Painful Marriage

Painful Marriage
BAB 80



🌹HAPPY READING🌹


Tanpa mereka sadari, Kenzo mendengar semua yang Zahra dan Bu Sari bicarakan. Kegiatan Tamara menjemput Sela adalah salah satu dari rencana Kenzo.


Tangan Kenzo mengepal mendengar Zahra dan Bu Sari menceritakan nama lelaki lain yang terlihat sangat dekat dengan mereka. "Siapa Akbar?"


Saat Kenzo hendak mengikuti Zahra, langkah kakinya terhenti karena suara ponsel di sakunya.


"Ya, Arman," ucap Kenzo setelah mengangkat panggilan dari Arman.


"Maaf, Tuan. Tapi klien dari Singapura memaksa untuk bertemu anda. Jika tidak, mereka akan membatalkan kerja samanya," ucap Arman diseberang sana.


"Biasanya kau bisa menangani semuanya, Arman," ucap Kenzo kesal.


"Maaf, Tuan. Tapi ini klien penting kita," jawab Arman.


Kenzo menghela nafas kesal. Mengapa disaat yang seperti ini dia harus meninggalkan Zahra. Padahal ini adalah tugas penting untuknya. "Baiklah. Sepuluh menit lagi aku akan sampai," ucap Kenzo dan langsung memutus sambungan teleponnya.


Kenzo memandangi Zahra yang sudah menjauh dari penglihatannya. Lain kali aku akan mengetahui siapa lelaki itu. Batin Kenzo. Lelaki itu segera meninggalkan area rumah Zahra dan berjalan menuju mobilnya untuk segera pergi ke kantor.


Ditempat lain, Zahra datang dengan membawa sebuket bunga kecil yang tadi dia beli sebelum memasuki tempat abadi ini. Zahra berjalan dengan pelan agar tidak menginjak rumah milik orang yang sudah abadi di pangkuan Tuhan. Saat sampai di rumah yang dia tuju, Zahra berjongkok dan meletakkan bunga tersebut di sebelah nisan yang bertuliskan "Akbar Gantari Kenzar".


"Hai Akbar, Bunda datang lagi, Nak. Maaf ya, beberapa bulan ini Bunda tidak menjenguk Akbar," ucap Zahra dengan mata berkaca-kaca.


"Akbar, adik Akbar sudah besar sekarang. Dia sudah berusia lima tahun. Dia cantik sekali, dia juga pintar dan sangat ramah," ucap Zahra mengusap lembut batu nisan Akbar.


"Akbar, Akbar bahagia disana kan, Nak? Akbar sekarang pasti hidup bahagia dipangkuan Allah dan dipelukan nabi kita. Bunda yakin, jika Akbar masih hidup, maka Akbar akan tumbuh menjadi anak yang Sholeh," lanjut Zahra yang tak kuasa menahan air matanya.


"Akbar, lelaki yang menerima donor ginjal Akbar sekarang sudah hidup dengan sangat baik, Nak. Dia bahkan akan memiliki keluarga baru. Dia akan hidup bahagia bersama keluarga barunya. Calon Ibu sambung Akbar juga," ucap Zahra tersenyum perih di akhir kalimatnya.


Ya, Akbar Gantari Kenzar. Saudara kembar dari Sela Arunika Kenzar. Saat berusia enam bulan, Akbar harus segera berpulang kepangkuan Tuhan. Karena Akbar memiliki kelainan sejak dia lahir. Akbar memiliki kelainan jantung, hingga anak itu hanya mampu bertahan sampai usia enam bulan. Saat Akbar meninggal dunia, siapa sangka, seorang lelaki tampan yang terbaring di rumah sakit karena ditinggalkan oleh istri tercintanya membutuhkan donor ginjal. Lelaki itu mengalami kerusakan ginjal akibat minuman keras yang dia konsumsi untuk pelampiasan penyesalannya.


Hingga akhirnya, Zahra yang awalnya tidak rela akhirnya mengizinkan untuk mendonorkan ginjalnya kepada lelaki itu itu setelah Zahra tahu, bahwa lelaki itu adalah lelaki yang sama yang dia ketahui adalah mantan suaminya, Kenzo.


Zahra mengizinkan untuk mendonorkan ginjal Akbar dengan syarat agar pihak rumah sakit tidak membocorkan identitas Akbar.


"Ayah Akbar hidup dengan sehat, Nak," ucap Zahra dengan tangis yang tak bisa dia tahan.


Zahra sengaja menyembunyikan semuanya. Bahkan Sela pun tidak mengetahui mengenai keberadaan saudara kembarnya. Hanya Zahra dan Bu Sari yang mengetahui kehadiran Akbar. Zahra hanya tidak ingin mengingat-ngingat bagaimana sakit dan bimbang nya saat mengizinkan Akbar akan mendonorkan ginjalnya kepada lelaki tersebut. Zahra merasa harus dibuat memilih antara lelaki yang dia cintai dan seorang anak yang merupakan kehidupannya.


