.
Terimakasih telah memberikan suami seperti ini, Ya Allah. Marahnya bukan lagi caci maki atau hinaan, tapi marahnya adalah kata sayang yang menenangkan hamba. Terimakasih banyak. Batin Zahra bersyukur.
Akbar, sebentar lagi kamu dan Sela akan punya adik, Nak. Semoga dari atas sana kamu ikut bahagia mendengar kabar ini. Bantu Ayah menjaga Bunda, ya. Batin Kenzo.
.....
Berita kehamilan Kenzo sudah sampai ke seluruh telinga keluarga. Mereka semua menyambut bahagia kabar yang diberikan oleh Zahra dan Kenzo.
Kini, keluarga kecil itu duduk bersama di kamar. Sela malam ini ingin tidur di kamar orang tuanya karena ingin mengajak sang adik mengobrol.
"Hai adik manis," ucap Sela menyapa perut Bundanya. Kini anak itu merebahkan kepalanya di paha Zahra yang duduk selonjoran di kasur. Dengan punggung dialasi bantal menyandar ke kepala ranjang. Dan Kenzo yang ikut duduk di sebuah Zahra.
"Kok manis?" tanya Kenzo.
"Bial pelempuan kayak Cela," jawab anak itu santai.
"Kali ini biar lelaki saja. Biar Ayah ada temannya dirumah," ucap Kenzo protes.
"Apapun itu telima pembelian Allah, Ayah," ucap Sela sok menasehati.
Kenzo hanya menghela nafas pasrah. Anaknya ini benar-benar ratu drama. Tadi dia yang meminta perempuan, giliran Kenzo yang meminta laki-laki, dibilang nggak bersyukur. Anak ini sangat pandai bersilat lidah.
.....
Dibagian negara lain, seorang lelaki sedang duduk bersama seorang wanita yang kini menatap sendu kepadanya. "Jadi ungkapan hati saya di tolak?" tanya perempuan itu lirih.
"Akan banyak rintangan yang kita hadapi jika bersatu. Itu merupakan hal yang mustahil. Saya akui, saya juga memiliki perasaan kepadamu, tapi saya tahu diri, kamu dan saya sangat jauh berbeda," ucap sang lelaki dengan tatapan entah kemana menghindari pandangan sendu wanita yang saat ini mengisi hatinya.
"Bagaimana jika aku bisa meyakinkan keluargaku? Apa kita akan bersama?" tanya wanita itu.
"Jangan membuat semua orang marah dan menyalahkan mu," ucap lelaki tersebut.
Wanita itu menggeleng. "Aku akan melakukan apapun demi cintaku. Untuk pertama kalinya setelah bertahu-tahun, kamu adalah lelaki yang berhasil membuat aku seperti ini. Aku akan berjuang walau sendiri. Karena aku yakin, cintamu menyertaiku," ucap wanita itu dan berlalu pergi dari hadapan lelaki yang kini menatap sendu kepergiannya.
Aku selalu mendoakan perjuanganmu. Batin lelaki tersebut lirih.
......................
Wah, itu kira-kira siapa yaaaa??????
Terimakasih kalian masih setia mengikuti kita Zahra dan Kenzo. Semoga kalian tidak bosan dan tetap setia.
Tinggalkan jejaknya ya teman-teman. Like, komentar dan vote kalian sangat berguna buat aku. Aku sayang kalian 🌹🌹😍
Dan jangan lupa untuk follow Instagram aku @yus_kiz. Jangan lupa ikuti juga novel aku di aplikasi hijau ga teman-teman, TERIMAKASIH 🤗🙏