Painful Marriage

Painful Marriage
BAB 212



🌹HAPPY READING🌹


Sela berdecak kesal. "Ayah sama Bunda memang payah. Masa udah Sela bangunin masih aja nggak mau. Ayah erat banget lagi peluk Bundanya," gerutu Sela.


"Mereka lagi menikmati waktu berdua, tapi kamu malah ganggu, Nak," ucap Murat terkekeh pelan.


"Biarin lah. Kalau Ayah sama Bunda belum bangun juga, kita tinggal saja Kakek. Kan tambah hemat biaya," ucap anak itu dengan sangat santainya.


"Pemikiran yang sangat hebat sekali," jawab Murat terkekeh pelan.


Saat Sela dan Murat asik bercerita sambil menunggu sarapan selesai disiapkan, Kevin datang dengan tubuh yang sudah terbalut jas mahalnya.


"Kakek kemana?" tanya Sela menatap Kevin dari atas sampai bawah.


"Kakek harus kerja, Nak," jawab Kevin sambil duduk di kursi setelah mengecup singkat dahi cucunya itu.


"Kerja? Kan kita mau naik balon udara, Kakek," ucap Sela setengah merajuk.


"Sela pergi sama Ayah sama Bunda, ya. Kakek Ibra dan Nenek Dee juga ikut nanti," jawab Kevin.


"Kakek nggak seru ih!" gerutunya kesal.


"Jangan marah kesayangan Kakek. Sebagai gantinya, Sela mau apa dari Kakek?" tanya Kevin.


Sela nampak berpikir. Anak itu menatap Murat seolah menanyakan apa yang harus dia minta pada Kevin. Murat yang melihat tatapan Sela mengangkat bahu pertanda tidak tahu harus menyuruh Sela untuk minta apa pada Kevin.


Lampu pijar bersinar terang diatas kepala Sela. Anak itu tersenyum lebar menatap Kevin. "Sela mau Nenek baru, Kakek," jawabnya semangat.


"Uhuk."


"Uhuk."


Batuk saling bertautan antara Kevin dan Murat. Mereka tersedak ludah mereka sendiri mendengar permintaan Sela. Anak kecil ini benar-benar menguji kesehatan jantung.


"Wah, permintaan yang sangat indah sekali, Nak," ucap Murat setelah minum air putih dan mengacungkan jempolnya pada Sela.


"Anak Ayah Kenzo gitu loh," ucapnya sombong.


Kevin menggeleng sambil tersenyum lembut. "Sela sini, Nak," ucap Kevin.


Sela menurut. Anak itu turun dari kursi dan beralih mendekati Kevin. Kevin mengangkat tubuh Sela dan mendudukkan di pangkuannya.


"Sela mau Nenek?" tanya Kevin singkat.


Sela mengangguk semangat dengan mata berbinar. "Coba minta sama Kakek Murat," ucap Kevin menatap Murat.


Sela beralih menatap Murat. Setelahnya anak itu menggeleng. "Kakek Murat nggak bisa lagi, Kakek," ucap Sela.


"Memangnya kenapa nggak bisa, Nak?" tanya Murat yang penasaran. Entah kenapa dia mendapat firasat yang tidak baik akan perkataan cucunya itu.


"Kakek Murat terlalu tua. Udah nggak ada lagi jodohnya," jawab Sela polos.


Kan. Apa dibilang. Mulut anak itu benar-bensr jiplakan Kenzo sekali. Pandai berkilah, sopan merayu, lancar beradu mulut, dan sangat pintar sekali dalam membuat orang kesal.


"Sesuka mu lah Nak," jawab Murat kesal. Setelahnya dia memakan sarapan yang baru saja disajikan oleh pelayan.


"Pemikiran yang hebat, Nak," ucap Kevin memuji Sela yang mendapat delikkan dari Murat.


"Sela mau Nenek?" tanya Kevin.


Anak itu mengangguk setuju.


"Kakek akan kasih Nenek paling cantik untuk Sela nanti," ucap Kevin lembut.


"Lebih cantik dari Aunty cantik?" tanya Sela menyebutkan Kinzi. Karena menurut anak itu, defenisi cantik itu adalah Kinzi, Aunty kesayangannya.


Kevin mengernyit bingung. "Aunty cantik siapa Nak?" tanya Kevin tidak tahu.


"Aunty Kinzi, Kakek," jawab Sela memberitahu.


Lagi dan lagi perkataan Sela membuat Murat kembali tersedak oleh makanannya. "Memang Aunty Kinzi cantik sekali, Nak?" tanya Murat penasaran memancing reaksi Kevin.


"Sangat cantik, Kakek," jawabnya semangat.


Kevin yang mendengar itu tersenyum. Murat menatap jahil Kevin. "Pantas dia sampai gila," gumam Murat mengatai Kevin.


Kevin hanya menatap jengah Babanya itu, dan kembali bicara pada Sela. "Kalau begitu, doakan Sela dapat Nenek seperti Aunty Kinzi, ya," ucap Kevin.


"Aamiin," jawab anak itu serius.


Mendengar langkah kaki dari atas, Kevin menoleh dan melihat dua pasang suami istri turun dari tangga. Ada Ibra bersama Dee, Kenzo bersama Zahra.


"Sela duduk di kursi lagi, ya. Kita sarapan dulu," ucap Kevin lada Zahra. Karena jika pembicaraannya semakin diteruskan dengan Sela, bisa-bisa semuanya selesai saat ini juga. Dia tidak mau itu terjadi.


