Painful Marriage

Painful Marriage
BAB 91



🌹HAPPY READING🌹


Senyum mengembang tak luntur dari wajah mungil Sela setelah Ayahnya sadar sejak satu jam yang lalu. Begitu juga dengan Zahra yang gak henti mengucap syukur dalam hati atas kesadaran lelaki yang ia cintai itu.


Semua keluarga kini sudah berkumpul di ruangan Kenzo. Alhasil, ruangan Kenzo begitu ramai saat ini.


"Cela cenang Ayah bangun," ucap Sela yang kini duduk di ranjang Kenzo.


"Ayah juga senang, Nak. Ayah bangun, karena ada seorang gadis mungil yang selalu memanggil Ayah untuk kembali," jawab Kenzo mengusap lembut rambut Sela. Selang-selang yang menempel di tubuh Kenzo kini sudah tidak ada lagi. Hanya infus yang kini melekat di tangannya.


"Gadis mungil?" tanya Sela mendongak menatap Kenzo dengan mata berkaca-kaca. Dia takut, jika di mimpi, Ayahnya itu memiliki anak baru yang lebih baik dari dirinya.


Kenzo tersenyum dan mengangguk. "Gadis mungil yang bernama Sela Arunika Kenzar," jawab Kenzo yang menerbitkan senyum di wajah Sela.


Sela mengeratkan pelukannya pada Kenzo. "Cela cayang Ayah. Kita jangan belbohong lagi cama Buna, Ya Ayah. Cela tidak mau Ayah celaka lagi," ucap Sela yang dianggukki oleh Kenzo.


Kenzo beralih menatap Al, Ibra dan Aska. Al yang mengerti tatapan Kenzo mengangguk mengerti arti tatapan Kenzo.


Kenzo beralih menatap Zahra yang sejak tadi duduk di kursi sebelah ranjangnya. Tangan Kenzo terangkat hendak menyentuh tangan Zahra. Tapi sebuah tepukan menghentikan pergerakan Kenzo.


Puk.


"Abi," ucap Zahra kaget.


"Kalian harus ijab Qabul lagi. Karena sudah bertahun-tahun berpisah," ucap Ibra yang sejak kapan berdiri di sebelah Zahra, menatap mengejek pada Kenzo.


"Abi," rengek Kenzo.


Ibra menggeleng tegas. "Kalian harus menikah kembali. Secara hukum kalian memang suami istri, tapi secara Agama tidak. Iya kan Sayang?" tanya Ibra dengan sedikit mengeraskan suaranya agar Dee yang sedang duduk di sofa mendengar perkataannya.


"Iya Mas," jawab Dee yang sibuk menyuapi makanan Adam, anak Al dan Bella.


Ibra menatap Kenzo mengejek. Setelah itu dia membalikkan badan dan berjalan menyusul Dee.


Gimana kalau Abi tahu kalau gue udah pernah cium bibir Zahra diam-diam, bisa digantung gue. Batin Kenzo mengingat tingkah konyolnya karena saking rindu pada Zahra.


"Sayang," panggil Kenzo lembut pada Zahra.


Zahra hanya tersenyum dan mengangguk. "Ayo kita menikah lagi. Jadilah Ayah baik untuk Sela," ucap Azahra menatap lembut Kenzo.


"Suami yang baik buat kamu juga, Sayang," jawab Kenzo tak terima dengan apa yang di ucapkan Zahra


Apa-apaan, Zahra hanya meminta Kenzo untuk menjadi ayah yang baik untuk Sela, tapi tidak menjadi suami yang baik untuknya. Tentu saja Kenzo keberatan. Dia akan memberikan seluruh kasih sayangnya untuk Zahra dan Sela.


"Itu adalah bonus, Kak. Karena jikapun tidak, setidaknya Zahra sudah pernah merasakannya. Tapi Sela, selalu sayangi dan cintai dia. Jangan berikan dia luka, ya Kak," ucap Zahra menatap Kenzo.


"Pasti, Sayang. Aku akan menyayangi gadis kecil ini setulus hati. Dia anakku, darah daging ku. Tapi hak kamu untuk cinta tulus dari aku, Sayang. Kewajiban ku untuk menjaga dan menyayangi kamu, tulang rusukku," ucap Kenzo menatap dalam mata Zahra.


"Tidak ada seorang Tuan yang melukai bagian tubuhnya sendiri, bukan. Dan aku tidak akan mengulangi kembali kebodohan itu. Mungkin kamu tidak akan percaya jika aku berjanji, tapi aku akan buktikan dengan cinta dan ketulusanku, Sayang," ucap Kenzo.


Zahra mengangguk tersenyum. Semoga keputusan untuk kembali ini adalah yang terbaik, Ya Allah. Batin Zahra dengan harapan terbaik untuk hubungannya dan Kenzo.


"Pa, Abi," panggil Kenzo pada Anggara dan Ibra.


"Hem," jawab Anggara yang duduk di meja makan. Sedangkan Ibra yang duduk di sofa hanya menaikkan sebelah alisnya menanti kelanjutan perkataan Kenzo.


"Cariin penghulu, ya. Kenzo mau ijab Qabul malam. ini," ucap Kenzo yang membuat mereka semua membulatkan mata tak percaya. Bahkan Al yang sedang minum, tersedak begitu mendengar perkataan Kenzo.


"Kebelet banget Lo sama Adek gue," ucap Al setelah menelan minuman yang diberikan Bella.


"Pokoknya malam ini, Pa, Abi," ucap Kenzo tanpa mendengar perkataan Al.


