Painful Marriage

Painful Marriage
BAB 62



🌹HAPPY READING🌹


Kenzo memandangi Sela yang tidur di pelukannya. Mata Kenzo tidak hentinya meneliti setiap inci lekuk wajah Sela.


"Kamu benar-benar cetakan Ayah dan Bunda, Nak," gumam Kenzo lembut.


Kenzo mencium pucuk kepala Sela berkali-kali. Setelah puas, Kenzo bangun dan segera turun dari kasur. Dia ingin mencari tahu rahasia yang tadi di katakan oleh anaknya.


Dengan perlahan Kenzo berjalan mengendap layaknya seorang maling. Suasana gelap karena keadaan lampu rumah yang sudah mati membuat Kenzo sangat berhati-hati dalam melangkah.


"Kamar yang mana, ya?" tanya Kenzo pada dirinya sendiri ketika melihat dua kamar yang saling berhadapan.


"Ini kali ya," ucap Kenzo membuka kamar yang berada di depan kamar Sela.


Ceklek.


Pintu kamar terbuka dengan perlahan. Kenzo berjalan mendekat dan melihat seseorang yang sedang terbaring dengan posisi membelakanginya di kasur.


Kenzo berjalan mendekat. Keningnya berkerut melihat rambut yang sudah sedikit memutih di atas bantal.


"Ibu Sari ternyata," gumam Kenzo setelah memutar langkah kakinya untuk melihat wajah Bu Sari lebih jelas.


Kenzo memandangi wajah lelap Bu Sari yang nampak damai. Seulas senyum terbit di wajah lelaki itu. Terimakasih telah merawat istri dan anak saya, Bu. Kebaikan Ibu tidak akan terbalas dengan apapun. Saya akan memberikan yang terbaik untuk Ibu. Dan doa terbaik saya ucapkan untuk Ibu. Batin Kenzo dengan segala rasa terimakasihnya atas kebaikan Bu Sari.


Meskipun Kenzo dan Bu Sari belum pernah bertemu dan berbicara secara langsung, tapi Kenzo mengetahui semua tentang Bu Sari dari informasi yang diberikan eh anak buahnya.


Kenzo berjalan keluar kamar Bu Sari dan kembali menutup pintu kamar dengan sangat pelan, agar tidak mengganggu Bu Sari dalam tidurnya.


"Kita bertemu, Sayang," ucap Kenzo senang memandangi kamar yang berhadapan dengan kamar Bu Sari.


Dengan perlahan tangan Kenzo terulur membuka gagang pintu.


Ceklek.


Pintu berhasil terbuka. Senyum terbit di bibir Kenzo melihat wanita yang sangat dia cintai tidur dengan sangat lelap menghadap dirinya.


"Kamu semakin sempurna, Sayang," gumam Kenzo senang.


"Rahasia apa yang dikatakan anakku?" tanya Kenzo entah pada siapa. Kaki Kenzo melangkah mendekati Zahra. Setelah berada di depan Zahra, Kenzo bersimpuh dengan kedua lutut sebagai tumpuannya. Tangannya terulur mengusap rambut yang menutupi kening Zahra. Karena dalam kondisi tidur, Zahra melepas hijabnya.


Dahi Kenzo mengernyit heran melihat sebuah bingkai foto yang dipeluk Zahra dalam posisi membelakangi Kenzo. Karena itu, Kenzo tidak dapat melihat gambar apa yang ada di foto tersebut.


Tangan Kenzo dengan perlahan bergerak mengambil foto tersebut. Dengan sedikit kesusahan Kenzo berhasil mengambil foto tersebut.


DEG


Jantung Kenzo berdetak kencang saat membalik foto tersebut. Senyum lebar terbit di wajahnya ketika melihat dirinya sendiri yang ada di foto tersebut.


Tidak bisa Kenzo pungkiri, saat ini seakan kupu-kupu berterbangan disekitarnya dan Zahra. Siapapun hentikan waktu saat ini juga. Batin Kenzo menjerit senang. Ingin rasanya Kenzo mengehentikan waktu saat ini juga. Sungguh, tidak sia-sia dia bertindak layaknya maling saat ini dirumah istrinya sendiri. Satu hal kecil yang mampu mengembalikan semua semangat dan harapan Kenzo.


"Aku akan perjuangan kamu, Zahra," gumam Kenzo senang.


Kenzo memandangi wajah Zahra dengan segala senyum tampan yang dia miliki. "Jangan membohongi perasaan kamu sendiri, Zahra. Apapun penolakan yang keluar dari mulutmu, aku akan membuat hatimu yang menjawab semuanya," gumam Kenzo pelan.


Kenzo kembali memandangi fotonya. "Kamu memang tampan, Ken," gumam Kenzo memuji dirinya sendiri. Setelah itu dia kembali meletakkan foto tersebut dalam pelukan Zahra dengan sangat hati-hati.


Kenzo memajukan badannya hendak mencium kening Zahra. Tapi gerakannya terhenti kala teringat sesuatu. Kenzo mengambil jilbab instan Zahra yang diletakkan di kepala ranjang. Dia meletakkan jilbab tersebut di dahi Zahra.


CUP


Kenzo mengecup lama dahi Zahra, melepas kerinduan yang selama ini dia pendam. Ini tidak dosakan, Sayang. Aku tidak menyentuh kulitmu secara langsung. Batin Kenzo yang masih betah mengecup dahi Zahra.


