
"Kami suka dengan design promosi perusahaan Anda dan kami juga menginginkan kerja sama kita berlanjut sampai lima tahun kedepan." Ucap seorang laki-laki setengah abad dengan penampilan parlente lengkap dengan celana panjang bahan dan jas resmi, oh ya tak lupa dasi yang menempel rapi di lehernya.
Mereka saling berjabat tangan, Sam menarik senyuman lebar dengan tangan yang mengenggam erat tangan lelaki parlente tadi.
"Siap Mister Aoyama, semoga kerja sama kita tetap terjalin baik." Ucap Sam ramah namun terdengar tegas dan berwibawa.
Sam sedikit membungkuk mempersilahkan bebarapa klien nya yang berpamitan meninggalkan cafe tempat meeting mereka. Sam masih mengembangkan senyuman penuh nya bahkan sampai beberapa klien nya tadi mulai tidak nampak punggung mereka, Sam masih saja mengembangkan senyuman lebar. Bagi Sam kerjasama perusahaan Advertising nya dengan perusahaan air minum energi terbesar di Asia itu sangat penting, setidaknya bagi perusahaan yang telah dirintisnya beberapa tahun yang lalu.
"Hey asisten baru__!!" Panggil Sam. Maya menoleh sebentar ke arah bos nya dengan dahi mengernyit.
"Kerja lo bagus hari ini." Puji Sam dengan muka datar, bukan memuji sebenarnya dia hanya mengatakan hal yang harus dia katakan karena memang berkat Maya akhirnya kerja sama perusahaan Sam dan klien nya menemui titik terang dan berakhir dengan tanda tanggan kontrak perusahaan.
"Itu kerja team pak." Ujar Maya.
"Whatever." Jawab Sam cuek, kembali Maya mendesis kesal.
Sam berjalan duluan meninggalkan beberapa karyawan yang lain termasuk Maya.
"Dasar cowo rese." Desis Maya pelan.
Hah__ gadis itu masih tidak percaya bagaimana bisa hari itu dia yang baru saja memulai tugas magang nya langsung diberi tugas yang begitu berat, mengurus semua hal tentang kontrak besar, namun tanggapan bos besar nya hanya sebatas ucapan 'Kerja lo bagus hari ini.'
"Ish.... !! menyebalkan." lagi-lagi Maya cemberut kesal.
***
Malam ini Sam menuruti titah Anita untuk hadir dalam acara makan malam dengan teman sang mama.
Apa lagi kalau bukan rencana Anita untuk menjodohkan dia dengan gadis pilihan mamanya.
Sam terlihat begitu sempurna dengan balutan Tshirt casual hitam berpadu dengan celana jeans dengan warna senada sepatu kets kali ini menjadi pelengkap penampilan nya.
Mobil sport milik nya berhenti tepat di pintu masuk hotel dan resto mewah, tak lama kemudian seorang vallet parkir menghampiri Sam.
Sam berjalan malas memasuki ballroom hotel, beberapa menit yang lalu Anita sang mama selalu menghubungi nya hanya sekedar bertanya Kamu sudah sampai belum? Kamu dah sampai mana Sam?
Sampai membuat Sam jengah setengah mampus, cowo keren itu kembali membuang nafas berat sebentar.
Sam mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru ruang restoran hingga melihat sang mama melambai ke arahnya.
"Sam__!!" Anita setengah berteriak.
"Mama ngapain sih bikin acara macam gini? Sam gak suka ya Mah." Desis Sam kesal. Anita hanya tersenyum kecil menanggapi kekesalan Sam.
"Oke ini terakhir kali, ntar kalo kamu gak cocok, mama gak akan lagi jodohin kamu." Bujuk Anita.
"Sini duduk samping mama, Sam kamu tentu sudah tahu kan sama tante Elsi?" ucap Anita sambil tersenyum, Sam mengangguk pelan.
"Mama nya Martha kan?"
Sam mengulurkan tangannya ke arah seorang wanita anggun kelas atas tersebut.
"Iya Sam, mama seneng kamu masih ingat sama Martha temen masa kecil kamu dulu." sahut Anita yang masih dengan senyuman mengembang di kedua sudut bibirnya sementara Sam hanya mendengus kesal menanggapi.
"Sam ganteng banget ya jeng, mirip papah nya." Ucap Elsi yang diikuti senyuman kecil Anita.
"Iya lah tant, kan emang saya anak nya pantes lah mirip." Jawab Sam cuek, terlihat senyuman canggung dari Elsi dan juga Anita.
"Hussttt Sam__, heee maaf jeng anak ini emang suka becanda. Oh ya mana Martha? Kok belum sampai sini?"
Sam kembali mendengus kesal dengan kelakuan sang mama. Kenapa mama menjodohkan dia sama Martha sih? kayak gak ada gadis lain apa. Batin Samuel.
