Painful Marriage

Painful Marriage
BAB 97



🌹HAPPY READING🌹


"Pelan-pelan, Mas," ucap Zahra ketika Kenzo tiada henti memanggut bibir mungil miliknya.


Tanpa mendengar perkataan Zahra, Kenzo yang sudah lama menahan nafsunya itu terus melanjutkan aksinya untuk mencapai surga dunia yang sudah lama dia tinggalkan.


"Mash," ucap Zahra tertahan kala dia kesulitan bernafas. Bibir mungilnya benar-benar di terkam tiada henti oleh Kenzo.


"Udah nggak tahan, Sayang," rengek Kenzo menatap Zahra dengan pandangan sayu.


Zahra tersenyum dan mengangguk. "Pelan-pelan, ya. Pasti sakit," ucap Zahra mengelus lembut rahang Kenzo.


Kenzo menikmati elusan Zahra di wajahnya. "Zahra sudah lama tidak menyentuh wajah ini," ucap Zahra lembut.


Mata Kenzo terpejam menikmati sentuhan tangan Zahra. "Tangan kamu nakal, Sayang," ucap Kenzo dengan suara seraknya menahan tangan Zahra.


Cup


Zahra berjinjit memberikan kecupan singkat di bibir Kenzo.


"Istri aku nakal, ya," ucap Kenzo menjahili Zahra sambil menggelitik pinggang ramping Zahra.


"Haha geli, Mas, haha," ucap Zahra dengan tawa yang tidak bisa dia tahan. Tangannya mencoba menahan tangan Kenzo yang terus menggelitik pinggangnya.


Brak.


Tubuh Kenzo dan Zahra jatuh ke kasur dengan Zahra yang berada di bawah kungkungan Kenzo. Kenzo menatap dalam mata Zahra yang berada di bawahnya.


Semakin lama, wajah mereka saling dekat. Kenzo memiringkan kepalanya kesamping menggapai bibir mungil Zahra dengan bibirnya.


Cup.


"Aku meminta hakku, Sayang," ucap Kenzo dengan mata tersirat hasrat yang sudah tak tertahan.


Zahra mengangguk. "Ambilah, Mas. Aku ikhlas, dan perlakukan aku dengan lembut, ya," ucap Zahra menatap dalam mata Kenzo. Jujur saja, bayangan saat pertama kali mereka melakukan itu hingga akhirnya bencana besar itu tiba masih terngiang di benak Zahra. Masih teringat jelas bagaimana mereka menikmati surga dunia untuk pertama kalinya.


Kenzo mengangguk. "As you wish, baby," ucap Kenzo dan mulai mencoba rasa manis pada bibir Zahra.


Tangan Kenzo tidak tinggal diam bergerilya kemana-mana menjelajah tubuh Zahra. Zahra menikmati setiap sentuhan lembut yang diberikan Kenzo. Sungguh, Kenzo benar-benar berbuat lembut padanya. Saat ini, rasanya Zahra menjadi seorang Permaisuri yang benar-benar dijunjung harga diri oleh Rajanya.


"Ahh," satu suara lembut nan merdu itu lolos keluar dari mulut Zahra ketika Kenzo mengecup buah impian yang ada di tubuh Zahra.


Tangan Kenzo melepas satu persatu kancing piyama Zahra. Zahra tidak tinggal diam, wanita itu juga bekerja membantu membuka kancing baju piyama suaminya. Zahra benar-benar tidak membiarkan Kenzo bekerja sendirian kali ini. "Kita akan kerjasama, Mas," ucap Zahra lembut dengan bibir yang sudah bengkak yang disebabkan oleh Kenzo.


Satu persatu kain yang menutupi tubuh mereka mulai terbuka. Hingga akhirnya kedua tubuh manusia itu polos tanpa sehelai benangpun.


"Indah," gumam Kenzo lembut. Pipi Zahra memerah malu mendengar perkataan Kenzo yang memandangi lekuk tubuh polosnya.


"Malu, Mas," ucap Zahra mengapitkan kedua pahanya dan menutup dada dengan kedua tangannya.


Kenzo menggeleng. Dia juga sama sama tidak berpakaian saat ini. Tangannya bergerak menyingkirkan tangan Zahra yang menghalangi buah kesayangannya. "Ini punya aku. Ini juga, ini, ini, ini, ini, ini," ucap Kenzo menunjuk setiap inci tubuh Zahra.


Kenzo kembali mempertemukan benda kenyal itu. Mereka saling mencicipi satu sama lain. Benar saja, bunyi pertemuan dua bibir itu memenuhi ruangan kamar mereka.


Kenzo membuka lembar kedua kaki Zahra. "Rumahku yang sudah lama hilang, Sayang," ucap Kenzo serak menatap pemandangan indah di depan matanya.


Zahra hanya diam. Pikirannya sudah tak bisa berpikiran jernih saat ini. Sentuhan Kenzo benar-benar membuat Zahra lupa akan semuanya.


"Ahh, Mas, pelanh," ucap Zahra ketika Kenzo mulai memasuki rumah huniannya.


"Iyah, Sayang, ahh," ucap Kenzo menahan suara merdunya.


Zahra meremas kuat punggung Kenzo saat merasakan tubuhnya sudah menyatu dengan tubuh Kenzo. Sungguh, ini masih terasa sakit. Sama seperti saat pertama mereka melakukan penyatuan ini.


