
🌹HAPPY READING🌹
Setelah selesai dengan segala urusannya di rumah Ibra. Kedua gadis kecil itu kini sedang berada di dalam mobil menuju rumah yang akan menjadi target mereka selanjutnya.
Tiga puluh menit, mobil mereka sampai disebuah rumah bertingkat minimalis, namun terlihat sangat indah.
Sela dan Shasa turun dari mobil dan berjalan menuju teras rumah.
"Assalamu'alaikum," ucap kedua gadis kecil itu.
Tidak berapa lama terdengar sahutan dari dalam. "Waalaikumsalam."
"Kalian disini?"
"Hai Daddy," sapa kedua gadis kecil itu.
Ya, mereka berdua bertandang ke rumah Al. Selain menjalankan misi, mereka juga mau bermain dengan Adam yang sekarang semakin menggemaskan.
"Wah, ini adalah tamu yang sangat ditunggu-tunggu," ucap Al.
Kedua gadis kecil itu terkekeh pelan dan menyalami tangan Al secara bergantian.
"Siapa Mas?" tanya Bella yang datang dari dalam rumah bersama Adam di gendongannya.
"Tamu jauh, Sayang," jawab Al.
Bella yang penasaran berjalan keluar rumah menuju pintu. Matanya berbinar bahagia melihat kedua gadis kecil itu berdiri di depannya saat ini. "Wah, Mommy kangen banget sama kalian," seru Bella heboh.
"Kita juga Mommy. Apalagi sama Adam," jawab Shasa.
"Kalau gitu ayo kita masuk. Kita main bareng," ucap Bella mengajak kedua gadis kecil itu masuk ke rumahnya.
"Kalian mau minum apa? Biar Mommy buatin," ucap Bella yang menyerahkan Adam kepada Al. Mereka semua kini berada di ruang keluarga.
"Jus ya, Mommy!" seru keduanya girang.
Bella tertawa. "Baiklah-baiklah. Kalian mau jus apa?" tanya Bella
"Sela jus jeruk."
"Shasa jus apel."
"Kalian tunggu disini, ya. Main sama Daddy sama Adam dulu," ucap Bella pamit.
"Siap Mommy," jawab mereka berdua serentak.
Setelah Bella pergi ke dapur, mereka berdua duduk di karpet sutra itu dengan Adam yang asik bersama para robotnya.
Al memicingkan mata menatap kedua gadis kecil itu. Sela dan Shasa yang merasa ditatap mengalihkan pandanganya pada Al. "Kenapa Daddy?" tanya Sela.
"Kalian pasti ada rencana kan. Kalau nggak tumben banget kesini," ucap Al penuh curiga.
"Daddy sok tahu banget. Walau memang benar sedikit, Daddy," jawab Shasa disertai kekehan kecil dari Sela.
"Kalian mau ngapain kesini?" tanya Al lagi.
"Ya Allah, Daddy larang kami kemari? Aduin sama Mommy loh," ucap Sela.
"Daddy nggak takut," jawab Al santai.
Sela berdecak. Daddy nya ini memang benar sebelas dua belas dengan Ayahnya sendiri.
"Maksud kedatangan kami adalah, kami mau berbisnis sama Daddy," jawab Sela.
"Sekaligus main sama Adek kesayangan kami ini," sambung Shasa mencolek pipi tembem Adam.
Alis Al terangkat mendengar jawaban kedua gadis kecil itu. "Bisnis apa?" tanya Al penasaran.
Baru Sela akan membuka mulut untuk menjawab, kedatangan Bella dari arah dapur mengalihkan pandangan mereka. "Minuman datang," ucap Bella senang.
"Wah, terimakasih banyak loh Mommy, udah repot-repot," ucap Shasa yang langsung mengambil gelas berisi jus apelnya. Begitu juga dengan Sela.
"Duh, gaya kalian Nak," ucap Bella gemas sambil meletakkan kopi untuk Al di meja.
"Jadi, kalian mau bisnis apa?" tanya Al tak sabaran. Dia juga sangat penasaran dengan ide kedua anak itu.
"Biarin mereka minum dulu, Mas," ucap Bella.
Al mengangguk. Tidak berapa lama, sendawa terdengar keluar dari mulut Shasa. "Hehe, kelepasan Mommy, Daddy," ucapnya mengangkat jari tengah dan telunjuk membentuk huruf V.
"Lain kali jangan di depan orang ya, Nak," nasehat Bella.
"Siap Mommy," jawab Shasa patuh.
"Daddy penasaran benget orangnya," ucap Sela meledek Al.
"Karena kalau kalian punya ide, pasti akan sangat merugikan," jawab Al.
"Mas ih," tegur Bella memukul pelan paha Al.
