MySam

MySam
I See You El



Melbourne


Elano menarik sedikit selimut yang menjuntai dari bed ukuran premium size ke lantai apartemen nya, dia melangkah keluar ke arah balkon apartemen.


Elano masih menatap langit malam ini, kelam dan sepi.


Ting.... ting...


Suara panggilan Skype dari laptop El tiba-tiba berbunyi. Maya? Pikir El, iya siapa lagi kalau bukan dari Maya karena hanya gadis itu yang selalu memanggil El melalui akun Skype nya.


Klik...


El menerima panggilan tersebut dan ternyata memang dari Maya, perlahan El menghembuskan nafas berat.


"Hai El...."


Ucap Maya dari layar laptop dengan melambai ke arah El dan tentu saja dengan sebuah senyuman.


"May, tumben kamu menghubungi aku." Jawab El dingin kali ini. Maya terlihat sedikit berekspresi tak enak hati mendengar nya dan itu terlihat jelas dari layar laptop El.


"Sorry El... aku ganggu kamu ya?" lirih Maya.


"Eh kamu apa kabar disana El? Masih lama kamu di Aussy?" Kali ini Maya mencoba bersikap lebih ceria, padahal dalam hati Maya dia gak tau harus mulai dari mana untuk menceritakan soal hubungan dia dengan Sam.


"I'm fine, well you see..." jawab El datar.


Dari layar laptop terlihat Maya tersenyum sekilas.


Ting tong... ting tong...


Tiba-tiba terdengar suara bel pintu apartemen El berbunyi beberapa kali.


"May, udah dulu ya kayak nya ada temen aku diluar."


Potong Elano, cowo itu langsung berdiri dan berjalan menuju pintu apartemen. El bahkan tidak sadar jika dia belum mematikan sambungan Skype dari Maya.


"El... hello Skype kamu masih nyala..."


Dari seberang Maya mencoba memanggil El namun tentu saja tidak mendapat respon dari Elano, cowo itu langsung saja melesat ke pintu apartemen tanpa memperdulikan Maya yang saat itu masih on di layar laptop.


***


El membuka pintu apartemen malam itu, seketika matanya membola ketika melihat siapa yang ada di balik pintu.


Freya...


"Hei, gue ganggu gak?" Tanya Freya begitu Elano membuka pintu apartemen. Seulas senyum Elano tertarik begitu saja di sudut bibir nya.


Freya terlihat sangat cantik malam ini, dengan gaun ketat pendek di atas lutut berwarna hitam dan sungguh memperlihatkan lekukan tubuh indah Freya.


Rambut ikal kemerahan milik nya tergerai begitu sempurna.


"Lo gak ganggu kok Fe, ayo masuk."


El membawa Freya memasuki apartemen miliknya dan mereka duduk di sebuah sofa.


Sofa yang terletak tepat dihadapan laptop El yang masih menyala tadi.


Maya mengernyit sebentar melihat El bersama seorang gadis di dalam apartemen nya.


"Elano...." gumam Maya dari seberang.


Entah kenapa Elano seperti terhipnotis dengan pesona Freya malam itu, bibir tipis yang selalu basah oleh lipsgloss berwarna pink selalu membuat Elano sangat ingin mencicipi manisnya.


"Fe, lo udah ada cowo?" Bisik El,


Freya menggeleng.


"Dulu ada El, tapi itu dulu dan itu hanya masa lalu." Lirih Freya.


Perlahan El mendekat ke arah Freya, kini tubuh mereka begitu dekat, tangan lembut El mengelus pipi merona Freya, dia dekatkan kembali tubuhnya.


El tiba-tiba mencium bibir Freya, mereka kemudian saling membalas ciuman masing-masing.


Saling bertukar saliva dan saling mencengkeram punggung masing-masing.


Elano sudah terlalu mabuk dengan pesona Freya. Ah sebenarnya mereka berdua sudah terlalu mabuk dengan pesona mereka masing-masing.


"El... I want more." Bisik Freya, dia kalungkan lengannya ke leher El. Sesekali terlihat Freya meremas rambut Elano ketika merasakan kenikmatan tangan Elano yang bermain di sekitar daerah sensitif gadis itu.


Kini Elano mengangkat tubuh ramping Freya dengan gaya ala bridal style.


Cowo itu masih menautkan bibirnya lembut sambil berjalan menggendong Freya menuju tempat tidur.


"El... aaahh sshhhh."


leguhan demi leguhan yang keluar dari bibir Freya semakin membuat Elano menyentuh lembut area sensitif Freya.


Elano tersenyum kecil dan masih saja menciumi bibir pink Freya.


***


"El..." lirih Maya, entah apa yang dia rasakan saat itu.


Dia melihat dengan jelas El melucuti semua pakaian ketat yang gadis itu kenakan, tanpa penolakan.


"Elano... "


Suara Maya kembali bergetar, bola matanya membulat sayu.


***


Apartemen El


Kali ini Freya menyadari ada yang salah disana. "El, lo tadi habis Skype-an ?" Tanya Freya membuat El menghentikan cumbuan nya ke gadis itu.


"Emang kenapa?"


"Tuh Skype lo masih on." Tunjuk Freya.


Elano baru sadar, Maya...?


***


Elano cepat-cepat memakai kembali Tshirt nya dan berlari ke depan laptop, di sana dia melihat Maya yang terdiam.


"May.... maaf in aku."


Tak ada jawaban dari Maya, gadis itu masih menatap layar laptop dengan wajah datar.


"May..."


Klik!!


Ekspresi El seketika berubah, Skype Maya terputus.


"El... lo gak apa-apa? Emang dia siapa?" Freya mendekat ke arah El, gadis itu hanya memakai selimut tebal El untuk menutupi tubuhnya.


"El, let's do it... i'm waiting for you..." Cup, Freya mengecup pelan sudut bibir El lalu kembali berjalan menuju tempat tidur El berukuran premium size,


El pun berjalan mengikuti Freya.


Maya? Entahlah itu urusan nanti, maybe...


***


Jakarta


Maya masih membisu termenung mengingat apa yang El lakukan barusan.


Gadis itu sangat cantik memang, apa ini balasan dari hubungannya dengan Sam?


"Ini salah gue juga." Bisik Maya dalam hati.


Namun entah kenapa perasaan Maya saat ini tidak sesakit jika dibanding saat dia melihat Sam bersama Martha.


Tok... tok...


Terdengar ketukan dari luar pintu kamar Maya, perlahan gadis itu mengusap air mata bening yang keluar dari kedua sudut matanya.


"Ma..."


Ucap Maya begitu pintu kamarnya dia buka, wanita anggun itu tersenyum.


"Kamu kenapa May?" Tanya sang Mama, Maya sejenak menggeleng pelan.


"May gak apa-apa ma, cuma capek aja." Ucap Maya berbohong, gak mungkin juga kan dia bilang sama mama jika dia baru saja melihat Elano sedang bercumbu dengan gadis lain.


"Beneran gak apa-apa?"


Kembali Maya mengangguk, "Iya ma, May gak apa-apa." Jawab Maya lagi.


"Ya udah, kamu istirahat besok harus magang lagi kan?"


"Iya, May tidur dulu ma." Jawab Maya pelan.


Sang mama perlahan mencium kening putrinya lembut.


Kembali Maya menutup pintu kamar dan kembali merebahkan tubuh lelahnya ke atas bed minimalis nya.


Entah apa yang dia rasakan saat ini, sakit hati? Pantaskah? Sedangkan dia di Jakarta juga berhubungan dengan Samuel.


Tapi Maya tidak pernah melakukan sejauh itu sama Sam.


>>>>>To be continue