"Kak," panggil Zahra sambil menggeleng.


"Tapi Sayang-"


"Zahra tidak mau terburu-buru seperti ibu. Kakak Sembuh dulu, ya. Setelah Kakak keluar rumah sakit, kita akan langsung ijab Qabul," ucap Zahra.


"Kelamaan Sayang," rengek Kenzo.


Sela yang sejak tadi menyaksikan raut wajah Ayahnya hanya terkekeh kecil. "Telnyata Ayah kalau ngambek lebih lucu dali anak tikus, Ya Buna," ucap Sela meledek Kenzo.


"Melebihi imutnya Sela kan, Nak," ucap Kenzo percaya diri.


Sela menggeleng. "Bukan imut, Ayah, tapi amit-amit," jawab Sela yang disambut gelak tawa mereka semua. Kenzo hanya memasang wajah cemberutnya dan mencium berkali-kali pucuk kepala anaknya.


Ya Allah, tidak sia-sia rasanya pengorbananku. Terimakasih banyak. Batin Kenzo bersyukur atas segala usaha yang selalu dia iringi dengan doa kepada sang pencipta.


Akbar, Ayah berhasil, Nak. Lanjut Kenzo sendu mengingat anaknya yang sudah bahagia di pangkuan Tuhan dan dipelukan Nabi-Nya.


"Zahra," panggil Dee berjalan mendekati Zahra.


"Iya Umi," jawab Zahra berbalik menatap Dee.


Dee memandang lekat Zahra. Entah apa yang dipikirkan wanita itu, tapi Dee sangat menyayangi wanita ini layaknya anak kandung, sebagaimana dia menyayangi Al dan Kina.


"Umi, Abi sama Abang ada perlu sebentar. Umi pamit, ya," ucap Dee.


"Kemana Umi?" tanya Zahra bingung. Pasalnya, Kina, Aska, Bella dan yang lainnya tidak ikut.


"Urusan sebentar, Nak," jawab Dee.


Kenzo yang mendengar perkataan Dee seketika menatap Ibra. Ibra yang melihat tatapan Kenzo mengangguk.


"Umi nanti kembali lagi, kan?" tanya Dee memastikan sambil memegang sebelah tangan Dee.


Dee mengangguk. "Umi akan kembali, Nak. Sebentar saja kok, ya," ucap Dee meyakinkan Zahra.


Zahra mengangguk mengiyakan perkataan Dee. Sebelum pergi, Dee, Ibra dan Al juga pamit pada semuanya yang ada disana.


.....


Sepanjang perjalanan, Dee hanya diam menatap keluar jendela. Ibra dan Al yang duduk di kursi depan hanya diam. Tidak banyak yang bisa mereka katakan, semuanya terjadi begitu saja.


Tiga puluh menit, mereka sampai di sebuah rumah tua. Namun saat memasuki rumah tersebut, Dee terkejut melihat keindahan dan kemegahannya. "Mas," panggil Dee menatap Ibra.


"Nanti tanyanya ya, Sayang. Sekarang kita lakukan tujuan kita dulu," ucap Ibra.


Dee mengangguk. Kakinya melangkah mengikuti Ibra dan Al.


"Umi yakin mau masuk?" tanya Al memastikan setelah mereka sampai di depan pintu besi yang tertutup rapat.


Dee menghirup udara banyak-banyak untuk melapangkan pernafasannya yang tiba-tiba terasa tercekat. Setelah itu dia mengangguk menatap Al dan Ibra. "Umi yakin, Nak," jawab Dee.


"Sayang-"


"Aku siap, Mas," ucap Dee cepat memotong perkataan Ibra.


Al mengangguk. Tangannya bergerak memutar-mutar benda bulat di pintu besi itu, seolah sedang memasukkan sebuah sandi.


Hingga tidak lama, pintu terbuka.


Dee melangkahkan kakinya memasuki ruangan itu. Dee terpaku. Disudut ruangan itu dia melihat seorang yang kini menjadi dalang dibalik semua penderitaan dia dan anaknya. Dee berjalan mendekat. Air mata Dee sungguh tidak tertahan melihat kenyataan ini. Mengapa baru sekarang terungkap, setelah semua terjadi. Sungguh, Dee rasanya tidak kuat untuk melangkah.


Dengan sekuat tenaga, Dee mendekat ke arah manusia tersebut. Manusia dengan tangan dan kaki yang di rantai mengangkat kepalanya saat merasakan seseorang mendekat ke arahnya.


"Dee."


"Sofia."


......................


Tinggalkan jejaknya ya teman-teman. Like, komentar dan vote kalian sangat berguna buat aku. Aku sayang kalian 🌹🌹😍


Dan jangan lupa untuk follow Instagram aku @yus_kiz untuk melihat keseruan Sela bersama Ayah Ken dan Buna, ya. Dan juga banyak kata kata indah disana yang bisa jadi semangat kalian 🤗😘


Hai teman-teman, bagi kalian yang mau baca karya baru aku (TAKDIR DALAM PERNIKAHAN : MENJADI TEMAN RANJANG SUAMIKU) silahkan lihat di aplikasi yang hijau, ga. Cerita ini ada di aplikasi KaBeeM APPle (baca huruf kapital ga teman-teman). Kalian pasti tahu, kan, aku mau coba cari rezeki di tempat baru teman-teman, semoga kalian suka dan merestui karya aku disana. Karena restu kalian merupakan nyawa bagi seorang penulis amatiran sepertiku, terimakasih 🙏🙏🤗