
"Sam... sudah ya, gak enak kalo ntar ada yang lihat." Maya melepas bibir Sam yang seolah tidak ingin pindah dari bibir Maya. Iris kecoklatan milik Sam menatap wajah Maya lekat seakan tidak ingin melepaskan gadis itu dari pandangannya sedetik pun.
"Hhhmm... gue gak bisa jauh dari lo baby." Bisik Sam lembut, lengannya masih erat memeluk pinggang kecil Maya.
Maya mendongak sebentar untuk melihat mata Samuel. Ada ketulusan di iris kecoklatan itu, bukan hanya sekedar nafsu namun disana ada cinta yang sangat meluap untuknya.
"Kamu masih punya banyak tanggung jawab untuk perusahaan kamu Sam."
Maya tersenyum simpul, jemari lentiknya mengusap pipi Sam dan membenarkan anak rambut Sam yang kini sedikit acak-acakan.
"Oke dear, selama lo ada di deket gue." Rajuk Sam, mata jernih itu kini menatap Maya manja seolah anak kecil yang enggan ditinggal sang mama.
"Ish, aku kan asisten kamu dan gak akan kemana-mana." Kekeh Maya pelan, Sam kembali mencium kening Maya hangat.
***
Tok...tok...tok...!!
Seseorang tiba-tiba saja mengetuk pintu ruangan Sam.
"Masuk." Titah Sam, CEO itu membenarkan sebentar blazzer yang tadi sedikit kusut akibat dia dan Maya saling berpelukan.
Maya pun kini sudah berada di meja nya dan mulai sibuk dengan layar laptop di depannya.
"Morning baby__"
Martha kini masuk ke ruangan Sam dengan wajah berseri, senyuman manisnya terkembang sempurna di sela sudut bibir chery pink manis itu.
"Lo... ngapain pagi-pagi udah kesini?" Ketus Sam seperti biasa. Maya yang saat ini masih sibuk dengan layar laptop diam-diam melirik ke arah mereka. Rasanya Maya ingin sekali mencabik muka Martha dan menjambak surai panjang kecoklatan itu.
Namun tentu saja Maya harus menyembunyikan semua perasaannya tadi. Kedua bola mata hitam Maya kembali dia tujukan ke layar laptop dengan perasaan kesalnya.
"Sam sayang, aku kan tunangan kamu jadi bebas dong mau kesini kapan aja." Ucap Martha manja, gadis cantik itu menggelayut di punggung Sam dan menautkan dagunya ke salah satu bahu kekar Sam.
"Lepasin gue, dan satu lagi lo bukan..."
"Eh maaf pak, saya harus ke ruangan administrasi sebentar." Potong Maya cepat.
Sam lagi-lagi mendengus kesal dengan kelakuan Martha.
Sam berusaha mengejar Maya namun selalu saja Martha dengan sigap menarik lengan Sam.
"Sam__ sudah lah biarin aja asisten kamu itu pergi, dia hanya pengganggu." Decih Martha, gadis itu kembali menggelayut manja di pinggang Samuel, membuat Sam kembali kesal.
"Dia bukan pengganggu, justru lo yang pengganggu." Sungut Sam.
"Ah Whatever lah itu, terserah ya Sam sayang. Kamu mau anggap aku pengganggu atau apa kek, whatever it.... yang penting kamu calon suamiku." Ketus Martha dengan senyuman smirk nya.
"Nanti malam mama kamu ngajakin kita dinner bareng Sam sayang, kamu jemput aku ya jam tujuh tepat. Atau kamu mau mengecewakan mama kamu?" Imbuh Martha lagi dan kembali Sam berkelit menghindari pelukan Martha.
"Udah itu aja kan? Sekarang gue mau kerja dan lo sebaiknya pergi dari sini." Ketus Sam bernada kesal, Martha tersenyum sejenak lalu kembali memeluk Sam.
Martha mengaitkan erat kedua lengannya di pinggang Sam, lalu bibir cherry pink itu dengan cepat mencium kedua pipi Sam. Oh dan satu lagi, Martha mencium bibir tebal Sam dengan penuh nafsu.
Gadis itu sedikit menggigit bibir bawah Sam lalu membisikan sesuatu, "Aku tunggu nanti malam sayang." Bisik Martha dengan sedikit *******.
Sam hanya terdiam tanpa membalas semua pelukan dan aksi bibir Martha tadi, matanya membola tajam melihat tingkah Martha tadi dan yang membuat Sam lebih kesal lagi, dia seakan tidak bisa membantah apa yang Martha lakukan padanya.
'Maya__' gumam Sam akhirnya setelah dia mengingat kekasihnya yang saat ini belum kembali dari ruang administrasi.