"Memang begitu kenyataannya, Sayang," ucap Al tak terima dimarahi.
"Kami mau bisnis kambing sama Daddy," ucap Sela akhirnya memberitahu maksud kedatangan mereka berdua.
Bella dan Al sontak menatap kedua gadis kecil itu. "Bisnis kambing?" beo Al dan Bella.
Sela dan Shasa mengangguk. "Jadi kami berdua, mau Daddy beli kambing kita," ucap Shasa.
"Apa-apaan beli kambing. Nggak ada! Bikin repot tau. Rumah Daddy bisa kotor dan berisik nanti," ucap Al tak setuju.
"Ih Daddy dengar dulu keuntungannya," ucap Shasa kesal.
"Iya Daddy. Jadi, Daddy bisa beli kambing kami, tapi biar kami yang tetap merawat. Daddy nggak usah repot-repot untuk mengurusnya. Istilahnya, Daddy numpang dikandang kami aja," ucap Sela menjelaskan.
Bella tersenyum senang mendengar penuturan kedua gadis cilik ini. "Memang kenapa mau jual Kambingnya?" tanya Bella.
Sela dan Shasa akhirnya menceritakan niat mereka ingin menjual kambing itu.
"Ayah sama Papa kalian nggak ada kekurangan uang cuma buat liburan aja," ucap Al setelah mendengar penjelasan keduanya.
"Kan kami mau mandiri, Daddy. Jadi mau beli kambingnya Daddy?" ucap keduanya memohon.
"Memang berapa harganya?" tanya Bella.
Senyum senang terbit di bibir keduanya. "Sepuluh juta untuk lima kambing," jawab Sela girang.
"Mahal banget itu. Bisa dapat uang bulanan Mommy sebulan," ucap Bella.
"Sekalian kasih jajan kita berdua, Mommy," jawab Shasa.
"Adek Adam mau kambing kan?" tanya Shasa kini beralih pada Adam.
Adam yang tidak mengerti hanya mengangguk polos.
"Tuh, Adek Adam mau!" pekik keduanya senang.
"Adam masih kecil untuk rawat kambing kalian itu," jawab Al.
"Ih, Daddy nggak nangkap kenapa sih. Kan tadi udah dijelasin Sela kalau kambingnya numpang di kandang kami aja," ucap Shasa kesal dengan Al.
"Pembeli adalah raja loh," ucap Al dengan bangganya.
"Itu khusus untuk orang yang benar-benar beli," delik Shasa ketus.
"Kalau gitu Daddy nggak jadi beli," jawab Al dengan jahil.
"Biarin! Kan masih ada Mommy," ucap Sela kesal.
"Baiklah, Mommy akan beli kambingnya. Tapi sebelum itu, kalian harus ngerjain sesuatu," ucap Bella.
"Apa Mommy?" tanya keduanya.
Baru Bella akan membuka mulut, Al sudah lebih dulu menjawab. "Kalian jagain Adam dan main bareng sampai Daddy dan Mommy balik. Daddy dan Mommy ada perlu sebentar di kamar," jawab Al cepat.
"Mas," protes Bella tak terima.
"Jadi gimana? Deal?" tanya Al tanpa menghiraukan istrinya.
"Pekerjaan gampang Daddy. Kepada Daddy dan Mommy dipersilahkan untuk menyelesaikan urusannya. Biar kami yang jaga Adam," jawab Shasa yang juga disetujui oleh Sela dengan senang hati.
"Duh, anak-anak yang sangat pengertian," jawab Al senang.
"Jagain Adam sampai Daddy dan Mommy balik, ya," ucap Al lagi yang kini sudah menyeret tangan Bella untuk menaiki tangga menuju kamarnya. Lelaki itu benar-benar menggunakan kesempatan dengan sangat baik tanpa ada yang terlewat. Rugi sepuluh juta tidak apalah, asal dia bisa berduaan dengan sang istri. Karen semenjak ada Adam, jarang-jarang dia memiliki waktu untuk memadu kasih bersama istri tercinta.
"Siap Komandan!" jawab Sela dan Shasa serentak.
Bella memandang suaminya yang menatap jahil ketika mereka sudah sampai di kamar. "Satu jam untuk beberapa ronde."
......................
Terimakasih kalian masih setia mengikuti kita Zahra dan Kenzo. Semoga kalian tidak bosan dan tetap setia.
Tinggalkan jejaknya ya teman-teman. Like, komentar dan vote kalian sangat berguna buat aku. Aku sayang kalian 🌹🌹😍
Dan jangan lupa untuk follow Instagram aku @yus_kiz. Jangan lupa ikuti juga novel aku di aplikasi hijau ga teman-teman, TERIMAKASIH 🤗🙏