Painful Marriage

Painful Marriage
BAB 111



🌹HAPPY READING🌹


Lima belas menit, Zahra sudah nampak memejamkan matanya. Kevin duduk di sofa dengan pandangan kosong ke Zahra.


"Kenapa, Ayah?" tanya Kenzo berjalan mendekati Kevin dan ikut duduk di sofa.


"Sofia terancam hukum mati, Ken," ucap Kevin lirih.


DEG


Tubuh itu menegang mendengar nama wanita yang membesarkannya. Mata terpejamnya dia pertahankan agar tidak terbuka dan tetap dengan posisi tidurnya. Bunda Sofia. Batin Zahra mengingat Sofia.


"Dia memang pantas, Ayah," ucap Kenzo menimpali perkataan Kevin.


Kevin menatap Kenzo yang nampak emosi ketika mendengar perkataannya mengenai Sofia. Sofia pantas dibenci, ekspresi Kenzo menunjukan bagaimana dia sangat membenci wanita itu.


"Kau sangat membencinya, Ken," ucap Kevin menatap Kenzo.


Kenzo mengalihkan pandangannya menatap Kevin. Sebelum menatap Kevin, Kenzo memastikan Zahra yang masih setia terpejam menurut penglihatannya.


"Ayah tidak membencinya?" tanya Kenzo.


"Terselip cinta disini, Ken," ucap Kevin lirih menunjuk tipis dadanya dengan telunjuk sebelah kanannya.


Zahra adalah saksi hidup cinta Ayah dan Bunda Sofia. Batin Zahra yang masih setia mendengar semuanya.


Kenzo menatap Kevin yang menatap sendu ke arah Zahra. Dia menghela nafas berat dan menyandarkan punggungnya ke sandaran sofa.


"Lalu Ayah mau membebaskannya?" tanya Kenzo pelan.


Kevin menggeleng. "Cinta untuk anakku lebih besar ternyata," ucap Kevin dengan mata berkaca-kaca menatap sendu Zahra.


"Sejak pertama melihat tubuh mungilnya, hatiku merasa ada ikatan saat mata kecilnya mulai terbuka, Ken," lanjut Kevin yang membuat Kenzo memandangnya dengan ekspresi bingung.


"Bukankah Zahra anak panti asuhan? Lalu kenapa Ayah bicara seolah-olah bertemu sejak pertama Zahra lahir. Dan, bagaimana dengan anak yang di kandung oleh Sofia waktu itu?" tanya Kenzo bingung menatap Kevin.


Kevin mengalihkan pandangannya kepada Kenzo. "Anak Sofia meninggal saat dia lahir, Ken. Sofia begitu terpukul, karena itu adalah anaknya dengan kekasihnya yang dulu di tabrak oleh mendiang Papa Ibra. Dia berbohong mengenai itu anak Ibra karena malu. Gelar sebagai anak seorang Kiyai membuat dia harus berbohong," ucap Kevin bercerita setengah kebenaran yang belum terungkap.


"Dan Ayah mendukung semuanya hingga Abi Ibra dan Umi Dee sampai berpisah?" tanya Kenzo tak percaya menatap Kevin.


"Aku tidak sejahat itu hingga memberi penderitaan untuk sahabat yang sudah aku anggap sebagai saudara sendiri, Ken," jawab Kevin tak terima.


"Lalu?" tanya Kenzo penasaran.


"Aku mengetahuinya saat sudah menikah dengan Sofia. Saat itu Sofia sedang hamil berat. Disaat cinta hadir, disaat itu kebenaran terungkap, Ken. Janji Sofia untuk berubah, membuat aku tetap mempertahankan semuanya. Sampai Zahra dewasa, aku kira Sofia akan tulus, ternyata dia benar-benar pandai bermain peran," jawab Kevin.


"Lalu Zahra anak siapa, Ayah?" tanya Kevin menatap serius Kenzo.


Kevin beralih menatap Zahra yang dia lihat masih setia memejamkan mata di atas ranjang. "Zahra adalah bayi asli dari Turki. Dia sama sekali tidak ada garis keturunan Indonesia," jawab Kevin.


"Ucapan Ayah membuatku semakin bingung," jawab Kenzo mengerutkan dahinya tak mengerti dengan cerita Kenzo.


"Jika Zahra tidak ada garis keturunan Indonesia, bagaimana dia bisa ada disini?" lanjut Kenzo.


"Zahra bukan anak orang biasa, Ken," ucap Kevin.


Ya Allah, siapkah aku mendengar kebenaran ini? Batin Zahra ragu akan pertahannya. Tangannya sebelah kirinya yang tak terlihat oleh pandangan Kenzo dan Kevin semakin kuat mencengkram spray.


"Türk Mücevher Company, kau tahu perusahaan itu kan?" lanjut Kevin bertanya pada Kenzo.


Kenzo mengangguk yakin. Dia sangat tahu, itu adalah perusahaan terbesar yang bergerak di bidang pertambangan dan perhiasan. "Jangan bilang ..."


"Iya, Zahra adalah pewarisnya," ucap Kevin menjawab raut wajah tak percaya Kenzo.


Kenzo memegang dadanya yang terasa sedikit sesak. Bahkan kekayaannya tidak ada apa-apa dibandingkan dengan perusahaan itu. Itu adalah perusahaan besar, dan mainnya bukan hanya di wilayah Turki, namun Dunia.


"Aku memiliki istri seorang miliarder, Ayah," ucap Kenzo tak percaya.