"Semoga disana, Akbar tersenyum bahagia melihat kehidupan Bunda dan Adik, ya. Bunda disini bahagia hidup seperti ini, Nak. Hanya Akbar sekarang lelaki dalam hidup Bunda, tidak ada yang lain. Bunda akan selalu berjanji untuk tidak kembali pada masa lalu, Nak," ucap Zahra.


"Bunda akan iklhas jika Akbar dan Sela punya Ibu sambung. Hati Bunda tidak menerima, Nak, tapi entah mengapa pikiran Bunda tidak mau kembali," lanjut Zahra.


"Bunda baca Yasin untuk Akbar, ya. Hanya ini yang bisa Bunda kasih untuk Akbar. Maaf jika saat di dunia, Bunda tidak sepenuhnya bisa mengobati Akbar, maafkan keterbatasan Bunda, Nak," lanjut Zahra membuka buku Yasin kecil yang dia bawa dari rumah.


Tiga puluh menit lamanya Zahra membaca Yasin untuk Akbar. "Bunda pamit ya, Nak. Bunda janji akan lebih sering menjenguk Akbar. Bunda selalu sayang Akbar. Assalamu'alaikum," ucap Zahra pamit dan pergi meninggalkan makam Akbar.


Tanpa Zahra ketahui, ada seorang yang mendengar dan melihat semua yang Zahra lakukan. "Anda menyimpan rahasia besar yang mampu menghidupkan kembali penyesalan itu, Nyonya," ucap lelaki tersebut pergi setelah mengetahui dan merekam semua yang Zahra lakukan.


.....


Sela dan Shasa nampak bercerita senang bersama Dee dan Ibra. Di sana juga ada Adam yang nampak belajar berjalan bersama Bella.


"Mommy Bella," panggil Sela.


"Iya Sayang," jawab Bella yang asik membimbing Adam belajar berjalan.


"Adam ganteng, ya," ucap Sela.


Bella dan semua orang yang mendengar itu tersenyum senang. "Semua cucu Kakek ganteng dan cantik. Karena berasal dari bibit unggul," ucap Ibra menjawab perkataan Sela.


"Cela cantik juga dong Kakek?" tanya Sela polos yang dibalas anggukan kepala oleh Ibra.


"Kakek, Nenek," panggil Sela.


"Iya, Nak," jawab Dee dan Ibra berbarengan.


"Ayah punya teman dekat balu," ucap Sela memulai ceritanya.


"Ayah Sela?" tanya Ibra memastikan.


"Iya, Ayah Cela, Papinya Chaca juga," jawab Sela polos.


"Teman apa, Sayang?" tanya Dee yang mulai kepo. Sungguh, wanita itu benar-benar penasaran dengan kehidupan Kenzo dan Zahra.


"Teman dekat, Nenek," ucap Sela meyakinkan Dee.


"Namanya?" tanya Ibra.


"Mama Tamala," jawab Sela.


"MAMA?" ucap Dee dan Ibra terkejut mendengar Sela memanggil Mama pada wanita lain.


Sela mengangguk polos. "Iya Mama. Awalnya Cela panggilnya Tante Tamala, tapi Cela diculuh panggul Mama, akhilnya panggil Mama Tamala," ucap Sela menjelaskan.


"Apa Ayah Ken bilang akan menikah lagi, Nak?" tanya Dee hati-hati.


Sela terdiam sebentar. Anak itu mengingat apa yang kemarin malam disampaikan Tamara dan Kenzo. Tiba-tiba anak itu tersenyum geli sendiri. Maaf, Ayah. Cela tidak kuat untuk tidak celita cama Nenek dan Kakek. Batin Sela geli mengetahui kebenaran besar mengenai Tamara kemaren malam saat mereka makan malam bersama.


Sela mengangguk menjawab pertanyaan Dee. Ibra hang melihat itu menggeram kesal. Gila mu melewati batas, Kenzo. Batin Ibra kesal.


......................


Sedikit penjelasan teman-teman mengenai donor ginjal Akbar yang baru berusia 6 bulan. Hal ini bisa dilakukan dengan mencangkokkan ginjal kecil bayi itu. Karena Ginjal, hati, paru-paru dan jantung bayi mulai berfungsi penuh setelah 37 minggu berada di dalam rahim. Dan ini juga merupakan kejadian nyata yang terjadi di Inggris tahun 2013. Informasi ini author dapatkan dari BBC News Indonesia. (Maaf jika penjelasan author Kurang lengkap, karena aku bukan ahli kesehatan. kalian semua bisa lihat di google, ya)


Hai teman-teman, bertemu lagi dengan tulisan aku. Semoga kalian selalu sabar dan tidak bosan, ya.


Tinggalkan jejaknya ya teman-teman. Like, komentar dan vote kalian sangat berguna buat aku. Aku sayang kalian 🌹🌹😍


Mari kita selesaikan semua masalah Zahra dan Kenzo teman-teman.


Dan jangan lupa untuk follow Instagram aku @yus_kiz untuk melihat keseruan Sela bersama Ayah Ken dan Buna, ya. Dan juga banyak kata kata indah disana yang bisa jadi semangat kalian 🤗😘