Kenzo menggerakkan tubuhnya diatas tubuh Zahra. Semakin lama, gerakan Kenzo semakin tajam hingga membuat Zahra memekik nikmat.


"Pelan, Sayang. Kamar ini tidak kedap suara," ucap Kenzo menahan desahan yang akan keluar dari bibir Zahra dengan bibirnya. Memberikan nikmat lain pada Zahra untuk mengurangi rasa sakit yang dia ciptakan.


"Ahh, enngghh" lenguhan panjang itu keluar dari mulut Zahra dan Kenzo saat mereka berdua sama-sama merasakan kenikmatan dunianya.


Kenzo membalikkan posisi hingga Zahra berada di atas saat ini. "Pimpin, Sayang," ucap Kenzo.


Zahra yang paham langsung memulai aksinya. Benar saja, Zahra benar-benar membuat Kenzo takjub dengan segala kenikmatan ini. Kenzo nampak sangat tampan dengan tubuh yang dipenuhi keringat, rambut gang berantakan dan bibir tebal nan berwarna pink milik Kenzo nampak sangat Seksi.


Begitu juga dengan Zahra. Dimata Kenzo, saat ini Zahra nampak sangat menggoda dengan tubuh mengkilat karena peluh keringat, rambut panjangnya yang sudah tak beraturan, sedikit air mata yang membasahi pipinya, serta jangan lupakan bibir merah ceri Zahra yang nampak bengkak karena ulah Kenzo.


Mereka berdua benar-benar menikmati semua ini. Benar saja, Kenzo benar-benar menerima tantangan Zahra dan melakukannya hingga pukul setengah lima pagi.


"Mas, sudah yaahh," ucap Zahra yang sudah terkulai tak berdaya di bawah Kenzo.


Kenzo mengangguk. Tangannya menghapus keringat yang membanjiri wajah Zahra. "Terimakasih, dan i love you, Sayang, cup," ucap Kenzo memberikan kecupan singkat di dahi Zahra.


"Terimakasih kembali, Mas," jawab Zahra dengan suara teramat pelan karena sudah tak bertenaga.


Kenzo membaringkan tubuhnya di sebelah Zahra. memandangi wajah lelah Zahra yang sudah tertidur.


Setelah ini hanya ada kebahagiaan, Sayang. Batin Kenzo menatap dalam wajah Zahra.


Tidak lama, terdengar suara adzan. Kenzo yang tidak tega membangunkan Zahra akhirnya bangun untuk segera mensucikan dirinya. Setelah itu melaksanakan sholat subuh.


Setelah selesai subuh, Kenzo membuka kembali baju koko dan sarungnya. Dia hanya memakai boxer dan bertelanjang dada berbaring di sebelah Zahra. Membawa tubuh lemah Zahra kedalam pelukannya dan segera menyusul ke dunia mimpi. Jujur saja, pertempuran mereka memang membuat Kenzo lelah dan mengantuk, tapi ada kenikmatan yang tiada Tara dia dapatkan.


.....


Tok, tok, tok.


TOK, TOK, TOK.


TOK, TOK, TOK.


"AYAH, BUNA, BANGUN!" teriak Sela dari luar kamar Kenzo.


Sudah setengah jam dia menggedor pintu kamar Kenzo dan Zahra, tapi yang punya kamar tidak kunjung keluar.


"Hiks, Ayah, Buna, Bangun," ucap Sela menangis. Anak itu kesal karena sedari tadi memanggil tidak ada sahutan.


"Sela kenapa, Sayang?" ucap Kina yang lewat bersama Aska. Mereka hendak turun, namun berhenti ketika melihat Sela menangis di depan kamar orang tuanya.


"Hiks, Ayah dan Buna tidak bangun-bangun, Mama," ucap Sela mengadu pada Kina.


Aska dan Kina saling pandang mendengar perkataan Sela. "Sudah berapa lama Sela bangunin Bunda sama Ayah?" tanya Kina.


"Cetengah jam," jawab Sela disela tangisnya.


Kina dan Aska melototkan matanya tak percaya mendengar perkataan Sela. Aska mengangkat Sela ke gendongannya dan mencoba menenangkan gadis kecil itu.


"Sela sabar, ya. Mungkin Ayah sama Bunda kelelahan karena acara kemarin. Sekarang, Sela turun sama Mama, ya," ucap Kina membujuk Sela yang langsung dianggukki oleh anak itu.


Anak itu sudah terlanjur kesal dengan kedua orang tuanya. Lihat saja, pembalasan pasti akan dia berikan pada Ayah dan Bundanya itu.


Kenzo benar-benar langsung hajar tanpa rem. Batin Aska tertawa geli membayangkan perilaku Kenzo.


......................


Kawal Sela sampai dapat adik ya teman-teman 🤗


Tinggalkan jejaknya ya teman-teman. Like, komentar dan vote kalian sangat berguna buat aku. Aku sayang kalian 🌹🌹😍


Dan jangan lupa untuk follow Instagram aku @yus_kiz untuk melihat keseruan Sela bersama Ayah Ken dan Buna, ya. Dan juga banyak kata kata indah disana yang bisa jadi semangat kalian 🤗😘


Teman-teman, aku mau kasih tahu kalian salah satu buku yang menginspirasi. Buku ini penuh dengan perjuangan hidup dan cinta yang buat kalian semakin hanyut dalam alur cerita nya.