Painful Marriage

Painful Marriage
BAB 147



🌹HAPPY READING🌹


"Kita akan menerima kerjasama itu, Arman. Atur saja pertemuannya," jawab Kenzo.


Arman tersenyum senang dan mengangguk. "Akan saya laksanakan, Tuan," ucap Arman.


"Arman," panggil Kenzo saat Arman akan berdiri hendak pergi ke ruangannya.


"Kenapa Tuan?" tanya Arman.


"Hadiah apa yang biasanya bisa membuat mood wanita membaik?" tanya Kenzo.


Arman yang mendengarnya langsung melunturkan senyum tampan diwajahnya tadi. Kini senyum itu berubah menjadi raut datar. "Tuan menyindir saya?" tanya Arman sensi.


Alis Kenzo bertaut dengan dahi mengernyit bingung. "Siapa yang menyindir mu?" tanya Kenzo.


"Tuan tahu saya belum menikah, bahkan berdekatan dengan wanita saja saya sangat jarang. Lalu sekarang Tuan bertanya bagaimana membuat mood wanita membaik. Apa itu namanya kalau tidak menyindir?" tanya Arman nyolot.


Kenzo melongo mendengar perkataan Arman. Sungguh, baru kali ini dia melihat Arman yang mengomel panjang seperti ini. "Kenapa kau sensi sekali?" tanya Kenzo.


"Siapa yang tidak sensi ditanya soal pernikahan di umur yang sudah matang ini, Taun?" ucap Arman membalikkan pertanyaan Kenzo.


"Sudahlah. Taun harusnya bertanya pada orang yang juga beristri, bukan pada saya. Saya permisi dulu," ucap Arman yang langsung pergi begitu saja meninggalkan ruangan Kenzo.


Kenzo dibuat melongo dengan tingkah asistennya itu. Benar-benar aneh sekarang. "Dia terlihat seperti wanita yang sedang datang bulan. Benar-benar aneh," gumam Kenzo heran.


"Apa mungkin aku memang salah bicara dan membuat dia tersinggung, ya?" pikir Kenzo lagi.


Tidak mau bingung, Kenzo menggeleng kepala mengusir pikirannya mengenai keheranan terhadap Arman. "Nanti aku Carikan dia jodoh," putus Kenzo mencarikan solusi untuk Arman.


Kenzo mengeluarkan ponselnya. Dia melihat notifikasi pesan dari Arman. "Tadi mengomel dan sekarang sudah mengirim pesan," gumam Kenzo. Tangannya bergerak membuka pesan tersebut.


Raut wajah Kenzo berubah serius dengan amarah yang nampak ketara di wajahnya. Tanpa pikir panjang, dia langsung saja menekan tombol panggilan untuk mengubungi Arman.


"Penjara bawah tanah sekarang!" titah Kenzo tanpa mau dibantah. Setelah itu, Kenzo kembali memasukkan ponsel ke saku jasnya dan berjalan ke sebuah lantai yang nampak seperti lantai biasa. Namun siapa sangka, itu adalah jalan rahasia menuju penjara bawah tanah perusahannya.


Kenzo berjongkok dan mengetuk lantai tersebut. Hingga ketukan ketiga, lantai yang merupakan pintu tidur itu terbuka dengan sendirinya. Kenzo langsung disambut oleh tangga menuju bawah tanah. Tanpa pikir panjang, Kenzo berjalan menuruni tangga tersebut.


"Mana dia?" tanya Kenzo pada Arman yang ternyata sudah ada disana. Arman benar-benar memiliki gerak cepat dalam pekerjaannya. Tidak salah jika dia menjadikan Arman tangan kanannya. Arman benar-benar bisa diandalkan.


"Itu, Tuan," ucap Arman menunjuk salah satu sel besi. Didalamnya ada seseorang yang digantung dengan posisi terbalik. Kepala kebawah dan kaki keatas dengan tangan kiri dan kanan yang direntangkan dengan ikatan rantai.


Sebelum mendekat, Kenzo terlebih dahulu memaki sarung tangan yang diberikan oleh salah satu anak buahnya. Semua anak buah Kenzo yang berada didalam ruangan, termasuk Arman, menggunakan sarung tangan untuk eksekusi mereka. Karena Kenzo mengatakan bahwa dia tidak ingin tangannya kotor karena darah manusia tidak tahu diri yang berani mengganggunya.


Setelah selesai, Kenzo berjalan mendekati pria tersebut. Dia berjongkok untuk menyamakan tinggi badannya dengan kepala pria itu. "Berani berbuat, kau berani bertanggung jawab, bajingan!" ucap Kenzo tajam.


Lelaki itu menggeleng dengan terus bergumam kata maaf.


"Maaf mu, tidak bisa mengembalikan keadaan perusahaan untuk kembali pulih, bangsat!" ucap Kenzo tajam menjambak rambut lelaki tersebut.


"Aku akan memaafkan mu jika saja alasan yang mau berikan benar. Jika saja kau benar mengobati anakmu ke luar negeri, maka aku akan ikhlas dan memaafkan mu. Tapi kau menipuku! Kau menghabisi uang perusahaan untuk membayar utang judi dan menghidupi lima orang ****** yang menjadi lawan *** mu. KAU BENAR-BENAR BAJINGAN!" teriak Kenzo tepat didepan telinga lelaki itu.