.....


Ya, mereka telah sampai di Cappadocia setelah beberapa jam perjalanan dari kediaman Murat. Ibra, Dee, Kenzo, Zahra, Murah dan Sela datang dengan satu mobil SUV mewah milik Murat.


Kini mereka berdua sudah berada ditempat mereka akan memulai naik balon udara bersama operator yang sudah dipilih terlebih dahulu oleh Kenzo jauh-jauh hari.


"Apa kalian siap untuk naik?" tanya Operator lelaki itu.


Mereka semua mengangguk. "Aku nggak naik, Mas," ucap Zahra yang mendapat tatapan dari mereka semua.


"Kenapa Nyonya ini tidak ikut?" tanya Operator itu.


"Saya sedang hamil, Pak," jawab Zahra sambil menarik gamisnya kebelakang memperlihatkan perut buncitnya.


Operator tersebut mengangguk. "Maaf sebelumnya, Tuan dan Nyonya. Untuk wanita hamil disarankan untuk tidak naik ini. Karena saat mendarat nanti, akan ada sedikit getaran akibat benturan antara balon udara dan tanah ketika turun nanti. Jadi, kami menyarankan untuk Ibu Hami agar tidak naik. Operator kami mengutamakan keselamatan dan kenyamanan, Tuan, Nyonya," ucap Operator itu menjelaskan alasan.


"Jadi bagaimana, Nyonya?" sambung operator bertanya.


"Saya tidak naik, Pak. Terimakasih," jawab Zahra yakin.


"Bunda," rengek Sela ketika mendengar jawaban Zahra.


Zahra tersenyum. "Zahra naiknya sama Kakek dan Nenek saja, ya. Ada ayah juga nanti," bujuk Zahra.


Kenzo yang melihat itu mendaratkan tubuhnya agar sama dengan Sela. "Nak, kalau Bunda naik ini akan sedikit beresiko untuk adik-adik nanti. Sela nggak mau kalau adik kenapa-napakan?" tanya Kenzo.


Sela mengangguk. "Kalau begitu Sela naik bareng Kakek dan Nenek saja, ya. Ayah biar temani Bunda keliling-keliling disini," ucap Kenzo.


"Tapi Ayah dan Bunda jangan jauh-jauh, ya," ucap Sela takut jika nanti Ayah dan Bundanya itu pergi jauh dan meninggalkannya.


"Iya Nak," jawab Kenzo tersenyum lembut.


.....


Sela menatap takjub pemandangan yang disuguhkan dari atas balon udara.


"Bagus sekali Nenek," ucap Sela takjub. Mulut anak itu tidak hentinya menganga melihat pemandangan yang sangat memanjakan matanya itu.


"Cappadocia memang sangat indah, Nak," jawab Dee.


"Sela ikuti jangan terlalu banyak gerak ya," peringat Ibra.


Sela mengangguk. Jilbab ini tidak nampak terbang kesana dan kemari. Sela dan Dee sengaja menggunakan jilbab yang simpel agar tidak kemana-mana saat naik balon udara.


Ibra, Dee dan Sela mendengarkan semua instruksi Pilot atau orang yang mengarahkan balon udara itu.


"Wah itu apa Nenek?" tunjuk Sela pada pemandangan dibawahnya.


"Itu kota gua, Nak. Kota dengan formasi tanah yang sangat unik. Itu hanya dapat kita lihat keindahannya dari atas saat naik balon udara ini," jawab Dee memberitahu anak itu.


"Kok Nenek tahu?" tanya Sela.


"Nenek sama Kakek sudah beberapa kali naik balon udara disini, Nak," jawab Ibra santai.


"Benarkah?" tanya Sela berbinar yang dianggukki oleh Dee.


"Kenapa nggak aja Sela?" tanya Sela lagi.


"Kan dulu, Nak. Kamu masih belum lahir. Kalaupun kamu sudah lahir, kamu masih kecil sekali," jawab Dee yang dianggukki oleh Sela.


"Sela bakal sering-sering minta kesini sama Ayah," ucap anak itu tanpa memikirkan biaya yang akan dia keluarkan.


"Itu harus," jawab Ibra menambahkan. Biar tahu rasa Kenzo memenuhi keinginan anak gadisnya ini yang sangat banyak.


Satu jam mengudara, kini Sela, Dee dan Ibra sudah turun dari balon udara, dan juga sudah berkumpul bersama Kenzo, Zahra dan Murat. Murat memang sengaja tidak naik. Lelaki itu sangat sadar dengan usianya. Dia masih sayang dengan kesehatan jantungnya saat ini.


"Bagaimana naik balon udaranya, Nak?" tanya Zahra.


"Seru sekali, Bunda," jawab Sela.


"Tapi kok wajahnya sedikit cemberut gitu?" tanya Kenzo memperhatikan wajah sang anak.


"Kok kita nggak ketemu Raya sama Mami Kinan?"


......................


Hai teman-teman, untuk kelanjutan kisah Kevin dan Kinzi ada di novel baru yang sudah publish di aplikasi hijau dengan judul CINTA WANITA MUDA. Semoga kalian suka dan menikmati kisahnya.


Terimakasih kalian masih setia mengikuti kita Zahra dan Kenzo. Semoga kalian tidak bosan dan tetap setia.


Tinggalkan jejaknya ya teman-teman. Like, komentar dan vote kalian sangat berguna buat aku. Aku sayang kalian 🌹🌹😍