MySam

MySam
Makan Malam



Sam mengemudikan mobil sport miliknya dengan kecepatan penuh, bola matanya berapi dan rahangnya pun mengeras. Berkali-kali terdengar decakan kesal dari mulut Sam, jika boleh memilih Sam tidak ingin menjemput Martha dan hadir dalam makan malam bersama Martha juga Anita sang mama.


Kembali Sam melaju dengan kecepatan maksimum hingga mobil sedan sport itu tiba di depan sebuah mansion mewah bergaya eropa.


Sam membunyikan klakson mobil sehingga seorang security akhirnya membukakan pagar besi tinggi berwarna gelap.


Security tersebut mengangguk dan membungkukkan sedikit badannya ke arah Sam.


****


Martha tersenyum kecil saat mengetahui Sam sudah berada di depan pintu utama mansion, tentu saja cowo itu tidak turun untuk menjemput Martha.


Itu tak jadi soal buat Martha karena yang penting Sam kini datang menjemput dirinya dan bersedia hadir dalam jamuan makan malam yang sudah dia atur bersama Anita.


"Malam baby..." sapa Martha dengan senyuman paling manisnya.


Sam mendengus kecil tanpa menjawab, bola matanya berotasi ke arah lain dengan tanpa banyak bicara lagi Sam mulai kembali menginjak gas mobilnya menjauhi mansion kelurga Martha.


"Aku seneng deh Sam kita makan malam bareng lagi." Ucap Martha melirik ke arah Sam, sedangkan orang yang diliriknya itu masih sibuk dengan jalanan di depan tanpa ekspresi apapun.


"Sam, nanti sepulang dinner kamu mau ya menginap di mansion ku? Oh atau aku aja yang menginap ke mansion kamu sayang?" Usul Martha kali ini, senyuman semangat terukir jelas di bibirnya.


Sam masih terdiam tanpa ekspresi, dia hanya melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh seakan tidak peduli jika ada seorang gadis yang duduk disamping nya.


Martha mendengus pelan, namun semua sikap Sam sudah dia hafal dan Martha tidak pernah mengambil pusing semua penolakan Sam.


Di dalam perjalanan Sam hanya memikirkan Maya dan harusnya dia bersama gadis itu saat ini, batin Sam.


***


Akhirnya Sam menghentikan laju sedan hitamnya di depan sebuah mansion yang kali ini lebih besar dari mansion keluarga Martha tadi.


Sam berhenti tepat di depan mansion keluarganya yang hanya ditempati Anita dan Permana ayah Sam.


"Jadi ingat masa kecil kita dulu deh Sam." Ucap Martha lagi, senyuman kecil kembali terukir di sudut bibir gadis itu.


Sam masih terdiam tanpa ekspresi, dia keluar dari mobil tanpa membuka kan pintu untuk Martha.


Gadis itu membuang nafas kasar melihat sikap cuek Sam padanya, dia berusaha bersabar dengan semua sikap dingin Sam.


Martha keluar dari mobil lalu menghampiri Sam dan mengaitkan lengan nya di salah satu lengan kekar milik Sam.


Kali ini Sam hanya diam membiarkan Martha yang dengan erat mengaitkan lengannya.


"Malam sayang__"


Anita segera menyambut kedatangan Sam dan Martha, wanita anggun itu langsung cipika cipiki ke pipi Martha lalu dia mencium pipi Sam anaknya.


"Papa mana Ma?"


"Papa di dalem, tuh dia sudah nunggu kamu dari tadi." Jawab Anita lembut, Sam buru-buru berjalan menuju ke dalam mansion meninggalkan Martha sendiri.


"Sam masih cuek ya sama kamu Tha?"


Tanya Anita lembut, wanita itu menyeka rambut Martha pelan.


Martha mengangguk lalu tersenyum. "Iya tante, tapi aku sudah biasa kok sama sikap Sam." Jawab Martha dengan semua senyuman yang entah itu tulus atau hanya sebuah drama.


"Kamu yang sabar ya sayang, tante sangat berharap Sam memperlakukan kamu dengan baik." Ujar Anita lagi, Martha mengangguk pelan dan tersenyum.


'Tapi anakmu tidak memperlakukan ku sebaik itu.' Batin Martha lalu kembali tersenyum drama ke arah Anita.


"Ya udah yuk kita masuk." Ajak Anita dan diikuti anggukan Martha.