"Eunghh," lenguhan kecil keluar dari mulut Zahra. Kenzo langsung melepaskan bibirnya dari dahi Zahra dan mengambil jilbab yang tadi dia gunakan sebagai pembatas kulit mereka.


Kenzo tersenyum melihat wajah lucu manis Zahra yang ternyata masih lelap dalam tidurnya. Pangan Kenzo turun ke bibir Zahra yang sedikit terbuka. Kenzo menelan salivanya dalam melihat bibir seksi yang sangat menggoda imannya.


Kepala Kenzo bergantian memandang bibir dan jilbab yang ada ditangannya. "Sebentar aja boleh kali ya," gumam Kenzo pelan yang tidak bisa mengatasi otak mesumnya.


CUP


Bibir Kenzo mendarat sempurna di bibir Zahra dengan jilbab sebagai pembatasnya. Meskipun begitu, Kenzo masih dapat merasakan kulit bibir Zahra yang sangat lembut. Manis. Batin Kenzo.


Tidak hanya sekali, Kenzo melakukannya sampai tiga kali. Lelaki itu benar-benar memanfaatkan Zahra yang lelap dalam tidurnya.


Setelah puas, Kenzo menghentikan kegiatannya. Senyum yang sangat lebar nampak di wajah lelaki ini.


"Ya Allah, kalau bukan karena takut kamu akan semakin marah, udah aku gempur, Sayang," gumam Kenzo pelan.


"Aku kembali ke kamar anak kita dulu, ya. Aku janji, kita akan kembali bersama cepat atau lambat. Tidak ada raga lain yang bisa memiliki kamu, Sayang," gumam Kenzo lembut.


Kenzo berdiri dan kembali meletakkan jilbab Zahra di kepala ranjang. Dia berbalik dan dengan langkah pelan meninggalkan kamar Zahra.


.....


Pagi ini senyum tak hentinya luntur dari mulut kecil Sela. Zahra yang melihat itu mengernyit heran. "Sela kenapa senyum terus dari tadi, Nak?" tanya Zahra. Karena yang dia tahu, semalam anak itu sangat murung.


Bu Sari yang melihat itu ikut tersenyum. Karena dia akan kedatangan Ayahnya. Batin Bu Sari. Tanpa Kenzo ketahui, Bu Sari tahu mengenai kedatangannya kemarin, saat Kenzo memasuki kamarnya.


Sela yang mendengar pertanyaan Bundanya hanya menggeleng sambil tetap tersenyum. Biar nanti Bundanya langsung melihat kedatangan Ayahnya.


Lima belas menit, mereka selesai sarapan. "Sela, Bunda antar ya?" ucap Zahra menawari.


Sela memandang Zahra. Anak itu hanya bisa mengangguk. Dia tidak bicara sepatah katapun. Sela turun dari kursi dan berjalan keluar rumah.


"Ayah," panggil Sela senang melihat Kenzo yang sudah duduk di kursi kayu lusuh depan rumahnya.


Sela memandangi Kenzo dari atas sampai bawah. "Ayah tampan cekali," ucap Sela kagum melihat Kenzo yang menggunakan pakaian casualnya pagi ini. Kenzo tidak akan ke kantor hari ini. Ada sesuatu yang lebih penting yang harus dia kerjakan, mengejar cinta istrinya.


Kenzo tersenyum senang melihat kedatangan putrinya. Baru dia akan berbicara, kedatangan Zahra mengalihkannya.


"Ada apa kesini?" tanya Zahra cuek.


Kenzo tersenyum mengingat kejadian semalam. Istriku bisa munafik juga soal perasaanya. Baiklah, kita lihat sampai mana kamu bisa, Sayang. Batin Kenzo senang.


"Menjemput anakku sekolah," jawab Kenzo.


Sela ikut mengangguk membenarkan perkataan Kenzo. "Buna," panggil Sela lembut.


"Iya, Sayang," jawab Zahra.


"Cela belangkat cama Ayah, ya," mohon Sela.


"Tapi Nak-"


"Tidak boleh egois, Buna," ucap Sela yang mampu membungkam Zahra dan Kenzo.


Zahra menghela nafas pelan hingga akhirnya hanya bisa mengangguk. Sela yang melihat itu tersenyum senang. Julus Nenek Dee benal-benal ampuh. Batin Sela senang mengerjakan apa yang dikatakan Dee kemarin padanya.


Kalau Bunda tidak mengizinkan Sela bertemu Ayah, Sela bilang saja kalau Buna tidak boleh egois, Oke. Itulah kata-kata Dee kemarin yang dia ingat. Dan benar saja, Bundanya langsung mengizinkan.


......................


Hai teman-teman, bertemu lagi dengan tulisan aku. Semoga kalian selalu sabar dan tidak bosan, ya.


Tinggalkan jejaknya ya teman-teman. Like, komentar dan vote kalian sangat berguna buat aku. Aku sayang kalian 🌹🌹😍


Dan jangan lupa untuk follow Instagram aku @yus_kiz, banyak kata kata indah disana yang bisa jadi semangat kalian 🤗😘


Author kasi visual untuk Ayah Kenzo dulu, ya. Semoga kalian suka