"Nah__ itu dia jeng. Martha sayang__!!"
Elsi melambaikan tangan ke seorang gadis yang sangat cantik.
Bola mata Sam kembali membulat melihat seorang gadis yang baru saja di panggil Elsi.
Gadis yang sangat cantik dengan surai panjang berwarna kecoklatan, tubuh ramping dengan balutan dress putih di atas lutut yang melekat ketat sehingga menonjolkan lekukan tubuh indahnya.
Rupanya Martha sudah mengetahui rencana Anita dengan mamanya untuk sama-sama menjodohkan Sam dengan dirinya.
"Hallo tante Anita apa kabar?" Sapa Martha manis lalu saling cipika cipiki.
"Tante baik sayang, kamu apa kabar? Lama ya gak ketemu."
"Iya tante, maaf ya Tha sibuk kuliah." Jawab gadis itu lagi, Sam mendecih pelan mendengar nya.
"Hai baby__"
Kali ini Martha menoleh ke arah Sam dan lagi-lagi mendapat reaksi cuek dari Sam.
"Sam... bersikap yang sopan kalo sama wanita." Titah Anita.
"Maaf ma, Sam gak bisa lama-lama sekarang mending kita makan aja Sam juga dah laper." Ketus Samuel.
"Eh iya jeng mending langsung aja ya. Maaf lho Samuel kadang memang suka gitu."
Elsi tersenyum kecil menanggapi, sedang Martha masih saja memandangi Sam dengan tatapan berbinar walau tidak mendapatkan sedikit perhatian dari Sam.
***
"Sam, gue seneng deh kita di jodohin sama mama kita bedua." Kini Martha berdansa hanya berdua saja dengan Sam. Mereka mengikuti alunan musik dansa dengan sangat luwes.
Tentu saja atas bujukan dan perintah Anita sang mama, kalau tidak karena sang mama mana mau Sam berdansa berdua bersama Martha.
"Gak usah mimpi deh lo." Decih Sam.
"Gue gak mimpi kok Sam, kan emang kenyataan nya gitu."
"Setelah malam ini gue batalin perjodohan kita." Ketus Sam lagi.
Martha masih tersenyum tanpa menghiraukan kata-kata Sam. Lengan gadis itu melingkar erat di leher Sam. Dia dekatkan tubuh indahnya ke arah Sam, hingga kedua bagian tubuh intim mereka saling bergesekan.
Martha kembali menggoda Sam, wajahnya dia dekatkan dengan wajah Sam hingga kedua bibir mereka saling bersentuhan.
"You make me crazzy Sam." Bisik Martha dengan *******.
Sam hanya terdiam, kedua irisnya masih lekat memandang bibir Martha yang entah kenapa malam itu begitu menggoda.
Martha perlahan menautkan lembut bibir cherry pink miliknya, Martha mulai mencium Sam penuh gairah, mereka saling bertukar saliva dan memainkan lidah masing-masing. Sam mendesah sebentar rasanya semua ketusan nya tadi kini mendadak sirna untuk sesaat.
"Ssshhh__ eemmhh I love you Sam." Desah Martha.
Sam kembali menggigit kecil bibir Martha. Sam pun perlahan mendekati Martha. Kini tubuh mereka berada dalam posisi yang sangat dekat. Jemari Sam bermain secara lembut di tengkuk putih gadis itu, memberikan sensasi yang sangat luar biasa bagi Martha.
"Oh Sam__ i want you this night." Desah Martha lagi. Sam hanya terdiam, cowo itu masih saja melakukan gerakan yang membuat Martha semakin tergila-gila.
"Aasshh__ oh baby__ I want you!!" Bisik Martha lagi, kali ini Sam tersenyum smirk melihat gadis itu memejamkan matanya dan menikmati apa yang dia lakukan saat ini.
Satu tangan Sam kini meremas dua bongkahan kenyal milik Martha, sedang tangan nya yang lain masih memeluk erat pinggang kecil gadis itu.
"As you wish__ but not now." Bisik Sam lagi, senyuman kecil nya tertarik meremehkan Martha.
Sam meninggalkan Martha yang masih mematung sendiri di tengah lantai dansa.
Wajah gadis itu terlihat sangat kesal, muka nya merah padam, gigi nya bergemeretak hebat. "Arrgghh__ damned you Sam." Geram Martha pelan.
Sam berjalan keluar dari ballroom hotel dan restoran dengan senyuman memenuhi semua sudut bibirnya, senyuman kemenangan berhasil mempermainkan Martha saat ini.
Dia bahkan tidak peduli dengan Anita yang mencoba menahan nya.
Sam menginjak gas mobilnya begitu vallet parkir menyerahkan kunci mobil sport seri terbaru.
Mobil hitam mengkilat Sam kini meraung kembali menyusuri jalanan Ibu Kota malam ini.
To be continue