
PENGUMUMAN!!!!!
Aku ada kabar bahagia nih!!! ada karya baru aku di noveltoon dengan judul KELUARGA UNTUK ANAKKU!
Menjadi penanggung jawab atas kesalahan yang tidak dia lakukan, itulah yang harus dilakukan oleh Arumi. Menanggung luka atas goresan yang tak pernah dia ciptakan. Terlebih lagi orang yang menyebabkan lukanya adalah lelaki yang dia cintai. Setiap pembelaan yang dia ucapkan hanya dianggap omong kosong. Kekuasaan membungkam semuanya.
Bintang, polisi tampan yang menangani kasus kematian adik kandungnya sendiri. hingga sebuah fakta dia dapatkan sehingga memaksanya untuk memilih antara cinta dan keluarga.
Pengorbanan, cinta, air mata, dan siksa akan menjadi satu dalam cerita ini. selamat membaca!!!
......................
Bintang egois, ya benar sekali.
Arumi bodoh? Entahlah, dia hanya melakukan semua atas dasar cinta kepada Bintang.
Bintang ceroboh? Ya! Bahkan sangat ceroboh.
Arumi bersalah? Ya, itulah yang bintang percayai hingga membuat wanita yang dia cinta bergelar narapidana.
Arumi benci Bintang? Iya! Tapi benci arumi masih berbalut akan cinta akibat pengikat yang tidak sengaja Bintang hadirkan di dalam rahim arumi.
Penjara, melahirkan, dan menjadi single mom untuk anaknya sendiri setelah sidang penuh air mata itu selesai hingga dia dinyatakan bebas.
hidup berdua dengan sang buah hati membuat sang anak sering bertanya dimana keluarganya yang lain.
keluarga? Bahkan arumi hanya memiliki anaknya sendiri.
"Biar bunda yang jadi keluarga kamu, Nak. bunda adalah ayah, nenek, kakek, kakak, dan juga adik untuk kamu. Bunda memang satu, tapi Bunda bisa menjadi segalanya untuk anak bunda."
"Semuanya jahat. Yang baik cuma Bunda."
Bintang? hidup dalam penyesalan? gila? depresi? bunuh diri? Atau dia hidup bahagia dengan orang baru dan keluarganya?
"hanya Tuhan yang tahu apa yang ada di balik ketenangan dan senyum ini. Entah hati yang tenang atau berantakan. entah nurani yang bersih atau jiwa yang gila."
cuplikan sedikit, ya
BAB 1.
"Kita sudah tidak muda, Mas. Kamu sudah dua puluh enam tahun, dan aku dua puluh satu tahu."
"Usia kita masih aman untuk belum menikah, Arumi," jawab Bintang yang tahu arah pembicaraan arumi.
"Tapi apa yang kita lakukan ini melampui bataskan, Mas?" tanya arumi menatap lembut pada Bintang.
"Kita melakukannya karena cinta, Arumi," jawab Bintang enteng.
Arumi diam dan tidak menjawab. dia lebih memilih menatap mata Bintang menyelami ketulusan yang keluar dari tatapannya.
BAB 3.
"Rumi," panggil Bintang.
Bintang menatap kiri dan kanan. Setelah dirasa aman dia menarik lembut tangan Arumi dan membawanya ke samping rumah yang sepi.
"Mas mau kemana?" tanya Arumi menatap Bintang.
Arumi tidak sengaja mendengar perkataan Bintang dengan Nek Tyas. Niatnya yang ingin memberitahu Nek Tyas mengenai nama menu barunya akhirnya terurung dan lebih memilih untuk menemui Bintang.
"Aku harus segera pergi, Rumi. Ada pekerjaan yang tak bisa aku tinggalkan," ucap Bintang.
"Kerja apa?" tanya Arumi. Arumi memang belum mengetahui sama sekali bahwa Bintang adalah seorang polisi. Aneh sekali memang. Tapi begitulah Arumi. Yang dia tahu dia dan Bintang saling mencintai dan itu cukup untuknya.
"Ada pekerjaan mendesak. Nanti aku akan kembali, ya. Jangan khawatir. Aku pergi dulu. Aku mencintaimu," ucap Bintang tergesa dan berlalu pergi meninggalkan Arumi setelah memberi sebuah kecupan di dahi Arumi.
Arumi menghela nafas pelan. Dia menatap mobil Bintang yang sudah keluar dari pekarangan rumah Nenek Tyas. "Semoga kamu benar-benar kembali, Mas," ucap Arumi dengan harapan besar yang terselip dari setiap ucapannya.
BAB 4.
"Kematian Kintani memang bukan karena bunuh diri."
Bintang dan Angkasa saling pandang seolah berbicara lewat mata. Dua tatapan tajam itu bersatu bagai laser yang menembus tajam.
"Kita buka lagi kasus ini," empat kata yang membuat semuanya berubah menjadi neraka.
SELAMAT MEMBACA DAN SEMOGA KALIAN SUKA YAAA!!!!