Painful Marriage

Painful Marriage
BAB 177



🌹HAPPY READING🌹


Zahra terbangun dari tidurnya saat merasakan sedikit keram diperutnya. Melihat ke dinding, disana telah menunjukan pukul dua malam. Zahra menoleh ke sebelahnya dan melihat Kenzo yang tidur dengan telanjang dada.


Zahra meringis ketika keram di perutnya semakin terasa. Melihat suaminya yang tidur nyenyak, Zahra rasanya enggak untuk membangunkan Kenzo. Tampak jelas raut kelelahan di wajah lelaki itu.


Zahra turun dari kasur dengan sangat pelan. Dia takut Kenzo akan terganggu karena pergerakannya ini. Kakinya melangkah menuju kamar mandi. Saat merasakan sedikit tidak nyaman pada pakaian dalamnya, Zahra menaikkan daster tidurnya hingga pinggang dan melihat pakaian dalamnya.


"Darah," gumam Zahra melihat sedikit bercak darah ada di pakaian dalamnya.


"Ya Allah, apa ini," ucap Zahra sendu menahan keram diperutnya.


Zahra mencoba mengatur nafasnya saat keram diperutnya sudah sedikit menghilang. Dia membuka pakaian dalamnya karena ingin melaksanakan sholat malam mengigat waktu yang masih sepertiga malam ini.


Setelah mengambil wudhu, Zahra kembali ke kamar dan berjalan ke walk in closet untuk mengambil pakaian dalam yang baru. Setelah menggunakannya, Zahra mengambil perlengkapan sholat yang ada disana.


dua puluh menit, Zahra selesai melaksanakan sholat tahajud nya. Zahra sholat dengan posisi duduk, karena untuk berdiri lama, maka perutnya akan terasa sangat keram sekali. Dan itu sangat dibolehkan, karena Allah memberi kemudahan untuk semua hambanya. Air mata wanita itu mengalir ketika berdoa untuk kesehatan calon anaknya. Sungguh, Zahra sangat takut akan hal buruk yang akan terjadi.


"Semua terjadi atas kehendak mu, Ya Allah. Bagaimanapun nanti, semoga yang terjadi adalah rencana indah yang sudah engkau siapkan. Aamiin," doa Zahra dengan mengusap kedua telapak tangannya di wajah.


Setelah selesai membereskan perlengkapan sholatnya, Zahra bangun dan kembali berjalan ke arah ranjang dengan pelan karena pencahayaan yang remang-remang dari lampu tidur di kamarnya. Zahra sengaja tidak menghidupkan lampu terang karena tidak mau membangunkan Kenzo nanti.


Zahra naik ke tempat tidur dan kembali berbaring. "Baik-baik ya, Nak. Besok kita akan periksa keadaan ke dokter. Yang sehat ya di dalam sana. Sekarang kita tidur dulu, ya sayang," ucap Zahra mengusap lembut perutnya.


.....


pagi-pagi sekali, Zahra sudah berkutat di dapur untuk membuat sarapan bersama Bu Sari. Pembantu yang dulu membantu-bantu Zahra dirumah sudah tidak bekerja dirumah karena pulang kampung ingin mengurus cucunya saja.


Kenzo yang tadi setelah subuh kembali tidur kini telah membuka mata. Dia melirik jam dinding yang sudah menunjukkan pukul enam pagi. "Pasti sedang di dapur," gumam Kenzo karena tidak melihat keberadaan Zahra di sebelahnya.


Kenzo bangun dan segera berjalan ke kamar mandi untuk bersiap-siap pergi ke kantor.


Gerakan Kenzo yang akan memasukkan baju ke tempat pakaian kotor yang ada di kamar mandi luas itu terhenti ketika melihat hal yang aneh. "Bercak darah," gumam Kenzo heran. "Ini tidak mungkin darah halangan perempuan. Zahra sedang hamil, tidak mungkin dia halangan. Apa jangan-jangan..." Kenzo langsung meletakkan kembali pakaian kotor Zahra yang tadi dia pegang dan berlari keluar kamar dengan dada terekspos.


"Sayang!" teriak Kenzo.


"Kenapa, Mas?" tanya Zahra yang baru saja memasuki kamar. Dia bermaksud ingin membangunkan suaminya. Tapi suaminya sudah bangun duluan.


"Sayang sini," ucap Kenzo dan menarik tangan Zahra lembut.


"Ini darah apa, Sayang?" tanya Kenzo khawatir.


Zahra sedikit merona melihat apa yang ditunjukkan Kenzo. Tentu saja malu, suaminya itu mengangkat pakaian dalamnya dengan terang-terangan tanpa beban.


"Itu bercak darah sedikit saja, Mas. Tidak apa-apa kok," ucap Zahra meyakinkan Kenzo.


"Apa perutnya keram lagi?" tanya Kenzo khawatir mengusap lembut perut Zahra.


Zahra tersenyum dan menggeleng. "Hanya sedikit, Mas. Sekarang udah enggak kok," jawab Zahra jujur.


"Nanti ke rumah sakit, ya," bujuk Kenzo.


Zahra mengangguk. "Biar aku pergi sama Bu Sari, ya. Mas kan harus ke kantor," ucap Zahra.


Kenzo terdiam. Hari ini dia juga ada meeting penting dengan investor dari luar negeri. "Tapi Sayang-"


"Tidak apa, Mas. Nanti bagaimana hasilnya, pasti aku kasih tahu," ucap Zahra meyakinkan Kenzo.