***
Maya memasuki kembali ruangan kerja Sam lalu meletakkan beberapa map berwarna coklat. Wajah gadis itu kembali terlihat jutek, seperti saat pertama kali dia dan Samuel saling beradu mulut.
"Kenapa lama ke ruang administrasi?"
Tanya Sam, tak ada jawaban dari Maya. Gadis itu masih saja berkutat dengan laptop dan isi map coklat tadi.
Beberapa laporan keuangan perusahaan Sam sedang Maya salin ke dokumen kerja Samuel.
"Stop Sam !! Gue mo kerja !" Potong Maya cepat. Iris Maya masih saja sibuk dengan layar laptop di hadapannya. Saat ini gadis itu memang sedang malas melihat Sam, gara-gara kejadian tadi, mendadak kini Maya yang merasa cemburu.
Sam diam-diam tersenyum geli melihat ekspresi wajah jutek Maya, CEO itu tau jika Maya saat ini cemburu dengan kehadiran Martha tadi, dan Sam sangat menyukai nya.
Iya Sam senang jika Maya juga mempunyai rasa cemburu melihat dia dekat dengan gadis lain.
"I love you hunny__"
Ucap Sam lembut dan masih tak ada jawaban dari Maya.
***
Kantin
"May, lo gak makan?" Tanya Airin heran, dari tadi Airin melihat Maya hanya mengaduk kuah bakso di hadapannya. Kedua mata Maya pun terlihat sedikit tanpa fokus, gadis itu nampak sedang memikirkan sesuatu atau lebih tepatnya seseorang?
"May..."
Sapa Airin lagi. "Eh... ee... apa Rin? Lo udah makannya?" Tanya Maya gugup.
Airin semakin mengernyitkan dahi nya heran melihat sikap Maya.
Begitu juga Bayu, cowo manis itu pun sedikit heran melihat perubahan sikap Maya pagi ini.
"Lo kenapa sih May?" Tanya Bayu kali ini, Airin memandang wajah Maya dengan penuh khawatir.
"Kalo lo ada masalah cerita ke gue May." Desak Airin lagi. "Gue gak ada masalah kok, cuma__ ada masalah kerjaan dikit." Balas Maya dengan senyuman kecil yang mengembang di sudut bibirnya. Sebenarnya senyuman untuk menyembunyikan semua kegalauan hatinya saat ini.
"Bos kasih lo banyak kerjaan lagi?" Tanya Airin, Maya menggeleng pelan.
"Terus?"
Maya membuang nafas sebentar, 'Gak mungkin juga gue cerita ke Airin dan Bayu soal Sam.' Batin Maya.
"May..."
Suara Airin kembali mengagetkan lamunan Maya.
"Lo kenapa sih May? Heran gue. Gak biasanya lo kayak gini." Kali ini Airin sudah tidak mood lagi dengan siomay pedas kesukaannya.
Gue gak apa-apa kok Rin, udah makan lo lanjut aja gih, gue juga laper." Kekeh Maya, dia benar-benar berusaha menyembunyikan hubungan dia dengan Sam yang mulai semalam keduanya menjadi sangat dekat.
"Udah deh Rin, masalah Maya gak semua lo harus tau kan." Ucap Bayu kali ini, Airin cemberut sebentar.
"Gue tuh khawatir sama dia Bay." Sungut Airin. "Uuucchh makacih ya sayang... lo udah perhatian sama gue." Maya memeluk erat pundak Airin yang lalu dibalas pelukan juga oleh Airin.
"Gue gak dipeluk juga nih??" Celoteh Bayu lucu.
"Gak__!!!"
Jawab Airin dan Maya bersamaan membuat Bayu menggaruk tengkuk nya yang tentu saja tidak terasa gatal. Maya dan Airin tertawa bersama melihat tingkah konyol Bayu.
***
Malam ini Martha sudah bersiap menunggu kedatangan Sam. Gadis itu tampak sangat sempurna, dress di atas lutut berbahan chiffon warna macha terlihat sangat pas melekat di badan Martha. Rambut panjang kecoklatan dia biarkan tergerai lembut mengikuti alur gerakan tubuh Martha.
Sudah setengah Jam Martha menunggu kehadiran Sam.
"Dia terlambat lagi." Desis Martha kesal
Seperti kata Martha tadi, malam ini dia diundang Anita mama dari Sam untuk dinner bertiga membicarakan rencana perjodohan mereka. Tentu saja Martha sangat bahagia karena Anita sangat menyetujui pertunangan dia dan Sam.
Kembali wajah kesal Martha terlihat jelas. "Sam__ where are you??" Desis Martha kesal.
>>>> To be continue