***


"Ayo sayang kita makan, tante juga udah mulai laper." Ucap Anita antusias, Sam dan ayahnya yang dari tadi sibuk mengobrol di salah satu sofa mewah itu pun berjalan mendekati Anita.


Martha menikmati steak daging dengan semangkuk kecil mashed potato.


Sesekali Anita dan Martha saling tersenyum saat berbicara bersama, kecanggungan seolah tidak nampak antara Martha dan Anita yang membuat Sam sedikit merasa khawatir.


Mamanya adalah tipe wanita yang tidak mudah cocok dengan orang lain dan jika wanita itu sudah merasa pas dengan seseorang pastilah Anita akan selalu memperlakukan orang tersebut dengan baik dan sangat mencurahkan perhatiannya.


Dan yang membuat Sam khawatir gadis yang saat ini cocok dengan Anita adalah Martha, bukan gadis yang Sam cintai.


***


"Sam, kapan kamu akan melakukan pertunangan kamu dengan Martha?" Tanya Anita begitu makan malam mereka usai. Kini mereka berempat duduk di salah satu ruangan dekat dengan kolam renang indoor.


Sam melengos ke arah lain tanpa menjawab sepatah kata apapun, sementara Martha tersenyum antusias mendengar pertanyaan Anita.


"Tante bantu persiapan pertunangan kita yah, Tha senang kalo tante Anita mau bantuin Tha dan Sam." Sahut Martha semangat, tentu saja dibalas dengan anggukan kepala dan senyuman dari Anita.


"Sam, gimana perasaan kamu sama Martha?" Tanya Anita lagi, Sam membuang nafas kasar lalu sedikit mendengus kesal.


"Bukannya yang menginginkan perjodohan ini mama ya, bukan Sam." Jawab Sam cuek.


"Sayang, tante Anita kan ingin yang terbaik buat kamu, dan yang terbaik itu aku." Ucap Martha dengan raut wajah sok innocent.


Sam melengos berusaha menghindari semua sentuhan Martha.


"Sam, jangan begitu sama Martha. Bukannya kalian dulu sangat dekat ?" Ucap Anita kali ini.


"Itu kan dulu Ma, dulu sewaktu kita masih sama-sama anak-anak tapi sekarang Sam udah gede Ma." Dengus Sam kesal.


Samuel berdiri dari duduknya dan berlalu menuju kolam renang, Anita hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Sam.


"Kamu yang sabar ya sayang, Sam pasti berubah kok, percaya sama tante." Ucap Anita mencoba menenangkan Martha. Gadis itu mengangguk pelan dan tersenyum manis di hadapan Anita, namun beberapa saat senyuman Martha berubah tidak semanis tadi, dan tentu saja senyuman licik yang dia pamerkan tatkala Anita memalingkan sebentar wajahnya dari gadis itu.


***


Permana perlahan mendekati Sam, laki-laki setengah baya namun masih terlihat gagah itu meraih pundak Sam dan menepuknya pelan.


"Kamu tidak mencintai Martha?"


Tanya Perdana pelan dan diikuti anggukan kepala Sam.


"Gara-gara Freya? Kamu masih belum bisa melupakan dia Sam?" Tanya Permana lagi, kali ini Sam membuang nafas pelan.


"Sam sudah menemukan gadis lain Pah." Lirih Samuel, Permana terlihat terkejut dan mengernyitkan keningnya.


"Siapa Sam?"


Tanya Permana lagi, kali ini Sam mengalihkan pandangannya ke arah sang ayah.


"Maya, dia pegawai magang di perusahaan Sam." Jawab Sam mantap, Permana tersenyum sebentar lalu kembali menepuk pundak anaknya.


"Kenapa tidak kamu katakan sama Mama?"


"Sam gak yakin Mama akan setuju Pah, kan Papa liat sendiri Mama begitu sayang sama Martha." Jawab Samuel, kembali pandangannya menuju ke arah kolam renang, perlahan Samuel meneguk sampanye yang ada di genggamannya.


Permana tersenyum sebentar lalu kembali menatap Samuel.


"Kenapa tidak kamu coba mengenalkan dia sama Mama dan Papa? Siapa tau Mama kamu suka sama dia?" Ucap Permana dengan sangat berwibawa.


Sam tersenyum sebentar lalu memeluk sang ayah erat. "Thanks dad." Ucap Sam sambil memeluk bahu sang ayah yang sama-sama kekar.


>>>> To be continue