"Kedua orang tua Zahra melakukan perjalan bisnis ke Indonesia. Namun naas, sampai disini, musuh mengincar kekayaan mereka. Musuh ada dimana-mana, Ken. Mobil yang digunakan orang tua Zahra mengalami kecelakaan tragis. Dan saat itu, Zahra berada dalam kandungan yang berusia tujuh bulan. Hingga akhirnya Zahra terpaksa lahir sebelum waktunya, dan Ibunya meninggal saat melahirkan. Sedangkan Ayahnya, meninggal saat kecelakaan. Sebenarnya, itu juga yang menyebabkan Zahra cacat sampai dia dewasa hingga menikah dengan kamu, Ken," ucap Kenzo menceritakan semuanya.


"Dan bagaimana bisa aku menemukan Zahra saat ituu? Karena itu bertepatan dengan lahirnya anak Sofia yang meninggal. Salah satu Dokter yang membantu menangani kelahiran Zahra adalah temanku. Bagaikan dapat berlian, aku langsung mengiyakan saat Dokter menawarkan dan memberikan bayi itu padaku untuk dirawat. Karena pesan Ibu Zahra sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, jauhkan anaknya dari Türk Mücevher Company untuk keselamatan penerusnya," lanjut Kevin menceritakan semuanya.


"Sofia tahu tentang ini, Ayah?" tanya Kenzo.


Kevin menggeleng. "Yang Sofia tahu, aku mengambil Zahra dari panti asuhan. Hanya aku yang mengetahui semua ini, dan Dokter itu," jawab Kevin.


Satu yang aku tangkap, aku adalah yatim piatu. Batin Zahra menangis ketika mendengar cerita Kevin walaupun sedikit tak jelas. Zahra berpura-pura mengubah posisi tidurnya menjadi membelakangi Kenzo dan Kevin untuk menyembunyikan air mata yang membasahi pipinya.


Terimakasih telah tulus, Ayah Kevin. Batin Zahra mendekap erat selimut di depan dadanya.


"Dan itu juga alasan kepindahan ku ke Turki. Menjaga Turk Mücevher Company secara diam-diam," jawab Kevin.


"Bukankah itu aneh? Orang asing dengan mudahnya memberikan perusahaan kepada Ayah. Rasanya ini tidak masuk akal," ucap Kenzo masih tak percaya.


"Tidak semua orang itu jahat dalam keluarga, Ken. Masih ada orang terdekat yang peduli sehingga aku punya akses untuk mengurus Türk Mücevher Company secara diam-diam. Dan jangan lupakan, dia adalah salah satu perusahaan yang bekerja sama dengan perusahaan Hebi," ucap Kevin menjelaskan kepada Kenzo.


Kenzo mengusap rambutnya kebelakang mendinginkan sedikit kepalanya. "Aku belum mau Zahra mengetahui semua ini, Ayah. Biarkan kami bahagia dulu. Akan menyakitkan bagi Zahra jika mengetahui bahwa dia adalah seorang yatim piatu," ucap Kenzo.


Tapi aku sudah terlanjut mendengar semuanya, Mas. Batin Zahra menjawab perkataan Kevin.


"Kita lihat nanti, Ken. Cepat atau lambat, Zahra harus mengetahui semuanya," jawab Kevin sambil berdiri.


Kevin berjalan mendekati ranjang. Zahra yang mendengar bunyi langkah kaki mendekat memejamkan mata dan menutup sedikit wajahnya agar tidak terlihat.


Tangan Kevin terulur mengusap kepala Zahra. "Ayah keluar sebentar, Nak. Nanti akan kembali lagi," gumam Kevin pelan.


"Ayah mau kemana?" tanya Kenzo.


"Mengurus semuanya. Datanglah nanti malam untuk eksekusi Sofia," ucap Kevin dan berlalu keluar dari ruangan Zahra.


Dan akhirnya, Zahra kembali kehilangan. Batin Zahra meremas kuat selimut ketika mendengar bahwa Sofia akan dieksekusi malam ini juga.


......................


Terimakasih kalian masih setia mengikuti kita Zahra dan Kenzo. Semoga kalian tidak bosan dan tetap setia.


Tinggalkan jejaknya ya teman-teman. Like, komentar dan vote kalian sangat berguna buat aku. Aku sayang kalian 🌹🌹😍


Dan jangan lupa untuk follow Instagram aku @yus_kiz. Jangan lupa ikuti juga novel aku di aplikasi hijau ga teman-teman, TERIMAKASIH 🤗🙏


Oiya, aku mau kasih tahu novel baru yang nggak kala seru teman-teman.



Siapa yang tak kenal dengan Leonello ? Lelaki sukses yang merupakan pendiri perusahaan macan terkenal yang hampir tersebar di seluruh benua


Kehidupannya begitu sempurna, ia memiliki seorang istri yang begitu cantik dan sangat mendukungnya dengan segala bisnis yang dia lakukan.


Namun suatu hari, Leonello harus bertemu lagi dengan mantan kekasihnya 8 tahun lalu yang membuatnya membenci kata cinta.


Apakah Leonello akan memaafkan cinta pertamanya itu atau dia ingin membalaskan dendam nya dengan seseorang yang membuat hatinya menjadi beku sampai sekarang ?


Atau justru Leonello kembali bertekuk lutut dengan pesona cinta pertamanya yang sukses membuat dirinya merasakan sakit hati yang begitu dalam ?


"Katakan kau membutuhkan uangku!"


"I–iya tuan, aku membutuhkan uang mu."


"Lepas seluruh pakaian mu, merangkak kepadaku seperti seorang bayi!"


"Baik, akan aku lakukan tuan!"


Mampir ya teman-teman, semoga menghibur dan bermanfaat 🤗🙏