Painful Marriage

Painful Marriage
BAB 128



🌹HAPPY READING🌹


"Ciptakan kebahagiaan untuk menghapus kenangan buruk dirumah ini, Mas. Dan aku mau, kita memulainya dari kamar ini," ucap Zahra tulus.


Kenzo mengangguk menjawab perkataan Zahra. Kenzo merapatkan tubuhnya kepada sang istri dan menatap teduh mata indah itu. Pandangan mereka saling terkunci menyalurkan perasan cinta dan kasih yang ada diantara mereka.


"I love you, Sayang."


"I love you too, Mas."


Kenzo mendekatkan wajahnya ke wajah Zahra. Zahra yang merasakan helaan nafas Kenzo menutup mata dengan kedua tangannya meremas kuat kedua sisi baju tidur Kenzo.


Hingga beberapa saat, kedua benda tipis itu saling bersentuhan. Terasa sangat lembut dan manis bagi Kenzo. Ini baru bersentuhan, bagaimana jika dia mencecap benda itu layaknya permen, pasti akan terasa lebih nikmat.


Semakin lama, Kenzo mulai menggerakkan bibirnya mencoba bibir ranum Zahra. Atas dan bawah tidak pernah absen oleh Kenzo.


Zahra yang menikmati sesekali membalas perbuatan Kenzo. Saat dirasa dia sudah tidak sanggup menahan karena kehabisan oksigen, Zahra memukul pelan dada Kenzo.


"Maaf, Sayang," ucap Kenzo menyesal melihat wajah Zahra yang memerah karena ulahnya.


Zahra mengambil nafas banyak. Dia tersenyum menggeleng menatap Kenzo. "Aku juga menginginkannya, Mas. Tapi maaf, nafas aku singkat," ucap Zahra yang mampu membuat Kenzo tergelak. Yang benar saja, selama dia hidup, baru kali ini dia mendengar seorang wanita yang minta maaf karena nafasnya singkat dan mengakhiri pautan bibir mereka. Istirnya ini benar-benar bisa bersikap polos namun nakal dalam waktu yang bersamaan.


"Mari kita lanjutkan," ucap Kenzo dan langsung mengangkat Zahra ala bridal style dan membaringkan wanita itu di kasur kecil tersebut. "Kasur kecil ini memberikan kenikmatan tersendiri, Sayang," ucap Kenzo.


Zahra mengalungkan tangannya di leher Kenzo. Dia sedikit mengangkat kepala dan menempelkan bibirnya sekolah pada bibir Kenzo. "Sudah mulai berani?" tanya Kenzo menggoda.


Zahra mengangguk yakin. "Kenapa harus malu? Kan suami Zahra sendiri," jawab Zahra percaya diri.


Betapa berbunga nya hati Kenzo mendengar apa yang dikatakan oleh Zahra. "Kamu iklhas, Sayang?" tanya Kenzo.


"Jangan pernah bertanya sesuatu yang kamu pasti tahu jawabannya, Mas," ucap Zahra dan langsung saja wanita itu mengecup bibir Kenzo seperti yang dilakukan Kenzo padanya.


Semakin lama, permainan mereka semakin menjadi. Tangan Kenzo tidak tinggal diam mengabsen setiap jengkal lekuk tubuh Zahra. Hingga beberapa saat, mereka berdua sudah polos tanpa sehelai benangpun.


Kenzo memberikan banyak sekali tanda di leher dan dada Zahra. Zahra tidak marah, toh nantinya ini akan tertutup oleh jilbabnya.


"Ahhh Mashh," suara indah Zahra mengalun saat Kenzo bermain-main dibawah pusar nya.


Melihat istrinya yang menikmati, Kenzo semakin bersemangat memberikan kenikmatan untuk istrinya.


"Aku mulai ya, Sayang," ucap Kenzo yang mulai memposisikan dirinya tepat diatas Zahra.


Blessss


Benda itu akhirnya memasuki tubuh Zahra dengan penuh setelah beberapa kali percobaan. "Masih seperti pertama kali, Sayang, Ahhh," ucap Kenzo dengan segala hasrat yang sudah di puncaknya.


"Aku diatas, Mas," ucap Zahra yang langsung dianggukki oleh Kenzo.


Kenzo membalikkan posisi mereka dengan sangat mudah. Hanya ini yang bisa Zahra lakukan untuk membahagiakan suaminya.


Dulu, saat pertama kali, dia membiarkan Kenzo bekerja sendiri. Namun, sekarang dia akan ikut andil dan saling bekerja sama dalam mencetak keturunan mereka.


Tubuh Zahra dengan lihainya bergoyang diatas tubuh Kenzo. Dengan bantuan tangan Kenzo, tubuh Zahra semakin merasa terguncang.