Pria itu bungkam. Terbongkar sudah semua kejahatannya. Terbongkar sudah semua perbuatannya yang menggelapkan uang perusahaan selama ini. Bahkan, Kenzo mengetahui sampai ke akar-akan tujuan dia melakukan korupsi.


"Tidak ada ampun untuk lelaki sepertimu!" ucap Kenzo pelan, namun terdengar sangat menakutkan bagi pria itu.


Arman yang mampu mendengar perkataan Kenzo mendekat dan memberikan sebuah belati kecil. "Ini Tuan," ucap Kenzo.


"A-ampuni saya, Tu-Tuan," ucap lelaki tersebut masih dengan harapan agar Kenzo mau memaafkannya.


"Minta ampun kepada Tuhan, bukan padaku. Urusanku sekarang adalah memperindah dirimu," ucap Kenzo dengan seringai liciknya yang sangat menakutkan.


"Aaakkhhhh," pekik lelaki itu lantang begitu tangan kirinya terpisah dari badan.


Kenzo tidak main-main. Dia langsung memutus siku lelaki tersebut hingga tangan itu tergeletak tak berdaya dilantai. Darah mengalir deras membasahi lantai.


"****!" umpat Kenzo begitu melihat ujung sepatunya yang terkena percikan darah.


"Ini, Tuan," ucap Arman yang sigap memberikan beberapa helai tisu kepada Kenzo.


"Apa kita akan melanjutkannya, Tuan?" tanya salah satu anak buah Kenzo.


Kenzo mengangkat kepala dan menatap lelaki yang masih tergantung itu. Dia tersenyum miring melihat wajah lelaki itu yang sudah pucat menahan sakit.


"Cukup sampai disini. Jangan terburu-buru, karena jika kita menghabisinya sekarang, maka itu adalah hukuman ringan untuknya," jawab Kenzo.


Anak buah Kenzo mengangguk patuh. Inilah kekejaman Tuannya itu, tidak akan tinggal diam siapapun yang menganggu kehidupannya.


"Apa dia mempunyai anak dan Istri sah, Arman?" tanya Kenzo beralih menatap Arman.


Arman mengangguk. "Dia memiliki seorang istri yang selalu dia selingkuhi dan siksa, Tuan. Dia juga memiliki seorang anak lelaki berusia tujuh tahun," jawab Arman.


"Tanggung biaya pendidikan anaknya dan beri istrinya uang kompensasi dari perusahaan untuk modal usaha. Dan untuk biaya pendidikan akan ditanggung oleh yayasan kita hingga anaknya lulus kuliah nanti, Arman. Aku tidak mau seorang Ibu dan Anak terlantar hanya karena manusia bajingan itu!" ucap Kenzo tegas.


Arman tersenyum dan mengangguk mendengar perkataan Kenzo. Kekejaman Kenzo selalu bisa dia imbangi dengan sifat manusiawi yang ada dalam dirinya.


Tanpa mengatakan sepatah katapun, Kenzo berjalan meninggalkan tempat tersebut. Kakinya kembali menaiki tangga untuk menuju ruangannya.


Sampai diruanganya, Kenzo mengganti jas dan kemejanya. Dia tidak mau saat pulang nanti, Zahra melihat dan mencium noda darah yang melekat di jasnya, walaupun hanya sedikit.


.....


Sedangkan dirumah, Zahra baru selesai mengemasi pakaian yang sudah dibuat seperti kapal pecah eh anak dan suaminya.


Zahra hanya bisa menghela nafas pelan dan meredakan amarahnya. Marahpun hanya akan percuma, karena kedua manusia itu hanya akan mendengarkan, namun tidak bisa merubahnya.


Zahra berdiri dan hendak merebahkan dirinya di kasur. Namun, ketika melewati meja rias, Zahra menghentikan langkahnya.


"Kok badan aku gemukan, ya? Padahal aku nggak makan banyak," gumam Zahra bingung.


Zahra menarik bajunya kebelakang punggung hingga mencetak bagian depan perutnya. "Perutnya agak buncit juga. Harus diet kalau gini," ucap Zahra menghela nafas dalam. Dia tidak ingin Kenzo berpaling karena bentuk tubuhnya yang tidak bagus lagi.


"Zahra harus selalu cantik dan menawan untuk Mas Ke zo tercinta. Apalagi kalau malam," gumam Zahra dengan sembarangan.


"Kan lagi mode ngambek, akan ada balasan nanti. Cepat pulang suami dan anakku," ucap Zahra tertawa senang mengingat pelajaran iseng yang akan dia berikan kepada anak dan suaminya karena sudah mengacak-ngacak pakaian.


......................


Terimakasih kalian masih setia mengikuti kita Zahra dan Kenzo. Semoga kalian tidak bosan dan tetap setia.


Tinggalkan jejaknya ya teman-teman. Like, komentar dan vote kalian sangat berguna buat aku. Aku sayang kalian 🌹🌹😍


Dan jangan lupa untuk follow Instagram aku @yus_kiz. Jangan lupa ikuti juga novel aku di aplikasi hijau ga teman-teman, TERIMAKASIH 🤗🙏