Kenzo mengangguk. "Nanti jika aku selesai meeting dan kamu masih dirumah sakit, aku susul ya," ucap Kenzo.


"Iya suamiku," ucap Zahra lembut. "Udah, Mas mandi lagi. Udah mau siang nanti telat. Sela juga hampir selesai kayaknya. Tadi aku lihat lagi sisiran" ucap Zahra yang langsung dianggukki oleh Kenzo.


Zahra keluar dari kamar mandi dan menyiapkan pakaian kantor suaminya. Dia meletakkan di kasur agar Kenzo lebih mudah mencarinya. Dia tidak mau lagi kejadian menyebalkan itu terulang. Dimana Kenzo mengacak-ngacak isi lemari yang ada di walk in closet mereka hanya karena sebuah dasi.


Sela yang terkejut karena kedatangan Zahra segera menyelesaikan kegiatannya. "Hehe, ini Bunda," ucap Zahra menunjukkan sebuah lipstick dengan gambar Barbie ditangannya.


Mata Zahra melotot melihat apa yang Sela pakai. "Kamu dapat darimana!?" tanya Zahra shock melihat tingkah anaknya itu.


"Hehe, ini kemarin dikasih Shasa, Buna. Dia beli dua, dan kasih aku satu. Kan di sekolah ada yang jual beginian. Yang dipinggir jalan dekat fotocopy itu loh Bunda. Yang diluar pagar sekolah," ucap Sela menjelaskan.


"Masih kecil nggak boleh pakai-pakai lipstick itu, Nak," ucap Zahra khawatir. Dia takut nanti saat SD, bibir anaknya sudah hitam akibat hal ini.


"Lipstick? Ini permen Bunda," ucap Sela dan langsung memasukan benda itu ke mulutnya dan mengemutnya.


"Astagfirullah, Nak. Terus kenapa tadi kamu pakaikan di bibir seperti lipstick? Kan Bunda salah sangka. Maafin Bunda, ya," ucap Zahra.


"Hehe, biar bibir aku sedikit mengkilat Bunda. Kayak yang di YouTube itu lah. Kayak yang di tutorial Bunda sering nonton," jawab Sela.


"Kamu ada-ada saja. Yasudah, kita kebawah ya, sarapan," ucap Zahra.


Sela mengangguk dan mengambil tas yang ada di kasur. Setelah itu mereka berdua berjalan keluar untuk sarapan bersama.


.....


"Bagaimana kondisi kandungan saya, Dok?" tanya Zahra yang sudah turun dari tempat tidur pemeriksaan dibantu Bu Sari.


"Sudah berapa kali Bu Zahra mengalami keram dan keluar bercak darahnya?" tanya Dokter setelah duduk di kursinya.


"Bercak darah ini sudah dua kali, Dok. Dan keram ini sering, tapi tadi malam yang lebih lama dari sebelumnya," jawab Zahra.


"Keram atau nyeri, Bu?" tanya Dokter lagi.


"Dua-duanya, Dokter," jawab Zahra pelan. Bu Sari yang mendengar itu mengelus lembut tangan Zahra memberi ketenangan pada wanita yang sudah dia anggap seperti anaknya sendiri.


"Bercak darah yang muncul di trimester pertama kehamilan umumnya tidak apa-apa, Bu. Namun jika hal ini muncul di trimester kedua maupun ketiga. Segera konsultasi ke dokter lagi ya, Bu. Karena saya khawatir ada masalah pada kandungan Ibu. Mengingat Ibu sering mengalami keram dan nyeri di perutnya," jawab Dokter memberi penjelasan.


"Apa itu berbahaya, Dok?" tanya Bu Sari lagi.


Dokter tersenyum. "Semoga saja ini hanya dugaan, Bu. Semua kembali lagi pada yang maha kuasa, Bu. Saya akan resep kan vitamin dan silahkan ditebus ya, Bu," ucap Dokter memberikan selembar resep kepada Zahra.


"Terimakasih banyak, Dokter," ucap Zahra lembut.


Setelah itu, Zahra dan Bu Sari pamit untuk keluar dari ruangan.


"Bu," panggil Zahra pada Bu Sari.


"Jangan bilang Mas Kenzo dulu ya, Bu. Biar nanti Zahra yang kasih tahu sendiri," ucap Zahra.


"Tapi jangan terlalu lama, Nak. Kenzo berhak tahu keadaan calon anaknya," ucap Bu Sari yang langsung dianggukki oleh Zahra.


Bu Sari dan Zahra berjalan menuju apotik rumah sakit untuk menebus resep yang diberikan Dokter. Zahra duduk di kursi tunggu sedangkan Bu Sari memberikan antrian resepnya.


Zahra melihat sekelilingnya.


DEG.


"Kak Kinzi."


......................


Terimakasih kalian masih setia mengikuti kita Zahra dan Kenzo. Semoga kalian tidak bosan dan tetap setia.


Tinggalkan jejaknya ya teman-teman. Like, komentar dan vote kalian sangat berguna buat aku. Aku sayang kalian 🌹🌹😍


Dan jangan lupa untuk follow Instagram aku @yus_kiz. Jangan lupa ikuti juga novel aku di aplikasi hijau ga teman-teman, TERIMAKASIH 🤗🙏