Hingga semakin lama semakin cepat, gas itu mereka telan dengan semakin kencang, hingga akhirnya mereka mencapai puncak kenikmatan.


Melihat Zahra yang sudah lemas, Kenzo langsung membalikkan posisi dan terus melanjutkan permainannya hingga beberapa jam.


.....


Tadi, setelah sholat subuh, mereka kembali melanjutkan tidur karena mengantuk. Bagiamana tidak, saat dikamar mandi untuk melakukan mandi wajib, Kenzo kembali menyerang Zahra selama satu jam setengah. Jadilah wanita itu lemas dan tak berdaya setelah sholat subuh.


Kenzo mengernyitkan matanya saat cahaya silau menggangu matanya yang terpejam. Senyum terbit di bibir Kenzo saat melihat wajah sang istri yang meringkuk dalam pelukannya layaknya seorang bayi.


Bayangan kenakalan Zahra tadi malam membuat Kenzo salut akan istrinya itu. Disiang hari dia menjadi seorang ukhti, dan dimalam bari dia menjadi seorang naughty. Disiang hari Zahra menutup aurat, dan saat bersamanya Zahra lebih **** dari wanita manapun.


"Terimakasih, Sayang," ucap Kenzo pelan mengecup singkat dahi Zahra.


Kenzo menatap jam dinding yang menunjukkan pukul delapan pagi. Dengan pelan, dia turun dari kasur dan memberikan guling untuk Zahra peluk.


Setalah memastikan Zahra nyaman, Kenzo berjalan keluar kamar untuk mengambil sarapan dirinya dan Zahra.


Sampai di meja makan, Kenzo hanya bertemu Ibra, Dee dan Kevin. Mungkin yang lain sudah melakukan aktifitas masing-masing.


"Selamat pagi, ucap Kenzo sumringah.


"Sarapan dulu, Ken," ucap Dee.


"Nanti, Umi. Ken sarapan bareng Zahra," jawab Kenzo.


Ibra menatap arah kedatangan Kenzo. Dia heran melihat Kenzo yang tidak datang dari arah tangga. Padahal kamar lelaki itu dilantai dua, harusnya dia menuruni tangga untuk sampai di meja makan, tidak mungkin menantunya itu terbangkan.


"Kenapa kamu dari sana?" tanya Ibra menunjuk arah kedatangan Kenzo dengan kepalanya.


Kenzo tersenyum. "Mengganti kenangan pahit, dengan kemesraan Abi," ucap Kenzo santai sambil menerima susu coklat dari Dee. "Terimakasih, Umi," ucap Kenzo yang dijawab anggukkan dan senyuman oleh Dee.


"Kamu tidak meninggalkan surat cerai lagi, kan?" tanya Kevin meledek.


Kenzo menatap kesal Kevin. Sungguh, Kevin benar-benar mengganggu kesenangannya.


"Kalau Kenzo berani melakukan itu, berarti Kenzo sudah tidak bernyawa lagi saat itu juga," ucap Kenzo yakin.


"Wah wah wah, kalau cinta sudah mendominasi memang begitu, ya," timpal Ibra.


"Ngaca Abi," ucap Kenzo balik meledek Ibra. Dia heran, apa Ibra tidak sadar dengan dirinya yang menjadi sangat bucin kepada Dee. Bahkan, Ibra adalah raja bucin di dunia ini.


"Sela sama Shasa sekolah, Umi?" tanya Kenzo pada Dee.


"Iya, Nak. Mereka ditemani Bu Sari dan Kina hari ini," jawab Dee.


"Ini. Kamu bawa ke kamar dan sarapan bareng Zahra kalau dia sudah bangun. Kasian anak Umi kelaparan karena singa seperti kamu," ucap Dee.


Kenzo hanya tergelak mendengar perkataan Dee. Tidak tahu saja Umi, kalau Zahra singa betina tadi malam. Batin Kenzo tersenyum tak jelas.


"Kenzo kembali dulu, ya, Umi," pamit Kenzo pada Dee sambil menerima nampan dari tangan Dee.


"Dadaaah, bapak-bapak tua," ucap Kenzo pamit dengan meledek Ibra dan Kevin yang dihadiahi lemparan sendok dari kedua lelaki paruh baya itu.


......................


Terimakasih kalian masih setia mengikuti kita Zahra dan Kenzo. Semoga kalian tidak bosan dan tetap setia.


Tinggalkan jejaknya ya teman-teman. Like, komentar dan vote kalian sangat berguna buat aku. Aku sayang kalian 🌹🌹😍


Dan jangan lupa untuk follow Instagram aku @yus_kiz. Jangan lupa ikuti juga novel aku di aplikasi hijau ga teman-teman, TERIMAKASIH 🤗🙏